Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Scandal Alex- Miss D


__ADS_3

Tidak ada yang salah dengan perasaan, setiap manusia mempunyai standar hatinya masing-masing. Mungkin beberapa orang berpikir Dafina gila, atau ia memiliki kelainan mental dan bahkan cacat pikiran. Namun di dasar relung hati Dafina sendiri juga tidak ingin memiliki jalan hidup yang seperti ini. Mengejar-ngejar pria muda yang usianya terpaut jauh darinya, bahkan kehilangan rasa malu dan harga dirinya sendiri. Tapi apa daya, hati tidak membutuhkan akal sehat saat mencinta. Itulah pendapat Dafina tentang obsesinya yang berbeda dari kebanyakan orang lainnya.


Dafina merasa sehat dan waras saat mengatakan semua keinginannya tadi. Hal itu bukan semata kemauannya, tapi karena Dafina tahu siapa dirinya. Dafina paham bahwa hubunganya dengan Alex hanya sebatas permainan, selayaknya sandiwara, Dafina harus membuat peran itu menjadi nyata. Yang terpenting harus ada tujuan utama dibalik kejadian ini, yaitu melupakan Alex untuk selamanya.


Memiliki karakter yang mudah bosan, Dafina yakin mampu melupakan Alex setelah pacaran satu bulan. Bahkan ia percaya bahwa dirinya akan bosan sebelum mencapai satu bulan. Seperti yang sudah-sudah, Dafina selalu putus setelah berhasil memacari berondong yang ditargetkannya.


Mobil Dafina berhenti di sebuah baseman restaurant. Gadis itu melepas seat belt pada tubuhnya, lalu melepas seat belt milik Alex juga. Perlakuan yang tidak pernah Alex dapatkan sebelumnya.


Oh, apakah begini rasanya dicintai wanita yang jauh lebih dewasa? Masih larut dari lamunan, tiba-tiba Dafina berseru,


"Sekarang!" Dafina menoleh penuh arti. Lalu mendekatkan wajahnya lebih intim lagi ke arah Alex.


"Apa?" Alex merem*s tangannya sendiri. Sepuluh kukunya sampai memutih karena terlalu kuat mengepal. Tubuhnya meremang dadakan karena ulah Dafina.


"Aku minta jatahku .... Ciuman pertamaku," tandas Dafina tidak tahu malu. Gadis itu menarik kerah baju Alex hingga ia merasa ada getar takut di tubuh pria itu. Mendekatkan wajah hingga pipi mereka nyaris bersentuhan. Bahkan aroma parfum Dafina sudah membelai lembut bulu-bulu hidung Alex.


"Miss, tolong jangan seperti ini," tolak Alex takut-takut, ia menoleh ke samping sebagai bentuk ketidaksetujuannya.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu bisa melakukannya dengan Siska. Praktekkan semua itu denganku, persis seperti apa yang kamu lakukan pada Siska," ujar Dafina.


Alex merasa terkunci saat tubuh Dafina semakin mendekat. Punggungnya sudah terasa mentok pada pintu mobil, sementara Dafina sudah menggeser tubuhnya hingga mendarat di pangkuan Alex.


"Miss ... aku tidak memiliki perasaan apapun pada Anda, mana mungkin aku bisa mencium wanita yang tidak aku suka."


Kepolosan Alex membuat Dafina semakin tertantang, perlahan ia mendekatkan wajahnya kembali, hingga nafas hangatnya menerpa wajah Alex.


"Kalau begitu biarkan aku saja yang melakukannya."


"He-hen—" Bicara gagapnya terjeda saat benda kenyal itu mulai mendarat di bibir Alex.


Perlahan tapi pasti, Alex dapat merasakan deru nafasnya yang mulai tersengal. Permainan bibir Dafina membuat Alex terbang hingga ujung nirwana. Sesuatu yang belum pernah Alex rasakan saat bersama Siska.


Tidak tinggal diam, tangan nakal Dafina mulai bergerilya, meraba dada Alex dan memberikan rem*san kecil pada otot-otot kekarnya. Tanpa sadar Alex mulai kehilangan benteng pertahanannya. Pria itu mulai membuka katup bibirnya dan membiarkan Dafina menyusuri rongga mulutnya. Lidah Dafina semakin liar, membelit milik Alex dan bahkan menghisa*pnya kuat-kuat.


Setan kecil di hati Dafina tertawa bangga saat merasakan anggota tubuh Alex mulai beraksi. Dafina tahu ada yang sudah mengeras di bawah sana. Namun ia tidak mau melakukan hal yang melebihi batas. Cukup ciuman saja.

__ADS_1


Detik kemudian, Dafina merasakan seluruh tubuh Alex yang melemas. Tidak ada penolakan, dan bahkan Alex mulai membalas serangan Dafina lebih erotis lagi.


Tubuh Alex telah menghianati pemiliknya.


Sebagai pria normal, Alex tidak memungkiri kalau Dafina memiliki tubuh yang indahnya di atas rata-rata. Dirinya juga terbuai oleh kelihaian gadis itu dalam berciuman. Pesona Dafina terlalu berharga untuk ditolak.


Karena tanpa sadar kini Alexlah yang bergerak buas, tangannya sudah melingkari pinggang ramping Dafina. Bibirnya juga tak kalah liar dalam membalas setiap serangan wanita itu. Jangan tanya di mana otak Alex, semua anggota tubuhnya bekerja sebagaimana mestinya, kecuali otaknya yang mendadak buntu.


Alex sedikit tersentak saat Dafina tiba-tiba melepas ciumannya begitu saja, memutus kilatan gairah yang ada di dalam diri Alex. Gadis itu mengelep sisa saliva yang menempel di sisi bibir Alex dengan ibu jarinya.


"Terima kasih," ucapnya tersenyum puas. Dafina bergerak turun dari pangkuan Alex, lalu ke luar dan membanting pintu mobilnya cukup keras.


Heuh! Alex menghela kasar. Wanita itu benar-benar bahaya. Alex mengatur nafasnya yang masih tak beraturan, sekalian menggembalikan kesadaran otaknya yang sempat tercecer di mana tahu.


Lima menit kemudian Alex keluar dari dalam mobil, setelah berhasil menenangkan gagang gayung yang ada di balik celana jeansnya.


Penghianat!

__ADS_1


Alex mengumpati tubuhnya yang tak seirama dengan keinginannya.


***


__ADS_2