
Sebenarnya mau bikin adegan baku hantam. Tapi kayaknya engga cocok sama novel yang temanya unyu-unyu kek gini.
Selamat membaca aja deh...
***
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Reyno menatap Jennie dan Farhan dengan bola mata yang membelalak sempurna. Keduanya langsung terperanjat dan melepas pelukannya secepat mungkin. Farhan terlihat diam dan kaku, sementara Jennie langsung gugup seperti orang yang sudah melakukan kesalahan yang Fatal.
Saking larutnya mereka dalam melepas kerinduan, keduanya sampai tidak sadar bahwa Reyno datang dan membuka pintu. Cowok itu pasti langsung salah paham. Jennie yang paling terlihat panik diantara semuanya. Ia melihat air muka Reyno yang sepertinya marah bercampur kecewa.
"Ini ngga seperti yang kamu lihat, Reyn! Aku bisa jelasin." Jennie langsung berlari kepelukan suaminya. Reyno mundur dan menyingkirkan tubuh Jennie sedikit kasar.
"Jelasin apa, hah? perselingkuhan kalian berdua!" Reyno menatap Farhan. "Aku tidak menyangka kamu orang yang seperi itu, Farhan. Ternyata orang yang sudah ku anggap seperti kakakku sendiri adalah seorang pebinor!"
Apa itu pebinor? Aku baru kali ini mendengar istilah aneh ini. Batin Farhan sambil menyerngitkan dahinya bingung. Bukannya membantu menjelaskan pada Reyno, Farhan lebih antusias memkirkan julukan aneh yang diberikan oleh Reyno.
"Tolong bantu aku jelaskan." Jennie sudah memeleas. Farhan hanya mendesah lemah menanggapi situasi semacam ini.
"Apa yang mau di jelaskan?" Bagi Farhan memang tidak ada yang perlu dijelaskan, ia tidak salah, siapa suruh Reyno datang di waktu yang tidak tepat.
"Jelaskan kalau kita tidak ada hubungan apa-apa." Jennie sudah memegangi tangan Reyno agar jangan pergi sebelum semuanya jelas.
"Saya memang punya hubungan dengan istri anda Tuan Muda." Farhan menjelaskan apa adanya. Mendengar itu Reyno langsung melotot pada Jennie.
Ya Tuhan, Salah besar ternyata meminta bantuan orang seperti Farhan.
Jennie langsung menggeram frustasi, sementara Reyno masuk ke dalam kamar sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai.
"Tunggu di sini, jangan kemana-mana." Gadis itu ikut masuk ke dalam kamar setelah berkata pada Farhan.
"Apanya yang salah, sih? Aku memang mempunyai hubungan dengan Jennie. Kakak adik kan sama saja dengan hubungan." Farhan mengedikkan bahunya, lalu melangkah duduk sambil menunggu Jennie di luar kamarnya.
__ADS_1
Sementara di dalam kamar, Reyno langsung meraih tas ransel dan memasukkan baju-bajunya. Ia tidak tahan melihat kejadian ini. Lebih baik Reyno kabur saja, untuk apa bersama dengan istri yang selingkuh. Apa lagi selingkuhnya dengan Farhan, orang yang jauh lebih hebat darinya. Yang ada di otak Reyno adalah pergi secepatnya dari tempat ini, masalah mau tinggal di mana itu urusan nanti.
"Kamu mau kemana, Reyn?" Jennie menahan Reyno sebisa mungkin. "Kamu belum dengar penjelasan aku, jangan main pergi- pergi dulu." Reyno sudah memakai tas ranselnya, hendak pergi ceritanya.
"Untuk apa aku di sini! Diam-diam kamu selingkuh. Dengan kakak angkatku pula." Reyno memang tahu kalau Jennie sangat tertarik dengan kehidupan Farhan. Namun ia tidak pernah berpikir bahwa hubungan Jennie dan Farhan akan sampai sejauh ini. "Farhan juga sudah mengakui itu kan!" Reyno melengos kesal. Hendak memutar handle pintu.
"Tahan amara kamu dulu, mau kemana? Aku ngga ngelakuin apa-apa sama Farhan." Jennie menghalangi jalan Reyno. Ia berdiri di depan pintu sambil mengepangkan kedua tangannya.
"Mau pergi lah, Jennie kan sudah punya Farhan. Untuk apa menahan Reyno di sini. Dan satu lagi, Reyno punya mata untuk melihat." Nafas Reyno sudah naik turun. Menahan emosi yang entah sulit sekali untuk dikendalikannya.
Untung Reyno bukan tipe anak yang suka main kekerasan. Jika itu bukan Reyno, mungkin sudah ada adegan baku hantam ketika melihat kesalahpahaman ini.
"Farhan itu kakak aku, Reyn." Jennie memeluk Reyno. Mengikat tubuh besar suaminya dengan sepasang tangan mungilnya. Cowok itu hanya diam, tidak membalas, tidak juga melepaskan pelukan Jennie.
"Jennie jangan mengada-ada, mentang-mentang aku suka drama, kamu mau bohongin aku begitu? seorang istri berselingkuh dengan pria, lalu mengatakan dia adalah kakaknya saat ketahuan oleh Sang Suami. Begitu?" Reyno merinding jijik membayangkannya. Bahkan ia tidak pernah melihat drama seperti itu di manapun.
