Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
sindiran


__ADS_3

Putra menajadi merasa bersalah mendengar rengekan Jasmine yang mengenai di hatinya. Apa dirinya keterlaluan kepada jasmine? Padahal beberapa waktu lalu saat dimana ia ke dokter memang dokter mengatakan jika jasmine nanti akan sedikit sensitive, dan benar adalnya, dia mudah sekali menangis seperti sekarang ini.” Sorry, ayiuk kita pergi sekarang.” gumam Putra mengalah.


“nggak mau hiks hiks. Nggak mau.” Gumam jasmine dengan lirih.


Putra melihat itu memejamkan matanya.” beneran nggak mau???” Tanya Putra.


” Kamu kok nggak nawarin lagi? dasar cowok brengsek... “ teriak Jasmine marah.


“ loh?” gumam Putra kaget.


“ kalo mau ayok, ayok sini kita pergi, pakek jaketnya.. aku ambil buah sama ulekannya dulu ayok.” Gumam Putra kembali.


Jasmine mendengar itu melirik putra nanar.” kamu belum minta maaf secara baik dan benar tapi.” Bisiknya lirih.


Putra rasanya pusing menghadapi jasmine.” Maaf yah, ayo kita bikin rujaknya. Maaf yah udah bikin kamu nangis dan sedih..” gumam Putra tulus.


Jasmine menggangguk dan mengusap air mata nya yang berjatuhan karena mendengar putra. “ oke.” Gumamnya lirih. mudah mood Jasmine berubah.


Karena pertengkaran kecil itu putra jadi harus membawa ulekan, garam, gula merah, karena di dalam kulkas hanya ada buah manga, pir, apel dan buah naga jadi ia membawa semua itu, dan pisang juga. Membawa pisau untuk ke pantai. Sedangkan jasmine, wajahnya yang tadi pucat menangis ibah sekarang tersenyum secerah mentari.


Sesuai janji Putra, untungnya jarak pantai ke rumahnya itu tidak terlalu jauh. “ kita ambil yang di hotel aja yah? duduk di sana sambil lihat pantai. Kalo Deket banget kan bahaya. Banyak nyamuk juga.” Jelas Putra lembut.


Jasmine yang begitu diperlakukan lembut mengangguk.” Holeh hehe..” gumam jasmine.


Putra mengangguk segera melakukan reservasi hotel bagian lantai paling atas. Yang ada balkonnya. Dan di sanalah Jasmine duduk di pinggir balkon menatap kedepan, menatap pantai yang gelap tetapi bangunan yang berwarna terang dan sunyi. Sedangkan putra mulai membuat rujak.


“ rupanya enak kamu bikin rujak, apalagi buah naga. Kamu jadi tukang rujak aja.” Gumam Jasmine memakan buahnya dengan menggoyangkan kepalanya senang.


Putra mendengar itu mendesis.” Aneh, rujak tu buah mangga bukan buah naga.” Gumamnya malas.


“ enak. Cobain deh.” Gumamnya menyuapi putra,


Putra menolak tapi bibirnya dipaksa terbuka,. Mau tak mau putra mencobanya, mata putra melebar, ini pedas banget menatap jasmine horror.” Ini pedes banget, nggak usah lagi.” gumam Putra hendak menjauhkan masakannya.


Jasmine buru buru memeluk rujak miliknya dan melotot.” Ini punya aku... jangan ambil ambil yah.” ketus Jasmine melotot.


“ tapi itu pedes banget, nggak bagus buat janin.” Tegas Putra.


” Enggak, ini manis kok.” gumam jasmine membuang muka dan mnulai makan dengan nikmat. Putra mau tak mau diam memandangnya dengan pandangan sulit.


Jasmine terlihat menikmati waktunya dengan tenang, makan dengan nyaman hingga ia tertidur di waktu jam sudah menunjukan pukul 4. Putra menaruh kepala jasmine dipundaknya dan tersenyum tipis, jasmine memang gadis sangat baik.


