Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
Penjelasan


__ADS_3

Setelah menunggu satu jam. Akhirnya Reyno keluar dari kamarnya dengan membusungkan dadanya bangga. Farhan langsung menghela nafas lega karena gendang telinganya berhenti keracunan suara-suara jahanam itu. Bagaimana bisa dua bocah tidak tahu diri ini menodai telinga Farhan yang Berharga. Sialan!


"Hallo Farhan..." Reyno duduk di samping Farhan. Tersenyum jenaka seperti orang tidak punya dosa. Sementara Jennie langsung lari ke kamar mandi, membawa handuk untuk membersihkan dirinya.


Hishh. Rasanya aku tidak ingin keluar dari kamar mandi. Mau di taruh di mana mukaku ini. Kakakku pasti mendengarnya kan? Lelaki cupu sialan itu pasti sengaja membuat aku teriak seperti tadi. Cih! Awas kau Reyno. Jennie.


"Lama tidak bertemu. Apa kabar Tuan Muda?" Farhan bertanya dengan bahasa sopan dan lugas. Mereka mulai ngobrol-ngobrol sambil menunggu Jennie keluar dari kamar mandi.


Tidak ada pembahasan mengenai fakta baru bahwa Farhan adalah kakak kandung Jennie. Pria itu hanya mendengarkan Reyno mengoceh, membicarakan kebahagiannya. Termasuk cerita 21+ yang belum lama ini Reyno rasakan. Sengaja Reyno pamer begitu, agar Farhan memiliki keinginan untuk menikah. Ceug urang sunda ngarana ngabibita.


"Bagaimana? Apa kamu ingin menikah setelah mendengar ceritaku Farhan?" Reyno memiringkan kepalanya ke kiri sedikit. Berharap kaka angkatnya akan tegiur mendengar ceritanya barusan.


"Terima kasih Tuan Muda. Bagi saya wanita hanyalah lintah yang menempel di tubuhku, mereka itu sangat merepotkan. Saya belum siap untuk hal semacam itu." Ingatannya kembali lagi pada Tere si wanita yang di jodohkan dengan William. Hii, Farhan merinding jika mengingat cacing betina model begitu.


Jennie keluar dari kamar mandi, ada handuk yang melilit di lehernya. Ia sudah memakai baju dari kamar mandi. Tinggal bergabung dan memperjelas masalah yang belum terselesaikan tadi. Meski canggung, ia tetap harus ikut bergabung.


"Hai!" Menyapa dengan sejuta kecanggungannya. Gadis itu berdiri di samping Reyno, karena memang hanya ada dua kursi, satu di duduki oleh Farhan, dan satu lagi di duduki oleh Reyno.


"Duduklah di sini!" Reyno menarik tubuh Jennie, mendudukan gadis itu dipangkuannya. "Jadi jelaskan, ada drama apa diantara kalian?" Pembicaran mulai mengarah pada hal serius.


"Tuan Muda, sepertinya adikku sudah menceritakan semuanya padamu. Tidak ada yang perlu di jelaskan, Jennie adalah adik kandung saya." Farhan memalingkan wajahnya, ia risih melihat dua mahluk yang sok memamerkan kemesraanya. Apa lagi jika mengingat kejadian tadi. Harus mendengarkan adegan live streaming. Untung jiwanya kuat seperti baja, kalau tidak ia bisa main solo rank di kamar mandi. Hahaha.

__ADS_1


"Itu terlalu aneh. Kalian berdua kakak beradik, rasanya tidak mungkin. Sama sekali tidak ada kemistry yang menunjukkan kalian adalah kaka beradik." Reyno nampak berfikir, sambil matanya bolak-balik memperhatikan wajah Jennie, lalu berpindah pada Farhan. Memang agak sedikit mirip, sih. Pikir Reyno sambil meneliti.


"Apa yang membuat anda merasa tidak yakin, Tuan?" Farhan menatap Reyno serius. Jennie hanya diam di pangkuan suaminya.


"Tentu saja perbedaan kalian berdua. Farhan sangat pintar dan mempunyai otak yang sangat encer, sedangkan istriku, rumus x dan y saja tidak mengerti." Reyno berfikir lagi, apa jangan-jangan mereka berdua sedang main drama kakak beradik ya, untuk menutupi kesalahan.


"Hei! kenapa membandingkan seperti itu?" Jennie mencubit kedua pipi Reyno. Hal yang paling menyakitkan dalam sebuah persaudaraan adalah dibanding-bandingkan. Apa lagi kalau sudah menyangkut otak. Meskipun kaka beradik tidak akan memiliki otak yang sama. "Kamu kan memang bodoh," balas Reyno sambil menciumi wajah Jennie.


