
.
Kini Rizevim berada di ruangan yang terdapat banyak tabung-tabung cairan. Ia berada di ruangan tersebut itu karena setelah keluar dari ruangan Izanagi, ia langsung bertelepor ke ruangan yang sekarang ia berada.
Rizevim melihat tabung-tabung cairan itu satu persatu, tapi fokusnya terhadap apa yang di dalam tabung tersebut yang ternyata mahkluk putih seperti manusia, yang disebut Cloning buatan hasil penelitian Rizevim menggunakan darahnya Olive yang dulu pernah ia jadikan bahan percobaannya.
Rizevim melangkah, ia mendekati sebuah meja khusus yang terdapat benda seperti mangkuk di atasnya, dan di bawah meja terdapat banyak selang-selang kecil yang tersambung dengan seluruh tabung di ruangan tersebut.
Rizevim membuka tutup botol tersebut, kemudian ia menuangkan isi cairan di dalam botol tersebut ke dalam sebuah wadah seperti mangkuk.
Tiba-tiba selang yang tadinya berwarna putih bening, kini mengalir cairan hitam yang terus mengalir menuju tabung-tabung yang ada di ruangan tersebut.
Rizevim tersenyum menyerigai.
"Waktunya kurebut kekuasaan Underword yang seharusnya menjadi miliku, hahaha," ucapnya di akhiri tawa senangnya.
.
"Kali ini kau tak akan bisa menghentikanku, Naruto,"
.
#Skip Rumah Naruto
.
2 jam berlalu setelah tragedi cara membangunkan versi Mereoleona, kini nampak rumah begitu sepi dari anak-anaknya Naruto.
Bagi Olive, Naruko, Vivi, Gray, Mirajane, Rin, Leo, Lucy, Liya, Minato serta Kuroka dan Mitlet sudah pergi ke Kedai, dengan sang Koki si Naruko dan Vivi.
Sedangkan Kunou, Hinami, Luna, Shuna, dan Sting, mereka memilih bermain di halaman belakang. Kalau untuk Menma, ia memilih menghabiskan berkencan dengan Raynare, tadinya ia berpikir akan mengajak Akeno juga, tapi karena Akeno ada acara dengan Kingnya, maka Menma hanya mengajak Raynare, toh ia sudah mendapatkan cuti kerjanya di Kedai selama 1 minggu.
Kini nampak di ruang keluarga tempat Naruto berada, ia sedang duduk santai sambil bercengkerama ria dengan Luffy yang berada di gendongannya, dan ditemani beberapa wanitanya saja.
Itu karena para wanitanya memiliki kesibukan masing-masing. Dengan Yasaka yang sekarang berada di Kyoto memenuhi tugasnya.
Serafall dan Grayfia sekarang berada di Mekai, mereka berdua sudah meminta ijin dengan Naruto tadi untuk mempersiapkan acara Rating Game antara Tim Rias vs Tim Diodora.
Dan dirinya juga diundang untuk menghadirinya yang acaranya nanti siang.
Freya juga meminta Ijin untuk kembali ke Asgard, ia diminta bantuannya oleh Rossweisse 1 jam yang lalu atas perintah Frigg, ibunya sendiri untuk membantu persiapan pernikahan Hel dan Azazel yang akan di selenggarakan 2 hari yang akan datang.
Sedangkan untuk Arturia, Asuna, Hancock dan Kalawarner tadi diperintah oleh Naruto untuk berbelanja, itu karena Stok bahan makanan di rumah cepat habis karena seiring berjalannya waktu, anggota keluarga tersebut semakin bertambah, jadi tak heran jika Stok bahan makanan cepat habis.
Dan Shirahoshi juga ikut berbelanja, ia ikut karena penasaran dengan kehidupan di daratan. Maklumlah, istrinya Naruto yang satu ini hidupnya di dasar laut, dan baru bergabung 2 hari yang lalu, jadi rasa penasarannya amatlah tinggi.
Jadi yang tersisa hannyalah Katerea, Mereoleona, Remia, Robin dan Izanami yang setia menemani Naruto di ruang tersebut, dan pastinya ada sedikit obrolan keluarga di antara mereka.
"Aduh... Jangan ditarik, Luffy."
Naruto merintih kesakitan saat rambut jabriknya ditarik oleh Luffy, tapi Naruto tak marah, melainkan senang diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
"Bwa... Bwa... Bwa... Bwa..." Ocehan Luffy, seperti menjawab ucapan Naruto.
"Hihihi..." cekikikan para wanitanya, mereka tersenyum senang dan terlihat ikut terbawa suasana saat melihat Naruto bercanda ria dengan Luffy.
"Sepertinya Luffy sangat senang bersamamu, Naru- kun." Ucap Robin.
Naruto menoleh ke arah Robin sambil tersenyum, kini Luffy memainkan telinga samping kiri Naruto.
"Anak adalah anugerah, Robin. Lihatlah di luar sana, banyak orang-orang yang menginginkan di karuniai seorang anak tapi tak terwujud. Dan aku tak akan menyia-nyiakan anugerah itu," ucap Naruto.
