Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Bab 65


__ADS_3

Hotel terdekat dari lokasi klab menjadi tujuan utama Reyno sebelum mati kecelakaan. Jennie benar-benar gila, Reyno nyaris menabrak manusia tak berdosa saat Jennie bertubi-tubi menyerangnya dengan gerakan buas. Ia masih ingin hidup—setidaknya jangan sampai mati konyol seperti ini.


Bugh!


Reyno langsung menjatuhkan tubuh tak berdaya Jennie di atas kasur. Ia sudah sampai di hotel sederhana yang letaknya paling dekat dari klab malam tadi. Sudah tidak ada waktu untuk memilih tempat yang bagus apalagi nyaman. Keganasan Jennie bisa menjadi becana kalau Reyno masih memaksa untuk mengemudi.


"Reyn! Aku gak kuat," teriak Jennie menggila hebat. Ia merobek kain penghalang yang menutupi tubuhnya. Membuat Reyno yang hendak menghubungi Alex mendadak diam menelan saliva. Ponsel di letakan. Lupa sudah pada Alex dan anak-anak yang ada di tempat lain. Pikiran Reyno hanya tertuju pada tubuh yang meliuk-liuk seperti putri duyung naik ke daratan.


Oh astaga! Andai mabuk tidak mengganggu kesehatan, mungkin Reyno sudah menyuruh Jennie mabuk setiap hari. Reyno suka dengan keagresifan dan kejujuran Jennie. Hilang akal tidak seburuk yang Reyno kira. Jennie menjadi lebih percaya diri dan terlihat lezat untuk dimakan.


"Reynooo!" teriak Jennie, wajahnya memerah efek alkohol.


"Hei ya, dasar gadis nakal! Kamu melarangku ke bar, tapi kamu mabuk sampai lupa diri begitu. Dapat ide dari mana, sih?"


"Reynnnno!" teriak Jennie melengking kuat.


"Aku harus mulai dari mana?" Reyno mendekati Jennie dengan perasaan bimbang. Begitu sudah dekat, Jennie langsung menarik tubuh Reyno hingga ambuk menindihnya.


Dengan buas, Jennie membenamkan wajahnya di ceruk leher suaminya. Merobek kemeja Reyno hingga semua kancingnya terlepas.


"Sabar Sayang. Aku belum pemanasan," ujar Reyno memegangi kedua lengan Jennie.


Andai bukan wine yang diminum wanita itu, pasti efeknya tidak akan segila ini. Banyak penelitian yang menyebutkan, alkohol red wine dapat merangsang hasrat bercinta saat seseorang sudah minum dua gelas wine. Khusus untuk wanita, peneliti dari Italia telah membuktikan bahwa red wine dapat memberi dorongan kuat hasrat bercinta para wanita dibanding minuman lainnya.


Tanpa ada rasa malu-malu selayaknya wanita normal, Jennie meronta dan mendorong tubuh Reyno yang posisinya sedang berada di atasnya. Wanita binal itu mengambil langkah duduk, memperagakan gaya yang sama persis dengan video 19 detik.

__ADS_1


"Tenang, Sayang." Sebisa mungkin Reyno menenangkan wanita kesetanan yang ada di atasnya.


"Aku mau kamu ... mau kamu," racau Jennie tidak sadar.


"Aku cuma untuk kamu. Jangan buru-buru malam masih panjang. Kalau bisa ngobrol-ngobrol dulu."


Ah, Reyno berusaha melepas Jennie. Namun gadis itu terlalu kuat dan berharap sebuah pencapaian secepatnya.


Jennie terus membombardi tubuh Reyno dengan gerakan sesuka hati. Memberikan banyak rangsangan yang membuat suaminya kelojotan. Nyaris mati dalam pacuan hasrat.


"Aku suka banget, tapi aku gak punya tisu," desah Reyno yang merasa tidak bisa mengimbangi keliaran istrinya.


Sayangnya hotel yang ia datangani terlalu bobrok, bahkan tak ada persediaan alat bantu apapun seperti hotel lain yanh pernah mereka kunjungi.


