Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
Pergi ke Mall


__ADS_3

Setelah tiga hari di rumah, akhirnya dua pasangan bocah itu sampai pada titik kejenuhan. Ternyata di rumah saja sangat membosankan walau tidak ada Mami Dina yang galak. Mereka berdua memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke mall. Di pikir-pikir sejak menikah, Jennie dan Reyno tidak pernah mengunjungi tempat umum sama sekali.


Buhggg!


Jennie membanting pintu mobil keras sekali. Gadis itu marah gara-gara Keluarga Reyno terlalu berlebihan.


"Kita itu cuma pergi ke mall, kenapa harus sampai di kawal lima bodyguard segala, sih? " Jennie menendang jok mobil depan, membuat pak supir mengedikan bahunya karena kaget. "Tau gitu ngga usah ke mall, malu-maluin. Emangnya aku anak sultan apa!" Kesal.


"Itu peraturan dari Papi, Reyno ngga bisa nolak perintah Papi. Ingat waktu kejadian di toilet, itu semua gara-gara Reyno ngga mau di kawal ke sekolah. Emangnya Jennie mau, kita kenapa-napa nantinya." Menasehati. Ikut-ikutan marah juga. Ingin rasanya pak supir memakai headset dengan volume suara tinggi. Percayalah, pertengkaran mereka sangat menyakiti gendang telinga.


"Pokonya kalau udah sampai di mall, aku ngga mau mereka ikut masuk. Suruh mereka tunggu di luar. Titik." Melipat kedua tanganya di depan dada sambil memalingkan wajahnya ke arah Jendela.


"Iya, iya ... dasar emak-emak bawel," cibir Reyno sembari menjulurkan lidahnya.


"Kamu tuh yang emak-emak!" Jennie mencubit lengan Reyno kesal. Cowok itu terkekeh melihat tingkah laku istrinya apabila sedang marah.


Akhirnya mereka sampai di depan pintu masuk kawasan mall, yang artinya telinga pak supir sudah dapat istirahat sejenak, tidak mendengarkan perdebatan tidak berguna dari kedua majikan muda-nya. Pak supir langsung membukakan pintu untuk mereka berdua, sudah ada lima bodyguard yang bersiap untuk mengawal kemanapun mereka pergi.


"Reyn!" Jennie menyikut lengan Reyno saat mereka sudah keluar dari mobil. Isyarat agar Reyno mengatakan hal yang sudah dibicarakan di dalam mobil tadi.


"Kalian semua tunggu di luar saja, jangan mengikuti kita masuk kedalam," ucap Reyno memberikan perintah pada kelima bodyguard-nya itu.


"Tapi Tuan, kami tid-"


Jennie menyela. "Tidak ada tapi-tapi. Ikuti saja perintah Tuan Muda kalian, jangan membantah. Tetap di sini dan jangan nakal." Jennie segera menarik tangan Reyno untuk masuk kedalam mall.


Para Bodyguard itu saling melemparkan pandanganya masing-masing. Menunggu Tuan mudanya dengan hati was-was. Karena jika sampai mereka berdua kenapa-napa, nyawa para Bodyguard itu-lah yang akan terancam.


Jennie dan Reyno berniat bermain time zone untuk menghilangan kejenuhanya. Kedua bocah itu bergandengan tangan menuju lantai tiga, di mana tempat yang mereka tuju ada di sana.

__ADS_1


Sepertinya Indonesia sudah tidak aman bagi mereka, beberapa pasang mata melihat mereka dengan tatapan sinis. Itu lah Indonesia, video negatif mereka telah sampai di mata publik. Hampir semua warga di Jakarta mengenal Reyno dan Jennie sebagai pasangan mesum di sekolah. Sekarang mereka adalah contoh buruk di mata publik.


Byuuuurrr ...


Seseoarang yang tidak di kenal menyiramkan satu cup boba ke seluruh badan Reyno, baju Jennie juga ikut basah dibuatnya.


"Hei, siapa kalian!" bentak Jennie pada dua gadis muda itu.


"Berani-beraninya kalian pasangan mesum datang ke tempat seperti ini. Manusia seperti kalian tidak pantas berada di tempat seperti ini!" ujar gadis itu merasa paling benar.


"Kita tidak berbuat mesum, kalian salah paham." Reyno ikut bicara.


