
"Aku catat ya! Kamu nakal Hari ini."
Apa! Di mana letak nakalnya coba?
Jennie mengerucutkan bibirnya, menatap Reyno yang sedang berbaring di atas ranjangnya sambil menaruh kepalanya di atas boneka tayo kesayangannya.
"Buka baju kamu, atau aku ngambek lima hari." Ultimatum mengerikan itu keluar dari mulut sialan suami manja Jennie.
"Reyn, jangan keterlaluan deh. Ini kan masih siang," ucap Jennie sambil menyandarkan wajahnya di rak buku Reyno. "Memangnya tidak bosan apa, seperti itu terus?" Kesal.
"Tentu saja tidak. Yang seperti itu merupakan bentuk caraku mencintaimu."
Cih! Apa bibir sialan itu di olesi madu? Manis sekali bicaranya.
"Nanti malam saja, aku tidak mau."
"Ayolah, untuk apa sok jual mahal begitu. Aku kan suamimu, kalau ujung-ujungnya mau, kenapa harus dipersulit terlebih dahulu?" Reyn mengeluarkan kalimat ultimatum yang ke dua, membuat Jennie menohok secara spontan.
"Apaan sih? Kenapa ngomonya begitu?" Tidak tahu malu. Memang aku mau, tapi jangan mentang-mentang hati kamu peka, main bongkar-bongkar isi pikiran aku.
Jennie mulai melucuti bajunya tanpa membantah. Kali ini Reyno menang. Secara ini kan di rumanya, lebih baik Jennie menurut saja daripada hidupnya akan dipersusah nantinya.
Pertarungan itu terjadi kembali, di siang bolong sepulang ujian. Bahkan Reyno sendiri belum sempat menemui Maminya. Kata pelayan, Mami Dina sedang pergi ke luar. Jadi mereka belum sempat bertemu. Kebetulan sekali, bisa manja-manjaan dulu di kamar.
__ADS_1
"Terima kasih istriku yang tomboy." Reyno tersenyum puas saat pencapaiannya sudah tersalurkan. Dengan lembut Reyno menarik Jennie ke dalam dekapannya.
Aku lelah. Begini amat sih, memiliki suami. Apa semua wanita yang sudah menikah mengalami nasib sepertiku juga?
"Hari ini, aku ingin menunjukan pada tayoku, kalau aku sudah menjadi pria sejati." Reyn tersenyum hangat.
Berhenti menggunakan boneka sialan itu sebagai alasan, bilang saja kau memang menginginkannya. Dasar cowok mesum!
Ingin rasanya Jennie mengeluarkan kalimat itu, namun di tahannya sebisa mungkin. Gadis itu masih mencoba menstabilkan nafasnya yang naik turun tidak jelas.
"Ingat kataku, nanti jangan bicara pada Mami. Agar ia tahu kalau istriku terlalu berharga untuk di sakiti." Reyno mengecup kening Jennie, tangannya mulai berkeliaran kembali menyusuri bagian tubuh Jennie yang menurutnya favorit.
"I ... iya, Ren." Entah sudah berapa kali Reyno membicarakan hal itu pada Jennie. "Aku boleh tidur?"
"Tidurlah. Tapi kenapa tangan Jennie masih bermain-main di dadaku. Apa masih kurang?" Menyeringai jahat.
***
Akhirnya ibu dan anak itu saling bertemu kembali. Mami Dina memeluk anaknya, menciumi wajah Reyno berkali-laki.
"Mam, hentikan! Mulai sekarang hanya Jennie yang boleh menyentuhku."
Mami Dina menohok, anak bungsu kebanggaaanya sudah berani melawan sekarang. Biasanya Reyno sangat penurut, pasti inu gara-gara terkena racun berbisa anak urakan itu. Pikir Mami Dina.
__ADS_1
"Mami kangen banget sama kamu Sayang. Apa Reyno tidak kangen dengan Mami, Nak?" Dipeluknya lagi tubuh anak bungsunya.
"Tentu saja kangen, Mam." Tapi kalau mengingat perlakuan jahat maminya, Reyno mendadak malas sendiri. Mami Dina seakan tidak paham dengan sifat Reyno yang selalu menjaga dengan baik apapun yang dimilikinya.
"Mana istrimu, kenapa tidak menyurunya datang menemui Mami?" tanya Mami Dina sambil merangkum wajah Reyno.
"Aku melarang Jennie bertemu dengan Mami, lagian untuk apa menanyakan Jennie? Mami tidak suka kan dengan istriku?" Reyno menatap Maminya dengan bola mata malas.
Di mana Mami Dina langsung dapat merasai bahwa Reyno sedang marah kepadanya.
Anakku kenapa jadi begini? Pasti gadis gila itu sudah mengadu macam-macam pada Reynoku.
"Ya ampun, Sayangnya Mami. Kok kamu jadi berani seperti ini sih, Sayang." Mami Dina mendadak panik Karena anak bungsunya sudah memiliki pemikiran sendiri.
"Mam, dengarkan Reyno. Jangan berani mendekati istriku apalagi sampai menghukum dan menyakitinya," ancam Reyno sedikit menggertak.
"Sayang. Kok, ngomong begitu sama Mami kamu. Istri kamu saja yang urakkan, buktinya anak Mami jadi tidak nurut begini. Pasti gara-gara terkena pengaruh anak naka itu. Reyno sayang, ceraikan saja istrimu. Mami akan mencarikan istri yang baik dan cantik untuk Reyno," rayu Mami Dina pada anaknya.
"Jangan pernah berkata seperti itu, Mam. Atau Reyno akan menyuruh Papi untuk poligami saja."
Astaga! Mami Dina terperanjat, reflek ia memegangi dadanya yang hampir setengah jantungan.
Reynoku ... hiks ... hiks... Dasar gadis kecil gila, beraninya kau merebut Reyno dari tangan Dina yang berharga.
__ADS_1
***
Gays, aku ada ngeshare video duet Visual Reyno dan Jennie versi real. Dilihat ya, di instagram @anarita_nvltoon sebelum aku hapus. Tahukan, aku itu pelit. Wkwkwk. Mereka dekat asli di dunia nyata loh. Sampai detik ini masih deket dan akrab. Manggilnya aja Teddy oppa.