Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Bab 42


__ADS_3

***


Aroma sabun membelai bulu-bulu hidung Jennie saat Reyno baru saja keluar dari kamar mandi. Pria itu terlihat keren ketika hanya menggunakan kaos putih polos dan celana boxer. Di tambah rambut basahnya yang terlihat menawan dan menggoda.


Dengan sigap, Jennie mendudukkan suaminya di pinggiran ranjang. Lalu mulai mengeringkan rambut Reyno dengan handuk yang masih semampai di batang leher suaminya. Lembut, Jennie mengambil gerakkan seperti merawat anak kucing yang penuh kasih sayang. Rutinitas seperti ini wajib di lakukan Jennie, baik pada suaminya maupun anak-anaknya. Reyno juga bisa iri dan ngambek kalau tidak diperlakukan dengan adil. Itulah hal yang kadang membuat Jennie merasa memiliki tiga anak.


"Kok tumben mandinya lebih lama dari biasanya. Ngapain hayo?" tanya Jennie dengan nada curiga.


"Mandi lah, Yank!" sungut Reyno ketika nada suara Jennie terdengar tidak menyenangkan. Reyno menyembunyikan wajah ngambeknya di perut Jennie, sambil merengkung pinggal kecil itu.


"Mandi apa mandi," goda Jennie sekali lagi.


"Mandi beneran lah, kamu pikir aku ngapain? Main solo?" Reyno sudah tahu arah bicara Jennie akan di bawa ke mana.


"Hahaha." Jennie tergelak melihat tingkah suaminya yang sedang ngambek. "Mandinya lama banget kayak anak perawan, aku gak curiga kok. Lagian suami aku mana pernah sih, main solo begitu," rayunya membanggakan.


"Kata siapa aku gak pernah?"


"Eh?" Jennie terperanjat kaget. Lalu melepaskan tangan Reyno yang masih menempel pada punggungnya. "Emangnya kamu pernah?" Handuk di tangannya hampir terjatuh, dan benar-benar jatuh saat Jennie meloloskan handuk itu kepangkuan suaminya.

__ADS_1


"Pernah sekali," Dueerr. Telinga Jennie mendadak ternodai.


Keburukan Reyno makin hari makin sering terungkap. Tak menyangka bahwa anak secupu Reyno pernah melakukan hal seperti itu. Apakah ia bisa? Pertanyaan bodoh itu melintas di kepala Jennie. Tanpa memikirkan bahwa semua mahluk hidup punya naluri. Termasuk Reyno si anak cupu.


"Kapan? Di mana? Siapa yang ngajarin? Bandel ya, si anak mami," ucap Jennie membombardir Reyno dengan banyak pertanyaan. Rasanya aneh saja. Masih tidak bisa diterima oleh akal sehat Jennie. Mengingat Reyno itu polos seperti kertas putih.


Jennie tidak tahu, bahwa yang polos sangat mudah terkontaminasi.


"Waktu dulu, pas baru-baru nikah dan pindah ke Bandung. Aku cerita ke pak mandor, kalau aku dan kamu tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Karena belum berani dan takut hamil, waktu itu kita juga belum paham cara milih alat kontrasepsi yang cocok untuk pasangan nikah muda. Jadi pak mandor nyuruh aku begitu, biar gak spaneng katanya."


"Spaneng?" Bahasa aneh apa lagi itu? Reyno ini benar-benar sesuatu banget. Dan lagi-lagi semua perkara merujuk pada kelakuan mandor gendut yang meracuni pikiran polos bocah seperti Reyno.


Mengabaikan penghinaan klasik Reyno, Jennie lebih tertarik dengan kelakuan suaminya yang baru ia ketahu saat ini.


"Jadi kenapa cuma ngelakuin sekali. Rasanya gak enak ya?" Pernyataan bodoh meluncur bebas dari mulut Jennie.


Wajah Reyno bersemu merah saat Jennie bertanya seperti itu. Bagaikan anak perawan yang jengah saat di cium oleh kekasihnya.


"Aku malu tau, masa nanya gitu!" protes Reyno tidak suka.

__ADS_1


Ah, betapa menggemaskannya suami yang satu ini jika sedang merona begitu. Padahal biasanya suka malu-maluin.


"Gak usah malu, kita kan udah suamu istri. Cepetan kasih tau, ceritain semuanya," cecar Jenne tidak mau tahu.


"Ya, awalnya aku iseng-iseng ngikutin saran pak mandor dan yang lain. Kata mereka, suami yang merantau dan jauh dari istrinya suka melakukan hal seperti itu. Daripada melampiaskan ke objek yang bukan istrinya, lebih baik main solo. Karena aku gak dapat jatah dari kamu, sementara kita tiap hari berdeketan bahkan tidur bareng, jadi mereka menyarankan aku gitu."


"Hahaha. Ini lucu sekali. Terus kenapa kamu gak lanjutin kegiatan lakhnat itu?"


"Bukannya gak enak, tapi aku merasa menghianati kamu, masa pengalaman pertamaku di ambil sama tangan kiri, jadi aku gak berani ngelakuin lagi. Dan gak lama juga dikasih jatah sama kamu." Wajah Reyno berubah mendung. Persis seperti anak kecil yang ketahuan ibunya saat sedang mencoret tembok rumah dengan spidol. Begitulah ekspresi Reyno kira-kira.


"Gaya selingkuh kamu berkelas sekali ya, Reyn. Dengan tangan kiri," sindir Jennie pura-pura marah. Sengaja agar suaminya semakin tegang.


"Iya, maafin aku." Nada suara Reyno terlihat sangat bersalah. "Maaf udah selingkuh, maaf udah gak gak perjaka juga."


Ya Tuhan, tolong selamatkan Jennie dari belenggu Hello Kitty menggemaskan ini. Wajah Reyno, kenapa bisa seimut itu sih? Padahal Jennie tidak mempermasalahkan hal seperti itu, tapi melihat tingkah Reyno yang seperti maling ketangkap basah, membuat Jennie ingin mengerjai anak itu lebih dalam.


***


Nexnya di part berikutnya... kalo udah 1000 like 🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2