
.
CKLEK!
.
Suara pintu terbuka menampakkan Naruto yang baru saja keluar dari kamar Menma yang entah kenapa Menma bisa dalam keadaan pingsan malam ini.
Kondisi Menma membuat Naruto sangat khawatir karena menyangkut nyawanya. Dan kini Naruto melangkah ke bawah karena memang kamar Menma berada dilantai 2.
.
DUK! DUK! DUK! DUK!
.
Suara langkah pelan kaki Naruto saat menuruni tangga membuat semua pasang mata terdiam dan arah pandangannya tertuju padanya.
Dapat dilihat di ruang tamu sangat ramai oleh undangan aliansi yang tadi berkumpul di Kuoh Gakuen kecuali Izanagi yang entah karena apa tidak ada, membuat Naruto heran kenapa semua undangan bisa datang ke rumahnya.
Kini langkah Naruto sudah di dasar lantai dan semua orang di ruang tamu masih terdiam tanpa suara.
Hingga akhirnya Serafall, Grayfia dan Katerea ingin menghampiri Naruto tapi dicegah oleh Yasaka dengan gelengan kepala membuat Serafall, Grayfia dan Katetea menunduk sedih.
"Huh," helaan nafas Naruto ketika melihat banyak orang di rumahnya malam ini.
"Di mana anak-anak?" tanya Naruto kepada semua orang di ruang tamu milik Naruto dan dijawab arah tangan Yasaka yang mengarah ke halaman depan rumah,
lalu Naruto melangkah menuju halaman depan yang memang semua anak-anak muda berkumpul kecuali Menma yang berada di kamar dan trio DaTanshi yang sudah terlelap di kamar mereka.
"Kurasa kita ke halaman belakang saja," ajak Azazel kepada semua pria yang berada di ruang tamu dan dijawab anggukan mereka mengerti.
Lalu semua pria melangkah menuju halaman belakang menjauh dari para wanita untuk melanjutkan obrolan para pria tadi.
.
.
#SKIP HALAMAN DEPAN
.
Kini langkah Naruto sampai di halaman depan dan langsung dihampiri anak-anaknya dengan Sting yang takut-takut melangkah menghampiri Naruto.
Sedangkan Rias dan Sona serta Peregenya ditambah Irina Shido tidak ikut menghampiri Naruto, walaupun mereka berada tidak jauh dari Naruto dan anak-anaknya.
"Tou-san, apa Menma-nii baik-baik saja?" tanya Minato setelah semua anak-anak yang menghampiri Naruto berada di hadapan Naruto.
__ADS_1
"Nii-san kalian baik-baik saja, Menma hanya butuh istirahat saja," balas Naruto tersenyum membuat yang lainya lega tapi tidak dengan Naruko dan Vivi yang tau betul senyuman ayahnya itu palsu seperti menyembunyikan sesuatu,
tapi Naruko dan Vivi hanya diam saja mereka tidak mau menambah beban kesedihan ayahnya apabila bertanya kondisi Menma yang sesungguhnya.
"Kemarilah kalian, Tou-san ingin melihat dengan dekat anak-anak Tou-san," sambung Naruto kepada anak-anak di belakang Naruko, Vivi, Kunou dan Minato,
lalu mereka semua mendekat ke Naruto tapi tidak dengan 2 remaja dan 1 anak-anak yang takut-takut melangkah untuk mendekat.
"Maaf Tou-san," kata 2 remaja yang menunduk takut untuk menghadap Naruto sedangkan Sting menunduk karena tidak tau harus bagaimana dengan situasi sekarang.
"Kemarilah Olive, Gray, Tou-san tidak akan marah sama kalian," ucap Naruto lembut membuat Gray dan Olive(Fubuki OPM tapi terlihat lebih muda lagi dengan rambut kuning panjang) mendekat ke arah Naruto tapi masih menunduk.
"Kau juga Nak," sambung Naruto kepada Sting yang masih bingung mengucapkan apa.
"A-apa ti-tidak masalah? A-aku bukan kel-"
"Kemarilah Nak, mendekat kemari," potong Naruto memaksa.
Dengan rasa gugup, Sting mulai melangkah mendekati Naruto.
"Maaf bila kehadiranku membuatmu tidak nyaman Ayah," kata Sting menunduk di hadapan Naruto.
"Jangan bicara seperti itu, kehadiranmu membuatku senang kok," kata Naruto sambil mengelus kepala Sting dengan tersenyum.
"Justru aku yang minta maaf kepadamu," sambung Naruto membuat Sting menegakkan kepalanya menatap rupa orang yang dipanggil Ayah.
"Ayah tidak salah kok, justru aku yang salah karena tidak pernah bertanya tentang Ayah kepada Mama," kata Sting kikuk dengan ucapan maaf dari ayahnya membuat Naruto tersenyum.
"Terima kasih Ayah, karena mau menerima kehadiranku." Balas Sting senang dan sudah sedikit hilang rasa cakungnya.
Lalu Naruto menoleh kearah Olive dan Gray yang masih menunduk takut di sebelah Sting membuat Naruto menghela nafas.
"Jika kalian seperti itu terus , Tou-san tidak bisa melihat wajah cantik dan tampan anak Tou-san lo?" kata Naruto kepada Olive dan Gray.
"Hiks maafkan aku Tou-san, gara-gara menolongku Menma jadi seperti itu," kata Olive menunduk sedih.
