STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 184


__ADS_3

"Kau itu selalu menggampangkan sesuatu tindakan,"


"Hehe... Itu sudah menjadi ciri khasku, Kurama."


"Hmm..."


Terjadi keheningan, tak ada yang bersuara. Hanya suara langkah kaki Naruto yang hendak menaiki tangga menuju ke arah atas.


.


#Keesokan Harinya


.


SRING!


.


Tiba-tiba Freya dengan Gaun putih panjang muncul di ruang keluarga. Dan langsung terkejut karena adanya Great Red, Kholkikos, Tiamat dan Gabriel di rumah itu.


Tapi keterkejutannya tak lama, ia langsung menoleh ke arah satu-satunya pria di ruangan itu.


"Naru-kun, acaranya sebentar lagi akan dimulai," ucap Freya.


Naruto tau itu, acara yang dimaksud Freya adalah pernikahan Azazel dan Hel yang diselenggarakan hari ini.


Srek!


"Baiklah, baiklah. Tunggu sebentar." Ucapnya sambil melangkah ke kamarnya.


Begitu juga Freya yang ikut bergabung dengan wanita yang lainnya, sambil menunggu Naruto berganti pakaian.


Naruto terhenti langkahnya tepat di bibir pintu kamarnya, dan langsung menoleh ke belakang.


"Oh ya Freya. Mungkin Sting mau ikut, dan sekalian ajak anak-anak yang lainnya juga, siapa tau ada yang mau ikut juga." Ucapnya kepada Freya.


Freya mengangguk. "Baik Naru-kun,"


Dan Naruto kembali masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.


"Jadi kau yang bernama Freya ya?" tanya Kholkikos setelah Naruto memasuki kamarnya.


Sontak Freya langsung menoleh ke sumber suara. "Benar. Anda siapa ya?" bingung Freya.


Ia bingung dengan 3 wanita di situ, sedangkan untuk Gabriel ia sudah tau dari dulu.


Kholkikos tersenyum. "Perkenalkan, aku Kholkikos. Wanita per..."


Ctak!


Great Red tiba-tiba menjitak kepala Kholkikos.


"Jangan sebutkan yang terakhir, Baka-Kholki!" bentaknya. Kemudian Great Red menoleh ke arah Freya.


"Maafkan ini orang. Dia memang suka keceplosan." Ucap Great Red.


Tak ada jawaban dari Freya. Hanya mata yang terbuka sangat lebar karena terkejut. Ia tau, nama tadi adalah istri Naga Naruto yang pernah di ceritakan oleh Serafall dan Grayfia dulu.


"Ah, aku lupa. Aku Great Red. Dan ini di sampingku Tiamat." Sambung Great Red memperkenalkan diri sambil menunjuk Tiamat di sampingnya.


Freya tambah terkejut. Itu berarti 2 istri Naganya Naruto telah hadir. Tapi ia sedikit bingung, pikirannya bertanya-tanya atas adanya sosok Tiamat.


Dan Great Red tau kebingungan Freya, sehingga ia tersenyum sambil menunjuk Tiamat.


"Jangan terlalu dipikirkan soal Naga ini. Dia ini hanya Naga numpang yang mengaku-ngaku Mate-nya adalah Naru-kun," ejeknya kepada Tiamat.


"Pfffft!"


Semua wanita di situ menahan tawa. Freya hanya mengangguk mengerti.


Kalau untuk Tiamat jangan ditanya, dia menggeratkan gigi-giginya karena kesal, ejekan Great Red terlalu menusuk perasaannya.


"Hey! Aku tidak mengada-ada ya. Tanda Mate-ku ini muncul setelah pertemuanku dengan Naru! Asal kalian Tau!" kesal Tiamat membentak Great Red.


Great Red menutup mulutnya, ia menatap aneh Tiamat, dan berkata.

__ADS_1


"Masa," ejeknya.


"Kau!"


.


#Skip Time (Valhalla, Asgard)


.


