Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
Cincin untuk Lisa part 1


__ADS_3

Setelah mengetahui jalan hidup Lisa yang ternyata jauh lebih buruk darinya, Farhan merasa ada getaran aneh yang melanda jiwanya. Bukan cinta, namun sebuah rasa yang masih sulit untuk diartikannya. Yang tadinya ingin melepaskan setelah bosan menghukum, kini Farhan sendiri jadi enggan untuk melakukannya. Seperti tidak rela, ia bahkan sudah mendaftarkan Lisa ke kampus ternama di Amerika.


Dengan kedok hukuman, Farhan menjadikan gadis itu sebagai pembantu di apartemennya yang tidak pernah ia tinggali. Farhan juga tidak pernah menemui gadis itu, hanya melihat melalui cctv rumahnya di kala mendapat waktu senjang.


Biodata tentang Lisa sudah di depan mata, ditatapnya dokumen itu dengan perasaan geram. Lisa, gadis itu adalah anak yatim piatu asli. Ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan, semua harta kekayaan dari bisnis orang tuanya jatuh ke tangan bibinya yang kejam. Lisa sering mendapat tekanan saat tinggal dengan paman dan bibinya, selain diperlakukan dengan tidak adil— Lisa juga kerap disiksa dan tidak diberi uang jajan. Namun menurut orang kepercayaan Farhan, Lisa adalah gadis yang kuat, kadang ia bekerja dan mencari sambilan untuk hidupnya sendiri.


"Permisi Tuan, ini adalah hadiah yang menurut saya cocok untuk gadis berumur delapan belas tahunan." Rico datang dengan membawa boneka beruang besar.


"Bodoh! Apa kau ingin mempermalukanku dengan benda seperti itu!" bentak Farhan emosi.


"Maaf, Tuan."


"Cari hadiah yang simpel dan tidak mencolok."


Hari ini adalah ulang tahun Lisa, Farhan berniat datang untuk sekedar menghibur gadis malang itu. Ia tahu persis seperti apa rasanya merayakan ulang tahun sendiri. Ia yang seorang pria saja rasanya sedih, apa lagi wanita kecil itu. Pikir Farhan dalam hati.


"Bagaimana dengan cincin? itu adalah hadiah yang cocok untuk semua kalangan."


"Bukankah cincin itu untuk orang yang sudah bertunangan?" tanya Farhan yang tampak menimbang-nimbang usulan Rico.


"Tidak juga. Cincin sangat mendominasi, cocok untuk diberikan pada ibu, kakak, adik, apa lagi seorang wanita. Di jamin gadis itu menyukainya, Tuan."


"Baiklah, mana cincinya?"


"Apa, Tuan?" Rico mendadak gagap bicara. "Sa ...saya belum mempersiapkannya, itu baru usulan jika Tuan setuju dengan pendapat saya."

__ADS_1


Heuh. Farhan mendesah kesal sambil memijit pelipisnya. Pria yang satu ini sama sekali tidak peka dengan apa yang Farhan inginkan. Rico. Farhan hanya ingin semuanya beres.


"Hubungi manager divisi perhiasan— waktumu lima menit. Cepat!"


"Ba—baik, Tuan." Rico langsung bergegas pergi meninggalkan tuannya yang sedang marah.


***


Benar-benar dalam lima menit, managar perhiasan datang dengan berbagai desain cincin yang ia bawa. Semua cincin tertata rapih di atas meja, Farhan duduk kaku sambil memperhatikan deretan cincin manis kesukaan kaum wanita itu.


"Ini adalah desain cincin terbaik kami, Tuan. Silahkan di lihat-lihat."


"Pilihkan saja satu cincin yang cocok untuk anak remaja," ucap Farhan datar.


"Bagaimana dengan yang ini? Desainnya elegan dengan warna berlian merah jambu." Manager itu, mengambil dan menunjukannya pada Farhan.


"Yang itu bagus, Tuan. Menurut saya sangat cocok."


"Apa dia akan memakainya?"


Reflek Rico menoleh bingung. Mana ia tahu dipakai atau tidaknya. "Tentu saja mau, Tuan." Memilih jawaban terbaik demi kebaikan dirinya.


"Ya sudah, saya ambil yang ini."


"Baik. Tuan, boleh saya minta ukuran jarinya?"

__ADS_1


"Ukuran?" Farhan menoleh pada Rico dengan tatapan menyalang. "Berapa ukurannya Rico?"


Suasana menjadi semakin panas, Rico sendiri tidak kepikiran kalau cincin harus pakai ukuran jadi.Ya, mana ia tahu ukuran jadi lisa itu berapa.


"Sudahlah! Beli semua ukuran, biar dia pilih sendiri yang pas!" ketus Farhan frustasi. Kalau baginda raja sudah berkata, Rico memilih setuju meski kesannya tidak masuk akal


Selamat! Meski Rico langsung menelan saliva karena kegilaan bosnya yang satu ini. Harga satu cincin itu cukup fantastis padahal. Apakah bossnya sedang jatuh cinta pada anak kecil itu?


Masa iya, sih? Selera Farhan seburuk itu. Tapi kalau dipikir lagi, ia rela membeli semua ukuran cincin demi gadis itu.


Belum sadar dari lamunannya, Rico dikejutkan oleh suara Farhan yang menggelegar. "Cepat jalan! Ayo kita ke sanan," ajaknya dengan antusias.


Astaga! Apa dia akan pergi menemui gadis itu? Biasanya juga menyuruh asisten untuk datanga.


Kini Rico dan Farhan sedang dalam perjalanan menuju apartemen yang ditinggali Lisa. Mobil melaju dengan kecepatan normal, sesekali Rico melirik ke belakang, memperhatikan bosnya yang tampat tenang bermain gadget.


Sepertinya tidak jatuh cinta, ya? Biasanya orang jatuh cinta akan selalu gugup. Namun boss terlihat biasa saja. Ucap Rico dalam hati.


Mobil mereka mulai memasuki base man apartemen, lalu terparkir rapi tak jauh dari pintu lift. Farhan keluar dari mobil dengan keadaan tenang menurut pandangan Rico. Tidak tahu kalau di dalam hati pria itu sangat gugup.


Apa yang membuat gugup? Itu karena Farhan pernah melihat keseksian Lisa tanpa sengaja, gadis itu suka berjalan ke luar kamar dengan pakaian asal. Di mana pria normal seperti Farhan mendadak kacau pikirannya.


Ya, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, akhirnya Farhan dan Lisa bertemu juga.


Rico mengikuti bossnya yang sudah berjalan terlebih dahulu menuju pintu lift, dengan membawa satu set cincin berbagai ukuran tentunya.

__ADS_1


***


Jangan protes, aku kasih 2 bab untuk penggemar Farhan dan Lisa. RJ Lovers nyimak aja ya, gak di baca juga gak papa.


__ADS_2