"Hiks Aku memang Nee-san yang tidak berguna," sambungnya mulai meneteskan air mata.
"Jangan ngomong seperti itu," kata Naruto sambil mengelus rambut kuning Olive yang panjang.
"Menma melakukan itu karena Menma sangat sayang denganmu, begitu juga dengan Tou-san yang sangat sayang dengan kalian," sambung Naruto lembut membuat hati Olive dan Gray sedikit tenang,
lalu Olive langsung memeluk Naruto sambil menangis.
"Hiks terima kasih Tou-san, terima kasih karena Tou-san masih sayang dengan anakmu ini yang Egois," kata pengakuan Olive sambil menangis dipelukkan Naruto.
Sedangkan Gray hanya diam padahal dalam hatinya sangat iri ingin sekali dirangkul oleh ayahnya.
__ADS_1
Dan yang lainya hanya diam mengerti karena mereka tau apa masalahnya kecuali Sting yang diam karena memang tidak tau apa-apa.
"Anak Tou-san sudah tumbuh besar ya, membuat Tou-san pangling saja." Ucap Naruto sambil mengelus rambut Olive dengan telapak tangan kanannya sedangkan telapak tangan kirinya mengacak-acak rambut Gray yang masih menunduk dengan senyum tulusnya.
"Apakah Tou-san mau memaafkanku?" tanya Gray yang masih diacak-acak rambutnya oleh Naruto.
"Tou-san sudah memaafkannya dari dulu kok, Tou-san tidak ada rasa benci ataupun marah dengan kalian. Justru Tou-san sangat menyayangi kalian dari dulu," balas Naruto membuat semua anak-anaknya senang, bahkan Olive sudah mulai reda dari tangisnya.
"Su-sungguh, Tou-san tidak marah?" kata Olive memastikan lagi ucapan Naruto dan dijawab anggukan Naruto sambil tersenyum.
"Mau bagaimanapun kalian semua adalah anak-anakku yang selalu Tou-san sayangi. "
" Jadi mulai sekarang kalian harus tinggal bersama Tou-san agar Tou-san bisa melihat jagoan-jagoan Tou-san ini setiap saat," balas Naruto membuat semuanya senang kecuali Minato yang sedang memikirkan ucapan ayahnya.
"Tunggu dulu Tou-san! Jika mereka tinggal disini, mereka mau tidur di mana?" tanya Minato yang bingung.
"Nanti Tou-san suruh si Azazel untuk melebarkan rumah dan menambah kamar untuk kalian tiduri, jadi malam ini tidak apa-apa kan Minato jika kamarmu berbagi dengan yang lainya," balas Naruto menjelaskan membuat Minato mengangguk mengerti.
"Baiklah, nanti untuk yang laki-laki tidur sekamar denganku," kata Minato dan dijawab anggukan Naruto, Gray dan Sting.
"Ohya Mira, Rin. Nanti kalian tidur dengan Naruko dan Vivi ya, kamar itu nanti buat tidur Olive sama Kunou," ucap Naruto kepada Mirajane dan Rin membuat Mirajane dan Rin mengangguk mengiyakan.
Lalu Naruto menoleh ke arah Naruko dan Vivi yang memang bersebelahan.
"Tidak apa-apa kan Naruko, Vivi," tanya Naruto meminta persetujuan dan dijawab anggukan Naruko dan Vivi bersamaan membuat Naruto bernafas lega.
Lalu Naruto mulai mengobrol dan bercanda ria bersama anak-anaknya, bagi Naruto kesenangan anaknya adalah suatu kebahagiaan itu sendiri.
Dan untuk anak-anak Naruto sedikit demi sedikit mulai akrab.
terutama Sting yang selalu gugup saat ingin berbicara sesuatu yang akhirnya diajak bicara oleh Minato dengan cerita konyolnya tentang ramen, hingga membuat mata Sting berbinar-binar ingin merasakan apa itu ramen.
Sontak tingkah konyol Minato mendapat bentakkan dari Naruko karena terus mengoceh tentang ramen dengan bangganya, walaupun Naruko juga suka ramen tapi jangan dibangga-banggakan kali pikir Naruko.
Dan pada akhirnya semua anak-anak Naruto tertawa lepas, bahkan Olive dan Gray juga ikut tertawa melupakan kesedihannya yang tadi sampai-sampai membuat Sting tertawa kencang seperti di Asgard membuat rombongan Rias dan Sona mendengar tawanya.
.-.-.-.
"Aku ingin sekali bergabung dengan mereka," ucap Rias yang dari tadi mendengar tawa anak-anak Naruto.
"Bukan Cuma kau saja Rias! Aku juga ingin sekali bergabung dengan mereka," balas Sona yang dari tadi terus memperhatikan arah pandang Rias.
"Ayolah Sona, aku sangat rindu dengan Nii-sama tau," kata Rias memanyunkan bibirnya.
"Jangan sekarang Rias! Onii-sama tidak bisa diganggu untuk saat ini, mengertilah," balas Sona memperingati membuat Rias diam pasrah.
Sedangkan perege Rias dan Sona hanya diam tak berkomentar karena tidak tau apa-apa, lain halnya dengan Akeno dan Tsubaki yang ingin sekali bertanya kepada Kingnya tapi ditunda sementara karena Kingnya sedang asik memperhatikan rombongan Naruto yang lagi bercanda gurau terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
.
T.B.C