
Reyno hampir mati berdiri mendengar nasihat dari maminya melalui telepon. Sedetail itu mami menanggapi tentang perubahan sikap Jennie akhir-akhir ini. Sampai ia menceritakan semua tahap-tahap mengerikan yang tidak masuk di akal bagi seorang Reyno.
Mami bilang, Jennie sedang ingin kembali merasakan masa-masa remajanya yang dulu terlewatkan. Jika terlalu dikekang, itu akan berdampak buruk pada hubungan rumah tangga mereka berdua.
Di usia Jennie yang menginjak 22 tahun, ia bisa saja merasa tertekan dan memilih mengakhiri pernikahannya jika Reyno terus bersikap posesif. Jennie akan menganggap pernikahan yang terjadi di antara mereka begitu mengerikan seolah ia sedang hidup di dalam penjara, tak jarang juga pasangan yang mengalami hal serupa—lebih memilih bercerai ketimbang menikah yang mulai dianggapnya sebagai beban.
Di tahap kedua, Reyno sedikit lega karena yang mami ceritakan hanya sebatas puber materi. Di mana Jennie akan lebih matre dan menuntut suaminya untuk royal dalam memberi jatah bulanan. Tahap ini bisa menghinggapi wanita di usia 25 tahun hingga 30 tahun. Di mana wanita suka menghabiskan uang yang diberikan suaminya untuk apapun yang ia suka.
Di tahap kedua ini, banyak juga pasangan rumah tangga yang memilih berpisah karena tidak kuat dengan cobaan rumah tangga. Biasanya, suami merasa istrinya terlalu menghamburkan hasil jirih payahnya pada hal-hal yang menurut kaum pria tidak penting.
Istri menganggap lelaki mengungkit nafkah yang ia berikan. Sedangkan sang suami merasa istrinya tak menghargai kerja kerasnya karena terus menghambur-hamburkan uang dari suami.
Maka di sinilah rumah tangga seseorang akan di uji. Lagi-lagi, suami harus paham bahwa apa yang menurutnya tidak penting bisa saja menjadi suatu keharusan bagi kaum wanita. Apalagi ada peran tetangga yang suka pamer ini itu. Wanita mudah tergoda, wanita lemah akan rasa iri jika mendapat perlakuan pamer dari lingkungan sekitar.
Untuk tahap ketiga, ini adalah ujian terberat yang membuat Reyno nyaris putus asa. Di usia yang memasuki kepala tiga ke atas, wanita akan meminta kebutuhan biologis yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dalam arti, wanita menjadi semakin gila akan sentuhan ranjang. Reyno takut jika ia tidak bisa mengimbangi Jennie di tahap itu. Yang ia tahu, semakin tua laki-laki, stamina tubuhnya juga akan terus menurun. Lalu, kenapa wanita menjadi gila ranjang di usia seperti itu?
Entahlah, otak Reyno tidak sehebat itu untuk memecahkan semua tentang sistem reproduksi manusia.
Dampaknya juga sama, banyak wanita di usia tiga puluh tahun ke atas yang menjadikan berondong sebagai pemuas hasratnya karena tidak mendapatkan jahat ranjang yang sesuai. Perselingkuhan pun mulai merajalela. Karena mereka yang sering disebut tante, selalu menganggap laki-laki muda adalah pria tangguh yang mampu meredakan hasrat menggebu-gebu di dalam dirinya.
Memikirkan jika Jennie sampai jatuh dan tergoda oleh pesona berondong, Reyno nyaris gila dan frustasi dengan tahap ke tiga. Padahal, usia Jennie masih jauh dari tahap ke 3.
***
Call Dafa ...
Je, kamu bisa keluar tidak? Aku butuh bantuan. Aku sedang di depan gerbang rumahmu. Suara Dafa dari balik sana terdengar parau.
"Maaf Kak, Reyno sedang ada jam pelajaran di kampus. Aku tidak bisa meminta izin. Bagaimana, dong?"
__ADS_1
Jennie mengintip dari balik jendela, apakah benar ada Dafa di depan gerbang rumahnya.
Sebentar Je, kita tidak perlu keluar. Cukup di mobil saja. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan ke kamu.
Menghela napas kasar, akhirnya Jennie menyanggupi kemauan Dafa untuk bertemu. Wanita itu keluar tanpa izin dari suaminya. Sebuah dosa besar yang Jennie lakukan untuk kesekian kalinya.
"Ada apa Kak?" tanya Jennie sesaat ia masuk ke mobil Dafa. "Maaf aku gak bisa lama-lama, takut anak-anak nyariin aku, soalnya aku gak pamit waktu keluar."
