Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
Akhir keputusan


__ADS_3

Sebuah dokumen coklat tergeletak di atas nakas. Suasana apartemen Jennie sangat kacau hari ini Farhan memeluk bundanya yang menangis histeris. Sementara Reyno juga melakukan hal yang sama, menenangkan Jennie yang ikut menangis. Sebuah fakta yang mengejutkan ada di depan mata. Jennie dan bunda nyaris syock kala mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya.


Saat Farhan menemukan siapa orang yang telah membuangnya sewaktu bayi, ia tidak gegabah dan main hakim sendiri. Farhan menyelidiki kasus yang sudah lama ini sampai tuntas. Hasilnya, Farhan menemukan fakta baru bahwa Hermawan juga melakukan dosa lain di masa lalunya. Selain membuang Farhan, diketahui Hermawan juga merencanakan kecelakaan kakak kandungnya-ayah biologis Farhan. Faktor sakit hati adalah pemicunya.


Hermawan yang tidak terima dengan perbuatan bejad kakaknya, memutuskan untuk menyusun rencana kecelakaan alami-yang membuat korban mati di tempat, dan  menutup kasus itu sebagai kecelakaan tunggal. Tidak cukup di situ, Hermawan juga menghilangkan Farhan dengan cara membuangnya. Miris. Sakit hati telah menggelapkan mata hati seorang Hermawan. Padahal semua orang mengenalnya Hermawan sebagai sosok yang baik dan dermawan. Sungguh tak menyangka bahwa ia akan sejahat itu di masa lalunya.


“Bunda, Kakak, bisakah kalian memaafkan perbuatan ayahku, meski itu sangat sulit.” Suara bergetar Jennie menjadi pemecaha kebisuan diantara mereka semua. “Jennie tahu penjara tidak akan cukup untuk menghukum kesalahan ayah, tapi setidaknya ia sudah mendapat hukuman sesuai undang-undang Negara kita.” Ada jeda cukup lama setelah Jennie bicara.


“Aku sudah memaafkan ayahmu,” lirih Farhan dengan suara logis. “Tapi aku tidak tahu apakah Bunda mau memaafkan suaminya.”


“Sebagai seorang laki-laki, aku tidak memungkiri ayahku juga ikut melakukan kesalahan. Beliau bukanlah murni seorang korban, ayah juga bersalah karena telah memicu adiknya kandungnya sendiri untuk melakukan kejahatan- karena telah menghamili kekasih adiknya.” Farhan diam sejenak untuk sekedar menghela nafas. “Mungkin itu sudah menjadi garis takdir untuk ayahku, dan aku tidak ingin mengotori hatiku dengan menyimpan sebongkah dendam.


Kalimat sederhana yang Farhan ucapkan begitu mulia untuk didengar. Dibalik wataknya yang dingin dan kadang kala kejam, ternyata Farhan menyimpan sisi baik yang jarang orang ketahui.


“Terima kasih, Kak.” Lantas beralih pada bunda. “Apakah bunda mau memaafkan kesalahan ayah?”


“Seperti halnya Farhan, bunda juga akan memaafkan perbuatan ayahmu. Hanya saja, bunda benar-benar tidak bias lagi hidup bersama ayahmu. Maafkan bunda, Jennie.” Isak tangis bunda kembali pecah.


“Jennie menghargai keputusan Bunda, biarkan ayah mendekam di penjara dan merenungi kejahatan yang telah diperbuatnya.”

__ADS_1


Akhir dari sebuah keputusan yang sangat suli memang, akan tetapis setiap manusia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.


***


Hari menjelang malam, Jennie masih berdiri melamun di balkon apartemennya. Memandang lampu-lampu kota sambil merenungi perbuatan ayahnya yang sangat mencengangkan. Saat sepasang tangan melingkar lembut di pinggang Jennie—ia memilih untuk bersikap cuek seolah tidak merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.


"Jangan terlalu memikirkan masalah ayahmu. Kita bisa menjenguk beliau kapanpun kau mau."


Sepertinya hati sang istri benar-benar sedang hancur—bahkan suara lembut Reyno tidak mampu meluluhkan perasaannya.


"Apapun yang ada terjadi, aku akan selalu ada di samping kamu, bahkan jika dunia ini runtuh—aku tetap akan bergeming di pihakmu." Sekali lagi Reyno bicara, namun ia hanya merasakan tubuh sang istri yang bergetar. Gadis itu terisak kala mendengar ucapan Reyno.


"Kayaknya aku gak pantas mendapat kasih sayang yang berlimpah ruah dari kamu, Reyn. Aku adalah anak seorang pembunuh. Aku terlalu hina untuk diakui menjadi mantu keluarga Haris."


Ingatan Jennie kembali pada kejadian tadi siang. Saat Farhan minta maaf kepadanya, dan mengatakan kejadian ini akan berdampak buruk pada hubungannya dengan sang mertua. papi dan mami Reyno.


Mungkin Farhan bisa menghasut tuan Haris untuk jangan membenci menantunya, akan tetapi mami Dina begitu sulit. Justru wanita itu semakin membenci sosok Jennie. Berita kebangkrutan perusahaan keluarga Hermawan sudah tersebar luaskan. Bahkan media membeberkan semua fakta buruk tentang direktur utamanya, tuan Hermawan. Kekacauan di keluarga Jennie sudah tidak dapat di tutupi lagi. Gadis itu adalah korban atas berbuatan ayahnya.


"Meskipun anak seorang pembunuh, bukan berarti ia juga ikut membunuh 'kan! Aku tahu kamu sedih karena mami semakin benci sama kamu, tapi mami gak akan bisa berbuat apa-apa. Faktanya, mami tidak bisa melarang anak bungsungnya untuk berhenti mencintai kamu."

__ADS_1


Suduh bibir Reyno melengkung, menampilkan deretan gigi putih yang memperindah senyumnya. "Aku adalah orang tidak akan pernah berpaling dari kamu. Meskipun seluruh dunia membenci kamu sekalipun. Aku tetap akan ada di belakang kamu, mendukung kamu setiap saat. Dan akan aku pastikan, istriku selalu berada di jalan kebaikan."


Kata-kata manis itu terucap begitu saja dari bibir Reyno, tulus dan tidak mengada-ngada. Sesuai dengan perasaannya.


"Tapi—"


"Tidak ada kata tapi," sela Reyno cepat. "Hanya aku dan kamu. Cinta kita. Itulah yang harus menjadi pedoman saat hidup kamu jatuh."


Meskipun tidak dapat tersenyum. namun perasaan Jennie terbang-terbang saat mendengar setiap kata yang Reyno ucapkan. Dibalik sifatnya yang manja, pria itu selalu tahu bagaimana caranya memuliakan seorang istri. Seberat apapun masalahnya, hati Jennie selalu berhasil tenang kembali di tangan Reyno.


"Boleh aku peluk kamu, Reyn?" tanya Jennie dengan isak haru tak terbendung.


"Jangan pernah tanya hal seperti ini. Kamu sudah tahu jawabannya apa."


Peluk sayang dari Reyno menjadi penutup acara malam yang dingin ini. Pria itu menggendong sang istri masuk ke dalam kamar. Lalu memejamkan mata dengan perasaan damai. Tidur.


***


Satu bab, lagi End, trus masuk season dua. Masih niat baca gak sih kalian, kok aku takut bosen 😑😑

__ADS_1


 


__ADS_2