Namun pembelaan mereka membuat beberapa orang ikut memanas, mereka juga ikut melemparkan beberapa benda yang dipegangnya ke arah Reyno dan Jennie.


"Jennie, Reyno takut." Cowok itu meremat lengan Jennie saking ketakutanya. Ada beberapa orang yang berkumpul di sekitar Jennie dan Reyno. Beberapa orang lainya yang penasaran juga ikut datang menonton kejadian langka itu.


Kerumunan orang itu begitu ramai, bahkan Jennie tidak dapat menembus mereka saking banyaknya orang. Kini dua bocah itu hanya dapat berdiri pasrah, saling melindung dari berbagai macam benda yang di lempar kepada mereka.


Seberani apapun seorang Jennie, tetap saja ia hanyalah seorang bocah kecil berumur sembilan belas tahun. Jujur saja mentalnya langsung menciut begitu mendapat serangan publik yang mengerikan.


"Jennie, Reyno takut." Kedua bocah itu gemetar ketakutan. Saling menundukan kepala, dan memejamkan mata. Sama sekali tidak berani melihat khayalak yang seramai itu. " Tenang, satpam pasti akan segera menolong kita. Mereka pasti sebentar lagi datang," ucap Jennie memenangkan Reyno.


Benar saja, satpam dan beberapa bodyguar mereka datang. Semua pengunjung langsung di usir. Para bodyguar sewaan Papi Reyno langsung membawa Reyno dan Jennie masuk ke dalam mobil.


Dua bocah itu shock, bahkan tubuh mereka masih bergetar saat sudah aman di dalam mobil. Baju mereka basah, ada sedikit luka sobek di pelipis Reyno.


***


Kejadian itu langsung di ketahui oleh Papi Reyno. Tangan kiri Papinya langsung menemu menejer pengelola mall tersebut.

__ADS_1


"Bodoh sekali anda! pengamanan di mall ini sangat buruk, apakah anda ingin mall ini segera tutup?" Farhan menendang meja kerja yang ada di depanya.


"Maaf Tuan, maaf." Manager itu bergetar ketakutan.


"Apakah kamu tidak tahu siapa mereka? mereka adalah anak Tuan Haris, CEO yang perusahaanya mensponsori mall kecil ini." Farhan berapi-api saat mengatakanya. Nyali manager itu langsung menciut seketika.


"Maaf Tuan, saya bodoh ... saya bodoh ... Saya berjanji akan meningkatkan pengamanan di mall ini lebih ketal lagi, maafkan saya Tuan, tolong jangan tutup mall ini." Manager itu memohon sembari berlutut.


Farhan adalah asisten Papi Reyno, dia yang mengurus segelanya, termasuk yang menghadirkan lima bodyguard untuk Reyno dan Jennie.


"Apakah kamu pikir itu dapat menyelesaikan masalah. Kamu pikir itu tidak mengganggu mental anak Tuan Haris dan istrinya! Mereka masih anak-anak. Apakah anda tahu itu?" Menyerngitkan dahinya tidak senang. Jawaban manager itu sangat mengecewakan Farhan. Bukan kalimat seperti itu yang ingin ia dengar. Awas saja, Farhan akan segera merobohkan mall ini jika ia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.


"Maaf Tuan, saya tidak tahu harus bagaimama, saya hanya dapat meningkatkan keamanan yang ketat pada mall ini."


"HEI!" bentak Farhan emosi. Kursi di sampingnya sudah terbalik dengan sekali tendangan.


"Tu-Tu- Tuan, saya akan menuntut mereka. Saya akan mengirimkan laporan tuntutan kepada semua pengunjung yang ikut membully anak Tuan Haris." Hampir mati lemas melihat tatapan Farhan yang begitu mematikan. Mata itu seolah berbicara kamu akan mati jika tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan saya.


"Pastikan Mereka mendapatkan kado yang setimpal, atau mall ini akan benar-benar ku-tutup." Farhan meninggalkan seonggok manusia yang masih gemetar tubuhnya.


Saatnya untuk membereskan lima bodyguard tidak beguna itu. Sialan, mengganggu hari liburku saja.


***


Rekomendasi novel terbaik sepanjang masa.


Judul: Mutiara Kasih Sayang


Karya author: Permaisuri.

__ADS_1


__ADS_2