Mereka berdua benar-benar tidak menghargai seorang jomlo yang sedang duduk di depannya. Biarpun Farhan tidak tertarik dengan wanita, namun ia juga manusia. Bisa baper melihat adegan seperti itu.


"Reyn! Farhan itu memang kakak ku? Coba perhatikan wajahku, pasti mirip dengannya."


Farhan membalas, "sekalipun Jennie bukan adikku, aku tidak akan tertarik dengannya.Tenang saja Tuan Muda, kalian berdua adalah variasi manusia yang sudah di takdirkan untuk bersama. Seperti spongebob yang tidak bisa dipisahkan dengan patrick." Cih, dua mahluk yang sama-sama bodohnya.


"Dari mana kamu tahu spongebob dan patrick tidak bisa dipisahkan?" Jennie menyipitkan matanya heran. Tadi dia tidak salah dengar kan. Apa Farhan si manusia garang menonton acara anak-anak itu seperti itu?


"Kamu tidak tahu ya, Farhan itu penggemar berat kartun spongebob." Reyno melirik Farhan yang melotot ke arahnya. "Entah penggemar atau haters, yang jelas Farhan selalu marah-marah saat menonton acara itu, tapi dia tidak mau berhenti menontonnya." Reyno asik bicara, sampai lupa bahwa mereka sedang membicarakan hal yang serius tadinya.


"Terus ... terus? Ceritakan semua tentang kakaku lagi." Jennie antusias sekali. Ia ingin tahu keanehan apa yang ada di dalam jiwa berharga Farhan. Kakak misteriusnya.


"Dia akan marah-marah ketika melihat spongebob di sengat oleh ubur-ubur, lalu menyumpah serapah kebodohan mereka. Untuk apa mencari ubur-ubur, apa dua mahluk itu tidak ada kerjaan?" Menirukan suara Farhan. "Lalu Farhan akan membanting remot tv nya."

__ADS_1


"Hahaha... benarkah kakakku seperti itu?" Jennie tak bisa menghentikan gelak tawanya. Tak menyangka Farhan memiliki sisi kehidupan yang unyu-unyu begitu.


"Siapapun tidak akan menyangka bahwa pria gunung es seperti Farhan memiliki sifat begitu, hanya William dan aku yang tahu rahasia Farhan. Ya, umurnya sudah dua puluh tujuh tahun, bukannya mencari istri di waktu luangnya, tapi sibuk mengurusi kelakuan bodoh tokoh kartun kesukaanya. Setiap istirahat Farhan selalu makan siang di dalam kantor sambil menonton kartun spongebob, lalu buru-buru mematikannya saat Papi datang." Reyno ikut tergelak, sambil membenamkan wajahnya di perut Jennie.


Awal mulanya Farhan tidak sengaja melihat kartun spongebob saat menyalakan tv. Dan Farhan bilang bahwa semua adegan mereka terlalu konyol. Namun lama-kelamaan Farhan semakin dibuat penasaran. Apa masih ada yang lebih tidak masuk akal lagi di acara kartun itu.


Ternyata ada banyak hal yang membuat IQ Farhan merasa ternodai. Contohnya, Tupai yang tinggal di bawah laut, sepeda squidword yang rodanya tidak bulat, membeli tv lalu mengambil karusnya untuk berimajinasi, dan jangan lupa, spongebob memiliki kucing berbentuk siput. Apa lagi jika memikirkan plankton yang selalu berusahan mencuri reasep krabby patty. Kenapa tidak beli saja coba? Farhan geram sekaligus penasaran. Lama-lama ia jadi ketagihan menontonya.


"Sepertinya anda ingin menantang saya ya, Tuan Muda?" Farhan kesal karena Reyno membongkar aibnya. Mata itu menatap Reyno penuh ancaman.


"Kenapa? Bukannya Jennie itu adikmu? Tidak pa-pa dong, aku menceritakan ini pada adikmu." Reyno masih setia memamerkan kemestraanya. Membuat Farhan semakin kesal dengan sifat kekanak-kanakan Farhan.


"Itu bukanlah hal yang menguntungkan untuk di ceritakan." Farhan sudah habis kesabaran. Susunan rencana yang ada di otaknya mendadak kacau gara-gara kehadiran Reyno si manja. Harus nya tidak begini, masih ada banyak hal yang ingin Farhan bicarakan dengan adiknya.


"Kak, sudah jangan bertengkar. Aku tidak akan menceritakan hal ini pada siapapun. kamu tenang saja." Jennie menjerit senang dalam hatinya, ternyata ada juga kejelekkan di balik segala kesempurnaan Farhan.


Kira-kira wanita seperti apa ya? Yang akan menjadi istri Farhan nanti.


***


Like, vote, follow ya... nanti aku up lagi kalo moodnya baik.

__ADS_1


__ADS_2