
“ dih najis.” Gumam Bastian menggeleng pelan mendekati air wastafel mulai membasahi rambutnya yang kusut untuk dirapikan.
” Pantesan... gue ngerasa mereka suka ngikutin style loe. Emang dari dulu mereka tu manfaatin loe. Kalo hati udah busuk yah gitu jadinya!!!” Gumam Utami mencibir..
“ makanya Letta, lain kali hati hati kalo cari temen apalagi sama mereka, lebih baik ngehindar deh.. “ gumam Udin kepada Letta serius.
Letta mengangguk pelan.” btw kita mau nongkrong di toilet aja apa gimana?” Tanya Letta aneh.
“ party lah, kita harus party di apartemen gue, “ jawab Betta semangat.
Letta melirik betta dengan bertanya.” Loe ada apartemen?"
“ ada dong, hadiah kelulusan sekaligus buat tempat tinggal gue kuliah nanti. Kalian harus mampir.” Gumamnya bertepuk tangan.,
"anjai.” Gumam letta tersenyum senang.
“ gue boleh ikut??” kelima orang memandang kearah Fahmi yang bicara sembari menggaruk tengkuknya tak gatal.
“ kalo nggak boleh gimana?” Tanya Udin menaiki satu alisnya memandang Fahmi.
“ gue tetep mau ikut.” Gumam Fahmi engan melawan.
“ loe bukannya temennya Fajar dan kawan kawan. Bukannya loe nggak suka sama Letta?” Tanya Utami memandang Fahmi sinis dan tak suka. " Secara seluruh warga sekolah juga udah tau kalo loe dan temen-temen loe itu benci dan kasar sama Letta!!! Loe sama Cinta dan Belle sebelas dua belas!!"
“ gue dulu emang nggak suka Letta tapi sekarang enggak, gue suka dan mau jadi temen Letta.” Jelas Fahmi menggeleng.
” gue mau jagain Letta dan gue temennya letta.” Gumam Fahmi kembali.
Utami mencibir.” Dulu aja loe mentokoin kepala Letta ke marmer kek b aja, sekarang sok sokan mau jadi temen Letta kek mau jagain. Loe nggak sadar diri apa gimana?” Tanya Utami ketus.
Fahmi tertegun mendengar jawaban Utami, melirik Utami sendu, Fahmi mundur dan menunduk.” Sorry.” Gumam Fahmi dengan memelas.
“nggak usah melas gitu, najis tau nggak sih..” gumam Utami geram.
“ Udah Ta.” Gumam Udin prihatin pada Fahmi. Utami merotasi matanya kearah lain malas.
” Loe boleh ikut kok... Cuma nggak sama temen temen loe, dan jangan rusuh loe.” Tegas Udin pada Fahmi.
Fahmi mengembangkan senyumnya dan mengangguk setuju. Baik dirinya tidak akan membuat rusuh kok.
Keluar dari toilet, Letta bertemu dengan orang tua Zeyn, ada Zeynnya juga. Segera Letta menghindar memilih posisi di sebelah Fahmi dan ditengah Udin, tak mau dilihat.
Zeyn melihat semuanya, hanya memandang Letta datar tak banyak bicara, melirik orang tuanya yang malah focus pada cinta yang sedang dimarah oleh guru dan kepala sekolah, juga ada Belle. Mereka sedang menunggu Letta sepertinya tapi sang anak yang mereka tunggu sudah kabur bersama teman temannya.
“ Letta..” panggil zeyn sengaja,.
Memejamkan mata Letta melirik Zeyn yang meliriknya tersenyum evil. Letta buNg muka memandang teman temannya yang menoleh juga.” Kalian nungu dimobil aja. Gue ke sana bentar gue juga mau ngomong sama Nato dan mars.” Jelas Letta mencari alasan.
__ADS_1
“ ngak mau ditemenin?” Tanya Betta kepada Letta.
Letta menggeleng tenang.” Nggak usah, nanti rebut lagi, gue juga cuma sebentar aja kok.” jelas Letta menahan Beta. Beta ini type perempuan yang sangat baik.
” gue temenimn aja.” Ujar Fahmi menyahut kepada Letta.