Mata itu terpejam nikmat dalam balutan melodi cinta yang sesekali keluar dari bibir Jennie. Wanita itu tidak seperti biasanya, Jennie lebih mirip wonder women yang mendapat kekuatan super secara dadakan.


Yang biasanya Jennie hanya pasrah seraya mendesah, kini ia menjadi pemain aktif yang bergerak liar tanpa ada kata Jeda. Reyno suka, tapi ia tak memiliki tenaga untuk mengimbangi Jennie. Apalagi Reyno belum makan sejak pagi. Lengkap sudah derita seorang Reyno.


Dan ...


Alhasil, wasit tak kasat mata mengumumkan kekalahan kosong satu di mana Reyno kalah dalam durasi waktu tiga menit. Perlakuan Jennie membuat Reyno tidak bisa menahan apa yang seharusnya tidak dikeluarkan cepat-cepat. Memalukan!


"Maaf ... maaf banget, aku kebablasan." Begitulah Reyno berkata saat semuanya sudah terjadi. Kilatan gairah masih belum putus dari sorot mata Jennie, wanita itu menatap Reyno dengan raut wajah kecewa. Bersamaan dengan harga diri Reyno yang terinjak karena singkatnya durasi adegan.


Arghh. Aku butuh tisu, jerit Reyno dalam hati.

__ADS_1


"Kasih aku waktu lima menit lagi, ya. Aku capek banget," ucap Reyno seraya menarik tubuh Jennie ke dalam pelukkannya. Mendekap erat dan melepaskan tautan di antara mereka. Sesuatu di bawah sana sudah kembali berubah menjadi jelly. Bagaikan terong yang masuk ke dalam minyak 180 derajat celcius.


Masih dengan napas yang tersengal, Reyno membelai lembut wajah sang istri. Memberi kecupan hangat seraya menahan tubuh Jennie yang terus menggeliat. "Andai aku tidak datang, apa kamu akan melakukan ini dengan pria lain?"


Reyno mulai membayangkan hal yang mengerikan. Tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Jennie, wanita itu masih menggelepar-gelepar seperti ikan dikasih garam. Butuh pelampiasan sesegera mungkin.


"Kalo aku beli tisu dulu, kamu bisa tahan gak ya? Aku lemes, belum makan dari pagi," curhat Reyno mengiba. Manusia mabuk mana paham dengan yang dibicarakan Reyno. Jennie hanya mau dipuaskan, ia tidak akan paham kalau Reyno belum makan seharian.


"Lemes Je, kamu gila banget sih! Sayang waktunya yang gak tepat. Coba kalau biasanya kamu seperti ini 'kan aku seneng."


Sepertinya Reyno tak akan mampu bertahan hidup malam ini. Terbukti harga dirinya terinjak oleh durasi tiga menit yang memalukan itu. Beruntung Jennie dalam keadaan mabuk, dan tak sadar dengan apa yang ia lakukan.


Belum genap lima menit, Jennie kembali menyerang Reyno dengan perlakuan lebih liar dari sebelumnya. Jangankan menunggu Reyno membeli tisu, memberikan ia jeda untuk istirahat saja Jennie tak bisa.


"Bunuh aku, Je. Kamu beneran segila inu kalau sedang mabuk. Untuk malam ini aku mengaku kalah." Reyno pasrah di balut kungkuhan sang istri.


Oh ya, lord! Reyno sunggu tidak menyangka bahwa wanita yang sering malu- malu dan menjaga martabatnya di atas ranjang bisa bersikap mengerikan seperti ini. Ternyata segila itu kekuatan super kaum wanita saat dikeluarkan. Ini yang namanya ingin menghukum malah dihukum balik.


Reyno ingin sekali melambaikan tangan tanda menyerah. Namun melihat Jennie yang bersemangat membuat ia tidak tega.


Durasi masih sangat panjang, malam itu Reyno dan Jennie menggila dalam suasana hotel sederhana. Sebisa mungkin Reyno mengerahkan semua kekuatannya demi sebuah harga diri yang selalu ia pertahankan selama ini. Ia tidak peduli meski besoknya harus di opname karena kelelahan bercinta.


Dan di antara mereka ... tidak ada yang tahu kalau Jennie belum meminum obat penunda kehamilan hari ini.


***

__ADS_1


__ADS_2