
Jennie sedang bergulang-guling tidak jelas di dalam kamar. Menunggu Reyno sampai jam empat sore rasanya lama sekali. Ia bosan dalam ke adaan seperti ini terus. Terkadang terlintas di pikirannya untuk pergi menemui teman-temannya, tidak balapan juga tidak pa-pa, nonton balapan kan seru. Namun Jennie tidak berani melakukan hal sefatal itu, urusannya akan sangat runyam jika Reyno sampai tahu. Bisa ada perang mengerikan pastinya. Karena Reyno kurang suka dengan beberapa teman Jennie yang urakan. Kalau dibilang aneh, pasti aneh, Jennie juga tidak tau aura magis apa yang Reyno miliki sampai Jennie bisa nurut begini. Padahal dulu ia sering kabur-kaburan saat masih tinggal bersama ayah dan bundanya. Trik ngambek-ngambek Reyno sukses membuat Jennie tunduk padanya. Begitu kali, ya.
"Bete banget sih, padahal setengah jam lagi Reyno pulang. Tapi berasa lama banget." Jennie meraih ponselnya. Iseng-iseng dia mengirim chat pada suaminya. Namun ponselnya tidak aktif. Ya jelas lah, Reyno kan masih kerja.
Andai aku kerja, pasti ngga membosankan begini hidupku.
Jennie mengingat kembali momen saat ia mengatakan ingin cari kerjaan, dengan alasan membantu keungan rumah tangga. Mau tahukan apa jawaban Reyno?
"Kerja itu cape Jennie, mau nyari kerja apaan coba, umur kamu saja belum genap delapan belas tahun. Pokoknya Jennie di rumah saja. Biar Reyno yang kerja. Aku ngga mau istri aku ikut-ikutan capek. Temen-temen aku yang sudah menikah saja istrinya di kampung. " Begitulah wejangan yang Reyno katakan setiap kali Jennie berkata ingin kerja. Jennie kan belum punya anak, seharusnya Reyno mau berbaik hati sedikit mengizinkannya cari kerjaan. Tapi Reyno selalu melarang dengan alasan mencari pekerjaan itu susah.
Reyno juga bilang kalau uang itu tidak ada cukupnya. Meskipun Jennie ikut membantunya, tetap saja akan kurang jika pola hidup kita terlalu banyak keinginan. Wejangan seperti ini Reyno dapatkan dari rekan kerjanya yang sudah berpengalaman dan makan garam kehidupan terlebih dulu. Dulu mah boro-boro Reyno tahu hal seperti itu. Maklum, teman keja Reyno banyak yang sudah berumur, bahkan ada yang seumuran dengan papinya. Banyak sekali perubahan Reyno yang positif semenjak ia bekerja di kontruksi bangunan. Pria itu jauh lebih dewasa dari Jennie sekarang. Otak Reyno memang sangat encer kalau diajak mempelajari hal baru. Termasuk pola hidup sederhana yang sedang ia terapkan bersama istri tercintanya.
"Coba lihat instagram Reyno, akh." JennieΒ membuka aplikasinya. Mereka berdua masih tukaran ponsel, jadi Jennie bisa langsung membuka instagram Reyno meski tidak tahu email dan kata sandinya.
Instagram Reyno terbuka. Gadis itu langsung dikejutkan dengan 1998 DM. Sebanyak itu? Apa jangan-jangan suaminya selebgram? Jennie memang tidak terlalu urusan dengan akun sosial media Reyno selama ini. Yang Jennie ingat Reyno pernah bilang kalau ia punya beberapaΒ penggemar di akun toktoknya. Tapi kalau instagram Jennie tidak pernah tahu sama sekali. Banyak sekali unggahan foto Reyno di instagram, bahkan ia tidak malu berbagi kegiatannya saat bekerja di area kontruksi bangunan. Hanya saja ia mengunci hampir semua kolom komentarnya. Jadi tidak ada yang komen-komen di foto Reyno. Gadis itu mulai membuka dan membaca DM instagram Reyno satu -persatu.
@putrinamina : Kak Reyn. Ganteng banget sih? Kenalin aku putri dari Subang. ππ
@yellaass11 : Ya ampun, kalau kuli bangunannya seganteng kamu mau aku peluk-peluk. Gak pa-pa bau, yang penting tampan.πππ₯°β€
@soffilovefandy: Hai kak Reyn, aku lagi hamil nih, semoga anak aku nanti mirip kaka Reyno, yah. π€
@bebiamanda : Kakak kerja dimana sih? biar manda bawain makan siang. Awokokwokko. π₯°π
@deladeli1906 : Foto yang lagi keringetan dong kak, pasti tambah seksi.π€€π€€
@givaniparipurna : Ganteng-ganteng kok jadi kuli bangunan, mending jadi artis kpop aja Kak.
@dtifannygyolla : Ini oppa Korea bukan sih?π±π±
@novianasari : Kak Reyn udah punya pacar belum?
@dianasari : Pencitraan kali ya, masa ada kuli bangunan kayak begini. gak percaya woo.... π
Ingin rasanya Jennie membanting ponsel edisi BTS milik Reyno saat ini juga. Ternyata suaminya sepopuler itu di dunia maya. Awas ya Reyn, kamu akan mati kalau sudah pulang nanti. Jennie sudah ancang-ancang sebelum Reyno pulang.