Letta hendak menolak tapi fahmi merangkulnya menuju Zeyn dan keluarga." Kita duluan kesana dulu" Jelas Fahmi kepada Bastian dan yang lain. mereka mengangguk kaku kepada Fahmi dan Letta.
” Gimana duluan ke mobil atau nyusul?” Tanya Udin pada yang lain.
” Ke mobil aja, Letta juga ada yang jagain “ jelas Utami. Mereka mengangguk setuju melangkah menjauh dari sana.
Letta mendekati Zeyn yang tiba tiba memeluknya dan mencium pipinya.” Wah calon istri, gimana tadi? Ada yang luka?” Tanya Zeyn mengusap pipi Letta.
Letta memandangnya geram, ingin memukul Zeyn, tapi di sini ada Genta dan Bita melihat mereka dengan senyum merekah.. Zeyn tersenyum miring melihat wajah serba-salah Letta.
“ yamapun kamu nggak apa apa Letta?” Tanya Bita mendekati Letta dan mengusap kepala letta.
Zeyn sama sekali tidak melepaskan pinggang Letta, meremas perut Letta, Letta menahan amarah melirik Zeyn.” duh sakit Zeyn.” Gumam Letta pura pura meringis memegang perut yang Zeyn sentuh.
Bita melirik Zeyn dengan tatapan tajam dan memukul pundak sang anak.” Kamu ngapain cubit Letta?” tanyanya memekik.
“ aku nggak cubit ma.” Gumam Zeyn pura pura bodoh.
Letta melirik Zeyn mengerutkan kening dan memajukan bibirnya kesal..” Boong, kamu cemburu kan aku bareng temen aku ke sini. Tante sakit banget .,” gumam Letta memeluk lengan Bita, menjauhi Zeyn.
' Sialan.... ' niat hati ingin membuat Letta tertekan kenapa jadi dirinya yang tertekan dan di fitnah begini?
“ gimana Letta ada yang sakit lagi bilang sama mama.” Jelas Bita pada Letta.
letta menggeleng.”nggak ada apa apa kok Tan. Emang dasar Zeyn orangnya suka main fisik.” Gumam Letta sedih." Kadang tu Zeyn juga suka Jambak Letta atau tampar Letta kalo main sama temen cowok padahal cuma temen Tan.." Fitnah Letta mengeluarkan air mata buaya di depan Bita. Bita semakin melebarkan mata percaya kepada ucapan Letta.
” Boong.” Tegas Zeyn dingin. Mata Zeyn ingin keluar dari sangkar memandang Letta geram. ini sangat diluar nalar!!!
Bita menggeleng pelan memandang anak tak menyangka." Yaampun Zeyn!!" teriak Bita dan memukul kepala anaknya.
Zeyn kesakitan karena ibunya memukul kuat badannya " Dia bohong ma!!! Akh sakit ma!!" Zeyn meringis. cubitan Bita itu seperti cubitan kecil. itu rasanya menyengat di kulitnya. sakitnya luar biasa.
Letta melihat hal itu menahan cekikikan yang ingin keluar, ini sangat menyenangkan melihat Zeyn yang dihajar oleh Bita.
” Kalo nanti Zeyn ganggu kamu kamu lapor aja yah sama mama biar mama bales.” Tegasnya Bita masih mencubit Zeyn.
Letta mengangguk semangat.; “ maaci Tente.” Gumam Letta dengan senang memeluk Bita,.
Bita membalas pelukan Letta dna menepuk punggungnya. Mempelototi Zeyn yang menjauh dari dirinya karena terlepas.
Fahmi hanya diam saja, dirinya tau jika Letta tunangan dengan Zeyn.
__ADS_1
“ selamat yah sayang udah lulus SMA, jadi kapan mau nikah?” Tanya Genta kepada letta.
Letta tersedak ludah sendiri memandang Genta.” Letta mau kuliah dulu om.” Jelas letta. Genta memandang Letta kecewa karena jawaban Letta.
Zeyn melihat situasi menguntungkan segera bicara.” Padahal Zeyn udah bilang sama Letta kalo udah nikah nanti boleh kok kuliah lagi, tapi Letta nya nggak mau pa, “ gumamnya memelas.
