
Dari sekian banyak destinasi negara wisata, akhirnya Reyno memutuskan memilih Korea sebagai tempat untuk mereka berliburan sekaligus memproses anak ketiga. Padahal, sebelumnya Reyno berencana pergi ke Paris karena Jennie ingin melihat menara Eifel. Namun, wanita bodoh itu masih bisa dirayu dengan berbagai alasan busuk seorang Reyno. Salah satunya Namsan tower yang kata Reyno mirip dengan menara Eifel di Paris. Akhirnya Jennie setuju untuk berlibur ke Korea.
Aroma K-Pop langsung menguar pekat begitu mobil yang Reyno tumpangi berhenti tepat di depan gedung YG Entertaiment. Reyno dapat masuk karena memiliki hak istimewa atas nama Revikal Grup. Dikarenakan salah satu artis kebanggaan YG menjadi brand ambassador dari produk kosmetik yang berlabel dari PT Revical.
Sebenarnya YG sendiri juga sudah menyediakan fasilitas untuk para pengunjung berinteraksi dengan idolanya, hanya saja tempat itu belum diresmikan untuk dibuka.
"Huah, bau surga!" puji Reyno merentangkan kedua tangannya bangga. Jennie menyerngit heran.
"Apanya yang surga?" Wanita itu memeluk tubuhnya sedikit dingin. Mendekati bulan Desember, korea sudah memasuki musim dingin walau belum begitu terasa karena suhunya masih di atas 14 derajat celcius. Namun, untuk ukuran kulit Indonesia cuaca di bulan ini sudah termasuk dingin dan menusuk kulit tipis mereka.
Reyno dan Jennie mulai masuk ke dalam gedung berpenampilan aestetik yang belum lama di bangun itu, terletak di lingkungan Hapjeong di Distrik Mapo, Seoul, tepat di sebelah gedung lama YG Entertainment. Gedung baru ini berdiri di atas tanah seluas 3.145 meter persegi, terdiri dari sembilan lantai dengan lima lantai tambahan di bawah tanah. Total luas lantai bangunan adalah 19.835 meter persegi.
Berbeda dengan bangunan lama, gedung baru YG Entertainment ini telah meningkatkan semua fasilitas beserta perabotannya. Tidak hanya memiliki total 14 lantai, gedung tersebut juga menggunakan berbagai fitur. Termasuk adanya auditorium multi lantai, tujuh ruang latihan dansa besar, tujuh studio rekaman besar, dan 30 ruang produksi musik individu yang akan digunakan oleh artis sekaligus produser YG Entertainment.
Selain itu, kafetaria baru YG Entertainment akan menyuguhkan menu makanan rumahan yang dibuat langsung oleh koki terkenal. Seluruh lantai 2 gedung baru telah dirancang untuk menjadi zona restoran agensi.
Lalu ruang bawah tanah akan mencakup fasilitas olahraga dan hiburan untuk memberikan kenyamanan bagi artis dan karyawan. Semua karyawan agensi sudah secara resmi pindah ke kantor baru pada bulan September kemarin. Dan gedung baru YG Entertainment ini masih terhubung dengan bangunan lama melalui sebuah jembatan.
"Apa kau tahu? Artis YG adalah artis yang paling sulit untuk ditemui para penggemarnya, loh." Reyno mulai berceramah di depan lobi gedung YG selagi menunggu tour guidenya yang akan membimbing mereka berkeliling datang.
"Aku tidak ingin tahu," sungut Jennie sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Wanita itu cemburu melihat penampilan suaminya yang nampak keren dengan model rambut baru yang dipotong dengan gaya ala boy band Korea.
"Siapapun pengunjung yang datang ke YG, tidak diperkenankan membawa kamera dan alat semacamnya, kecuali kamera ponsel," ucap Reyno yang mendadak cerewet sekali.
"Aku tidak peduli!" ketusnya malas.
"Semua artis YG tidak ada yang operasi loh, Je. Katanya wajah mereka semua alami. Hanya saja mereka mendapat perawatan berbeda, tergantung kepopuleran member grupnya."
__ADS_1
Jennie mendengkus kesal. Tidak peduli sama sekali.
"Di gedung ini, semua membernya harus mengikuti ketatnya peraturan. Tidak boleh ada skandal percintaan bagi para grup band. Laki-laki dan perempuan tidak boleh saling berinteraksi. Bahkan ketika makan siang, semua member perempuan dan laki-laki harus makan secara bergantian. Tidak boleh makan bersama."
Sungguh. Jennie benar-benar tidak ingin tahu. Wanita itu semakin mendengkus kesal dengan kebawelan suaminya.
Ketika Wibu bertemu dengan K-Popers, segala sesuatunya tidak akan pernah nyambung. Jennie lebih menyukai sesuatu yang berbau Jejepangan, sementara Reyno menggilai segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea.
"Apakah di sini ada Song Hye Kyo?" tanya Jennie karena ia tahu Reyno sangat menggemari artis itu.
