Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
Reyno nakal lagi


__ADS_3

Kegiatan singkat panas di siang bolong itu akhirnya telah usai. Menyisakan peluh dan beberapa keringat yang tidak terlalu banyak. Cukup dibersihkan dengan air, tidak perlu mandi. Pikir Jennie dalam hati.


"Reyn, kamu jangan keterlaluan dong, sama Bibi." Jennie mengenakan bajunya sambil menatap Reyno kesal. Bisa-bisanya ia bertingkah memalukan di rumah mertuanya sendiri. Dilemparkannya baju Reyno untuk menutupi tubuh polos suaminya.


"Apa! Jadi kamu nyalahin aku?" Nada suara Reyno langsung meninggi. Mata yang terpejam langsung membelalak dengan begitu sempurna. "Aku cuma ngomong apa adanya, biar bibi berhenti gangguin kita. Apa itu salah?"


Tentu saja akan ada perang dunia ketiga jika Jennie sampai menyalahkan Reyno. Mengalah. Hanya itu yang bisa Jennie lakukan saat ini.


"Engga kok, suami aku ngga salah. Pakai baju sana, kita keluar temuin bunda." Jennie sudah rapih, bersiap untuk keluar dari kamar. Sementara Reyno yang kesal langsung menarik selimutnya dan memiringkan tubuhnya.


"Aku nanti saja temuin bundanya, mau bobo." Mata itu terpejam. Namun Jennie sudah hafal dengan gamblangnya, Reyno pasti ngambek.


"Jangan gitu dong, Sayang." Jennie melembutkan nada suaranya seindah mungkin. Berharap Reyno akan luluh.


"Pakai bajunya ya, gak enak sama Bunda." Jennie memakaikan baju suaminya satu persatu. Lalu menarik tubuh yang sok dilemas-lemaskan itu hingga terduduk. "Bangun suami aku yang manja," ucap Jennie sok manis.


"Kamu jahat!" Reyno mencebik sambil memalingkan wajahnya. Sudah bisa di tebak seperti apa ekspresi Reyno pastinya.

__ADS_1


Tangan yang dilipat di dada, bibir manyun, dahi mengkerut, beserta nafas yang naik turun menahan egonya. Kalau sudah begini, yang harus Jennie lakukan adalah minta maaf sebanyak-banyaknya. Catat.


Aaaaa. Kenapa kamu suka nyebelin sekaligus menggemaskan sih? Yang begitu saja dibilang jahat.


"Sayang. Maaf ya, aku hanya takut bibi ngadu sama bunda, kan gak enak. Malu tahu." Jennie merasa sudah berkata benar. Tapi sepertinya ia lupa, bahwa apapun yang terjadi, Reyno selalu benar, sekalipun ia salah. Tidak ada kamus Reyno salah kalau sedang ngambek begini.


"Memangnya kenapa kalau diaduin ke bunda? Kita kan sudah menikah. Mau ngapain aja di kamar gak masalah. Ngga ada kan, yang ngelarang suami istri bercinta di siang hari?"


Aaaaa. Tuh kan, apa aku bilang! Reyno selalu mempunya ribuat kata-kata yang masuk diakal. Harusnya aku diam kalau sudah tahu berdebat dengan Reyno tidak akan menang.


"Ya ampun, Reyn. Kok jadi panjang gini sih, masalahnya? Aku ngga mau berantem sama kamu. Udah ya, Sayangnya Jennie." Diciuminya wajah Reyno dengan tidak tahu dirinya. Ah, pokoknya kalau sudah di hadapan Reyno, lupakanlah segala macam bentuk harga diri Jennie.


Akhirnya Jennie dan Reyno keluar dari kamarnya. Kebetulan sekali, sewaktu mereka keluar, bibi hendak mengambil dan mengganti minuman mereka yang tadi sudah dingin.


"Den Reyno!" sapa bibi tidak enak hati. Reyno menoleh sambil menggengam erat tangan istrinya. "Maafkan bibi, yang tadi bibi tidak mermaksud mau mengganggu."


"Tidak pa-pa, Bi. Reyno juga minta maaf kalo tadi sudah bikin repot Bibi, soalnya kan kita lagi kepalang tanggung."

__ADS_1


Aaaa. Apaan sih, Reyno. Anak itu tidak punya malu kah?


"Iya Den, Bibi paham." Bibi menundukkan kepala saat Jennie menarik paksa Reyno. Bibi sangat paham dengan sikap Jennie, gadis itu pasti sangat malu dengan sikap polos-polos keparat suaminya.


"Minumannya antar ke ruang keluarga saja ya, Bi. Kita mau nemuin Bunda dulu.:


Jennie segera menarik tangan Reyno agar segera pergi meninggalkan bibi. Bisa runyam kalau meladeni kebocoran otak akang gendang yang satu ini.


"Yang tadi rahasiain ya, Bi. Istri aku malu, tuh." Sambil jalan terseret-seret karena keburu di tarik Jennie.


Ya ampun, jadi ingin muda lagi. Ucap bibi dalam hatinya. Lantas ia mengambil nampan minuman untuk diganti isinya dengan yang baru.


"Lucunya mereka," lirih bibi seakan menolak lupa. Dipikir-pikir ia tidak salah, bibi kan tidak tahu kalau mereka sedang begituan di kamar. Lagian pasangan mana sih, yang baru datang dari luar kota malah melakukan kegiatan seperti itu. Bahkan mereka belum sempat minum atau makan apapun semenjak datang.


Pasangan muda jaman sekarang memang kuat-kuat ya. Gumam bibi dalam hatinya.


***

__ADS_1


Info sedikit buat yang suka nanya Tali Perjodohan sama Suami Anak Mami sama apa engga, aku jawab ya... Tali perjodohan itu versi dewasa, sedangkan yang novel ini versi remajanya. Semua tokohnya sama, tapi alurnya beda ya....


__ADS_2