Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Istri Reyno Ada 2


__ADS_3

Kebanyakan renca tak sesuai dengan ekspektasi. Alih-alih memberikan hasil pancingnya untuk dimasak sesuai rencana, Reyno malah terlanjur jatuh cinta pada ikan emas besar berwarna hitam itu. Ikan belum jadi di masak. Jennie gigit jari melihat kehebohan suami dan anak-anak yang menaruh ikan itu di bath up kamar mandi.


"Renren!" Mata Jennie memicik tajam. Pisau mengacung di tangan Jennie, siap dipakai untuk mengeksekusi ikan mas besar di dalam bak kamar mandi.


"Huaaaaa!" Reyno teriak heboh.


Pria itu menubruk sang istri. Meninggalkan kedua anaknya yang asik melihat ikan di kamar mandi. Di ambilnya pisau di tangan sang istri, lalu Reyno bergegas menggiring sang istri menuju kamar.


"Bi, tolong lihat anak-anak main ikan di kamar mandi ya, jangan sampai ikannya mati!" teriak Reyno pada bibi asuh yang sedang membuatkan susu untuk si kembar.


Pintu kamar tertutup sempurna. Reyno menatap Jennie dengan penuh iba. Menggenggam tangan Jennie seperti adegan romantis yang ada di film Drakor. Lantas mengecupnya dengan lembut.


"Sayang, jangan di bunuh ya. Itu adalah ikan hasil pancingan pertamaku. Dari dulu aku belum pernah mancing, tidak boleh sama mami. Takut panas dan bikin kulit hitam. Please," rayu Reyno penuh permohonan.


"Cih!" Jennie berdecih sinis. Suaminya itu pasti tidak pernah merasakan bagaimana serunya berburu kecebong di selokan.


"Jadi, apa yang kamu lakukan di masa kecil?"


"Belajar! Hanya itu targetku, semakin aku pintar, maka aku akan semakin di sayang mami dan tentunya aku senang melihat mamiku bahagia."


Dari sini Jennie bisa paham, bahwa Reyno adalah tipe pria yang selalu berusaha membuat orang-orang terpenting dalam hidupnya bahagia. Namun bukan itu pokok masalah yang harus di hadapi sekarang. Jennie harus menagih janji si suami yang hendak memberikan hasil pancingannya.

__ADS_1


"Suamiku sangat hebat, dari dulu sudah pintar dan selalu berusaha keras ya," puji Jennie sambil menepuk bahu Reyno. Menghasilkan sebuah senyum senang dari manusia yang sedang Jennie puji.


"Tapi ikan besar itu milikku, berhenti merayu karena ikan itu akan segera tersaji di atas meja makan."


"Huaaaaa!" Reyno makin panik. Wajah senangnya berubah cemas. "Jangan bunuh Dumbo!"


Apa? Bahkan ikan itu sudah punya nama sekarang. Baiklah, Reyno mungkin sudah cinta mati pada ikan itu.


Seperti anak bocah, Reyno merentangkan kedua tangannya di depan pintu. Merajuk-rajuk dengan bibir yang mengerucut lucu.


"Aku sayang ikan itu," rayu Reyno lagi, bola matanya mengandung sejejak rasa harap agar ikannya tidak jadi di bunuh.


"Jadi lebih sayang ikan itu dari pada aku?" Jennie balas dengan pura-pura marah. Wanita itu sudah paham betul dengan trik kucing tertindas yang Reyno lakukan.


Sial! Reyno paling bisa kalau merayu.


"Hanya saja, jika kamu membunuh Dumbo, anak-anak pasti akan menangis. Soalnya dia juga suka dengan ikan itu." Mendengar itu, Jennie mendadak ingin menggigit wajah jenaka Reyno.


Jennie melupakan sesuatu, bahwa Reyno memiliki tim squad, yang terdiri dari bapak dan anak.


"Ya sudahlah, ikan gak jadi di makan. Nanti malam tidur sama ikan aja di kamar mandi."

__ADS_1


Memutar tubuhnya malas, Jennie memilih meninggalkan Reyno di ambang pintu. Lantas berbaring di ranjang dan menarik selimut sampai menutupi wajah. "Aku mau tidur siang, sana keluar! Main sama ikan aja," ucap Jennie dari bawah selimut.


Bukan Reyno kalau tidak bisa merayu istrinya. Pria itu berjalan cepat, lantas ikut bersembunyi di bawah selimut bersama sang istri. "Hari ini aku bantuin kamu beres-beres rumah ya, aku yang masak, aku yang ngasu anak-anak sampai mereka tidur nanti malam. Gimana?"


Jennie tersenyum tipis di balik selimut. Sudah lama juga ia tidak merasakan masakan enak buatan sang suami. Karena Jennielah yang selalu memasak walau makanan yang ia buat masih di bawah standar masakan Reyno. Itupun Jennie masih dibantu oleh asisten rumah tangga.


"Aku mau masakan mewah, tapi." Selimut dibuka, pertanda bahwa kata 'deal' akan segera terucap dari bibir manis Jennie.


"Iya, aku masakain semua menu kesukaan kamu. Gimana?"


"Oke. Kalau begitu silahkan keluar dari kamar. Jaga anak-anak dan jangan lupa masakin semua kesukaan aku."


"Siap, Tuan Putri. Tolong berikan hamba satu ciuman agar daya di tubuh ini terisi penuh!"


Plak! Jennie menepuk bibir Reyno saat ia hendak mencium benda lunak merah muda milik Jennie.


"Cium selingkuhan barumu sana! Aku gak mau dicium sama bibir kamu. Iuwkk ... bekas ikan emas. Siapa tadi namanya?" Jennie memutar bola matanya. "Oh, Dumbo?"


Reyno melipat kembali bibirnya dalam keadaan hampa. Sejenak ia merasa heran dengan hubungan rumah tangganya yang sedikit lucu. Bukan orang ketiga yang merusak rumah tangganya, namun ikan ketiga.


Dumbo si ikan mas betina hasil pancingan Reyno.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang istriku ada dua. Yang satu singa dan satu lagi ikan." Lantas berlari setelah mengejek sang istri. Meninggalkan Jennie yang melotot dan nyaris copot bola matanya.


***


__ADS_2