STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 123 Arc Underwater Kingdom 3 : Salah Tempat


__ADS_3

"AKAN KUCINCANG KAU DECKEN!"


.


Teriak kemarahan Naruto sangat murka di kamar milik Shuna. Bahkan suaranya sampai terdengar di seluruh istana kerajaan tersebut.


Tap! Tap! Tap! Tap! Tap! Tap! Tap! Tap!


Dan teriakan Naruto membuat penghuni istana langsung menuju ke sumber suara yang ternyata berasal dari lantai atas istana tersebut.


"Apa yang terja—"


"Tidak penting! Cepat bawa Shirahoshi!"


Ucapan Fukaboshi, Ryuboshi dan Mamboshi langsung terpotong oleh ucapan cepat Naruto dengan Shirahoshi yang berada di pelukannya.


Sontak ketiga orang tersebut langsung terkejut saat tau siapa pemilik sumber suara teriakan tadi.


Menghiraukan rasa terkejut, Fukaboshi langsung mendekati Naruto dan seketika pula Naruto menyerahkan Shirahoshi kepada Fukaboshi.


"Tanyakan nanti, aku ada urusan yang lebih penting sekarang," ucap Naruto saat melihat wajah terkejut dan bingung Fukaboshi.


Kemudian Naruto balik badan setelah Shirahoshi sudah berada pada Fukaboshi dan langsung melangkah menuju jendela yang terbuka lalu mengambil pisau berlambang mawar merah tersebut kemudian langsung menghadap luar jendela Yang memang menghadap keluar istana.


Tiba-tiba Naruto memejamkan matanya dan tak berselang lama di area matanya terdapat warna oren lalu membuka mata kembali yang ternyata matanya sudah berubah bentuk, dengan iris mata yang tadinya berwarna biru laut sudab berubah warna menjadi kuning serta pupil mata seperti bentuk (-).


Naruto melirik ke belakang.


"Bilang pada Shirahoshi, aku akan membawa kembali Shuna secepatnya ketika dia sudah sadar," ucapnya.


Tanpa tau apa yang terjadi, Fukaboshi mengangguk mengiyakan ucapan Naruto.


"Baiklah," ucapnya.


Kemudian Naruto kembali memandang luar jendela.


" Kau memang bosan hidup Decken, dulu kau melakukan ini kepada Shirahoshi dan sekarang kau melakukan ini kepada anakku, kau membuatku benar-benar murka sekarang," batin Naruto penuh akan kebencian terhadap sosok yang bernama Decken.


.


WUSH!


.


Naruto langsung melompat sangat jauh dan langsung mendarat di atap rumah warga, kemudian melompat lagi di atas atap-atap rumah warga kerajaan dengan cepat menuju timur kerajaan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" bingung Fukaboshi sesaat setelah Naruto melompat keluar ruangan tersebut.


"Aku tidak tau, Do-re-mi-fa-so-la-si-dooooo," balas Ryuboshi.


"Lebih baik kita tanyakan nanti kepada Shirahoshi setelah sadar, Akka Mambo, Akka Mambo," ucap Mamboshi memberikan pendapatnya.


"Huh," Fukaboshi hanya menghela nafas saja. "Baiklah, cepat kalian beritau ayah tentang masalah ini," ucapnya menyuruh dan dijawab anggukkan Ryuboshi dan Mamboshi bersamaan lalu melangkah keluar kamar tersebut.


Kemudian Fukaboshi membawa Shirahoshi ke atas ranjang tempat tidur di kamar tersebut dan membaringkannya, dan dirinya langsung duduk di samping ranjang tersebut sambil menunggu 2 saudaranya kembali lagi ke kamar tersebut.


.


Sedangkan disisi lain Naruto sudah jauh dari istana yang mengarah ke sisi timur kerajaan


Dirinya dapat merasakan hawa keberadaan anaknya yang bernama Shuna berkat mode Senjutsunya, jadi dengan mudah ia menemukan apa yang dicari yang ternyata mengarah ke gerbang timur kerajaan bawah laut tersebut.


Dan seperti biasa, Naruto juga tadi sempat membuat Chi Bunshin untuk merencanakan sesuatu.


Hingga tak berselang lama lompatan Naruto di atas atap rumah milik warga kerajaan tersebut hampir sampai pada target incarannya.

__ADS_1


Yaitu sosok orang berjubah lusuh dengan kantung karung yang dibawa di pundaknya sedang melangkah di tengah-tengah kerumunan orang-orang.


" Dengan begini Shirahoshi akan menuruti kemauanku jika anaknya aku sandera, Bahohohoho!" batin orang berjubah lusuh yang sepertinya tak menyadari jika Naruto melompat di atasnya.


Tap!


Naruto mendarat tepat di depan orang berjubah tersebut dan seketika orang itu langsung terhenti langkahnya, begitu pula orang-orang di sekitarnya yang juga terhenti langkahnya langsung memperhatikan sosok Naruto.


"Itu-itu, Naruto-sama!" dan dari banyaknya orang-orang di tempat itu ternyata ada yang mengenali sosok Naruto.


"Cih!" desis orang berjubah langsung berbalik arah.


"Kembalikan an—"


"Bergerak atau anakmu akan mati!" orang-orang di sekitar tempat itu langsung panik dan berhamburan pergi menjauh dan langkah Naruto langsung terhenti saat mau merebut kantong karung di pundak orang tersebut.


