Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
Makan di cafe : Part 2


__ADS_3

"Kenapa lagia? Kenapa?" Nada suara Jennie sudah meninggi, membuat dahi Reyno langsung mengkerut tidak senang.


Reyno memundurkan kepalanya ke belakang, menyandar malas di sandaran sofa. Ia juga melipat kedua tanganya di depan dada seperti biasa jika sedang ngambek. Ingin rasanyanya Jennie menonjok wajah muram itu sekarang juga.


"Kenapa ngga dimakan, Reyn? Kamu kan belum makan, nanti sakit loh...," ucap Jennie dengan nada di buat se—merdu mungkin. Cih! seperti bukan dirinya sendiri.


"Aku ngga suka makananya, penampilanya acak-acakan. Rasanya juga engga jelas gitu. Pindah aja!" ucapnya tidak tahu diri. Menggigit bibir bawahnya sembari menendang-nendang kaki meja pelan.


Duh, Jennie langsung panik dan memaksa otaknya untuk berfikir. Bisa gila kalau menuruti kemauan cowok itu. Mungkin Reyno akan meminta pindah di restaurant steak yang mahal, atau sebuah private room yang menyajikan menu kaviar dengan harga selangit. Oke. Berfikiri dimulai.


"Sayang." Menarik nafas panjang-panjang. "Gimana kalau aku yang suapin? Apapun makananya, kalau yang suapin istri sendiri pasti enak." Untung Jennie teringat iklan teh botol sosro, tinggal edit sedikit jadilah kosa kata indah. Reyno langsung tersenyum.


"Ya sudah, coba Jennie suapin." Meraih piringnya lagi, lalu meberikan sendoknya pada Jennie. "Tapi sebelum suapin cium pipi Reyno dulu empat kali." Oke fiks! Perjanjian tentang kontak fisik itu sudah berakhir, benar-benar berakhir entah sejak kapan.


Muach ... Muach ... Muach ... Muach. Jennie mencium pipi Reyno kanan dua kali, kiri dua kali. Semburat merah langsung muncul di pipinya. Ada kupu-kupu terbang di sekitar Reyno, hanya bisa dilihat Reyno sendiri tapinya.


"Aaaaa ..." Jennie menganga agar Reyno mengikutinya, persis seperti sedang menyuapi balita umur dua tahun.


Puas kau! Puass? Lihatlah, orang-orang pasti melihat kita aneh. Remaja aneh lebih tepatnya, karena tidak mungkin ada yang berfikir kita pasangan suami istri.


"Mokosih sohyong." Reyno menempelkan bibir berminyaknya di pipi Jennie, sambil mengunyah penuh makanan.


Tidak sampai sepuluh menit, makanan di piring Reyno sudah habis tak tersisa. Itu artinya Reyno doyan, tapi kenapa harus dibuat serepot ini. Hanya Reyno sendiri yang tahu jawabanya. Sekarang tinggal Jennie yang makan, ia juga sudah lapar sekali.


"Biar gantian Reyno yang suapin Jennie." Menyambar piring dan sendok Jennie. Lupakan perasaan malu, anggap ini cafe milik sendiri.


Sangat berbeda jauh, Reyno menyuapi Jennie dengan gaya perfeksionis. Menyuapinya pelan dengan hati-hati. Menunggu makanan habis baru mulai menyuapi lagi. Sangat jauh dengan Jennie yang menyuapi Reyno cepat seperti laju kereta. Reyno juga mengelap sudut bibir Jennie dengan tisu. Gadis itu langsung melting dibuatnya. Bisa dikatakan terpana dengan sikap lemah lembut yang di berikan suaminya. Beri nilai sepuluh untuk Reyno.


Tiba-tiba ponsel di kantong Reyno bergetar-getar, banyak notif yang masuk sepertinya. Reyno meletakan piring yang isinya tinggal setengah. Lalu mengambil ponsel Jennie dari kantong celananya.


"Apa ini?" Reyno langsung menyerngitkan dahinya tidak senang. Melihat unggahan instagram yang tadi dia lakukan. "Kenapa yang komentar cowok-cowok semua?"


Masalah baru datang lagi. Kini Jennie harus ekstra berfikir keras untuk meluluhkan hati itu. Ternyata ada hal yang lebih sulit dari rumus matematika, yaitu rumus bagaimana caranya membuat si tukang ngambek jadi anteng.


Huahhh ... Aku pernah dengar tentang keluhan-keluhan teman cowokku tentang kelakuan pacarnya yang manja. Ya begini ceritanya, persis seperti tingkah laku Reyno.


Tapi aku ini cewek, bukan cowok. Jadi apa aku sedang menanggung karma para wanita manja di luar sana. Kenapa hanya aku yang kena karma begini, bahkan aku tidak suka merepotkan lelaki sama sekali.

__ADS_1


Hei, para wanita. Kalian curang, ya. Semua ini gara-gara kalian. Ini karma harusnya untuk kalian. Aku tidak manja seperti kalian, huh.


"Teman aku memang kebanyakan cowok, karena aku memang tidak memiliki teman perempuan dari kecil." Itu adalah alasan logis tanpa kebohongan. Jennie harap Reyno akan menerima kenyataan itu.


