Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Bab 35


__ADS_3

Langkah kaki Reyno menuntun rasa penasaran yang ada di dalam hatinya. Membawa pria itu memasuki kamar nyonya besar di keluarga Haris.


"Mam," lirih Reyno saat berhasil membuka pintu kamar Maminya. Wanita paruh baya itu terlihat sedang duduk tenang—membaca majalah fashion kesukaanya.


"Sayang....".Seulas senyum bahagia menyelimuti wajah Mami Dina. Beliau terlihat berseri-seri melihat kedatangan anaknya.


"Mami sakit apa?" Reyno mendekati perlahan, duduk di samping Maminya dengan wajah khawatir. "Reyno sudah bilang, Mami harus jaga kesehatan. Jangan banyakin kegiatan arisan, Mami harus rutin olahraga dan minum vitamin." Si anak bungsu langsung membombardir maminya dengan berbagai kata nasihat.


"Cuma gak enak badan, Sayang. Sekarang sudah sembuh, kok. Mami baru saja mau keluar. Tumben kamu datang siang-siang begini? Memangnya lagi engga sibuk?" Mami menarik pundak Reyno, meletakkan kepala anak bungsunya di atas pangkuannya.


Sejenak bibir mami Dina terasa bungkam. Hanya bisa menyalurkan bentuk kasih sayangnya melalui sentuhan lembut pada kepala anaknya. Mengsusap-usap rambut Reyno dengan kedua tangan.


"Bulan depan Reyno dan Jennie mau bulan madu ke paris Mam, titip Cilla dan Cello ya," ujar Reyno memberitahu.

__ADS_1


Wajah mami Dina mendadak murka ketika mendengar nama Jennie disebut. "Apa istrimu yang meminta? Dasar keterlaluan. Kamu bukan seorang CEO atau wakil direktur seperti Kakakmu. Berani sekali wanita tomboy itu menyusahkan anakku."


Menghela nafas lemah, Reyno mencoba terus bersabar menghadapi sikap maminya yang luar biasa. Ada setitik harapan di hati Reyno, bahwa maminya dan Jennie bisa akur suatu hari nanti.


Ya, begilah perasaan terhimpit dari seorang ayah muda bernama Reyno. Maminya selalu berburuk sangka pada istrinya Jennie, mengira wanita itu suka menyusahkan putra kesayangannya. Sehingga menimbulkan perasaan benci yang semakin menggunung di hati Maminya.


Beruntung, Reyno tidak pernah mendapat perlakukan buruk seperti Jennie dari bunda mertuanya. Walaupun Jennie selalu diperlakukan buruk oleh maminya sendiri. Tapi bunda selalu baik pada Reyno. Kalau boleh jujur, Reyno sendiri juga ikut merasakan sakit ketika sang mami menghina istrinya. Jika ia membela, persiteriuan antar ibu dan anak terus terjadi. Masalah mereka anak menjadi panjang dan tidak bertepi. Pada intinya, sikap mami seperti orang tua yang cemburu pada menantunya.


Tidak hanya anak perempuan, anak laki-laki juga mendapatkan perlakuan yang sama dari para mertuanya. Banyak ibu atau ayah dari anak perempuan yang khawatir dan takut jika anak gadisnya dibawa menderita oleh pihak laki-laki. Tak jarang juga, para besan menjadi bermusuhan hanya karena mereka merasa anaknya paling benar. Padahal, di dalam rumah tangga sendiri sudah tertulis dengan jelas. Kesalahan istri adalah kesalahan suami, begitupun sebaliknya.


"Ini kemaun Reyno mam, Reyno yang ingin mengajak Jennie bulan madu. Kasihan dia, masa mudanya hilang hanya dipakai untuk mengurus anak setiap hari."


Mata mami langsung melotot tajam melihat putranya membela sang istrinya. "Kamu pikir anak Mami tidak kehilangan masa mudanya? Hidup kamu jauh lebih berat Sayang, harus menjadi tulang punggung dan menghidupi anak istri. Kamulah yang paling berkorban, istrimu bisanya hanya meminta uang dan leha-leha di rumah." Sambil merangkum wajah putranya dengan iba sekaligus bangga.

__ADS_1


"Mam, jangan hanya membela Reyno. Kita berdua sama-sama berjuang dalam menjalani rumah tangga. Uang yang Reyno dapatkan untuk modal usaha, adalah hasil jual motor istriku. Dia juga ikut andil banyak saat hamil—mengatur berbagai barang produksi yang masuk ke bengkel. Tanpa bantuan Jennie, Reyno mana bisa sesukses ini," ujarnya membela sang istri. Termasuk memberitahu hal yang sebenarnya.


"Terus saja kamu belain istri kamu, Reyn." Mami mencebik kesal. "Kamu lebih sayang orang yang baru kamu kenal di masa dewasa ketimbang ibu yang membesarkanmu dari kecil. Dari saat kamu masih berada di dalam kandungan, malah." Mami menyerang Reyno dengan kata-kata mematikan.


Menyiksa dan menusuk ke jiwa.


(Note: Hampir sebagian suami pernah dibilang begini oleh ibunya sendiri.😥)


***


Sebelum lanjut like dan komen dulu dong, biar aku mangat nulis.. hehehe..


Ini lagi ceramahin realita hidup dulu akonya....🤭🤭🤭🤭. Yang uwu-uwu tunggu dulu, entar.... 🤣🤣🤣 mana tau kaloan bisa belajar memahami pahitnya pernikahan. biar ga asal milih jodoh dan kalo bisa pahami watak-wakat keluarga calon suami terutama kakak ipar, adik ipar, dan ibu mertua. 🤣

__ADS_1


__ADS_2