__ADS_1
Pukul empat lewat dua puluh menit, akhirnya Reyno pulang juga. Biasanya Reyno mandi dulu di tempat kerjaan kalau pulangnya telat begini. Ia segera mencari Jennie, ternyata gadis itu sedang duduk di atas temoat tidur.
"Hai Jennie," sapa Reyno dengan wajah sok imut. Cowok itu langsung menghamburkan tubuhnya memeluk sang istri. Jennie hanya diam saat di peluk. Wajahnya datar tidak berkutik. Reyno langsung menyadari ke anehan yang tejadi.
"Kamu kenapa?" Reyno menyerngit bingung. Pelukannya di lepas karena Jennie terlihat sedang marah besar. Ponsel yang adi di tangannya Jennie di lempar ke pangkuan Reyno agak kasar.
Reyno melihat layar ponsel yang masih menyala. Oh, jadi duduk perkaranya ada di instagram. Buru-buru Reyno menatap istrinya kembali. Memasang tampang polos dan jenaka seperti biasanya.
"Ada apa dengan instagram aku?" Reyno mentowel dagu istrinya. Lantas ia menaruh kepalanya di pangkuan Jennie seperti orang tidak bersalah.
"Ngapain sih?" Jennie melipat kedua tangannya di depan dada. "Kamu ngga nyadar kalau kamu itu salah?" Melotot tajam.
"Aku salah apa?" Lagi-lagi menampilkan wajah tidak berdosanya.
"Kamu narsis banget di instagram. Banyak cewek-cewek yang kirim DM ke kamu. Minta kenalan, bahkan ada yang nembak segala. Kamu ngga mau minta maaf?" Kesal sendiri. Reyno sering mengatai Jennie tidak peka. Tapi dirinya sendiri lebih tidak peka.
"Sekarang aku tanya ke kamu? Diantara semua followers aku, siapa yang aku ikutin?"
"Aku."
"Hape aku kan dipegang kamu." Jennie menyingkirkan kepala Reyno dari pangkuanya. Menghemaskannya karena terlalu kesal.
"Hape aku juga di pegang kamu, kenapa baru protes sekarang? Padahal aku berharap kamu lihat instagram aku, terus bahas masalah ini." Reyno berbalik menyerang Jennie. "Jelasin ke aku, apa yang bikin kamu marah sampai segitunya?"
"DM cewek-cewek gak jelas penggemar kamu itu." Jennie memutar bola matanya malas.
"Ada yang aku balas engga?"
Jennie menggeleng samar. Memang sih, tidak ada satupun pesan yang Reyno balas. Tapi tetap saja ia kesal dengan wanita-wanita kecentilan itu.
"Aku sengaja kasih hape aku ke kamu, agar kamu bisa pantau langsung kegiatan aku di media sosial. Kamu juga bisa melakukan apapun yang kamu ngga suka, termasuk hapus akun instagram aku." Reyno menjelaskan dengan tenang.
Eh, demi apapun Jennie mendadak bersalah sendiri. Jadi yang selama ini kurang perhatian sebenarnya adalah Jennie. Reyno sudah memberikan ponselnya, itu artinya semua rahasia Reyno di media sosial bisa ia cek langsung.
"Walaupun banyak temen yang DM, tapi ngga ada satupun yang dibalas. Coba kalau kamu, maksa-maksa ambil hape kamu buat DM semua temen-temen kamu."
__ADS_1
Kali ini Jennie semakin tersudutkan. Memang benar yang Reyno katakan. Jennie masih suka berkirim pesan dengan teman-temannya.
"Makasih ya, hari ini aku senang sekali." Reyno langsung memeluk Jennie sebelum ia semakin merasa bersalah.
"Kenapa?"
"Karena kamu cemburu, aku udah menanti lama untuk hal ini. Akhirnya kamu tahu juga tentang instagram itu. Aku akan hapus akunnya kalau kamu ngga suka."
"Ngga usah ... ngga usah." Jennie melarang. Takut juga kalau Reyno sampai hapus akunnya, nanti Jennie pasti harus melakukan hal yang sama. Akh, tidak mau.
"Aku udah hapus foto-foto kamu! Aku sisain satu dan aku tambahin tiga foto aku." Jennie menjelaskan apa yang ia lakukan. Bibirnya mengerucut sok di buat-buat manja.
"Cie cemburu, nih. Aku itu sengaja ngga posting foto kamu. Takutnya banyak yang naksir kamu, bahaya kan?"
Cih! Kamu kira istrimu secantik apa Reyno!
"Tapi aku kaget pas lihat bio aku berubah jadi Jennie is my wife. Hahaha...." Reyno tergelak kencang.
'Apa ... apa ... kamu gak terima, hah?" Jennie semakin terlihat lucu di saat ia sedang cemburu. Ingin rasanya Reyno mengabadikan momen cewek tomboy jika sedang cemburu.
" Ngga gitu, aku justru seneng banget karena hal ini. Belum pernah kan , Jennie nunjukin sikap cemburu seperti ini."
Jennie skak mat.
γ
γ
γ
γ
Keadaan instsgram Reyno setelah foto-fotonya di hapus oleh si tomboy.
__ADS_1
***