Jennie mendapati sudut bibir Dafa yang membiru. Ada luka lebam di wajah pria itu. Penampilannya sangat kacau, membuat siapapun yang melihatnya merasa tidak berselera. Dafa tidak terlihat tampan dan rapi seperti biasanya.
"Aku habis putus dari pacarku, Je."
"Putus?" seru Jennie tidak percaya. "Bukankah kalian sudah pacaran empat tahun lamanya? Kenapa bisa begitu, Kak? Apa luka itu pacarmu yang melakukannya juga?"
Di dalam hati, Jennie berharap suaminya akan memafkan kesalahan yang baru saja ia buat. Karena Jennie menganggap ini adalah perkara genting.
"Kenapa begitu Kak? Apa pacarmu selingkuh?"
"Tidak!"
Menyerngit heran, ada rasa penasaran kuat di dalam hati Jennie. "Lalu apa yang membuat kalian berpisah? Jika tidak ada masalah, kenapa bisa putus?"
"Karena aku tidak mencintainya." Dueer. Jawaban Dafa sukses membuat Jennie terkejut dengan hebatnya.
"Bagaimana bisa hubungan kalian bertahan selama tiga tahun kalau Kakak tidak cinta. Please, berikan alasan yang masuk akal Kak," protes Jennie masih tidak percaya.
Ia melirik jam tangan milik Dafa, ternyata sudah sepuluh menit Jennie berada di dalam mobil Dafa dalam keadaaan hanya berduaan saja. Hatinya mulai tidak tenang, takut ada seseorang yang datang dan menuduh ia sedang macam-macam.
"Karena aku mencintai seseoarang. Aku pikir itu hanya cinta monyet, tapi nyatanya aku tidak dapat berhenti mencintainya. Sekalipun aku sudah memaksakan hati ini untuk berpaling pada wanita yang lebih tepat."
__ADS_1
"Siapa wanita itu, Kak? Kakak tidak boleh mempermainkan wanita jika tidak Cin—"
"Kamu!" Dafa menyela cepat.
Jantung Jennie berhenti berdetak sesaat. Tenggorokannya tercekat seperti tidak ada udara yang masuk ke dalam paru-parunya.
"Ma ... maksudnya Kak?" tanyanya terbata, Jennie mengkonfirmasi sekali lagi. Berharap apa yang diucapkan oleh Dafa adalah sebuah kesalahan dalam berbicara.
"Wanita yang aku cinta selama ini adalah kamu. Aku mencintaimu sejak kita masih duduk di bangku SMP."
"Kak!" Jennie nyaris menampar Dafa andai ia tidak menahannya. Matanya membelalak sempurna lalu menoleh ke arah Dafa dengan wajah murka. Sementara yang di tatap hanya tersenyum kecut dengan nasib miris dan hati yang teriris.
"Katakan yang kau ucapkan adalah bohong. Maka aku akan memaafkanmu, Kak!" teriak Jennie cukup keras.
Sebisa mungkin, Jennie menahan laju air matanya agar tidak jatuh terlebih dahulu. Ia masih berharap Dafa hanya memberi sebuah prank atas semua pengakuannya.
"Tidak, Je. Aku benar-benar mencintaimu. Aku tahu perasaanku adalah sebuah kesalahan. Tapi aku menyesal, Je. Andai aku selangkah lebih maju, andai aku mengutaran hatiku sejak dulu. Mungkin kamu tidak akan jatuh pada lelaki brengseek itu."
Plakk! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Dafa. Ck. Ia memang pantas mendapatkan semua itu.
"Aku pikir Kakak tulus membantu dan berteman denganku. Tapi nyatanya, Kakak sendiri yang ingin menghancurkan persahabatan kita. Mulai sekarang, aku tidak ingin berteman dengan Kakak lagi!"
"Jennie!" Dafa teriak saat wanita itu keluar dari dalam mobil dengan linangan air mata. Sekarang Dafa bukan hanya kehilangan gadis yang ia cintai, namun ia juga kehilangan sahabat kecilnya selama ini."
"Bodoh ... aku bodoh ...." Jennie berlari dengan sejuta penyesalan. Ia teringat pada nasehat suaminya setiap hari tentang Dafa yang katanya mencurigakan.
Tadinya, Jennie pikir Reyno hanya sebatas cemburu, tapi nyatanya Reyno sudah peka terlebih dahulu tentang sikap baik Dafa yang tidak biasa.
***
__ADS_1