Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
Flash back


__ADS_3

Kembali ke masa satu hari sebelum Jennie dan Reyno menikah. Hari kedua setelah mereka resmi di keluarkan oleh pihak sekolah. Hari itu kedua orangtua Reyno datang ke rumah Jennie, membicarakan perihal kejadian mesum yang anak-anaknya lakukan di toilet sekolah. Gosip yang beredar di kalangan masyarakat sudah tidak dapat di bendung lagi, jika mereka berdua tidak dinikahkan, maka masyarakat akan murka. Secara Tuan Haris termasuk dalam jajaran orang penting di kotanya. Dampak buruknya sangat fatal, saham di perusahaan Tuan Haris menurum drastis karena hal ini. Beberapa pemegang saham mencabut sahamnya karena gosip buruk yang menimpa keluarga Haris.


Maka pada malam kedua setelah kejadian itu, kedua orangtua Reyno sepakat pergi melamar Jennie. Mereka berdua datang kerumah Jennie, membawa serta anaknya Reyno. Orangtua Reyno menemui orangtua Jennie secara pribadi, sementara Reyno disuruh menemui Jennie. Mungkin biar lebih akrab, secara besok mereka akan menikah.


Kini kedua insan muda itu sedang duduk berdampingan di depan kolam, dengan jarak batas duduk sekitar tujuh puluh centi meter. Ini adalah pertama kalinya mereka melakukan pertemuan, alias bisa bicara dengan leluasa untuk pertama kalinya.


"Siapa namamu?" Pertanyaan jutek yang Jennie lontarkan sukses membuat Reyno terperanjat. Itu pembicaraan pertama mereka, sebelumnya Jennie dan Reyno tidak pernah saling bicara. Di sekolah juga tidak saling mengenal. Pria itu menggeser duduknya sampai benar-benar ke pinggir, dan hampir jatuh.


"Kamu mau mati ya!" bentak Jennie emosi. Gadis yang sedang marah itu semakin naik pitam ketika melihat ekspresi Reyno yang terlihat jijik berada di dekatnya.


"Na ... nan ... namamku, Reyno." Sambil terbata.


"Gagu?" Jennie menyerngitkan dahinya. "Ngomong yang jelas!" bentaknya semakin meninggi.


"Reyno ... Reyno Giovani," ucapnya lantang. Jennie menggerem dalam diam. Tinggal ngomong saja susah amat. Batinnya dalam hati.


"Minta maaf!" Jennie menatap tajam Reyno. Pandangan dari sepasang mata yang mengerikan itu membuat Reyno kesulitan menelan salivanya sendiri. "Minta Maaf... Apa kamu tidak ingat, kemarin masuk sembarangan saat aku sedang berada di dalam toilet." Jennie mengingatkan jika Reyno lupa.


"Maafin Reyno ... Reyno ngga sengaja masuk, saat itu Reyno sedang di bully oleh teman-teman sekelas Reyno." Cowok itu menunduk takut, bahunya terlihat bergetar tak terkendali. Bibirnya nampak sangat pucat seolah ia akan mati. "Aku mau ke Mami."


Cih! Cowok kok lembek kayak tape.


Jennie mendesah frustasi. Dia tidak melakukan apa-apa, tapi cowok culun yang ada di depan begitu ketakutan, bahkan ingin segera pergi kepelukan ibunya. Seperti anak kecil yang tidak sengaja bertemu dengan penculik. Begitulah gambaran ekspresi Reyno saat ini.


"Aku ke Mami dulu ya," ucapnya takut-takut .


"Jangan!" Jennie menahan tangan Reyno saat ia hendak bangun dari posisi duduknya. Ada hal lain yang ingin di tanyakan. Jennie harus tahu sesuatu, maksudnya untuk apa orangtua Reyno datang ke rumahnya. "Ada yang mau aku tanyain dulu."

__ADS_1


"Iya, tanya saja." Karena Jennie bertanya dengan nada santai, Reyno menjawabnya dengan lemah lembut.


"Kalian semua ngapain datang ke rumah aku?" Akhirnya pertanyaan itu terlontar juga. Sebenarnya tidak sopan bertanya seperti itu. Tapi Jennie sangat penasaran dengan kedatangan satu keluarga itu.


