Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2-Bab 43


__ADS_3

Menggelengkan kepalanya, Jennie mulai memasang wajah kesal seraya melipat kedua tangannya di depan dada. Menatap suaminya dengan intens seolah sedang marah sungguhan.


"Padahal kamu yang pertama buat aku loh, teganya kamu hianatin aku. Pake tangan kiri lagi," cetus Jennie sambil mengangkat tangan Reyno tinggi-tinggi, lalu menghempaskan tangan itu seperti orang jijik.


Reyno semakin dibuar bersalah mendengar penuturan itu. "Kan cuma sekali loh Yank, aku udah minta maaf juga barusan," ujar Reyno yang mulai mengiba. Matanya berbinar dengan kandungan kata maaf di dalamnya.


Melihat wajah memelas itu memebuat Jennie semakin gencar mengerjai suaminya. Jarang-jarang Reyno merasa bersalah. Biasanya ia selalu berpedoman bahwa dirinya tidak pernah salah.


"Tangan kamu dipotong ya, kan dia selingkuhan."


"Ya selingkuhan, tapi kan pake tangan sendiri. Masa kamu sekejam itu sih, aku kan suami kamu. " Tatapan Reyno semakin mengiba. Mata bening itu seolah terus berusaha memohon ampun pada sang Ratu, Jennie.


"Sesekali jadi istri yang kejam, tidak masalah kan?" ucap Jennie bangga, alisnya yang naik turun menunjukkan bahwa ia sedang berkuasa.


"Tinggal kamu balas aja. Kamu selingkuh pake tangan kamu sendiri. Impas kan?"


Saat itu juga Jennie terbatuk. "Uhuuk .... uhuukk ... hukk!" Beraninya Reyno membalikkan kata seperti ini. Ah, kenapa sekarang Jennie jadi marah sungguhan?

__ADS_1


"Kamu pikir aku cewek apaan? Jarang dibelai?" Jennie menjewer telinga Reyno murka. Sementara pria itu hanya mengaduh sembari membela diri.


"Aku hanya menyarankan biar seimbang. Kenapa kamu malah marah?" tanya Reyno tidak tahu diri.


Sumpah demi apapun, Jennie yang tadinya biasa saja mendadak kesal sendiri mendengar mulut sialan suaminya. Mungkin ini yang dinamakan karma untuk seorang istri jail seperti Jennie. "Beraninya kamu nyamain aku sama otak mesuk kamu!" Jeweran semakin keras.


"Aku harus gimana loh," ucap Reyno putus asa.


"Kamu nakal, harus dihukum. Gak ada jatah sebulan," ucap Jennie seraya menunjukkan wajah ambigu.


Lama-kelamaan Reyno mulai membaca gelagat aneh. Jennie terlihat seperti sedang menah tawa. Melihat tingkah Jennie yang tidak serius, Reyno mulai menyadari bahwa istrinya sedang mengerjainnya. Lantas pria itu berkata,


"Hahaha, kok kamu bisa tahu? Aku memang lagi bercandain kamu tahu, habisnya kamu lucu. Masa yang kaya gitu kamu bilang menghianati, otak jahat aku jadi pengin ngerjain kamu."


Mengerucutkan bibirnya lucu, Reyno menatap Jennie dengan aura tidak suka. "Ya memang menghianati, aku kan sudah punya kamu. Tubuh ini milikmu, bahkan tanganku pun tak memiliki hak atas semua ini." Mendengar Reyno berbicara dengan bahasa puitis, rasanya Jennie ingin muntah di kepala Reyno.


"Hehehe, iya deh. Serah baginda raja saja," ujar Jennie yang merasa jengah sendiri.

__ADS_1


"Bagus kalau penerapan kamu begitu, jadi kamu gak berani macem-macem untuk ke depannya. Pakai tangan sendiri aja dibilang selingkuh, apa lagi pakai tangan orang."


"Pake tangan kamu dong!" Reyno iseng meraih tangan Jennie. Lalu menaruh tangan itu di atas benda pusaka berharganya. "Dengan senang hati," ujar Reyno yang mulain nakal.


"Jangan macam-macam, ya. Kamu lagi di hukum satu bulan loh," tegur Jennie mengingatkan jika Reyno lupa.


Satu tangan Reyno sudah menjalar ke mana-mana. Ia tidak berniat melakukan persenggamaan, hanya ingin menjaili istrinya yang sedang menyebalkan. "Jika kamu menghukumku untuk tidak menyentuhmu selama satu bulan, yang ada kamu sendiri yang tidak tahan."


"Heuh. Percaya diri sekali kamu, Reyn. Jennie bukanlah tipe wanita yang mudah tergoda," elaknya membanggakan diri.


"Benarkah?" Reyno tersenyum licik. Lalu menelusupkan semua kepalanya ke dalam baju tidur milik Jennie.


"Hei mau ngapain!" teriak Jennie saat pria itu berhasil membuka pengait bra miliknya. Jennie mulai menggeliat-geliat. Dalam hati ia mengutuk tubuhnya sendiri. Tubuh yang tidak mau diajak kerja sama karena mulai merespon rangsangan dari suami menyebakannya.


"Papa!"


Suara cempreng itu datang tiba-tiba. bagaikan petir yang menyambar di telinga Reyno dan Jennie. Buru-buru Reyno menarik kepalanya ke luar. Sementara Jennie langsung merapikan piamanya yang berantakkan karena habis dimasuki kepala buaya.

__ADS_1


***


Lagi gak nih? Like dulu donk, wkwkwk


__ADS_2