Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
Direstui Kakak


__ADS_3

Tolong dimaklum wahai Kakak Farhan dan Kakak William. Usia Reyno memang terpaut jauh dengan mereka berdua. Wajar jika ia nyeleneh di saat membahas masalah serius. Apa lagi yang memiliki masalah adalah William, si kakak memenyebalkan pengganggu rumah tangganya.


"Ren, sebaiknya kamu ke rumah utama saja sana! Nyusu sama Mami." William yang mulai emosi semakin malas meladeni adiknya.


"Hahaha. Begitu saja ngambek, lagian kaka ngapain sih, ngehamlin anak orang. Jadi repotkan! Makannya kalau punya burung itu dikandangin, jangan main lepas sembarangan."


"Beraninya kau!" William yang tidak terima menjambak rambut adiknya. diacak-acak rambut itu sambil menekan wajah Reyno ke bangku sofa. Reyno mengeram kehabisan nafas.


"Hei! Hei!. Kau mau membunuh adikmu ya!" Farhan mulai frustasi sepertinya. Sudah ia duga akan seperti jadinya jika dua kakak beradik itu dipersatukan.


"Dia dulu yang menghinaku!" adu William pada Farhan. Selaku kakak pertama yang menjadi tumpuan dua bocah sd bertopeng dewasa.


"Nanti kau tidak ada objek untuk di sakitiki lagi kalau adikmu mati. Lepaskan!"


"Sialan kau Farhan!" teriak Reyno saat kakaknya melepas cengkraman kuat pada kepalanya. Anak itu kembali duduk, merapikan rambut yang acak-acakan karena ulah William.


"Aku adukan ke Mami, biar atmmu disita," protesnya tidak terima.


"Cih! Dasar bocah." Menggeleng jijik. Lalu kembali fokus pada cerita utama. "Bagaimana ini Farhan, apa aku tetap mdlanjutkan menikah, atau batal saja." William masih gunda lebih tepatnya.


"Lanjutkan saja, toh kamu sudah diberi hadiah sebelum pernikahan." Maksudnya bayi yang ada di dalam kandungan Tere.


"Kalau kau bocah!" Melirik adiknya yang notabe lebih pengalaman. "Bagaimana kau menjalani hubunganmu dengan Jennie? Kalian kan tidak saling cinta selama ini."


Reyno tampak berfikir selanjutnya. Kali ini seperti ia serius, bola matanya berputar-putar menggali memori kehidupan masa awal pernikahannnya.


"Awalnya kita tidak saling cinta. Tapi karena Jennie sudah berjanji akan membahagiakan dan melindungiku dengan segenap jiwa, lama-kelamaan Reyno jadi semakin cinta."


"Pttttt." Farhan tergelak dengan lantangnya. "Hahahaha." Bisa-bisanya William meminta pendapat pada mahluk ajaib seperti Reyno.


"Diam kau Farhan! Tawamu tidak tidak ada bagusnya sama sekali. Bahkan lebih bagusan suara malaikat maut." Naik darah Williamnya.


"Memangnya kenapa sih, aku kan hanya berkata jujur apa adanya." Reyno menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


Duh, anak yang satu ini memang imut-imut keparat. William dan Farhan sampai tidak mampu berkata apa-apa lagi mendengar cerita Reyno.


"Bagaimana kalau tetap menikah, benci kan bisa jadi cinta. Karakter kalian juga mirip seperti drama 'Boy's Over Flowers'. Kakak mirip peran itumanya, loh."


"Apa maksudnya Reyno, jangan membawa drama yang kamu tonton ke dalam hidupku." William menjambak rambutnya sendiri saking kesalnya.


"BOV, Suspicious Partner, Full house, Lucky Romance, The Innocent Man, I am not a Robot, Couple Fantasi, The King 2 Heart." Reyno menyebutkan beberapa judul drakor benci jadi cinta yang pernah dia tonton. "Semua pasangan di drama itu berawal dari benci yang berujung cinta, Kak."


"Apaan, sih?" William dan Farhan menohok bingung.


"Kalau Kakak ikutin drama Full House saja, serumah tapi tidurnya terpisah, coba buat tantangan siapa yang akan jatuh cinta duluan diantara kalian. Itu artinya mereka yang kalah."


"Gila kamu ya!" bentak William geram. Tapi menarik juga kalau bisa bikin Tere jatuh cinta duluan sih.


"Pokonya Kakak harus tidur di sofa, jangan sentuh Kak Tere kalau belum cinta. Cukup kan, penjelasanku."


