
Nyatanya hamil itu tak seindah odading mang oleh yang rasanya ngenuah seperti menjadi Iron Man. Bahkan di jam 12 malam ini Reyno harus dipusingkan oleh nyidam pertama istrinya. Jennie ingin makan syabu-syabu dan grill. Apakah masih ada restaurant yang buka di jam segini? Jawabannya mari kita cari dulu.
Dengan mata yang masih setengah mengantuk, Reyno menyandarkan kepalanya di bahu sang istri. Mereka berdua sedang berada di dalam mobil, mencari restaurant yang masih buka di sepertiga malam ini.
"Reyn, jangan tidur! Bantu aku lihat-lihat, barang kali aja masih ada restaurant yang buka."
"Hmmm," balas Reyno dengan dehaman malas. Mulutnya tak hentinya menguap. Apa lagi ada terpaan ac mobil, bawaanya ingin tidur saja.
"Reyn, tanggu jawab dong. Kamu kayak orang malas begitu. Ini kan tindak kejahatan anak kandung kamu. Benih yang kamu tanam membuatku nyidam begini," protes Jennie yang merasa terabaikan.
Seketika Reyno membola matanya. "Iya Sayangku yang cerewet, aku pasti tanggung jawab. Kalau perlu kita dobrak semua restaurant di Jakarta, yang penting anak aku gak ileran kayak mamanya."
Plak!
Satu tamparan cukup keras mendarat di pipi Reyno. Darahnya mendadak mendidih mendapat perlakuan yang seperti itu dari Jennie. Ingin rasanya ia marah saat itu juga, namun sebisa mungkin ditahan. Ingat nasihat bunda.
"Usahakan jangan marah dengan perlakuan Jennie ya, Ren. Istrimu sejak hamil sangat sensitif, dia tidak seperti Jennie yang biasa bunda kenal. Apapun yang terjadi, bersabar dan mengalahlah padah istrtimu."
Jika tidak ingat pesan bunda yang satu ini. Reyno sudah ngambek dengan bibir yang mengerucut kesal. "Maaf, begitu saja marah, gak bisa dibercandain banget sih, calon mama muda ini."
Dalam hati menyimpan dongkol, Reyno memilih diam dan mengedarkan pandangannya. Tiba-tiba ia teringat William. Coba telepon pria itu, barang kali saja ia bisa membantu. Reyno langsung merogoh ponsel, lantas mengambil ponsel dan melakukan panggilan pada kakaknya.
"Hallo Kak?"
Hmmm. Ada apa? Mengganggu saja. Terdengar suara desahan yang dapat Reyno tangkap. Duh, dasar kakak! Tidak tahu kalau Reyno sudah seminggu tidak boleh menyentuh Jennie. Bikin iri saja.
"Sweetheartmu nyidam, makan syabu-syabu dan grill. Di mana ya, restauran seperti itu yang masih buka?"
Ada seringai di bibi Reyno sahat menyebut nama Sweetheart. Jennie melotot kesal, Reyno berkata seperti itu biar yang di sana cemburu. Barang kali saja kakak gagal di kasih jatah oleh istrinya. Hahaha. Otak liciknya bekerja dengan sempurna.
__ADS_1
Bodoh! Di hotel Wijaya milik papi kan ada, kamu minta saja sama pelayan untuk menyiapkan semua itu. Sudah! Yang begitu saja tidak becus.
Tut ... tut ... tut ...
Panggilan terputus, Reyno mengerucut kesal dengan sikap kakaknya. Tapi memang ia bodoh sih, bisa-bisanya tidak kepikiran hotel milik papinya. Namun ada kepuasan tersendiri saat berhasil mengacaukan acara malam kakaknya. Reyno sempat mendengar suara Tere yang menggerutu di balik sana.
"Kamu ngapain telpon William?"
"Mau tanya lah, Sayang. Kakak kan serba tau, buktinya aku langsung dapat tempatnya."
"Benaran?" tanya Jennie yang mendadak girang. "Aku udah gak sabar banget pengin makan itu, tahu."