"Aku ngga lagi mengada-ada ataupun mendrama seperti yang kamu pikirkan. Bahkan aku juga masih setengah tidak percaya, Farhan memiliki kalung yang sama persih denganku. Lihatlah!" Jennie melepas pelukkan dan menggoyang-goyangkan liontin kalungnya. "Ini adalah kalung yang diberikan Farhan, ada nama Alan yang tertera di liontin kalungnya. Alan adalah kakak ku yang katanya sudah meninggal." Jennie mencoba menjelaskan dengan cepat, singkat padat.
Bukan karena tenang mendengar penjelasan Jennie yang kurang masuk akal itu. Namun karena logikanya mengatakan, tidak mungkin Farhan menyukai wanita berkarakter seperti Jennie. Apa lagi Jennie adalah istri dari adik angkatnya, mana mungkin Farhan melakukan hal seperti itu, Reyno tahu Farhan sangat menyayangi dirinya.
"Iya Reyn, dan kamu datang saat Farhan baru saja menjelaskan semuanya." Jennie meluk suaminya kembali. Menenangkan Reyno dengan cara mengelus-elus rambut belakangnya dengan satu tangan. Cara yang paling ampuh dan akurat. Terbukti bahwa Reyno sudah dapat mengontrol dirinya kembali.
"Buka baju kamu!"
Eh .. eh ... ada apa ini? Kenapa pakai acara buka baju segala sih?
"Untuk apa Reyn?" Jennie mundur satu langkah. Merasakan firasat buruk yang berhembus tiba-tiba. Bahkan ia sampai memegangi tengkuk lehernya yang merinding. Ngga mungkin kan, Reyno mau berbuat macam-macam. Ada Farhan di luar, mau di taruh kemana muka Jennie.
"Aku butuh bukti kalau kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan Farhan. Salah satunya dengan membuka baju dan memeriksa tubuhmu."
"Gak mau!" Jennie menyilangkan tangannya di depan dada. Hal gila apa lagi yang sedang Reyno pikirkan. Masalah yang satu saja belum kelar, sudah ada masalah baru lagi.
__ADS_1
"Ya sudah kalau tidak mau. Awas! aku mau lewat. Lanjutkan perselingkuhan kalian berdua," ucap Reyno jutek, tangan kekarnya mencoba menyingkirkan tubuh Jennie yang menempel pada bingkai pintu.
"Oke .... oke. Aku buka baju, tapi taruh dulu tas yang ada di pundak kamu." Jennie mengambil paksa tas ransel di pundak Reyno. Lalu ia mulai membuka satu-persatu bajunya. Menyisahkan dalaman yang tidak mungkin ia buka.
"Kenapa di tutupin?" Reyno menyingkirkan tangan Jennie yang di silangkan ke dadanya. "Apa-apan ini? Kamu bilang tidak melakukan apa-apa." Menunjuk satu-persatu tanda kiss mark di tubuh Jennie.
Apa-apaan sih, dia. Ini kan ulahmu semalam Reyno. Jennie melengos kesal. Menutupi kembali tubuhnya dengan tangan. Meski mereka adalah suami istri, tetap saja malu.
"Ini tanda kepemilikanmu. Kamu yang melakukannya semalam, Reyn. Aku dan Farhan hanya pelukkan. Tidak lebih dari itu." Jennie mencoba menjelaskan.
"Aku tidak percaya, aku tidak merasa membuat tanda-tanda seperti itu semalam. Itu bukan perbuatanku."
Sialan, maling teriak maling. Jennie benci sekali situasi seperti ini. Perhatian! Hal seperti ini kerap terjadi dalam rumah tangga, di mana si pelaku tidak sadar saat melakukannya, lalu esoknya ia kebingungan sendiri saat melihat tanda seperti itu.
"Reyn...." Jennie mendekat. "Coba kamu ingat-ingat. Masa kamu lupa sama apa yang sudah kita lakukan semalam." Jennie membelai dada Reyno. Maksudnya ingin menyadarkan suaminya.
"Kau mau menggodaku ya!" Reyno langsung mengangkat tubuh Jennie. Membanting gadis itu di atas pembaringan.
Apa! Apa! Kok malah jadi seperti ini. Sialan!
"Ehmmm ... Reyn. Hentikan! Farhan masih di luar." Justru itu tujuan Reyno, ia ingin memamerkan semua ini pada Farhan.
Hello kitty yang satu ini memang banyak berubah sejak bergabung dengan para bapak-bapak akang gendang di tempat kerjaanya. Reyno oh Reyno.
"Aku harus menghapus semua jejak-jejak Farhan di tubuhmu." Reyno mulai mencumbu gadis itu.
Ahk! Aku bisa gila kalau begini caranya. Si cupu ini pintar sekali sih, balas dendamnya.
***
Informasi updat itu selalu aku kasih tau di ig: @anarita_be ya, soalnya kalau di grup atau coment kadang tenggelam. Jadi untuk yang mau tahu info ter update novel-novel aku, silahkan di follow.
__ADS_1