Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Bab 28


__ADS_3

Melamun seraya tersenyum-senyum sendiri. Reyno sudah seperti orang gila di kelasnya. Pria itu memikirkan hal indah apa yang sedang Jennie persiapkan untuknya malam ini. Sampai penjelasan dari miss D pun ia abaikan.


Plak!


Sebuah sepidol hasil kegarangan miss D jatuh tepat di kepala Reyno. Pria itu mengaduh seraya terbengong-bengong. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan mendapati teman-temannya tertawa cekikikan.


"Sepertinya kamu butuh udara segar ya, Tampan. Jalan lebar menuju pintu keluar dipersilahkan," ucap miss D dengan nada lemah lembut. Yang terdengar menyebalkan di telinga Reyno.


Satu kelas mendapat sensasi bahagia yang amat luar biasa. Begitulah, efek mendapati murid paling teladan dihukum. Ada rasa bangga tersendiri yang menusuki bulu-bulu sukma. Jahat, tapi nyata. Meskipun mereka tidak tahu letak bahagai dan bangganya di mana.


"Maaf, Miss. Saya kurang konsen hari ini." Reyno memegangi kepalanya yang masih sakit.


"Silahkan...." Tangan miss D menunjuk ke arah pintu keluar. Tanpa membantah, Reyno keluar dari ruang kelasnya. Percuma juga berdebat dengan miss D. Dosen yang satu ini pelit akan toleransi.


"Efek cinta memang dasyat, bisa membuat orang pintar menjadi bodoh seketika," sindir miss D saat Reyno baru saja mencapai ambang pintu.


Reyno mengepalakan kedua tangannya kesal. Mengumpat dalam hati, ia menyumpahi miss D agar suatu saat bernasib lebih parah darinya. Menjadi budak cinta seorang pria biar tahu rasa.


Kesal, tentu saja itu yang Reyno rasakan saat ini. Dalam sejarah hidupnya, baru pertama kali ia melamun sampai separah ini. Apa lagi di saat miss D menerangkan hal penting tentang pengajuan skripsi.


Mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu yang ada di depan kelas, Reyno merogoh ponselnya di kantung celana. Lalu mengirim sebuah pesan kepada sang istri.


Reyno: 'Mama!' emot nangis sebanyak lima biji.


Jennie: 'Iya, Sayang. Ada apa? Kok nangis. Jennie membalas dari balik sana.


Reyno: Aku diusir miss D dari kelas gara-gara ngelamun, adunya dengan bibir manyun. Tak lupa menyematkan emot marah yang berwarna merah.

__ADS_1


Cukup lama Reyno menunggu balasan. Menghentak-hentakkan kakinya secara berirama. Barulah lima menit kemudian ponselnya berbunyi. Balasan pesan yang Reyno tunggu-tunggu datang.


Jennie: 'Uluh, Sayangku. Sabar ya. Bukannya kamu anak kesayangan miss D. Kok bisa, anak teladan seperti kamu sampai di usir? Ada emot cium yang memenuhi layar. Lebay, biarkan saja. Yang terpenting Reyno menyukainya.


Reyno mengetik cepat dan langsung membalas pesan istrinya.


Reyno: 'Ya bisa, miss D sangat ketat. Tidak perduli pintar atau bodoh, kalau salah ya salah. Lagian aku dihukum juga karena kamu tahu.'


Deg! Jantung Jennie di balik sana berdetak secara ubnormal. Firasat-firasat buruk mulai menghantui pikirannya.


Jennie: 'Kenapa jadi gara-gara aku'. Balasanya cepat.


Reyno: 'Aku mikirin kamu terus dari tadi. Penasaran kamu mau kasih kejutan romantis yang seperti apa.'


Jantung Jennie berdetak kencang untuk kesekian kalinya di balik sana. Padahal, Jennie sama sekali belum mempersiapkan apapun sejak pagi.


Reyno: 'Awas kalo ngga spesial, aku marah pokoknya,' balas Reyno dengan emot mengancam. ada lima pisau yang ia kirim.


Acara kirim-kirim pesan berakhir. Jennie sudah tidak membalas pesan Reyno lagi.


Bergegas pergi ke toilet, Reyno merasa kandung kemihnya mulai penuh. Saat ia baru saja masuk ke dalam dan hendak membuka risleting celanya, tiba-tiba sepasang tangan melingkar di pinggang Reyno.


"Reyn, tolong aku...." Suara halus nan lembut itu terdengar menusuk di gendang telinga Reyno.


Pria itu memutar tubuhnya dengan gerakkan cepat. Menghempas kedua tangan kotor itu dari pinggangnya.


"Sasha!" gertak Reyno geram. Gadis itu tersenyum manja. Lantas mendorong tubuh Reyno hingga terkunci di sudut tembok.

__ADS_1


"Iya, Honey." Tangan kanan Sasha membelai dada kotak-kotak bidang milik Reyno, dan langsung ditepis sebelum berhasil menyentuh mahkota berharganya di bawah sana.


"Gila!" bentak Reyno dengan suara tertahan. Bisa mati kalau sampai mereka ketahuan orang berada di dalam toilet berduan.


"I miss you so much, Honey." Satu kecupan mendarat cantik di pipi Reyno. Pria itu berdiri kaku di sudut tembok. Menghindari dua bongkahan besar milik Sasha yang nyaris menyentuh dadanya.


Reyno memegangi kedua tangan nakak milik Sasha. Memalingkan wajahnya ke segala arah asal tidak melihat belahan rendah milik Sasha. "Jangan macam-macam ya, Sha. Ini di kampus."


Sasha mengedipkan matanya nakal. "Ayolah Honey, kalau mau pegang tinggal pegang saja. Untuk kamu gratis kok. Masih original sekaligus kenyal."


Astaga! Mulut gadis ini ya. Membuat Reyno makin naik pitam saja.


"Sha! Jangan seperti ini, pergi sana!" usir Reyno yang dadanya sudah naik turun.


"Kenapa? Mumpung toilenya sepi. Sama aku dijamin puas. Dari pada dengan istrimu yang punya anak dua. Sudah longggar pasti.


"Mulut kamu ya, Sha?" Reyno meraup bibir Sasha dengan kasar. "Istriku selalu perawatan. Memangnya kamu!"


"Makannya dicoba dulu, enakkan mana aku sama dia."


Siapa saja tolong Reyno. Singkirkan ia dari jeratan gadis gila yang satu ini.


Sebelum ada orang yang melihat, Reyno langsung melepas jacket dan mengalungkannya di pundak Sasha. Menutupi tubuh gadis itu yang terbuka bagian atasnya. Lalu menarik Sasha keluar dari toilet. Tidak jadi pipis.


***


Gantungin dulu, biar kalian penasaran 🤣. Saranku jangan marah-marah dulu ya.

__ADS_1


__ADS_2