"Tidak ada, Sayangku. Semuanya yang ada di sini adalah musisi," terang Reyno.
"Bagus, deh. Kalau begitu aku tidak memiliki saingan. Semoga saja kau tidak bertemu dengan Misoa itu."
"Jisoo, Sayang!" seru Reyno membenarkan. Jennie berdecih sebal sambil memutar bola matanya—malas.
Tak lama kemudian, Jennie dan Reyno di sambut oleh salah seseorang yang akan membimbing mereka berkeliling nantinya. Dia mampu menguasai dua puluh empat bahasa. Sehingga tidak perlu repot dalam berinteraksi.
"Tidak, Tuan! Jisso dan Rose ada di ruang latihan. Kim Jennie sedang izin karena pergelangan kakinya mengalami cedera patah tulang setengah tahun yang lalu. Dia harus memeriksa keadaan kakinya seminggu sekali, dan mengurangi sedikit gerakan dance demi kepulihannya," terang si pembimbing itu.
"Ah, kasihan sekali dia," ucap Reyno iba. Padahal, Reyno tahu kalau sebagian besar penampilan girl band Korea harus menggunakan koreografi yang cukup menguras gerakan tubuh. Pastinya Kim Jennie sangat bersusah payah dalam menyempurnakan penampilannya di atas panggung selama ini.
"Oh, ya? Bagaima dengan Lisa? Apakah aku bisa bertemu dengannya nanti?" tanya Reyno yang semakin bertambah antusias.
Ia masih terus menggenggam tangan istrinya. Walaupun Reyno tahu Jennie menahan rasa gondok dalam diamnya.
"Lisa kami sedang mempersiapkan single baru untuk persiapan come backnya dengan seniornya G-Dragon. Mereka sedang berada di ruang studio rekaman di lantai tiga," ucap pembimbing itu yang terus berjalan.
Tak lama kemudian, tour guide itu mengajak Reyno dan Jennie memasuki ruang latihan khusus member senior YG. Ada Jisoo dan Rose yang tengah latihan bersama mentor koreografi mereka.
__ADS_1
"Mohoh maaf, Tuan. Kalian hanya memiliki waktu 2 menit untuk sekedar berfoto dan meminta tanda tangan. Dilarang mengobrol karena manager mereka melarang," ucap pembimbing jalan itu dengan berat hati.
"Baiklah, fotokan aku dengan Jisoo. Apa kamu mau ikut foto juga?" Reyno menoleh pada sang istri yang bibirnya terus manyun tanpa henti.
"Tidak, kamu saja!" cetus Jennie jutek.
Tak mau kehilangan momen langka. Reyno memilih egois dan berfoto dengan salah satu member Blackpink yang tercantik, yaitu Jisoo. Lantas bersalaman dan langsung meninggalkan area latihan.
"Jangan cemburu ya, Sayangku. Anggap saja ini hadiah untuk suamimu. Kapan lagi aku bisa berfoto dengan member Blackpink," bujuk Reyno dengan sejuta rayu. Jennie membalasnya dengan berdeham. Malas meladeni suaminya yang ngeselin.
Setelah memasuki ruang latihan koreografi, pembina jalan itu mengajak Reyno dan Jennie ke studio rekaman di mana ada Lisa dan G-Dragon sedang latihan bersama.
Alunan musik hip-hop terdengar berisik saat pintu kedap suara itu dibuka. Lisa dan kakak seniornya saling beradu dalam kemampuan rapper mereka yang handal.
"Ngomongnya cepet banget," gerutu Jennie sambil memegangi telinganya ngilu.
"Itu namanya nge' rapp Sayang. Mereka berdua adalah dua rapper kebanggan YG. Yang cowok adalah senior, merupakan grup boy band yang paling berkontribusi besar untuk YG Entertainment. Bisa dibilang ia adalah anak emas YG. Grup band, komposer, rapper, produser, semua diborong sama dia. Pemasukannya untuk YG lebih dari 800 juta won pertahunnya."
Serakah banget," ejek Jennie masa bodo.
Musik di matikan. Lisa Blackpink tersenyum imut ke arah Jennie. Di ikuti oleh G-dragon yang berjalan ke arah Reyno dengan wajah ramah.
"Anyoeng haseyo," sapa Reyno duluan. Lalu dibalas dengan kalimat yang sama oleh mereka berdua.
"Kok banyak tattonya?" bisik Jennie di telinga Reyno. "Tapi keren, kayak fakboy gitu. Tipe aku banget waktu masih SMA. Aku mau foto sama dia." Sengaja Jennie memanasi biar Reyno tahu rasa.
"Kita pulang. Dia gak bisa foto kamu kamu," tandas Reyno kesal.
__ADS_1
Entah mengapa, Reyno mendadak jengkel ketika mendengar Jennie berkata bahwa GD keren dan tipe dia banget. Demi apapun, Reyno memang memiliki sisi egois dibalik sikap manisnya selama ini.
***