Genta melirik Letta yang mulai mengerang karena drama milik Zeyn. Zeyn sialan, matilah kau batin letta.
Bahu Letta ditepuk pelan oleh Bita.” Kamu kenapa nggak mau nikah sama Zeyn nak? Apa karena di kasar sama kamu??? Dia nggak kasar kok, dua cuma sayang dan cemburu lihat kamu sama cowok lain, ” tanyanya dengan sedih. Letta harus jawab apa jika begini?
Zeyn memandang ibunya penuh dengan mata memelas.” Lett... "
Segera Letta menarik tangan Zeyn dan menginjak kakinya untuk menghentikan aksi Zeyn.” Kamu ngomong apa sih? kalo cemburu jangan gitui dong.” Bisik Letta melotot.
Zeyn menyeringai memandang Letta.
Letta memandang Bita dan Genta tersenyum tipis.” Kita masih mempertimbangkan tante... Zeyn bilang mau nunggu aku sampai tamat kuliah aja biar saya fokus ke kuliah.” Jelas Letta dengan pelan.
Zeyn melirik Letta dingin. Saat hendak bicara Letta mengusap bahu Zeyn dan tersenyum lebar.” Mangkanya aku sayang sama Zeyn, dia pengertian banget sama aku meskipun suka kasar.” Jelasnya dan memeluk lengan Zeyn sembari mencubit perut Zeyn. Zeyn meringis dibuatnya.
Bita dan Gneta memandang letta paham, mengangguk pelan Bita mengusap kepala letta.” yaudah kalo gitu, kalian bicarakan aja yang mana baiknya, usia Zeyn udah mau 27Lett, udah cukup dewasa, lagian juga dia sudah mapan, tidak ada yang harus dipertimbangkan. Kembali dengan pilihan kalian saja lagi nanti yah.” jelasnya perhatian.
Letta mengangguk memeluk lengan Zeyn. Zeyn mencibir Letta yang bisa sekali drama membalikkan keadaan” Yaudah Mama ke sana dulu yah buat sambut tamu kembali.” Jelas Bita pada Letta.
Genta pun mengusap pundak Letta pelan.” jilka Zeyn berlaku kasar bilang sama papa, akan papa pukul dia.” Jelasnya tegas.
Letta menganguk.” Papa terbaik.” Bisik Letta senang. Gneta gemas mendengarnya menepuk pelan pundak Letta dan segera pergi mengikuti sang istri.,
Senyum letta memudar memandang Zeyn menyipit. Zeyn dipandang begitu menaiki satu alisnya.” Gue nggak sabaran loh orangnya.” Tegas Letta melepaskan tangan Zeyn kasar.
Zeyn menahan tangan Letta dan mencium punggung tangannya merah, membuat keseluruhan di ruangan melihat hal tersebut hebih.”sayang kok begitu??” tanyanya.
" Gila loe!!"
Letta merinding di buatnya, segera menjauh dari sana. memandang Zeyn tajam, ia harus pergi sebelum Zeyn kembali membuat drama sialan.
Zeyn terkekeh pelan memandang letta.” dia semakin terlihat lucu dan menantang.” Gumamnya menghela nafas, memandang tangan yang tadi menggenggam tangan Letta, samar ia mendekatkan hidungnya kembali dan menciumnya.. wangi vanila lembut bahkan melekat di tangannya.
...----------------...
Mars mertemas tysu ditangannya memandang Letta dan Zeyn, Letta mendekati nato dan Mars di sana dengan wajah santainya.
Mars lamban memandang Letta mendekat dan melirik nato.” Gue mau main, mau ikut atau mau sama Mars aja?” tanyanya.
Nato melirik Mars dan teman temannya, mereka seru.” Gue ikut loe aja, nanti nggak ada yang nganter gue pulang.” jelasnya.
Letta menganguk pelan melirik Mars yang berdiri meliriknya tajam.” thanks yah ud--..”
__ADS_1
“ gue mau ngomong bentar.” Potong Mars. Letta mengangguk segera menjauh dari sana bersama mars.