STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 110


__ADS_3

.


# ASGARD


.


Jauh di atas langit daratan Eropa. Tempat yang megah dan indah sejauh mata menandang. Tempatnya para Dewa-Dewi dari Mitologi Nordik.


Tempat itu pula tujuan Naruto sekarang. Kini Naruto telah berada tepat di depan gerbang bangunan yang sangat besar dan megah bersama Freya dan Azazel.


Dengan mudahnya mereka masuk ke dalam bangunan tersebut dan berterima kasihlah kepada Freya. Berkat dirinya mereka semua bisa masuk dengan bebas tanpa dicurigai sedikit pun.


Langkah demi langkah mereka terus memasuki bangunan tersebut yang tujuannya ke ruang utama bangunan tersebut.


Tak jarang pula banyak pelayan dan prajurit Asgard membungkuk hormat kepada mereka dan mereka bertiga hanya membalas dengan senyuman.


Hingga langkah mereka pun sampai pada pintu yang paling besar atau pintu ruang utama bangunan itu. Dan seketika 2 penjaga pintu tersebut langsung membukakan pintu tersebut untuk mempersilahkan mereka masuk.


Seketika semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut langsung menoleh ke arah pintu dan langsung tersenyum atas siapa yang datang memasuki ruangan tersebut.


"Wow sudah ramai sekali," ucap Naruto sambil melihat sekeliling ruangan yang ternyata banyak dewa-dewi Asgard yang berkumpul.


"Wah, aku tak menyangka Sensei yang datang menemani calonnya Hel." Tiba-tiba Thor menghampiri Naruto.


"Ya sesekali berkunjung kesini tak apa kan," ucap santai Naruto.


"Woy! Azazel kemari!" panggil Odin.


Sontak Azazel yang merasa dipanggil pun menghampiri Odin.


Thor menoleh kearah Freya tepat di sampingnya Naruto.


"Sting tak kau bawa juga kak?" tanyanya.


"Dia lebih betah dirumah katanya," balas Freya.


"Ohya Thor. Ibu ada dimana?" sambungnya bertanya.


"Ibu berada di kamar bersama Rossweisse dan istriku. Biasalah sedang mengurus Hel," balas Thor santai sedangkan Freya hanya ber-O-ria saja.


Dan selanjutnya hanya diisi obrolan santai mereka bertiga seputar kehidupan mereka yang diselingi canda tawa mereka.


.


#Kamar


.


Berbeda dengan ruangan tengah yang ramai oleh dewa-dewi Nordik, mungkin Cuma Naruto yang bukan dewa.


Di salah satu kamar bangunan tersebut terdapat 4 wanita. Dengan 3 wanita sedang merias salah satu wanita disitu.


"Yap! Sudah cukup cantik untuk cucuku ini," ucap Frigg setelah selesai merias wanita di hadapannya yaitu Hel.


(Hel : Rize Kamishiro. Tokyo Ghoul). Yang sekarang dalam mode wujud aslinya bukan wujud yang biasa ia tampilkan seperti wujud Zombi.


"Um, Um, Ibu benar sekali," timpal wanita di samping Frigg yaitu Sif (Sif : Shizuka Marikawa. High School of the dead) istrinya Thor.


"Ah nenek dan bibi bisa saja," ucap Hel yang sekarang sudah memakai gaun putih sehingga terlihat sangat cantik dan anggun bila dilihat banyak orang.


"Tanya saja sama Rossweisse, dia pasti menyetujui. Iyakan Rossweisse?" ucap Frigg meminta dukungan dari Rossweisse yang berada di belakangnya.

__ADS_1


"Hel-sama memang cantik kalau menggunakan wujud asli seperti itu. Tapi kalau pakai wujud Zombi itu sungguh mengerikan." ucap Rossweisse memberitau.


"Ya maaf lah. Kau tau sendiri kekuasaanku dimana, di alam kematian yang pasti banyak mahkluk seperti Zombi," kata Hel tenang.