"Hahaha." Tergelak kencang. "Kamu pikir Kakak sebodoh tokoh drama kesukaanmu, untuk apa menikah kalau tidak boleh tidur seranjang. Aku akan membuat istriku pingsang sampai kelelahan."


"Jahat! Bukan begitu alurnya, Kak!"


"Terserahmulah, William!" Kesal sendiri si Reyno.


"Tuan Muda yang manis." Farhan tersenyum geli setelahnya. "Bukankah kau ingin curhat juga kan, coba ceritakan apa keluh kesamu."


Hehehe. Kali ini Reyno sedikit mengeringai jahat. Waktunya membuat William semakin hancur. Siap-siap terkejur wahai dua mahluk yang ada di depan Reyno.


"Aku juga akan segera menjadi ayah."


"Apa?" William yang paling kaget diantara semuanya. "Jangan bercanda Anak Bodoh!"


"Aku tidak bercanda, Kak. Jennie memang sedang hamil. Aku saja baru tahu tadi saat dites."


"Cih! Aku tidak percaya orang ketiga dalam hubungankku adalah adik sendiri. Berani-beraninya kau menghamili gadis yang telah aku kejar selama ini."

__ADS_1


"Kita saling mencintai, maka dari itu Jennie bisa hamil. Kaka kan juga sudah mau menikah, berhentilah memikirkan Jennie. Dia istriku, dan yang terpenting Jennie bahagia menyandang status sebagai istriku. Meskipun aku bukan Direkur atau CEO kaya raya."


"Baiklah, terpaksa aku merestui hubunganmu mulai dari sekarang." William mendesah kasar setelahnya. Sepertinya sudah saatnya ia menghadapi kenyataan yang ada. Tere adalah wanita yang akan menjadi pendampingnya. Mau tidak mau, suka tidak suka, nyatanya sudah ada buah diantara mereka berdua.


"Makasih Kakak!" Reyno mencium pipi William tiba-tiba. Farhan yang masih membiarkan bicara sedikit bergetar ngeri.


"Cih! jijik sekali kelakuanmu Reyno."


"Kenapa? mencium kakak sendiri tidak masalah kan. Ada bekas bibir Jennie loh," goda Reyno seakan memancing emosi William.


"Kakak mengalah ... kakak mengalah!" Begitulah Farhan berseru sambil mengetuk meja kaca cukup keras.


"Bwek! Farhan saja membelalu." Reyno menjulurkan lidahnya. William melengos kesal. Benar-benar memang anak yang satu ini.


"Baiklah. Selamat untuk kalian berdua, sepertinya Tuan Haris dan Nyonya Dina mendapatkan berkah yang berlimpah. Mereka pasti senang mengetahui anaknya telah berhasil menjadi calon ayah. Meski yang satu diluar nikah." Kata terakhir Farhan menusuk jantung terdalam William. Tapi benar sih.


"Tapi aku belum siap menjadi seorang ayah. Kita berdua sama-sama tidak tahu caranya mengurus anak kecil."


"Ya, sudah kuduga akan jadi seperti ini akhirnya. Mengapa harus hamil sekarang? Dari dulu kaka sering mengingatkan, tahan dirimu."


"Cih! Kakak sendiri saja menghamili anak gadis orang lain. Kenapa Reyno tidak boleh menghamil istri sendiri?" protes Reyno tidak terima.


"Kakak adalah calon good daddy, sudah mapan dan mampu mengurus bayi dengan baik, kecuali ibunya." Habis itu William tergelak.


Sebenarnya kedua kakak beradik itu memiliki kasus masalah yang sama. Farhan saja sampai bingung harus memberi solusi seperti apa. Pasalnya ia juga tidak akan sanggup menjadi mereka. Sudah dibilangkan, cinta memang semerepotkan itu.


"Hmm. Reyno kan sudah besar." Akhirnya Farhan tidak memanggil Reyno dengan sebutan tuan muda. Itu artinya tidak marah lagi. "Kamu bisa mulai belajar menjadi ayah yang baik, tinggalkan pekerjaanmu menjadi seoerang kuli dan mulailah bergabung di perusahaan. Papimu pasti sangat senang jika kamu mau melakukan itu."


"Cih! aku tidak mau bergantung dengan perusahaan, Papi jahat!"


"Dia mengusirmu karena sayang. Bukan jahat, tapi peduli." Farhan mengakhiri obrolan mereka dengan sebuah wejangan yang simpel dan bermakna.


***

__ADS_1


Baca suamiku seorang pangeran ya, masih ada nyambungnya sama Reyno kok..😋


__ADS_2