Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Bab 39


__ADS_3

Setelah mengunjungi semua orang-orang yang ia sayang. Reyno pergi mampir ke bengkelnya sebentar, membawakan makanan untuk anak-anak yang masih bekerja di bengkel. Barulah ia pulang, menemui anak dan istri yang mungkin sedang menunggunya di rumah tercinta.


"Papa pulang ... papa pulang ... papa pulang!" Cilla dan Cello bersorak riang saat melihat kedatangan orang yang paling ditunggu oleh mereka seharian ini.


Reyno tersenyum di tengah rasa lelahnya, meletetakkan barang bawaannya di atas meja, lalu mulai memangku kedua bocah itu. Tak lupa ia mencium kedua pipi mungil Cilla dan Cello dengan penuh kasih sayang.


Ah, tiba-tiba Reyno teringat sesuatu. Sahsa. Di mana gadis itu? Apa Jennie sudah berhasil mengusir anak menyebalkan itu?


"Cilla, tante Caca di mana?" tanya Reyno.


"Ante puyang, Pa. Katanya mau pelgi ke Amelika, Cilla gak diajak ama ante, tau." Fiuh, Reyno menghela nafas lega saat mendengar kabar bahwa Sasha sudah pergi. Lalu mengusap lelehan bening yang hampir meleleh di sudut mata itu.


"Cilla jangan nangis ya, nanti kalau sudah besar ke Amerika. Sekarang sekolah dulu yang pinter."


"Iya, Pa. Gak nangis lagi," ujar Cilla seraya tersenyum.


Cello yang mengendus bau makanan enak langsung menunjuk bungkusan plastik putih di atas meja. "Papa mau itu. Itu apa, Pa?" tanya Cello yang sudah menelan ludah sedari tadi.


"Oh ya Ampun. Papa lupa, Sayang. Tadi Papa beliin pizza buat kalian."


"Pijja, Pa?" Cilla yang paling menggemari makanan itu langsung berseru riang.


"Iya, Pizza. Makan yukk!"

__ADS_1


"Hore ... makan pijja, Papa Teddy baik." Seru Cilla. Sementara Cello sudah membuka plastik itu karena sudah tidak sabar ingin makan.


"Mama panda mana, Ell? Panggil mama dulu, gih," suruh Reyno saat merasa ada yang kurang lengkap.


Cello mengambil sepotong untuk Cilla, lalu mengambil untuk dirinya dan berlari menuju kamar. Memanggil sang mama yang ada di dalam sana.


"Mama ... Mama, Papa pulang bawa pitsa, cepet keluar. Nanti diabisin sama adek."


Reyno tersenyum bahagia melihat tingkah anak-anaknya. Hanya sebungkus pizza yang ia bawa, efeknya bisa sampai sedasyat itu untuk kebahagiaan Cilla dan Cello. Padahal, di rumah pun mereka tak kekurangan makanan.


Itu artinya, makanan yang di bawa papanya sehabis pulang kerja sangat berarti untuk anak-anaknya. Mungkin istri sudah mendapat jatah belanja dan jajan anak dari seorang suami, tapi apa salahnya sesekali kita membawakan oleh-oleh untuk mereka. Tidak perlu mewah, cukup martabak atau sejenis makanan sederhana lainnya juga mampu membuat seluruh keluarga tersenyum.


Apa yang Reyno lakukan saat ini, adalah hal yang tak pernah ia dapat dari Papinya saat masih kecil. Keluarga Reyno tidak kekurangan uang dan makanan, sehingga tuan Haris merasa tidak perlu membawakan makanan apapun untuk anak dan istrinya. Mereka bisa membeli apapun yang mereka inginkan. Itu adalah pemikiran seorang ayah. Lain halnya dengan anak dan istri di rumah. Mereka yang mendapat oleh-oleh dari seorang suami saat pulang kerja; adalah keluarga yang merasa hidupnya sangat diperhatikan oleh si pencari nafkah.


Dari balik kamarnya, Jennie datang menghampiri Reyno dan anak-anak yang tengah bercanda riang. Meraih Cello dan ikut bergabung bersama anak-anaknya.


"Tumben Papa sudah pulang. Masih sore, loh," ujar Jennie.


"Iya. Hari ini gak ada kerjaan, cuma keliling-keliling bengkel dan main ke rumah, Mami. Terus ke kantor Papi juga," jawab Reyno apa adanya.


"Cilla Cello makan di ruang TV ya, Papa mah ngobrol sama Mama Panda." Sambil memberikan bungkusan pizza itu ke anak pertamanya.


Merekapun berlari riang menuju ruang TV.

__ADS_1


Reyno memulai obrolan santai seraya menaruh kepalanya di pundak Jennie. "Sasha mana, Je? Bener yang Cilla bilang tadi? Kakatanya dia balik lagi ke Amerika.


"Benar dong, Jennie gitu loh!" ujarnya bangga.


"Hiih. Kok bisa? Gimana caranya kamu ngusir gadis itu?"


"Gampang. Aku cuma telepon kak Farhan, terus minta tolong buat ngajakin Sasha makan malam, dan taraaaaa ... Sasha langsung OTW ke bandara saat itu juga."


"Hahaha...." Reyno tergelak bangga. "Hebat banget istri aku," puji Reyno bangga.


"Habis dia kesini juga hanya untuk kakak, dia maksa minta aku ngenalin dia ke bunda. Setelah aku bilang kakak, akhirnya kakak mau nemuin Sasha. Itupun harus susah payah merayu. Pokoknya sepupu kamu bener-bener nyebelin, Reyn." Jennie menceritakan keluh kesahnya tentang Sasha hari ini. Reyno tergelak, akhirnya Jennie merasakan bagaimana menyebalkannya gadis itu. Sasha.


Kecupan gemas Reyno mendarat di bibir istrinya. "Sabar ya, nanti malam aku kasih hadiah tiga ronde."


"Iskk!" Jennie mencebik kesal. "Itu namanya bukan hadiah. Tapi kemaun seorang papa mesum," gerutunya menahan kesal. Cubitan gemas mendarat di paha kiri Reyno. Pria itu mengaduh, yang terdengar seperti mengejek bahwa cubitan Jennie tidak sakit.


Selain melihat kebahagiaan keluarga. Menggoda istri di waktu selang sudah menjadi rutinitas Reyno setiap hari. Juga dapat mengusir rasa letih yang bersarang di dada.


***


Jangan lupa like, komen, share dong... biar aku semangat up lagi ... hahaha


***

__ADS_1


__ADS_2