"Iya, Sayang." Dielusnya rambut si manja yang sedang nyidam itu. "Pak, kita ke hotel wijaya milik Papi ya," ucap Reyno pada sang supir. Lalu di jawab dengan anggukan tanpa suara oleh pak supir.
"Makasih Sayang, kalau begini kan aku jadi gak marah terus bawaanya. Yang peka dong jadi suami."
"Terus kenapa tadi nyebut nama, Sweetheart?" tanya Jennie heran.
"Sengaja, biar istrinya cemburu. Terus gagal di kasih jatah. Sukurin!"
"Ya ampun Reyno, otak kamu kenapa jadi begini sih? Siapa yang ngajarin." Ada jeweran yang mendarat di telinga Reyno. Jennie benar-benar tidak habis pikir dengan anak yang satu ini.
"Ampun!"
"Siapa yang ngajarin jadi nakal begini?" Jeweran masih belum lepas dari telinga Reyno.
"Yang ngajarin ya, pak mandor dan kawan-kawan. Kalau ada salah satu teman kita yang telponan di kerjaan, biasanya suka bikin istri mereka panas," jawab Reyno jujur.
"Manfaatnya apa coba? Awas ya, berani berbuat seperti itu lagi. Aku gak akan maafin kamu. Norak tahu! Kelakuan kamu," ejek Jennie yang masih kesal.
__ADS_1
"Biar saja, kakak juga sering ngerjain aku. Seimbang kan?"
Huh. Dua mahluk itu memang sama saja. Tidak ada dewasanya. Batin Jennie sambil melengos kesal.
***
Side story
Jennie dan Reyno sudah sampai di hotel. Masih dengan muka bantal, Reyno langsung mencari petugas restaurant dan meminta mereka menyiapkan apa yang Jennie mau. Kedatangannya yang dadakan membuat semua staff mendadak panik. Meski tidak mengenal Reyno mereka sudah tahu sifat Reyno yang harus serba perfect. Naasnya koki utama mereka sudah pulang, sehingga para pelayan harus kelimpungan menyiapkan segalanya. Setelah setengah jam menunggu, akhirnya makanan yang Jennie mau tersaji rapi di depan meja. Jennie nampak bahagia sekali.
"Yuhu ... enak banget!" puji Jennie dengan girang. Jam menunjukan pukul satu pagi, namun ia seperti orang yang sedang menyantap sarapan pagi. Semangat sekali.
Siapa juga yang mau makan jam satu pagi begini dengan wajah sebahagia begitu. Gumam-gumam lirih yang tak sampai terdengar oleh Jennie keluar dari bibir Reyno. Gadis itu masih sibuk makan tanpa peduli.
"Kamu mau gak, Reyn. Enak loh!" Setelah mengabaikan Reyno cukup lama, Jennie akhirnya ingat kalau ada mahluk yang bernafas di depannya.
"Gak!" tolaknya yang sudah keburu marah. Reyno mengambil sepotong semangka sambil memasang ekspresi jutek. Mencoba mengobati mata kantuknya dengan buah itu, walaupun rasanya aneh karena makannya jam satu malam.
"Ya sudah kalau tidak mau," ujarnya lanjut makan lagi.
Terlalu senangnya, Jennie sampai joged-joged dengan memamerkan sepotong daging yang baru ia dapatkan. Persis seperti anak kecil tingkahnya. Bahkan Reyno sampai terheran-geran geli sendiri.
"Idihhh!" lirik Reyno sinis, lalu memasukan sepotong semangkanya ke dalam mulut, mengunyah secara kasar sambil mengumpat di dalam hati.
Menyebalkan, tapi sayang.
***
Aku udah buat versi videonya. Bisa dilihat wajah ngambek Reyno pas makan semangka, juga wajah bahagia Jennie pas makan daging grillnya. Lihat di ig @anarita_be ya, di sini ga bisa kirim video soalnya. Lucu banget loh muka Reynonya.
__ADS_1