
Bagi Reyno, melakukan hubungan intim secara rutin tidak hanya untuk memuaskan hasrat pribadinya saja. Tapi untuk menambah semangat hidup dan mengurangi rasa lelah karena padatnya kegiatan sehari-hari.
Berhubungan intim juga dapat mengurangi kadar insomnia. Lelah bekerja membuat seseorang susah tidur, dan berhubunganlah satu-satunya pemicu yang dapat membuat kita mudah mengantuk. Kenapa kita dapat merasa ngantuk setelah berhubungan intim? Di sini ada sebuah hormon yang bekerja, yang berguna untuk merilex'kan sistem saraf, yaitu endorfin. Rasanya seperti morfin, membuat rilex, candu dan tenang. Nah, ketika tenang pria atau wanita akan merasa nyaman sampai ngantuk. Karena dia dibuai oleh hormon pemicu rasa nyaman itu.
Namun, sudah beberapa hari ini Reyno tidak berani menyentuh Jennie. Tidurnya gelisah, malah kadang suka terbangun tengah malam. Pemicu besarnya adalah, Reyno yang enggan memakai pengaman berbahan silikon itu. Tidak nyaman, rasanya jauh lebih buruk dari main solo. Maka yang bisa ia lakukan adalah menghitung dan menunggu masa subur istrinya terlewat.
Dua makhluk itu sama-sama lebur dalam pemikirannya sendiri. Reyno sibuk menghitung masa subur istrinya, sementara Jennie yang selalu rutin minum pil KB tertawa jahat karena berhasil membuat suaminya putus asa setiap malam. Biarkan saja, sesekali Jennie harus menghukum Reyno agar tidak semakin ngelunjak.
***
"Gak semua cewek suka yang gede-gede, istriku malah bilang lebih suka yang panjang."
Samar-samarĀ Jennie mendengar nasihat bijak bercampur keparat yang keluar dari bibir sialan suaminya. Sejenak, ia merasa menyesal mengikuti Reyno pergi ke bengkel. Tapi Reyno sedang membutuhkan bantuannya, sesekali Jennie memang harus terjun langsung dalam masalah produksi di bengkel
Awas ya, pulang-pulang aku giles punyamu, Reyn. Gerutu Jennie menahan emosi sekaligus malu.
Jennie kembali memfokuskan dirinya pada layar laptop. Karena ia harus segera memeriksa data keluar masuknya barang produksi di bengkel. Mengecek mana merek onderdil yang layak untuk dipertahankan dan yang harus di ganti dengan sesuai standar pasaran.
__ADS_1
"Teh nya, Bu. Seorang penjaga kafe bernama Tuty menyodorkan segelas teh hangat ke meja Jennie.
"Terimakasih Mbak Tuti," ucap Jennie seraya menempelkan bibir tipis itu pada permukaan gelas. Menghirup aroma teh melati yang hangat, lalu menyeruput dan merasakan teh buatan mbak Tuty yang nikmat tiada tara.
Mata Jennie kembali melirik Reyno dan para karyawan cowok yang tengah asih berbincang di sela-sela sepinya pengunjung. Semua cowok memang sama saja, sukanya bahas pisang dan kueh apem di manapun mereka berada, pikir Jennie kesal.
Hmmm. Atau mungkin, itu efek Reyno yang belum mendapatkan jatah berharganya sama sekali. Juga para kariawan yang statusnya menikah tapi jauh dari sang istri. Cocoklah mereka bertemu. Tinggal membuat geng, 'The Mesum Boy'.
"Reyn!" panggil Jennie karena sudah merasa bosan. Barang yang harus di cek terlalu banyak. Jennie baru saja menyelesaikan setengahnya. Namun otaknya sudah terbang memikirkan Cilla dan Cello yang belum dijemput di sekolah.
"Sudah jam 11, jemput anak-anak dulu sana," suruh Jennie, bicaranya agak datar karena iri melihat Reyno santai-santai.
Menoleh ke arah istrinya, Reyno memutus obrolan mesumnya dengan para akang gendang yang sedang berceloteh ria. Lalu berjalan menghampiri sang istri yang sedang duduk manyun di kafe mini bengkelnya. "Kita jemput bareng aja, sekalian aku mau ajak kamu mampir ke tempat Mami."
"Gak deh, Reyn. Aku males, nanti kalau mami kamu jutekkin aku di depan anak-anak kan gak enak. Mereka bisa mikir yang macem-macem," ujar Jennie menolak.
"Jangan gitu, mami sudah bilang mau berdamai dan menerima kamu. Makannya aku ajak kamu ke sana. Lagian ada aku, mami gak akan berani macam-macam."
__ADS_1
"Tapi aku masih belum selesei ngecek barang," keluh Jennie yang kepusingan sendiri.
"Ya biarin aja, itu tugas pak Mandor. Biar nanti dia yang kerjain kalau sudah masuk. Kita jemput anak-anak aja." Akhirnya Jennie mengangguk patuh. Reyno mengambil kunci mobilnya, lalu berpamitan pada para karyawan nya sebelum pergi meninggalkan bengkel.
Mobil mulai melaju. Jennie sibuk main game ular kesukaannya di sela fokusnya Reyno menyetir.
Ular Jennie semakin besar dan sulit digerakkan bobotnya sudah satu juta ton dan siap menabrakkan diri ke mana saja. Ketika ada anak ular, dengan cepat Jennie menabrakkan kepa ularnya pada tubuh si ular kecil yang melintas di depan ularnya. Game over. Jennie memandangi kerumunan ular-ular lapar yang memakan bangkai tubuh ularnya.
Begitulah Jennie kalau sudah bosan main game. Bunuh diri dadakkan adalah alternatifnya. Barang kali mengamalkan bekas tubuh ularnya bisa mendapat pahala. Hehehe. Ular di game tak sekeren ular milik Reyno. Kalau yang itu Jennie tak akan bosan meskipun memainkannya berkali-kali.
"Kamu tumben gak pernah minta jatah ke aku Reyn?"
Reyno yang sedang fokus nyetir mendadak kesal mendengar pertanyaan seperti itu.
"Gak kangen sama aku gitu?"
Saat itu juga Reyno ingin makan ban mobil saja. Dasar cewek, dia yang memberi hukuman dia pula yang menyalahkan.
__ADS_1
Ah, semua ini gara-gara Tayo si boneka beruang besar yang namanya mirip dengan hei Tayo si bis kecil ramah.
***