Tapi sayangnya putra tidak bisa menikahi perempuan tanpa cinta. Bagi Putra menikah itu untuk komitmen selama lamanya. Jika menikah hanya untuk mengubah kesalahan menjadi sah, atau menikah hanya karena rasa bersalah. Putra sudah berjanji untuk menikah satu kali seumur hidup, dan ia ingin itu terjadi pada wanita yang sangat ia cintai.


siapapun itu nanti, jikapun ia akan menikahi Jasmin, itu pasti menikah karena cinta bukan karena rasa bersalah.


Of flashback.


“ Jasmine. Kok malah bengong.” Gumam Panji melihat jasmine yang malah bengong di dekat anaknya yang sednag bermain.


Jasmine mengerjab dan tersenyum kepada panji.” Nggak kok yah..” gumamnya Tersenyum tipis.


Panji menghela nafas pelan, Panji menyukai Jasmine, tapi sayangnya anaknya tidak. Jamsin wanita yang kuat naik, tapi anaknya yang kelewat sok ganteng. Bisa bisanya menolak wanita sebaik jasmine ini.


” jasmine kamu nggak mau cari papa baru gitu buat Juy??? Ketimbang sama Putra, keburu tua kamu.. ngapain sama itu anak, sok banget.” Gumam Panji menyindir Putra

__ADS_1


Putra menatap ayahnya tajam sedangkan jasmine di sana terkekeh pelan. “ kapan yah pak bagusnya hehe. “ gumam jasmine pelan.


” usia kamu udah 29 tahun kan??? udah 30 juga, kalo saran papa mending cari jodoh sekarang deh.” Humam Panji sinis.


“ bener tu, “ gumam Komala menyahut, mereka sudah berkali kali untuk menyuruh keduanya menikah tapi Putra yah tetap Putra kekeh pada pendiriannya sendiri.


“ lagian ngapain sih nungguin perempuan itu, dia tuh kalo baik nggak mungkin ninggalin abang terus. Dua kali ditinggalin.” Ketus alleta sinis. Ia memang dekat dengan Jasmine dan dia menyukai Jasmine.


“ tutup mulut loe.” Gumam Putra kesal.”


“ he alleta nggak boleh gitu.” Tegas komala.


” Kan emang gitu, abangnya aja yang suka banget sama dia, dia nya nggak suka abang. Nggak semua hal bisa dipaksakan, nggak semua hal harus dimiliki, kadang bintang yang indah nggak harus kita pegang, dan langit yang berwarna jingga juga harus berwarna kelabu., karena takdir tuhan itu jauh lebih indah dari yang kita pikirkan.” Jelas Alleta tegas.


Komala dan panji menjadi kaget mendengar ucapan anak mereka yang begitu indah. “letta, wanita yang kamu salahin itu yang dulu bantu kamu buat lahir loh.” Gumam Panji tegas. Tetap saja, mereka menyayangi Letta, mereka berhutang Budi juga.


Alleta mengerjab pelan mendengar itu.” kalo pas itu dia nggak bantu kita, kamu juga nggak bisa dijamin ada disini bareng mama.” Lanjutnya lirih.


“ balik lagi yah sama takdir, dia udah di takdirin buat ngebantu mama dan aku, tapi bukan berarti kita jadiin dia patokan hidup. Kalo mau bergantung banyak sama manusia yah sulit, apalagi soal menunggu. Pada dasarnya manusia itu nggak boleh banyak menunggu, yang boleh itu melangkah bersama, kalo satunya aja yang nunggu siapa jamin satunya sedang mendekat? bagaimana kalo dia menjauh? waktu yang menunggu akan terbuang sia-sia.” Tanya Alleta dengan pelan.


“ cinta itu harus saling beriringan, kalo Cuma satu doang mah namanya bukan cinta tapi mendekatkan diri pada kesengsaraan.” Lanjut Aletta sinis.


“ ih kok kamu tau omongan keren gitu alleta?” Tanya ibunya kaget.


“ iya, soalnya guru aku yang bilang gitu, namanya bu Rani. “ gumamnya tersenyum tipis.


