Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
Pernikahan edukasi 3


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa usia kandungan Jennie sudah memasuki bulan ke empat, di mana perut buncit Jennie mulai semakin terlihat. Nyidamnya perlahan hilang, berganti menjadi nafsu makan yang semakin tinggi.


Jika dipikir-pikir, rasanya seperti mimpi. Baru kemarin Reyno dan Jennie duduk di bangku sekolah, bertemu dengan guru dan teman-temannya setiap hari. Namun semua hal itu berlalu begitu cepat. Status mereka yang sudah berubah menjadi pasangan suami istri, bahkan akan segera menjadi ayah dan ibu sebentar lagi. Pembahasan mereka juga sudah bukan lagi tentang pelajaran, tapi membahas masa depan keluarga dan calon anak-anaknya nanti.


Yang namanya manusia, memang tidak ada yang satu pemikiran. Di saat Reyno berusaha mengejar cita-cita dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya, Jennie lebih ingin menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak-anaknya di rumah. Sebuah kemauan yang sulit untuk di terima Reyno, namun ia tetap harus menghargai keputusan istrinya. Selama itu baik dan tidak membuat Jennie tertekan.


Rumah baru, suasana baru. Jennie dan Reyno sudah resmi pindah dari kediamanan Hermawan. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana dengan dua kamar, satu dapur, satu ruang tamu dan satu ruang tengah. Sederhana dan tidak terlalu mewah—cukup untuk mereka berdua.


Di pagi hari yang cerah ini, Jennie sudah bangun terlebih dahulu, menghidangkan dua piring nasi goreng untuk sarapan mereka berdua di atas meja makan, sambil menunggu suami tercinta selesai mandi.


Sedikit demi sedikit Jennie sudah mulai menjalani kewajibannya sebagai istri. Seperti belajar masak walau rasanya jauh dari buatan Reyno.


"Pagi, Sayang." Masih dengan handuk yang melingkar di pundaknya, Reyno yang baru keluar dari kamar mandi langsung melangkah menuju meja makan. Mencium pipi Jennie dan duduk manis di bangkunya.


"Sepertinya nanti aku pulang telat, deh. Habis pulang dari kampus, aku mau langsung ke bengkel, ada beberapa stok barang yang habis dan harus di pesan lagi. Untuk produk yang gak terlalu laku, aku mau ganti dengan merek lain. Gimana?"

__ADS_1


Ada senyum yang melintas di bibir Jennie. "Suami aku sekarang makin pinter ya, padahal baru sebulan. Gimana kalo udah setahun, kayaknya kita akan punya banyak cabang bengkel."


"Amin!" Lantas Reyno meraih sendok garpu dan menyantap sepiring nasi goreng buatan sang istri. "Kemampuan masak kamu juga sudah bagus, hanya masih sedikit keasinan. Tapi enak kok."


"Huh, tetap saja rasanya gak seenak makanan kamu. Aku tuh suka heran kalo masak. Pas aku cicipin gak asin, trus aku tambah garam masih gak asin, aku tambah lagi yang banyak. Eh, ternyata pas udah jadi keasinan. Padahal tadinya udah pas loh, Reyn."


"Memang begitu. Masak itu jangan sedikit-sedikit di cicipi, tapi dipelajari takaran bumbunya. Kalau sudah tahu takarannya, gak perlu dicicipi pasti rasa pas."


"Oh, gitu ya?" Menggaruk kepala yang tak gatal, Jennie kemudian ikut makan bersama. "Aku akan belajar masak lebih giat lagi, biar bisa ngalahin kamu, Reyn."


Sejenak hening, hanya ada dentuman sendok hingga makanan di piring mereka mulai habis.


Tring!


Sebuah pesan masuk di ponsel Reyno memecah keheningan sementara. Pria itu langsung meraih ponsel dan melihat isi pesannya. Wajah Reyno berubah pucat, sambil melirik istrinya yang sedang menatap pria itu.

__ADS_1


MISS D: Baby, nanti temu Miss di ruanganku, ya."


"Siapa?" Melihat perubahan ekspresi wajah Reyno yang seperti orang ketakutan, Jennie mendadak curiga. Pria itu meletakkan ponselnya seraya berkata,


"Bukan siapa-siapa, lanjut makan lagi gih."


"Kok muka kamu pucat? Apa yang kamu sembunyiin dari aku. Inget ya Reyn, aku lagi hamil anak kamu."


Diraihnya ponsel itu, Reyno langsung lemas seketika. Selanjutnya pasti akan ada pertengkaran panjang kali lebar, membentang dan memakan waktu yang tidak dapat di tentukan.


***


Hallo, di sini sudah adakah yang membaca kisah Miss D di lapak oren? Ehehehe. Cerita di sana ada nyambungnya dengan ini, tapi bukan Reyno dan Jennie pemerannya. BTW. Doain aku ya, biar cepet selesein bonus chapternya, trus tanggal satu langsung season dua.. oke


Like dan suaranya mana, yang masih mau lanjut.

__ADS_1


__ADS_2