Para wanitanya mengangguk, begitu bijak ucapan Naruto di telinga mereka, walau simpel tapi penuh makna yang berarti bagi mereka.
Naruto memindahkan posisi gendongan Luffy menjadi pangkuan agar terasa nyaman.
"Duduk tenang ya, Luffy." Dan ucapan Naruto bagaikan mantra bagi Luffy,
kini Luffy nampak menurut, yang tadinya sangat usil saat di pindahkan posisinya, kini terdiam tenang di pangkuan Naruto.
"Yos... Anak pintar."
Ting! Tong!
Bel rumah berbunyi, sepertinya ada tamu yang berkunjung ke rumah Naruto.
"Biar aku yang membukanya,"
Seperti istri yang cekatan, Remia menawarkan diri untuk membukakan pintu tanpa harus diperintah oleh kepala rumahnya. Dan Naruto hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Tak butuh lama bagi Remia agar sampai di depan pintu rumah, ia langsung membuka pintu tersebut untuk memastikan siapa tamunya Naruto.
Pintu terbuka, dan Remia langsung memiringkan kepalanya bingung. Kini di depannya nampak Michael dan Gabriel tersenyum padanya, tapi bagi Remia mereka itu orang asing, karena baru pertama kali melihatnya.
"Naruto- san ada?"
Remia tersentak saat ditanya Michael, ia tersadar dari terbingungnya dan sekaligus kagum atas kecantikan Gabriel yang begitu anggun di matanya.
"Ada. Naru- kun ada di dalam,"
"Kun?" batin Gabriel.
Orang yang baru pertama kali di lihat Gabriel memanggil Naruto dengan embel-embel Kun, itu sempat membuat Gabriel curiga, tapi kecurigaannya ia buang jauh-jauh, ia sadar bahwa dirinya Malaikat. jika ia berburuk sangka, maka dirinya akan terjatuh.
"Kami ingin menemuinya, boleh?"
"Ah... Maaf, silahkan masuk." Ucap Remia mempersilahkan.
Kemudian mereka masuk ke dalam rumah dengan Remia yang melangkah terlebih dahulu menuju tempat Naruto berada.
Hingga tak butuh lama mereka sampai di tempat Naruto berada.
"Naru- kun. Ada tamu untukmu," ucap Remia.
__ADS_1
Naruto menoleh ke arah samping, ia menghela nafas saat melihat Michael tersenyum ramah padanya.
sedangkan Gabriel terdiam, sepertinya pikirannya bertanya-tanya saat melihat wanita-wanita asing di rumah Naruto, kecuali Katerea dan Izanami.
"Bisa kau bawa Luffy ke ruang sebelah, Robin?" minta Naruto.
"Kalian juga," sambungnya kepada wanita-wanita yang lainnya.
Mereka mengangguk serempak tanpa membantah, lalu beranjak dari duduknya dan pindah ke ruang sebelah, dengan Robin yang mengambil Luffy di pangkuan Naruto terlebih dahulu.
"Izanami."
Merasa dipanggil, Izanami langsung terhenti langkahnya tepat di pintu yang menghubungkan dua ruangan tersebut, dan langsung menoleh ke arah Naruto.
"Ya. Naru- kun,"
"Tolong buatkan minuman untuk kami?"
Izanami mengangguk, peraturan bagi para wanitanya Naruto sesuai yang diucapkan Yasaka padanya dulu, bahwa setiap perintah pemimpin keluarga harus dilaksanakan terlebih dahulu, entah itu perintah sepele, harus dilaksanakan.
Izanami teringat hal itu, tanpa membantah ia langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Naruto kepadanya.
"Silahkan duduk. Michael, Gabriel." Ucap Naruto mempersilahkan.
Michael hanya mengangguk saja, sedangkan Gabriel terus terdiam.
Hening.
Setelah Michael dan Gabriel duduk hanya keheningan yang terjadi, tak ada yang bersuara sama sekali. Hingga kedatangan Izanami dengan nampan berisi 3 gelas teh hangat.
Izanami langsung pergi menyusul wanitanya Naruto yang lainnya setelah meletakkan gelas minuman di atas meja.
"Huh..." Naruto menghela nafas.
"Jadi ada perlu apa, Michael?" tanya Naruto,
sebenarnya ia sudah tau maksud kedatangan Michael, pasti pembahasan waktu di kedai kemari-kemarinya, basa-basi tak apalah.
Michael menatap Naruto, sedangkan Gabriel malah menunduk entah karena apa.
"Kami para Malaikat telah sepakat, kami telah mengatur ulang sistem surga untuk Gabriel. Dan mulai sekarang Gabriel dapat berkeluarga tanpa takut terjatuh. Jadi bagaimana keputusanmu atas pembicaraan kita waktu itu?" Ucap Michael.
"Huh," Naruto menghela nafas,
ia sedang mencoba mengingat pembicaraannya dulu dengan Michael di Kedai, dan entah kenapa Gabriel meremas rok panjangnya sangat erat, menanti jawaban yang bagus dari Naruto.
.
.
T.B.C
__ADS_1