"Huh..." Naruto menghela nafas, dan itu sudah ke 7 ia menghela nafas.


Pasalnya ia dari tadi mengira hanya 2 atau 3 anak-anak termudanya yang ikut, tapi.


 "Kenapa anak-anakku banyak yang ikut," batinnya.


Dan benar, di ruangan yang penuh akan Dewa-Dewi Nordik, di situ ada beberapa anak-anaknya Naruto yang terlihat.


Kunou, Shuna, Sting, Luna, Hinami dan Myu. Itu anak-anak Naruto yang ikut. Mereka semua terus berlari kesana-kemari, sehingga menjadi bahan perhatian banyak orang di ruangan itu.


"Anak-anakmu terlihat semangat sekali ya, Naruto."


Naruto dan Freya langsung menoleh ke samping kiri. Ternyata Haimdal yang sedang menghampirinya.


"Ha... Ha... Ya seperti itulah anak-anakku. Hehe..." balas Naruto kikuk.


.


""STING!""


.


Semua orang langsung menoleh ke arah pintu keluar ruangan itu. Di situ ternyata ada Thor bersama istri dan 2 anak perempuan berambut kuning yang seumuran dengan Sting, dan yang tadi berteriak memanggil Sting.


Sting yang merasa dipanggil langsung tersenyum lebar.


"LORA! THRUD!" teriak Sting setelah tau siapa yang memanggilnya tadi.


Bocah yang dipanggil oleh Sting langsung menghampiri Sting.


"mentang-mentang sudah bersama ayahmu, kau jadi lupa saudaramu ini ya Sting," ucap Lora.


"Hah! Kau ini,"


tiba-tiba dari belakang Sting nampak Kunou, Shuna, Hinami dan Myu menghampiri.


"Kau berbicara dengan siapa, Sting-kun?" tanya Kunou.


"Ah Kunou Nee-san, Shuna Nee-san, Hinami-Chan, Myu-Chan." Kejut Sting.


"Ini Saudaraku di sini, namanya Lora dan Thrud. Putri dari Paman Thor," sambung Sting memperkenalkan mereka kepada saudara-saudaranya.


""Salam,"" sapa Lora dan Thrud bersamaan.


"Salam juga," balas saudara-saudara Sting menyapa juga secara bersamaan.


.


Sedangkan di sisi lain, Thor dan Shiff langsung menghampiri tempat Naruto berada.


"Huh... Mereka itu," gumam Naruto sambil terus memperhatikan anak-anaknya.


"Ya seperti itulah, Sensei. Jika mereka sudah bertemu," ucap Thor membalas gumaman Naruto.


Mata Thor melirik ke arah tangan kanan Naruto yang tak ada.


"Ngomong-ngomong Sensei, itu tangan Sensei kenapa bisa sampai seperti itu?" tanya Thor sambil menunjuk arah yang dilihatnya.


"Dari tadi aku juga ingin bertanya sepertimu Thor," timpal Haimdal.


Naruto mengangkat lengan kanannya. "Banyak hal yang terjadi," ucapnya, lalu menoleh ke arah Freya.


"Iyakan, Sayang?"


"i-iya, banyak hal yang terjadi," ucap Freya sedikit kikuk.

__ADS_1


Ia sebenarnya terpaksa menjawab seperti itu, walau sebenarnya ia juga tak tau penjelasan kenapa tangan Naruto bisa terputus.


Karena penjelasan dari wanita-wanita di rumah hanya menjelaskan tentang 3 wanita Naga yang berada di rumah, dan penjelasan tentang tangan Naruto belum sempat sepenuhnya selesai, karena buru-buru datang ke Asgard atas perintah Naruto tadi.


Thor dan Haimdal menyipitkan matanya.


"Hmm... Meragukan," ucap mereka berdua.


"Hehe,"


"Sudah-sudah. Acaranya mau dimulai tu," ucap Shiff.


Sontak Naruto serta yang lainnya langsung menoleh ke arah yang di maksud Shiff.