"Tapi Reyno ngga suka, mulai sekarang Reyno harus tahu siapa teman cowok Jennie. Reyno harus kenal mereka semunya satu-persatu. Kalau Reyno ngga suka, Jennie harus berhenti berteman sama dia." Meraih piring itu lagi, menyendokanya agak sedikit kasar ke mulut Jennie. Itu artinya Reyno masih marah. CATAT!


"Iya Reyn, nanti aku kenalin semua temen-temen aku," ucap Jennie setelah menelan makananya. Ia meraih segelas air putih lalu meminumnya. "Aku makanya udah, ya!" Mengelus perutnya karena sudah kenyang.


"Kok, udah? katanya kalo yang nyuapin istri sendiri jadi lebih enak, berarti kalau yang suapin suami sama aja, dong?" tanya Reyno sambil menyerngitkan dahinya sebal. Jennie kemakan omongan dia sendiri.


"Ya sudah, suapin lagi." Terpaksa mengalah dan menghabiskan makananya.


Akhirnya acara makan yang menguras tenaga itu selesai juga, Jennie berjalan menuju kasir untuk membayar makananya. Lalu kembali ke meja yang ada Reyno-nya. Duduk lagi sebelum pergi.


"Jus strawberry-nya ngga di minum?"


"Sudah kenyang," jawab Reyno singkat, padat, dan juga jelas.


"Kalau gitu di bungkus aja, nanti kamu pasti haus kalau di motor. Kita mau pergi jauh soalnya." Jennie membuka lipatan tangan Reyno di dadanya, kenapa lagi sih, dia. Batin Jennie dalam hatinya.


"Kenapa lagi aku?" Tolong jelaskan di mana letak salah Jennie. Bukanya masalah yang tadi sudah beres, kan?


"Temen-temen Jennie pada bilang kalo Jennie jadi tambah cantik, Reyno jadi kesel lihatnya."


Terus letak salah aku di mana, setan?


"Reyno udah blokir semua temen-temen Jennie." Skak mat! "Pokonya ngga ada yang boleh bilang Jennie cantik selain Reyno, Semua foto Jennie yang ada di instagram sudah Reyno hapus." Oke. Baiklah, terserah baginda raja saja.


"Satu lagi, jangan pernah upload foto Jennie di sosial media, kecuali fotonya sama Reyno." Jennie melirik sedikit ponselnya sedikit. Semua foto-fotonya di atas motor sudah lenyap. Menyisahkan satu foto bersama Reyno. Mengarungi luasnya samudra bersama suami tercinta. Jangan lupa dengan caption alay yang tertera di bawahnya.


Punya masalah hidup apa sih, dia?


Jennie menyandarkan kepalanya pada pundak Reyno. Bukan ingin bermanja-manja, melainkan ia sudah tidak tahu bagaimana caranya mengekspresikan ke—geramanya itu.


"Tadi Jennie bilang mau pergi jauh, kemana?" Membahas omongan Jennie yang sempat terlupakan.


"Aku mau ajak kamu ke Bandung, di sana ada teman-teman aku. Nanti kita tinggal di sana aja, Jakarta kurang aman buat kita. Aku takut ketemu haters kaya waktu di mall itu," tuturnya penuh keseriusan, dan Reyno sepertinya menerima penjelasan Jennie.

__ADS_1


"Bawalah Reyno kemanapun Jennie pergi. Jaga dan lindungi aku dengan segenap jiwa dan ragamu, sesuai dengan janji yang Jennie ucapkan tadi." Kosa kata tidak tahu diri itu keluar dari bibir suaminya. SU -A- MI. Ingat jika ada yang lupa. Suami artinya itu laki-laki, pihak yang harus melindungi perempuan.


Hebat sekali dia, bisa se imut itu mengatakanya.


"Iya, Sayang. Aku pasti akan menepati janjiku." Dan bodohnya Jennie mengiyakan.


Jus strawberry sudah di take away, Makanan sudah di bayar. Waktunya perjalanan ke Bandung.


"Nanti kita mampir beli helm dulu ya, cuma ada satu soalnya." Jennie berjalan cepat, menyambar helm dan memberikanya pada Reyno tanpa menoleh.


Prakkkkkk!


Helm jatuh ke ubin, Reyno tidak mau menerima helm pemberian Jennie.


"Reynoooooo!" Teriak.


"Apa! berani nyentak aku?"


"Kenapa ngga di terima?" Jennie melotot tajam ke arah Reyno.


"Kirain Reyno mau di pakein, lagian Jennie ngga lihat apa, Reyno bawa ransel berat begini." Ikut melotot juga. Mata di balas dengan mata.


Emosi sudah gadis itu. Masalahnya ini adalah helm kesayangan Jennie, kembaran dengan pembalap idolanya. Tidak tahu-kah betapa susahnya ia mendapatkan helm itu.


Tahan ... Tahan ... Tahan ...


Hemat tenaga, ya Jennie cantik.


Anggap helm kamu tidak kenapa-napa.


Jangan sampai mahluk yang ada di depanmu ngambek lagi. Mengurus orang ngambek lebih susah dari pada mengurus BPJS.


TAHAN


***


Like dan vote sebanyak-banyaknya, oke hehe.

__ADS_1


__ADS_2