Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2 Bab- 17


__ADS_3

Untungnya makanan yang mereka pesan cepat datang. Sehingga ada jeda untuk Mila mengatur balasan dari pernyataan Reyno barusan atau lebih baik tidak usah dibalas sama sekali. Hilang dan lupakan.


"Kenapa engga dimakan? Gak suka?" Pertanyaan Reyno sukses membuat Mila tersipu. Rasanya seperti seorang pacar yang sedang diperhatikan kekasihnya. Ada sedikit keberanian untuk Mila mendongak seraya berkata,


"Suka kok!" Dengan berat hati Mila menganggukan kepala, mencoba memakan batu di atas piring tanpa berani melihat wajah Reyno kembali.


Batu, ya menurut Mila memang sensasinya bagaikan sedang menelan batu. Makanan yang terlihat enak itu sama sekali tidak ada rasanya di mulut Mila. Bahkan, butuh waktu tiga menit untuk ia menelan satu suapan. Selain gugup karena ada Reyno di depannya, ia juga masih takut istri Reyno akan datang dan melabrak gadis itu. Seperti adegan yang ada di film-film. Bagimanapun juga ini adalah pertama kalinya ia mencintai suami orang.


Reyno sudah selesai dengan hidangan ringan yang ia makan. Ia kembali fokus pada pembahasan yang ingin segera cepat ia tuntaskan. "Jangan bersikap menyedihkan seperti itu!"


Ya! Mila tertegun, lantas menelan paksa sisa makanan yang ada di mulutnya. Disingkirkannya piring itu ke samping. Pertanda ia sudah tidak ingin makan lagi.


"Maksud Kakak apa, ya?"


Reyno mengelap mulutnya dengan tissu, membuat bibir itu memucat sesaat dan berubah lebih merekah. "Wajahmu terlihat seperti orang yang habis di tolak laki-laki, padahal aku tidak menolakmu!"


"Jadi ... maksud Kakak ... mau menerima cintaku?" Ada binar harap yang berujung salah paham.


"Enak saja. Aku tidak melakukan apa-apa. Tidak menolak, apa lagi menerima. Biasa saja. Aku akan menganggap hal ini tidak terjadi, asal kamu mau mengerti kalau aku sudah punya istri. Artinya! Jangan menaruh hati padaku lagi."

__ADS_1


Ck. Setitik harapan di hati Mila kembali memudar, namun buru-buru ia tepis dengan perasaan kuat yang ada di lubuk hatinya.


"Hatiku adalah milikku. Salahkah jika aku mencintai Kakak? Sayangnya manusia tidak dapat memilih untuk siapa perasaannya berlabuh. Aku akan tetap mencintai Kakak meskipun aku tahu Kakak sudah punya istri."


"Membuang waktu saja!" cetus Reyno kesal. Ya, ia paling geram dengan perempuan keras kepala seperti ini. Padahal posisi Mila jelas berada di jalan yang salah.


"Bagi Kakak mungkin seperti itu. Tapi bagiku tidak ada kata membuang waktu. Aku menyukai Kakak sejak pertama bertemu."


Astaga. Mila merasa begitu berani sekaligus kurang ajar. Cinta telah berhasil membutakan mata hatinya. Hilang sudah tabiat polosnya selama ini. Masih menetralkan dada yang berdebar tak menentu. Mila mencoba membalas tatapan beku yang tertuju padanya.


"Izinkan aku mencinta kakak dalam diam."


"Kenapa Kak? Aku akan mati jika Kakak menyuruhku berhenti mencintai Kak Rey."


"Menyebalkan sekali ya, dirimu!" Reyno mulai naik pitam dengan pernyataan Mila barusan. Padahal sebelum menemui Mila, Reyno sudah diperingatkan oleh Alex agar hati-hati ketika berbicara dengan gadis itu. Selain sensitif, ia juga memiliki penyakit jantung bawaan lahir.


"Perasaanku untuk Kakak tidak main-main."


Tch! Ternyata menghadapi seorang pelakor tidak semudah yang Reyno bayangkan. Bukannya jatuh cinta, Reyno malah semakin jijik dengan sikap Mila yang egois.

__ADS_1


"Seorang laki-laki yang sudah memiliki istri sama sekali tidak pantas untuk kamu cintai, Mila. Jika kamu berada di posisi istriku—kamu juga tidak akan rela melihat suaminya disukai wanita lain."


Menyunggingkan senyum tipis. Tatapan Mila pada Reyno semakin berani. Ia merasa sudah terlanjur hina untuk berserah—hingga ia memutuskan untuk maju dan pantang menyerah.


"Sayangnya aku tidak ingin berada di posisi istri Kakak. Aku akan terus berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan. Meskipun tidak banyak celah dan caranya salah. Aku akan merebut kakak dari Jennie!"


"Beraninya kau!" Bentakkan Reyno beserta gebrakan keras membuat Mila terperanjat. Tubuhnya mendadak gemetar bersamaan dengan sensasi hujan pisau yang menikam sekujur tubuhnya.


Setelah mencoba menjadi pelakor yang kuat, akhirnya Mila kembali pada wujud aslinya. Air mata yang ia tahan selama ini pecah. Terjun bebas membasahi pipi dan berjatuhan ke atas tangan. Tak sekuat yang ia bayangkan, menjadi orang ketiga begitu memilukan. Hatinya tidak sekuat pelakor sungguhan.


"Kenapa Kak ... kenapa nasibku tidak bisa seberuntung istrimu!" Mila menjerit seolah sedang dieksekusi mati oleh Reyno. "Kenapa hidupku begitu miris? Padahal Kakak adalah cinta pertamaku. Harusnya, aku mendapatkan balasan yang spesial dari orang yang pertama aku cintai bukan?"


Bgrugh! Setelah puas teriak, Mila terpuruk miris di atas lantai. Nafasnya terasa sesak. Dadanya mendadak nyeri seperti paham atas kegamangan yang ia rasakan. Ngantuk. Perlahan pandangan Mila mulai kabur dan telinganya berdengung ngilu. Sesaat kemudian, ia sudah tidak tahu apa yang terjadi di dunia nyata.


Sambil memegangi bagian dada, Mila tergeletak tak sadar diri. Membuat semua mata panik dan teriak melihat kejadian ini.


***


Ada total 4 Bab tentang pelakor, ini merupakan edukasi ya. baca dan pelajari agar kalian paham apa yang harus di lakukan. ketika menjadi suami, istri, ataupun pelakornya sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2