Diikuti pula orang itu melepaskan Hoodie jubahnya dan membuka karung tersebut yang ternyata isinya sosok anak kecil dengan rambut pink yang kondisi mulutnya diikat oleh kain serta tangan dan kaki juga terikat


sehingga teriak atau bergerak pun tak bisa serta pisau yang melingkar di leher gadis kecil tersebut.


"Emmmm! Emmmmm! Emmmmmm!" gadis kecil tersebut meronta-ronta setelah melihat Naruto.


Dan Naruto hanya diam tak bergerak setelah diancam oleh orang berjubah tersebut.


"Jangan sentuh anakku dengan tangan kotormu itu, Decken. Atau aku benar-benar akan memotong tubuhmu." Ancam Naruto menatap tajam sosok orang yang bernama Decken tersebut.


"Apa kau berani melakukannya? Lihatlah, anakmu akan mati jika kau bergerak mendekatiku, Bahohohoho!" ucap Decken sambil mendekatkan pisaunya ke leher anak kecil tersebut yang ternyata adalah Shuna yang matanya sudah berkaca-kaca karena takut.


"Cih!" desis Naruto kesal.


Tiba-tiba Decken mengarahkan pisaunya yang tadi di kalungkan ke leher Shuna mengarah ke arah Naruto.


Shot!


Jlep!


"Ohok!"


Decken langsung menyerigai senang saat melihat Naruto yang memuntahkan darah dari mulutnya sambil berlutut memegang perutnya yang terkena tembakkan pisau tadi.


Seketika Decken langsung melangkah mendekati Naruto dengan Shuna yang masih menjadi sandera yang terus meronta-ronta.


"Dengan begini aku bisa memiliki Shirahoshi jika kau mati sekarang," serigai Decken sambil terus melangkah mendekati Naruto.


Entah kenapa Naruto malah tersenyum dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya.


"Mati katamu? Haha, seharusnya kau ngaca dulu, siapa yang akan mati sekarang." Ucap Naruto tersenyum menyerigai sambil berlutut.


Decken tersenyum mengejek.


"Bahohoho! Kau bilang aku yang mati? Lihatlah diri-"


Jlep!


Ohok!


Ucapan Decken tak diteruskan karena sebuah Katana menembus dada kanannya dari belakang.


Dan akhirnya Shuna pun terlepas dari sanderaannya.


Crasss!


Seketika pula Naruto yang tertusuk pisau langsung pecah menjadi cipratan darah. Sontak membuat Decken melebarkan mata terkejut.


dengan gerakan perlahan Decken menoleh ke belakang dan kembali terkejut setelah tau siapa pelaku penusukannya.

__ADS_1


"Sudah kukatakan bukan, yang akan mati itu dirimu," ucap dingin Naruto tepat di belakang Decken dan juga sebagai pelaku penusukannya.


Jlasss!


Bugh!


Naruto mencabut Katananya dengan paksa dan langsung menendang Decken hingga terpental jauh.


Dan Decken langsung merintih kesakitan sambil memegang dadanya.


Menghiraukan Decken yang terpental, Naruto langsung berjongkok untuk melepaskan ikatan tali pada kaki dan tangan Shuna, serta kain yang menutupi mulut Shuna.


"Kamu tidak apa-apa Nak?" cemas Naruto sambil melepas tali yang mengikat Shuna dengan cepat.


Grep!


"Hiks, hiks, aku takut Ayah, aku takut, Hiks, hiks," tangis Shuna langsung memeluk Naruto dengan erat dan membenamkan kepalanya di leher Naruto.


Tangan Naruto terangkat menyentuh rambut Shuna.


"Tenang saja, ayah ada disini untuk menyelamatkan Shuna," ucap lembut Naruto sambil mengelus lembut rambut Shuna.


"Hiks, hiks, hiks, huaaaaaaaahuaaaaaaahuaaaaa!"


Dan tangis Shuna menjadi tambah kencang karena rasa takut tadi seakan belum hilang sepenuhnya.


Tring!


Tiba-tiba sebuah kapak bermata 2 mengarah ke arah Naruto, tapi dengan mudah di tangkis oleh Naruto.


Dan Naruto langsung menatap tajam Decken yang nampaknya bisa bertahan dari luka tusukan Katana milik Naruto. Dan Decken sekarang sedang berdiri dengan banyak pisau di tangannya.


"Kau. Kau. Kau. Kau." gumam Decken penuh penekanan.


"Kau orang yang telah merebut Shirahoshiku. mati kau sialan!"


Shot! Shot! Shot! Shot! Shot!


Wush!


Pisau dalam jumlah banyak langsung ditembakkan kepada Naruto, seketika pula Naruto langsung menghindarinya dengan cara melompat sambil menggendong Shuna.


Tap! Wush!


Tapi anehnya pisaunya terus mengejar Naruto seakan-akan Naruto memang target dari pisau tersebut.


"Cih!" desis Naruto kesal.


Tap!


[YAMI MAHO : KUROMAYU!]


Seketika Naruto langsung diselimuti oleh aura hitam bersama Shuna yang masih di gendongannya.


Tring! Tring! Tring! Tring! Tring!


Pisau yang mengejar Naruto langsung terpental dan jatuh setelah membentur aura hitam yang melindungi Naruto dan Shuna.


[KAGE BUNSHIN NO JUTSU!]


.


..


...

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2