Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Bab 40


__ADS_3

"Apa yang sedang kalian lakukan?" bentak Jennie hampir tidak percaya. Dua ondol-ondol kembar yang masih berusia 3 tahun itu baru saja melakukan adegan orang dewasa.


Cilla dan Cello, mereka berdua saling menempelkan bibirnya sambil menjulurkan lidah. Entah dari mana kedua anak itu mendapat pelajaran seperti itu, yang jelas Jennie langsung dibuat naik pitam. Jeweran yang cukup keras mendarat di telinga putra dan putrinya saking kesalnya. Mereka menangis histeris.


"Papa Papa!" Dua bocah itu langsung berlari menghampiri Sang Papah yang sedang asik nonton drama Korea.


"Kenapa. Ada apa Sayang-Sayangnya, Papa?" Kedua bocah itu duduk di antara dua paha Reyno dan menyembunyikan wajahnya takut-takut.


"Mama Panda ja'at!" ucap Cilla dengan gaya cedal khas anak yang baru belajar bicara. "Ello di jewer ama Mama Panda, Pa!" imbuh Cello.


Bertolak pinggal kesal, Reyno menatap tajam sang suami yang terlihat kebingungan. "Kamu gimana, sih? Aku suruh jagain anak sebentar malah sibuk nonton drama. Pasti kamu gak liat, kan, apa yang mereka lakuin barusan?"


"Memangnya mereka ngapain, aku perhatiin dari tadi anteng, kok," tanya Reyno dengan nada protes.


"Tuhkan benar. Kamu meleng jagain mereka." Dua jeweran keras juga ikut melayang di telinga suaminya. Reyno mengaduh sambil memeluk kedua buah hatinya.


Tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Reyno juga bisa lalai dan tergiur sesuatu yang menyenangkan. Dan lupa akan anak-anak yang masih butuh bimbingan.


Lantas Jennie mengambil Cilla dari pangkuan Reyno, putrinya ini yang paling gampang diajak berkomunikasi soalnya.


"Katakan sama Mama, siapa yang ngajarin kalian berdua seperti tadi?"

__ADS_1


"Cilla iyat Papa Teddy uga e'itu cama Mama," ucapnya dengan mata berbinar. Hendak menangis melihat kemarahan mamanya.


"Cemayam Cilla iyat," lirihnya sesenggukan.


"Sekarang Cilla sama Ello turun ya, ke kamar dan temui bibi pengasuh."


"Iya, Mama," jawab mereka kompak. Kedua anak itu langsung turun dari pangkuan mama dan papanya. Lantas berjalan keluar sambil bergandengan tangan.


Pintu di tutup, Jennie bersidekap sambil menatap murka si biang kerok yang satu ini. Reyno, suami yang kerjaanya nonton drama sepulang kerja.


"Maaf," lirih Reyno takut. Ya, baik Reyno dan anakknya selalu takut pada ibu macan yang baru berusia dua puluh dua tahun ini.


"Maaf aja ya, aku sudah bilang berapa kali sama kamu, Ren. Kalau mau apa-apa itu liat situasi dulu!" bentaknya murka.


"Kamu tuh ngeselin tahu, kalau udah sibuk nonton drama, padahal aku cuma tinggal mandi sebentar. Bisa-bisanya kamu gak liat mereka ciuman."


"Anak kecil kan memang begitu. Suka cium-cium. Mereka juga suka cium-cium Papanya, kan." Reyno masih terus membela diri.


"Ciuman yang mereka lakuin tado itu beda.. Pasti liat bercandaan kamu yang semalam." Jennie mencubit pipi Reyno gemas. "Lain kali tutup pintu dulu ya, kalau mau menggila."


Side Story:

__ADS_1


Di dalam kamar, Cilla dan Cello saling melempar tatapan bingung. Mereka masih belum tahu letak salahnya di mana.


"Akak, mama celem ya," ujar Cilla mengadu pada Kakaknya.


"Iya Serem. Kitakan cuma ikut-ikut Mama Papa, gitu aja di marahin." Dua bibi asuh yang mengasuh mereka hanya terkekeh melihat kelakuan anak asuhnya.


"Ibi ... Ibi ...." Cilla menarik baju Baby sisternya. "Cemalam Cilla iyat Papa di sayang-sayang sama Mama panda."


Lantas anak itu mengambil posisi tidur, meletakan kepalanya di pangkuan bibi asuhnya. " Begini Bi," adunya seraya meraih tangan bibi untuk mempraktekkan apa yang ia lihat. Menyuruh bibi asuh untuk mengelus-ngelus kepalanya.


Ah, siapapun yang melihat tingkah Cilla saat itu pasti sangat gemas. Memang sudah bukan rahasia lagi, semua pekerja di rumah Reyno tahu kalau si tuan rumah suka bermanja-manja pada istrinya seperti anak kecil.


"Papa kayak anak-anak. Apa jangan-jangan Papa anaknya mama Panda?" celetuk Cello dengan pikiran polosnya.


Kedua baby sister itu melongo takjub. Dibuat tidak percaya dengan pemikiran Cello barusan. Ada kala orang tua kecolongan, dan merusak mata polos kedua anak-anaknya.


Sebelum pikiran mereka terlalu jauh, buru-buru para bibi asuh yang sudah di jamin kualitas mengasuhnya segera memberi tahu edukasi yang baik pada Cilla dan Cello.


***


Aih capekknya nulis 🤣🤣

__ADS_1


Siapa yang udah baca potongan part ini di IG @anarita_be


__ADS_2