Putra di sana bungkam mendengar kata kata adiknya, cinta itu harus saling beriringan bukan menunggu, sebab jika satu menunggu belum tentu satunya juga sedang bersipkan diri, tapi ada juga yang malah pergi menjauh dan mencari jalan lain kan???


Mengingat kisah cinta Jasmine yang tragis. Jasmine jadi ingat dimana siapa pelaku utama membuat dirinya berada di posisi sulit ini. itu adalah sahabatnya Gina dan Reno., sekarang Reno sudah dipecat., sama dengan Gina.


untuk hukuman sudah pasti mereka sudah mendapatkan yang setimpal, nanti putra akan cerita kan.


Komlala berdecap kesal.” Udah punya anak tapi nggak punya istri. Bikin doang nikahnya nggak mau.” Ketus Panji.


“ orang mah nikah dulu baru punya anak, ini kebalik. Kasihan anaknya ntar.” Gumam Panji sinis.


Putra mau tak mau melirik mereka dengan kesal, tak bisa menjawab membuat ia memilih bungkam saja. Ketimbang cari gara gara. Putra lebih baik menyembuhkan mentalnya.


Letta menghela nafas pelan di café, hari ini ia kuliah siang tadi pas ke rumah Putra ia pagi, dan sekarang baru selesai jam kuliahnya. Letta menatap minumannya dengan rumit, ini melon tetapi rasanya kok asem batinnya.


Letta berdecak kesal melirik pelayan.” Mbak ini Melon apa lemon?” Tanya Letta heran.


Pelayan mendengar itu segera mendekat dan menatap minuman letta.” kayaknya lemon deh mbak, ini jus lemon.” Gumamnya pelan.


Letta mendengar itu mendatarkan wajahnya.” Saya pesannya melon bukan lemon.” Gumam Letta kesal.


Pelayan mendengar itu mengerjab polos.” Yaampun, terus ini udah id cicip mbak, jadi nggak bisa cancel.” Gumamnya pelan.


Letta menaiki alisnya.” Salah kalian yah ngasih yang salah, saya pikir yah punya saya tadi.” Ketus letta kesal.


Pelayan mendengar itu menatap letta kesal, tetapi letta yang ditatap begitu tak kala melotot. “ ada apa yah?” Tanya pria yang mendekat.


Pelayan melirik siapa yang bertanya.” Ini pak, konsumen bilang bukan pesanan dia.” Tegasnya.


Letta yang dipelototi begitu menatap pelayan kesal, melirik pria yang bertanya.” Coba lihat bil nya.” Gumam pria tersebut datar.

__ADS_1


Letta mengeluarkan bil yang sudah di bayar. Kan di sini bayar dulu baru makan. Melihat disana, benar saja di sana tertulis melon.


” Ngeyel banget sih.” gumam letta mendatarkan wajahnya pada zeyn.


Zeyn mendengar itu mengulum bibirnya, melirik pelayan yang menatap letta dengan kesal.” Kamu bikin yang baru, ini bonus untuk mbaknya. “ jelas nya dengan pelan


" Baik bos!!!" seru pelayan segera pergi.


,” mbak mbak.. “ humam Letta terkekeh membuat Zeyn ikut terkekeh.” Ini café loe?” Tanya letta.


Zeyn mengangguk pelan duduk di depan letta. Para pelayan melihat itu melebarkan matanya., mereka saling kenal kah batinnya.


“apa loe liat liat???” Tanya letta pada pelayan. Pelayan disana segera mundur menuju dapur membuat pesanan Letta bersama temannya tadi.


Letta menghela nafas pelan mengambil minuman yang tadi di kembalikan.” Loh katanya nggak mau kenapa masih di minum?” Tanya Zeyn menaiki alisnya.


Letta menggeleng.” gue nggak bilang nggak mau yah. gue bilang ini bukan pesenan gue.” jelas letta serius.” Lagian gue udah haus. Lain kali cari pelayan yang nggak budek.” Ketus letta.