"Sudahlah tak usah dibahas penampilan. Sekarang mari temui calonmu Hel," ucap Frigg. Dan entah kenapa Hel menjadi gugup.


"Tak usah gugup. Semua wanita juga sama saat situasi sepertimu Hel," sambung Frigg menyemangati dan dijawab anggukkan pelang Hel.


Dengan kemantapan dan keyakinan yang sudah disiapkan minggu-minggu lalu, Hel dengan pelan melangkah ke pintu keluar didampingi Frigg dan Sif di sebalah kanan dan kiri Hel, sedangkan Rossweisse berada di belakang mereka.


.


#Ruang Utama


.


Sedangkan di ruang tengah masih ramai seperti tadi. Dengan Naruto didampingi Freya sedang mengobrol dengan Thor. Sedangkan Azazel sedang mengobrol dengan Odin tak jauh dari tempat Naruto berada.


"Huh," helaan nafas pun keluar dari mulut Azazel.


"Aku tak menyangka jika Loki senekat itu menyerang di pertemuan," ucapnya yang sepertinya Odin dan Azazel sedang membicarakan tentang Loki.


"Mungkin ucapan si kuning kampret itu ada benarnya. Loki hanya menginginkan sebuah pengakuan bahwa dirinya itu berguna bagi Asgard," balas Odin.


"Yah walaupun se kampret-kampretnya dia. Si kuning kampret itu orang penting dimana-mana," kata Azazel menambahkan.


"Woy! Aku dengar! Kalian membicarakanku ya?" ucap Naruto tak jauh dari tempat Azazel dan Odin.


Sontak mereka berdua langsung menoleh ke sumber suara.


"Siapa yang mau membicarakanmu Naruto! Ngak ada bagus-bagusnya membicarakanmu." Sahut Azazel dan didukung anggukkan Odin.


Tap! Tap! Tap! Tap!


Suara langkah kaki yang nampak dari arah tangga. Sontak semua pasang mata menoleh kearah sumber suara, yang ternyata Hel yang didampingi Frigg dan Sif serta diikuti Rossweisse di belakangnya yang sedang melangkah pelan menuruni tangga.


"Wow, dia memakai wujud aslinya," kagum Naruto.


"Ternyata masih terlihat manis ju—au sakit!" ucapan Naruto terpotong oleh rasa sakit hasil cubitan tangan di pinggangnya yang ternyata pelakunya adalah Freya yang sedang mengembungkan pipinya sebal.


"Apaan si Freya? Sakit tau," rintih kesakitan Naruto sambil mengusap-usap pinggangnya yang sakit.


"Hm!" dan Freya langsung memalingkan mukanya sebal membuat Naruto bingung sendiri.


Lalu Naruto menoleh kearah Thor.


"Dia kenapa Thor?" tanyanya sambil menunjuk Freya.


Sedangkan Thor yang ditanya seperti itu hanya geleng-geleng kepala sehingga membuat Naruto tambah bingung.


Sedangkan disisi lain, Azazel malah diam mematung tak bisa berucap sepatah kata pun sambil terus memandang Hel yang semakin mendekatinya.


Hingga tak berselang lama Hel pun sampai di hadapan Azazel dengan menundukkan kepalanya karena gugup. Dan Azazel masih diam mematung.


"Hello Gubernur DaTanshin, apakah sudah menunggu lama?" tanya Frigg di samping Hel sedangkan Sif dan Rossweisse sudah bergabung dengan rombongannya Naruto yang tak jauh darinya.


"Ah, tidak kok. Belum lama juga sampainya." Balas Azazel yang tiba-tiba tersentak karena suara Frigg yang mengagetkannya.


"Kami tinggal dulu ya. Silahkan saling mengenal oke," ucap Frigg yang tiba-tiba menyeret Odin ikut ke rombongannya Naruto.