Di sana, di panggung altar pernikahan nampak Azazel dengan Tuksedo berwarna putih, serasi dengan celana panjang warna putih.


Apalagi hiasan bunga mawar di dada kirinya yang di selipkan di saku Tuksedonya, menjadi nilai plus-plus untuk penampilan mempelai prianya.


Di sisi lain, di pintu masuk ruangan itu nampak Hel dengan gaun pengantin berwarna putih, ditambah sebuket bunga di genggaman tangannya yang diposisikan di depan dadanya.


Hel tidak sendirian, ia didampingi Frigg dan Odin di samping kiri dan kanannya.


Banyak pasang mata yang tertuju padanya. Langkah anggun Hel yang nampak biasa saja, walau dalam hatinya sangan gugup, ia terus berusaha mempertahankan posisinya seperti itu, berharap rasa gugupnya itu tak mengacaukan acaranya itu.


Dan akhirnya langkah anggun Hel pun sampai di altar pernikahan, ia sekarang berhadapan dengan Azazel, dan di dekat mereka ada seorang penghulu yang mendampinginya. Sedangkan Odin dan Frigg, mereka sudah tak mendampingi Hel lagi, mereka sekarang duduk di barisan paling depan yang dekat dengan panggung Altarnya.


"Bisa kalian berpegangan tangan," ucap sang penghulu.


Tak bersuara, Azazel dan Hel hanya mengangguk saja, lalu melakukan instruksi dari pehulunya, dengan kedua tangan mereka saling berpegangan.


Dan sang penghulu pun membuka buku yang ia pegang dari tadi.


Sang penghulu menoleh ke arah Azazel.


"Wahai sang mempelai pria, apakah kau bersedia hidup semati bersama dengan wanita di hadapanmu. Sedih maupun senang akan selalu bersama," ucap sang penghulu.


"Saya bersedia." Balas mantap Azazel tanpa keraguan sedikit pun.


Sang penghulu menoleh ke arah Hel.


"Wahai sang mempelai wanita, apakah kau bersedia menjadi pelengkap kehidupan pria di hadapanmu. Sedih maupun senang akan selalu bersama," ucap sang Penghulu.


"Saya bersedia." Balas mantap Hel tanpa keraguan sedikit pun.


Sang penghulu menutup bukunya, ia mundur satu langkah ke belakang.


"Sekarang kalian resmi menjadi sepasang suami istri. Dan kalian boleh berciuman sekarang." Ucapnya.


Blusss!


Wajah Azazel dan Hel langsung bersemu merah, mereka malu. jelas malu lah, adegan ciuman yang ditonton banyak orang di situ, siapa saja pasti malu kalau berada di posisi Azazel dan Hel sekarang.


"AYO AZAZEL! CIUM HEL SEKARANG!"


Teriak Naruto yang berada di deretan tengah orang-orang yang berada di situ. Azazel langsung menoleh ke arahnya, dan langsung kesal. Karena Naruto berteriak sambil menunjukkan senyum ejekannya itu yang bikin Azazel kesal dalam hati.


"CIUM! CIUM! CIUM! CIUM!"


Ditambah teriakan dari orang-orang. Sudah deh, membuat Azazel kesal plus malu yang dobel-dobel karena suasana itu.


"Ji-jika kau tak ingin melakukannya, tak masalah bagiku," ucap Hel, wajahnya sudah sangat merah karena malu yang luar biasa saat ini.


Dengan cepat Azazel langsung memegang bahu Hel.


"Kita lakukan." Ucap cepatnya.


Hel hanya mengangguk pelan saja. Ia memejamkan matanya dan memanyunkan bibir renunnya itu Azazel pun begitu, ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Hel.


Entah apa yang mereka rasa, detak jantung yang begitu kencang, menandakan bahwa mereka sama-sama gugup untuk melakukan adegan Ciumannya.


Nafas Hel telah terasa di kulit wajah Azazel, bibir mereka sudah dekat, dan Azazel langsung memejamkan matanya.


.


Cup!

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2