Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Jujur Membawa Bencana


__ADS_3

Jennie menutup panggilan video callnya bersama si kembar setelah dirasa cukup. Jam menunjukkan pukul sembilan malam saat Jennie baru selesai melakukan panggilan video. Yang menandakan bahwa di Jakarta sendiri masih jam delapan malam. Namun itu adalah waktu bagi kedua anak-anaknya untuk segera tidur.


Karena kepulangan Farhan yang mendadak, kedua anak kembar itu merengek pada sang papa agar tidak jadi berlibur bersama mami Dina. Mereka berkata ingin menghabiskan waktu liburan bersama paman gantengnya di Indonesia saja. Alhasil, hanya Reyno dan Jennie yang dapat menikmati liburannya begitu saja.


Berbalik badan, Jennie menatap sang suami yang sedang duduk santai di tengah ranjang. Ia sendiri sedang duduk di meja rias karena habis melakukan panggilan video.


"Sepertinya aku punya julukan baru buat kamu ya, Reyn! Maniak ego," sarkas Jennie murka. Wanita itu berkacak pinggang dengan muka sebal. Dari posisi duduknya, ia bisa melihat bahwa Reyno sedang senyum-senyum menatapi fotonya bersama beberapa artis YG Entertainment.


"Maafkan aku, Sayang. Aku memang tidak mudah tergoda dengan wanita-wanita Indonesia. Tapi aku lemah kalau sudah lihat artis Korea."


Ketika kejujuran membawa petaka, Jennie menubruk tubuh Reyno gemas. Meraih onderdil berharga milik sang suami. Lalu diremasnya benda penting itu sekuat tenaga, hingga Reyno menjerit kesakitan. Meronta-ronta sambil berteriak minta ampun.


Jennie tidak peduli, ia masih terus mengeksekusi sang suami. Ia memang menyukai pria jujur, tapi kali ini jujur Reyno benar-benar cari mati.


"Jadi kamu tidak pernah selingkuh bukan karena setia sama aku. Tapi karena belum ada wanita yang sesuai keinginan kamu. Begitu?"


Jennie semakin naik pitam dibuatnya. Sesuai yang Jennie tangkap dari apa yang Reyno katakan menyiratkan seperti itu.


"Aku jawab tapi lepasin tangan kamu dulu. Yang salah aku, enoki gak tau apa-apa, Sayang," rintihnya susah payah.


Akhirnya Jennie melepaskan, di mana Reyno langsung menggenggam kedua tangan Jennie erat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Kalau menurut wajah dan penampilan sih, iya. Aku gak selingkuh karena tidak ada wajah-wajah yang menarik di mata. Je ... K-lovers itu adalah tipe orang yang setia, karena tipe wajah yang mereka sukai tidak mungkin bisa didapatkan dengan mudah. Jadi sejelek apapun pasangan kita nanti, kita tetap akan setia," ungkap Reyno cari mati lagi.


"Kok kamu sialan ya, Reyn!" Jennie mencoba melepaskan belenggu tangan Reyno yang mengikatnya. Darahnya sudah mendidih dengan nafas naik turun. Menahan emosi yang entah kenapa sangat sulit untuk dikendalikan.


"Aku jujur, meskipun kalimat yang aku ucapkan mengandung penyedap rasa dan penuh kebangsatan." Reyno tersenyum jenaka. Tetap cengar-cengir meskipun amarah Jennie terus mengalir.


"Jadi kamu nikah sama aku hanya karena jebakan betmen, ya?" decak Jennie dengan wajah melotot.

__ADS_1


Karena memang pernikahan mereka di awali dengan tragedi malapetaka. Sebuah video salah paham yang terlanjur viral itu memaksa kedua belah pihak keluarga untuk menikahkan Jennie dan Reyno saat itu juga.


"Ya gak gitu juga, Sayang. Dari segi fisik, wajah kamu termasuk 20 persen dari tipe aku. Cantik, tinggi, oriental, natural." Pada akhirnya Reyno buka suara tentang tipe wanita yang ia sukai. Tidak beda jauh dengan pria lain. Tipe wanita kesukaan Reyno juga selayaknya pria normal lainnya.


"Jadi kamu liat fisik juga? Bukan dari hati?"


"Dua-duanya, semua itu adalah paket lengkap. Tapi saat kita sudah menikah, aku mulai jatuh cinta denganmu karena hatimu baik, tulus, setia, dan tetap ada untukku walau saat itu aku tidak punya apa-apa. Belum bisa apa-apa. Jadi, wajahmu yang jauh dari standar cantiknya artis Korea bisa tertutupi dengan kebaikan hatimu."


"Hah?" Jennie melongo tidak percaya.


