
Setelah memalui begitu banyak hal, perlahan aku sudah menjadi dewasa. Aku juga ingin mejadi sesuatu yang dapat melindungi Jennie ketika ia dalam kesulitan.
Reyno sudah sampai di depan rumah kontrakannya. Bibirnya mengembang bersamaan dengan tangan yang memutar handle pintu. Ia memperhatikan isi ruangan yang hening tak bersuara, melongok kamar dan mencari sosok Jennie di dalamnya. Reyno memanggil nama Jennie berkali-kali, namun tidak ada jawan sama sekali.
Apa jangan-jangan ketiduran di kamar mandi?
Matanya tertuju pada pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Reyno meletakan belanjaan dan rantangnya di atas meja. Mengambil pembalut yang tidak bersayap dan mulai masuk ke dalam kamar mandi. Dilihatnya Jennie sedang tidur pulas sambil duduk di atas closet.
Benar-benar ceroboh! Semua pintu tidak ada yang di kunci. Bagaimana jika ada orang jahat masuk?
Menggelengkan kepalanya. Reyno menusuk-nusuk pipi Jennie agar gadis itu mau bangun. Terlihat wajahnya yang menggemaskan saat tidur sambil menunduk. Apa lagi tubuh mulusnya yang hanya terbalut oleh handuk. Semakin membuat sesuatu dalam dirinya meronta minta dibebaskan. Anak Mami juga bagian dari lelaki normal, ada saat Reyno tidak bisa menahan pandanganya agar tidak mengarah kesitu. Hehehe.
"Aku tarik handuk kamu ya kalau engga mau bangun." Hening. Jennie masih menghembuskan nafas pelan ditengah tidur nyenyaknya.
Huh, andai aja ngga lagi haid, pasti udah ...
Ahk, aku kenapa sih? Mikirnya ngarah ke situ mulu. Apa begini rasanya cowok jatuh cinta?
Memang banyak sekali perubahan sejak rasa cinta dalam diri Reyno datang. Pria itu sudah tidak terlalu polos seperti dulu, ada hasrat aneh yang sering berkeliaran saat berada di dekat Jennie.
Gak mau tahu, pokoknya kalau sudah selesai haid, harus itu!
Reyno memantapkan niatnya. Masih ada waktu sekitar satu minggu untuk mempelajarinya, kan? Browsing-browsing di internet biar nanti gak terlalu malu-maluin pas mau itu. Pikir Reyno dalam hati.
Masih belum mau bangun juga, tah?
__ADS_1
"Aku tarik handuknya, nih!" Reyno menarik handuk istrinya sedikit. Langsung terpampam sesuatu dari balik handuk itu, Reyno memalingkan wajahnya secepat kilat. Tapi sudah melihat dua benda ranum itu sekilas, lumayan untuk menambah semangat di pagi hari. Pikiran mesum Reyno berkeliaran di dalam otaknya. Seulas senyum jahat mengembang di sudut bibirnya.
"Enggggh ...." Jennie mulai menggeliat kecil, membuka matanya perlahan. Gadis itu nyaris teriak ketika mendapati Reyno sedang berdiri menatapnya. Buru-buru ia menarik handuk yang sudah terlepas sedikit. Tidak tahu bahwa yang melepas adalah si manja yang ada dihadapannya.
"Reyno! Kamu ngapain masuk ke dalam?" tanya Jennie tidak tahu diri. Wajah Reyno mengerut seketika. Menatap Jennie dengan pandangan jengah.
"Aku yang harusnya tanya, kamu ngapain tidur di kamar mandi? Apa lagi pintunya ngga dikunci. Kalau yang masuk bukan aku gimana? Kalau ada orang jahat terus apa-apain kamu gimana?" Reyno menghela nafas kasar setelah mengatakanya. Gadis di depannya itu benar-benar ceroboh.
"Hehehe maaf." Jennie menyeringai jenaka. "Habisnya kamu lama banget, sih. Aku jadi ketiduran. Pembalutnya dapat gak?"
"Dapat nih!" Memberikannya pada Jennie. Gadis itu mengerutkan keningnya. "Kok ngga ada sayapnya?" Kecewa.
"Jangan yang pakai sayap! Nanti kamu terbang, aku tak akan mampu menggapainya. Hahahah..." Reyno tergelak kencang. Jennie semakin mengerucutkan keningnya. "Teori dari mana coba?"
Reyno mengedikan bahunya. Padahal ia juga membawa dua model pembalut sekaligus, tapi ia sengaja memberikannya yang biasa. Sekali-kali ngerjain istri sendiri ngga pa-pa lah, ya. Pikir Reyno dalam hati.
"Kamu ngga mau aku pakein sekalian? Tanggung kalau cuma beliin, kan!"
Cih! Dasar mesum.
"Gak! Sana pergi!" Orang haid ibaratkan ibu harimau yang baru baru melahirkan. Tempramen Jennie sedang kurang baik untuk diajak bercanda.
"Kasih hadiah dulu, aku kan udah bantuin kamu," Protes Reyno. "Aku ngga akan keluar sebelum di kasih hadiah," ancam Reyno sambil mencebik.
Tentu saja Jennie tahu hadiah apa yang di inginkan suami manjanya itu, dan sebelum hal itu diberikan si gila Reyno tidak akan mau beranjak. Beginilah rasanya memiliki suami manja, dikit-dikit minta disayang.
__ADS_1
"Makasih ya, suamiku sayang. Udah mau repot-repot nyariin pembalut buat aku." Tersenyum dengan kepura-puraan.
"Ciumnya mana?" Si Menyebalkan tidak akan lupa untuk yang satu ini. Jennie sudah dapat menebak kalau hal ini juga termasuk dalam memanjakan suaminya.
Dengan rahang yang sedikit mengeras, Jennie bangkit dari duduknya. Melemaskan otot-otot badan yang kaku karena terlalu lama duduk. Jennie mengecup bibir Reyno sekali, berpindah mencium kedua pipi Reyno, lalu yang terakhir adalah keningnya.
Puas ... Puas ... Kamu, Reyn?
"Do you like?" tanya Jennie sambil menahan setengah dari emosinya.
"I like that! ... Tereret ... Tet ... tereretet." Dia bernyanyi sambil bergoyang ala-ala girl band Korea. Mencibir ibu harimau yang sedang datang bulan.
"Keluaarrrrrr!"🤣 teriak Jennie sekeras-kerasnya. Mungkin lima kontrakan di sebelahnya dapat mendengar teriakan Jennie yang membahana.
"Iya ... Iya ... Galak banget, sih!"
Cup ... Cup ... Cup ...
Reyno mencium semua wajah Jennie secepat kilat, kemudian lari terbirit-birit sebelum Jennie mencekik lehernya. Karena tatapan gadis yang sedang menstruasi itu sangat mengerikan, seakan ingin menelan manusia hidup-hidup.
Ternyata mengerjai istri sendiri sangat mengasyikan, mesum sedikit juga tidak masalah. Kan sudah sah gitu, loh!
Tinggal tunggu reaksi Jennie saat mengetahui pembalut yang dia mau ternyata ada di atas kasur.
***
__ADS_1
Minta vote, like dong ...
Jangan lupa pencet ❤ Karena updateku tak menentu.