Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Bab 1


__ADS_3


Bumi seakan berhenti berputar pada porosnya saat tuan muda tampan itu sedang merajuk-rajuk dengan tingkah manjanya.


Pasokan udara yang Jennie hidup secara gratis mendadak hilang ketika Reyno sudah mengucapkan kata,


'Terserah!'


Jimat andalan pria manja berhati melankolis itu.


Jika di tanya kenapa? Jawabannya selalu singkat.


'Gak kenapa-napa!'


Satu kalimat yang membuat kepala Jennie bagai bom atom yang siap meluluh lantahkan dunia.


Satu lagi....


Jennie dituntut harus peka dan menerka-nerka setiap masalah yang ada di antara mereka. Jika Jennie salah menebak, jangan harap Reyno mau diajak bicara.


Namun, dibalik semua itu Jennie merasa beruntung. Pernikahannya dengan Reyno berjalan lancar selama empat tahun. Meskit sering bertengkar, Jennie dan Reyno belum pernah berselisih paham dengan masalah orang ketiga. Bahkan Reyno sangat mencintai Jennie. Bisa dibilang, Jennie adalah bucinnya Reyno.


***


"Mati aku!" Jennie tersadar dari tidur nyenyaknya. Jantungnya berdegup kencang seperti ada ribuah kuda yang berlarian di dalamnya. Segera saja ia membangunkan suaminya yang sedang terlelap dengan tarikan nafas indahnya. Reyno terlihat pulas sekali. Mungkin kelelahan setelah melakukan aktifitas senggamanya.

__ADS_1


"Reyn, bangun dulu. Aku lupa belum minum pil KB." Jennie menggoyang-goyangkan tubuh Reyno. Pria itu hanya menggeliat-geliat kecil sambil meraih boneka yang sudah menjauh dari tubuhnya.


"Bangun atau aku buang tayo kamu!" ancam Jennie, gadis itu merebut boneka tayo yang ada di dipelukkan Reyno.


"Kenapa sih Je, masih malam juga. Yang tadi masih kurang? mau tambah berapa ronde lagi Jennie—nya?" Reyno membuka matanya perlahan sambil mencebikkan bibir. Mengucak mata rapatnya untuk menghilangkan rasa kantuk. Nada suaranya memang begitu, lembut, jutek, manja, bercampur jadi satu. Padahal usianya sudah hampir dua puluh tiga tahun.


"Aku belum minum pil KB—nya," tutur Jennie sambil melempar bonekanya ke dada Reyno.


"Kamu ngga sopan ya sama suami kamu. Mau aku hukum lagi?" Ditariknya tubuh Jennie masuk ke dalam dekapannya. Lalu menciumi wajah itu dengan gemas. Jennie sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, hentikan sebelum kenakalan Reyno semakin menjadi.


"Maaf Sayang. Tapi aku belum minum pil KB," keluh Jennie sambil menaruh boneke besar Reyno di anatar mereka. Agar jangan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tentunya.


"Ya sudah, minum dulu sana."


Jennie tidak mau sampai hamil lagi. Bahaya. Memiliki dua anak kembar nakal itu saja sudah merepotkan baginya. Apa lagi di tambah satu. Please, bagaimana ini?


"Coba kamu buka laci di sebelahmu. Sudah aku bawakan. kamu tuh ya, selalu saja teledor begitu." Mata itu terpejam. Namun mulutnya berbicara, menghakimi istrinya yang sangat pelupa.


"Aaaa. Makasih Sayang, kamu memang malaikat penolongku, Reyn." Jennie tersenyum riang. Anak itu segere meraih air putih di atas nakas dan meminum obat berbentuk pipih yang baru saja ia ambil dari dalam laci. Lalu berbaring lagi, bersiap untuk tidur.


"Tanggung jawab, kamu sudah bangunin aku loh," decak Reyno sambil membenamkan kepalanya di bagian favorit milik istrinya. Tangannya memeluk tubuh kecil Jennie seakan takut istrinya pergi.


"Iya Sayang. Mau diapan?" tanya Jennie sambil menepuk-nepuk punggung suaminya. Dilihat mata cantik itu sudah terpejam kembali dalam dekapan Jennie.


"Dipeluk, disayang, di elus-elus, atau dicium-cium. Pokonya sampai aku bobo," ucap Reyno dengan mata tertutup. Mulutnya saja yang sadar, sebagian jiwanya mungkin sudah on the way ke alam mimpi.

__ADS_1


"Iya ... iya, Sayang. Uluuhh, manja banget sih, ini. Berasa punya anak tiga jadinya. Suaminya siapa hayo?" goda Jennie sambil menjawil hidung mancung suaminya. Jennie tahu kalau Reyno paling suka diperlakukan seperti itu


"Suaminya Jennie dong, memangnya suaminya siapa lagi?" Reyno masih berusaha menjawab pertanyaan Jennie dengan mata tertutup.


Hingga keduanya sama-sama terlelap dalam tidurnya.


***


Jennie POV.


Namanya Reyno, dia suamiku yang paling manja sejagat raya. Kami menikah muda karena sebuah insiden salah paham di sekolah kami.


Pernikahan kami menjadi malapetaka terburuk yang berujung kebahagiaan. Kala itu, Reyno dan aku terjebak berdua di dalam toilet guru. Saat itu aku sedang berganti baju setelah selesai , namun Reyno tiba-tiba masuk ke dalam dengan wajah panik ketakutan. Bodohnya aku memang, aku lupa mengunci pintu kamar mandi.


Ada banyak sekali rintangan yang menimpa kehidupan kami setelah menikah. Suamiku yang manja dan tidak bisa apa-apa. Bahkan sampai ibu mertua yang membenciku hingga detik ini.


Awalanya hidup kami sangat susah. Aku dan Reyno di usir dari rumah utama. Reyno bekerja menjadi seorang kuli bangunan yang gajinya tidak seberapa. Bahkan kami pernah kelaparan gara-gara tidak ada uang. Makan mie instan sepiring berduapun pernah.


Beruntung Reyno memiliki otak yang sangat pintar. Saat aku memutuskan menjual motorku untuk modal usaha— Reyno bisa mengembangkan modal itu dengan sangat baik. Sehingga hidup kami cukup membaik. Mandiri tanpa bantuan orang tua.


Oh ya, kami juga di karuniai anak kembar, Cilla dan Cello namanya. Anak kami berusia tiga tahun lebih. Cantik dan tampan seperti ayah ibunya. Hehehe.


***


Holla? Mana sambutannya untuk season ke dua 😍😍😍. Cukup like dan komen aja, kok

__ADS_1


__ADS_2