"Papi sama Mami Reyno mau ngelamar kamu buat aku. Besok kita akan menikah." Reyno menjelaskan dengan bahasa lugas apa adanya.


"Hah!" Jennie menohok. "Kamu serius?"


"Hmmm." Reyno mengangguk sok imut.


"Trus kamu mau nikah sama aku?" Pertanyaan yang kurang penting sebenarnya. Pasti jawabannya tidak mau lah, mereka kan tidak saling kenal.


"Mau!" jawab Reyno dengan serius. Jennie langsung melotot tajam. Ini tidak sesuai dengan espektasinya.


"Kamu gila ya? Kita kan gak saling kenal," protes Jennie.


"Gak bisa! Aku gak mau nikah sama cowok kayak..." Jennie menghentikan bicaranya.


"Kayak apa?" tanya Reyno sambil memasang wajah sok imut lagi. Mungkin memang pembawaannya begitu.


Tampan sih, tampan. Tapi masa lebih ke kecowoan aku sama dia. Apa gambarannya kalau sampai aku menikah sama mahluk itu , coba?


"Pokoknya aku ngga cinta sama kamu, kita ngga boleh menikah," sergah Jennie mengalihkan pembicaraanya.


"Kita bisa kawin kontrak, habis itu cerai, seperti di novel yang aku baca itu." Lagi-lagi Reyno melontarkan saran gilanya. Hal yang tidak masuk akal, ini Indonesia bukan dunia halu. Mana ada kawin kontrak di sini. Pikir otak Jennie yang sempit itu. "Aku hanya mau menikah satu kali, dengan orang yang aku kenal, tau seperti apa sifatnya, suluk buluknya, dan yang terpenting aku cinta dia." Bukan cowok model cacingan kayak kamu. Imbuh Jennie di hatinya.


"Kalau begitu nikah beneran saja, ngga usah cerai."

__ADS_1


"Kenapa begitu?" Jennie menyerngitkan dahinya bingung. "Kan kita ngga cinta."


"Mau kawin kontrak, kawin beneran, nikah-nikahan atau apalah itu namanya. Kalau judulnya dipaksa menikah, pasti hasilnya happy ending."


"Ya!" Jennie meninggikan nada suaranya. "Jangan pernah membawa dunia halumu ke dalam dunia nyata. Dasar gila!" bentak Jennie marah.


"Dunia halu juga ada karena kisah di dunia nyata," balas Reyno tidak mau kalah.


"Sudah gila! Terserahlah, aku akan bicara sendiri pada orangtuaku." Jennie menyerah, berdebat dengan cowok itu sangat melelahkan ternyata.


"Alur ceritanya memang begitu, Kamu memohon pada orangtuamu agar membatalkan pernihakahan kita, tapi akhirnya kita tetap akan dinikahkan. Begitu kalau di dalam drama yang aku tonton." Deretan penjelasan halu Reyno semakin membuat Jennie naik pitam setinggi-tingginya.


"Cowok gila!" Jennie beranjak dan segera pergi meninggalkan Reyno. Saat sudah berjalan lima langkah, Reyno berseru untuk menghentikan langkah Jennie.


"Tunggu!" sergah Reyno. Jennie menoleh.


"Aku belum tahu nama kamu siapa."


"Lit with a bootle full of henny watch your mouth when you speak my name, Jennie." Gadis itu berjalan kembali setelah mengucapkan yel-yel kebanggaannya.


"Hmmm ... Jennie, ya? Suatu saat kamu pasti yang akan jatuh cinta duluan sama aku. Begitu kan! kalo cerita di novel-novel yang sering aku baca. Hehehe," gumam Reyno tidak tahu diri.


Seperti yang Reyno duga, Jennie meminta membatalkan pernikahan mereka dengan alasan yang paling masuk akal, namun orangtuanya menjelaskan lebih lugas, mengalahkan penjelasan dari gadis berumur sembilan belas tahun itu. Jennie kalah telak. Padahal ia sudah menjelaskan bahwa video itu hanya masalah salah paham. Tapi video pelukan di dalam toilet yang direkam netizen mengalahkan penjelasan Jennie, mau melakukan atau tidak, yang jelas video Reyno dan Jennie terlihat intim.


***


Jangan lupa tekan ❤ dan kasih like. Biar aku up lagi, tinggal klik naskah, nih. Wkwkkw.

__ADS_1


__ADS_2