"Ano/hey,"

__ADS_1


Ucap Hel dan Azazel bersamaan setelah beberapa menit saling terdiam.


""Kau duluan,""


Dan lagi-lagi mereka berucap bersamaan membuat mereka berdua saling terdiam kembali.


"Azazel!" dan Azazel langsung menoleh ke sumber suara yang ternyata adalah Naruto yang memanggilnya dengan sebuah isyarat telunjuk tangan yang mengarah ke arah balkon luar ruangan.


Seakan sudah tau, Azazel langsung menoleh ke arah Hel lagi.


"Mungkin mengobrol disana akan lebih nyaman," ucap Azazel mengajak dan dijawab anggukkan pelan Hel.


Lalu mereka berdua melangkah pelan menuju Balkon luar ruangan saling beriringan tanpa ada yang berucap sedikit pun.


"Tak kusangka, Azazel yang punya sifat mesum akut bisa segugup itu di hadapan seorang wanita." Ucap Narto yang dari tadi melihat Azazel dan Hel berjalan beriringan dengan rasa gugup yang terlihat jelas saat itu.


"Kayak kau tak pernah merasa gugup saja," kata Thor. Sontak Naruto menoleh ke arah Thor.


"Pasti pernah lah. Mungkin kalau dulu aku tau proses kelahiran Sting, maka kau akan tau rasa gugupku seperti apa," ucap Naruto memberi tau.


"Apakah Cuma disaat seperti itu? Lalu kalau kau mengalami acara seperti ini apakah kau tak merasa gugup juga?" tanya Thor.


"Gugup di acara seperti ini tak terlalu bagiku. Tapi kalau untuk kelahiran anak sendiri jauh lebih gugup, kenapa? Itu karena aku bukan mengkhawatirkan sang anak saja, melainkan dua orang sekaligus yang perlu dikhawatirkan akan keselamatannya."


" Pada saat itu pula pikiranku tak bisa berpikir apa-apa. Hanya keselamatan sang anak dan ibunya yang terus terpikirkan olehku," kata Naruto memberi tau.


Dan entah kenapa kata-kata Naruto membuat orang-orang yang didekatnya terharu, terutama bagi wanita yang sangat terharu. Bahkan Freya matanya sudah berkaca-kaca karena mendengar ucapan dari Naruto.


"Apkah kau akan sekhawatir itu jika saat itu kau tau aku melahirkan Sting, Naru-kun?" ucap Freya yang matanya berkaca-kaca sambil menatap Naruto.


Seketika Naruto langsung menoleh kearah Freya.


"Pasti! Pasti saat itu aku sangat mengkhawatirkanmu," balas Naruto dengan Mantap dan yakin.


Grep!


Tanpa tak terduga Freya langsung merangkul Naruto dari depan dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Naruto dan membenamkan kepalanya di atas bahu kanan Naruto.


"Terima kasih, terima kasih. Dan sekarang aku tak akan menyesal jika aku mencintaimu seterusnya," ucap Freya yakin disela-sela rangkulannya.


Dengan pelan tangan Naruto terangkat ke kepala Freya lalu mengelus rambutnya dengan lembut.


"Semua pria pasti berpikiran seperti itu jika menyangkut kondisi anak dan istrinya," ucap lembut Naruto sambil terus mengelus rambut Freya. Dan Freya malah semakin mempererat rangkulannya.


.


"Sayang, apakah benar itu kak Freya? Ini baru pertama kalinya aku melihat sisi rapuhnya kak Freya sejak dulu sebenarnya," bisik pelan Sif kepada Thor.


"Jangan tanya aku. Aku pun sama, baru pertama kali melihatnya," bisik pelan Thor juga kepada Sif.


" Huhuhu, Naruto-sama memang pria sejati huhuhu," batin Rossweisse yang terharu.


Sedangkan Odin dan Frigg hanya diam saja saat melihat apa yang dilihatnya sekarang ini.


.


..


...


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2