Zeyn mencebikkan bibirnya mendengar itu, tatapannya tidak lepas dari wajah letta yang terlihat sangat manis, cantik dan dewasa. Rambut yang ia ikat tinggi membuat hanya sebagian rambut belakang yang tersisa, itu karena rambut letta yang pendek. Jaket yang terbuka menampilkan pakaian kaos di dalamnya., “ loe apa kabar? udah lama nggak ketemu.” Gumam Zeyn pelan.


Letta mengangguk,” gue baik kok syukurnya ,loe sendiri gimana? Udah bisa move on belum dari gue?” Tanya Letta terkekeh.


Zeyn mendengar itu tak sengaja tertawa membuang muka. “ udah dong. Gue udah punya cewek yang lebih seksi dari pada loe sekarang.” Jelas Zeyn dengan pelan dan serak


Letta mendengar itu menaiki alisnya dengan menggoda dan tersenyum tipis. “ gimana Putra? Bima? Dan Xior?” Tanya Zeyn pelan.


” kalian udah punya anak belum hehe.” Gumamnya terkekeh. Siapa pun bisa lihat tawa Zeyn terlihat getir.


Letta mendengar itu menatap Zeyn dengan heran. Zeyn tidak tau dirinya gagal nikah apa gimana? “ Hmmm kalo Bima sih udah bahagia yah, Xior juga gitu gitu aja. Tapi kalo Putra kurang tau. Soalnya gue belum ketemu sama dia.” Gumam letta.


Zeyn mengernyitkan dahinya heran. “ loh kok nggak tau? Nggak pernah ketemu kenapa??? Kalianmkan udah nikah.. loe udah cerai sama Putra apa gimana nih?” Tanya Zeyn berkali kali tanpa jeda di setiap pertanyaannya.


Letta terkekeh.” Semangat banget nanyanya. Satu satu kali.” Gumam Letta. Pelayan datang menaruh makanan di atas meja melirik ,mereka tak enak hati.


Zeyn mendengar itu menjadi gugup.” Yah bukan gitu. Gue kan penasaran.” Gumam Zeyn dengan pelan.


Letta mengangguk pelan.” iya nggak apa apa sih, Cuma emang loe nggak tau kalo gue itu gag..”


“ lett..” letta melirik siapa yang memanggilnya, melirik siapa dan mengerjab letta tersneyum lebar.


” Mars..” teriaknya dan segera berdiri dan memeluk mars.


Mars yang dipeluk oleh Letta ikut memeluk letta girang. zeyn melihat itu dengan datar sebab letta bahkan tidak menyambutnya begitu tadi.” Yaampun apa kabar?” Tanya letta kepada Mars sembari melepaskan pelukannya.


Mars terkekeh pelan menatap letta.” gue udah baik dong hehe, sorry gue nggak tau apa masalah loe kemarin kemarin, jadi nggak bisa jagain loe. Sorry.” Gumam Mars sedih.


” Nggak apa apa, kan pas itu loe juga nggak baik baik aja.” Jelas letta tak masalah.


“ iya, soalnya gue juga langsung di sarankan buat langsung oprasi, loe tau kan gigi gue pas itu copot, tapi masih di temukan, jadi harus cepet biar bisa langsung oprasi, dan beberapa juga operasi di Muka gue. dan pulang dari itu gue denger loe pergi dan denger semua cerita loe. Gue nggak tau beneran.” Jelas Mars serius tak enak hati pada letta.


Letta mengangguk pelan.” ehem...” keduanya melirik Zeyn yang berdehem keras mendengar itu segera saja letta terkekeh dan mars yang menatap Zeyn dengan tatapan tak suka.


” oh iya, Mars, ini Zeyn.. dan Zeyn ini Mars... temen gue.” gumam Letta menepuk pundak mars.


Zeyn mendengar itu mengangguk.” Gue nggak peduli sih btw.” Gumam Zeyn dengan tenang melirik keduanya.

__ADS_1


Siapa yang bisa lihat jika di kepalanya ada asap yang siap mengepul dan membakar Mars yang ada di sebelah Letta saat ini?


saya saya...


__ADS_2