Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami
S2- Bab 41


__ADS_3

Reyno dan Jennie berpindah tempat ke sofa yang ada di kamarnya. Mulai membahas persoalan anak-anakknya yang belum terselesaikan.


Mata bersalah Reyno menatap ibu anak dua yang sedang berubah wujud menjadi macan.


"Maaf ya, aku salah. Aku pikir mereka pada anteng makan pizza, jadi gak terlalu lihat kalau mereka lagi naka begitu. Ampun ya, Mama," rayu Reyno sebisa mungkin.


"Nyebelin kamu tau gak, sih, Reyn!" gerutu Jennie kesal. "Terusin aja nonton drama, skalian pindah negara sana!" Begitulah Jennie kalau sudah menelan petasan. Meledak-ledak mutunya saat bicara.


"Iya. Besok-besok aku hati-hati lagi. Gak akan mengulangi kesalahan seperti ini." Senyum tulus secerah bulan purnama tercetak jelas di wajah Reyno.


"Tapi kamu juga salah, loh. Semarah apapun kamu sama mereka, kamu gak boleh kasar. Nanti kalau mereka jadi tidak suka sama kamu gimana?" Karena Reyno tahu kedua anaknya berhati sensitif. Mudah tidak suka terhadap orang lain. Persis seperti dirinya.


"Iya, maaf. Habisnya aku geregetan sama mereka. Seharian ini ada aja tingkah aneh yang bikin ibunya kesal. Tadi Cello numpahin air di tumpukkan baju, Cilla juga gak mau makan karena menunya tidak suka. Pusing tau, Reyn," keluh Jennie dengan sorot mata putus asa.

__ADS_1


"Sssst." Reyno menarik tangan Jennie. Lalu membenamkan wajah lelah sang istri ke dalam dada bidangnya. "Sabar ya, namanya juga anak-anak. Mereka 'kan belum mengerti bagaimana perasaan orang tuanya. Yang mereka tahu hanya senang-senang. Lalu menangis kalau terluka atau pun di marahi. Istri aku kan hebat, pasti bisa mengatasi segala masalah yang ada di rumah."


"Mulai deh, mode ngerayunya meningkat. Mandi sana, bau tau!"


"Mandiin ya..."


"Ogah!" cetus Jennie dengan muka malas. Walaupun tubuhnya masih ingin bergulung di tumpukkan roti sobek milik Reyno. Ia langsung bangun dan menjauhi demi gengsi.


Kembali teringat sesuatu, senyum bahagia Reyno mulai mengembang kembali.


"Terus?" tanya Jennie seraya menyerngitkan dahi.


"Mama bilang mau coba untuk dekat dengan kamu." Reyno meraih tangan Jennie dengan harapan penuh yang bersarang di dalam bola matanya. "Kamu mau kan, maafin semua kelakuan mamiku? Lalu mencoba untuk dekat dengan mami. Aku tahu hati kamu pasti berat untuk memaafkan, tapi aku harap kamu mau membangun hubungan yang baik dengan mami."

__ADS_1


"Beneran mami kamu mau baikkan? Jangan-jangan ini taktik baru lagi?"


Karena kalau boleh jujur, sudah tak terhitung jumlah upaya sang Mami untuk mencoba membuat Jennie dan Reyno berpisah. Meski tidak ada tindakkan ekstrim seperti di dalam sinetron, tapi kata-kata mami yang setiap kali menjelekkan Jennie terlalu menyakitkan untuk diingat. Dilupakan pun tidak bisa.


"Serius, Sayang. Mamiku sudah tua, mungkin beliau sudah sadar bahwa usahanya yang hendak memisahkan kita adalah hal yang sia-sia. Untuk kali ini aku mohon, maafkan mamiku ya," ucap Reyno memohon.


Bicara soal memisahkan—jujur saja, beberapa kali mami Dina pernah mendatangi Jennie. Bahkan ia pernah menyuruh Jennie menggugat cerai Reyno dengan mengiming-iminggi uang. Saat Jennie sedang hamil besar, dan mami Dina murka sewaktu mendengar berita memalukan tentang ayah Jennie yang dipenjara.


"Baiklah, besok weekend kita ke rumah. Sekalian lihat bagaimana reaksi mami kamu ke aku. Kalau mami jutek dan jelek-jelekkin aku di depan Cilla dan Cello. Aku gak mau ke rumah besar lagi," keluh Jennie yang tiba-tiba teringat masa lalunya. Saat Jennie dipermalukan di depan teman-teman arisan mami Dina.


Waktu itu, ia hendak menjemput Cilla dan Cello. Jennie yang memakai baju sederhana langsung mendapat cemoohan dari teman-teman arisan berlian mami Dina. Lalu dengan entengnya mami berkata, 'aku memang tidak pernah menganggapnya sebagai menantu. Mana mungkin penampilan seperti pembantu gitu layak menjadi menantu keluarga Haris.' ucapan itu terus melekat seumur hidup di hati Jennie.


Menyakitkan hingga ke tulang.

__ADS_1


***


Dah ya, malam ini stop di sini nulisnya. Selanjutnya, mau part Cilla dan Cello lagi gak? kayaknya kalian pada suka ... hehe


__ADS_2