Meskipun ada sedikit gaya keparat saat mengungkapkan isi hatinya. Tapi sebagian besar yang Reyno ucapkan masuk akal. Fisik dan hati adalah sebuah paket lengkap yang harus saling melengkapi dan menutupi satu sama lain. Meskipun kita tidak cantik, kita dapat melengkapi kekurangan fisik dengan memperbaiki hati sebaik mungkin.


"Aku juga sama, kalau kamu gak ganteng, aku mana mau nikah sama kamu! Apalagi kamu manja banget. Aku yang harus selalu mengalah dan menjadi pemimpin rumah tangga di awal pernikahan kita," balas Jennie agar Reyno ikut marah.


Bukannya marah, pria itu malah tergelak kencang saat Jennie mengungkit masa lalunya.


Jennie mendesah kesal saat tidak mampu membalas ucapan manis suaminya.


Dasar suami menyebalkan, gerutu Jennie kesal. Awas saja, tunggu benca datang padamu.


***


Jam semakin berputar, Jennie dan Reyno sudah selesai melakukan proses pembuatan anak ketiganya. Si CEO pemilik pabrik sudah berhasil mengacak-acak pabrik anak milik Jennie selama tiga ronde. Dan sekarang, perut wanita itu berbunyi kelaparan.


"Laper banget, Reyn! Cari makanan gih, sana! Aku gak suka makanan di hotel ini. Rasanya aneh semua, lidah aku gak cocok sama makanan Korea."


Reyno mendengkus kesal. Bagaimanapun juga, tiga ronde itu telah menguras habis seluruh tenaganya. Sekarang istrinya lapar dan Reyno yang harus bertanggung jawab. Nasib menjadi pria.


"Mau makan apa?" tanya Reyno malas.

__ADS_1


"Chicken smack down, Reyn."


"Hah?" Reyno ternganga sejenak, "makanan apa itu? Kok namanya aneh banget? Aku belum pernah denger nama makanan begituan di manapun," lanjut Reyno sambil menggaruk rambut belakangnya.


"Ayam geprek Yank. Kita kan lagi di luar negeri. Jadi harus pake bahasa asing biar keren gitu, loh. Kalau bahasa Koreanya kan aku gak tau."


Reyno ingin menangis sambil menggigit jempol kaki. Tapi Reyno memilih diam dan membiarkan Jennie berspekulasi dengan otaknya yang sejengkal itu. Lebih baik Reyno menghadapi masalah baru. Di mana ia bisa mendapatkan ayam geprek? Sementara ini bukanlah Indonesia yang hampir di seluruh jalanannya banyak pedagang ayam geprek. Kenapa yang istrinya minta sesulit ini, sih? Reyno meraup wajah frustasi. Lantas berkata,


"Kita baru wik-wik dua malam tanpa pengaman ataupun pil KB. Masa iya kamu udah nyidam duluan," kelakar Reyno, pria itu menelan ludah ketika melihat sang istri melotot tajam ke arahnya.


"Iya ... iya ... aku cariin!" pasrah, Reyno tidak berdaya.


Karma berlaku begitu cepat, mungkin ini adalah balasan untuk suami yang hobinya melirik artis cantik Korea di saat istrinya juga tak kalah cantik dari mereka.


"Nah, begitu kan lebih bagus. Aku gak perlu pake urat dulu buat minta tolong sama kamu. Sana pergi! Jangan kembali ke hotel kalau belum dapat ayam geprek yang aku mau!" ancam Jennie dengan wajah serius.


Padahal ia sengaja mengerjai suaminya. Anggap ini balasan dari sang istri untuk membayar kelakuan Reyno tadi siang.


Reyno bangkit dari duduknya. Memunguti baju-bajunya yang berserakan di atas lantai lalu pergi ke kamar mandi. Tak lama kemudian, pria itu keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan rapi.


"Kaki aku masih lemes banget, beneran kamu gak mau makan makanan yang ada di hotel ini? Cari ayam gepreknya besok aja gimana?" tanya Reyno memelas penuh harap. Pria itu memasang ekspresi kucing manis agar Jennie mau berbaik hati sedikit.


"Boleh sih, besok ... tapi malam ini jangan tidur sama aku. Dan jangan harap kamu bisa dapat jatah lagi selama bulan madu kita berlangsung." Jennie mengedipkan matanya nakal.


"Ya Tuhan, iya aku pergi cari sekarang. Aku lebih lemah kalau gak bisa tidur sama kamu daripada ketemu artis Korea," ucap Reyno sambil berlalu.


Jennie menyunggingkan senyum tipis sambil bergumam, "Secantik apapun wanita pujaanmu, belum tentu dia bisa seperti aku yang selalu jago menaklukanmu."


***

__ADS_1


__ADS_2