Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
sudah tau


__ADS_3

Zeyn melihat laporan dari orangnya jika apa yang ia suruh udah terjadi tersenyum miring, video dimana Sunja yang sedang dimainkan oleh keempat laki laki, itu hanya awal dari penyiksaan. Zeyn pasti akan mematahkan leher Sunja untuk membalas apa yang dia perbuat.


" Ambil saham kita di perusahaan Grambel." Gumam Zeyn pada Xior.


Xior tersenyum miring " Siap tuan!!" jelasnya tenang. Zeyn bergumam pelan. tidak akan ada yang selamat usai melakukan kejahatan kepada wanitanya!!!


....


Letta yang di sana menaiki alisnya memandang Zeyn yang tersneyum miring mengerihkan memandang hpnya aneh. susah sejak tadi begitu.


” Loe kenapa sih?” Tanya letta pelan.


Zeyn melirik letta dan mematikan hpnya tenang.” hanya bermain main.,” jelasnya.


Letta mengangguk pelan mendengar hal itu.” BTW loe kan yang buat Mars kecelakaan?” Tanya Letta pelan padanya tenang.


ngomong-ngomong masalah Mars, apa kabar mereka? terakhir Letta dengar jika mars melakukan oprasi plastik untuk wajahnya di Korea.


Zeyn kaget mendengar ucapan Letta, memandang Letta dengan tenang ia berdehem pelan.” gue udah tau lama, sebelumnya, tetapi gue nggak mau ambil tindakan apapun, itu bukan urusan gue. tapi kalo boleh tau kenapa loe celakain dia?” Tanya Letta pelan tanpa emosi.


Zeyn mendengar jika Letta mengetahui hal itu tertegun sejenak, apa ulahnya kurang bersih??? Tidak pernah dirinya ketahuan begini, dan parahnya Letta seakaan tak tau apa apa membuat dirinya bertambah curiga, siapa Letta sebenarnya.


“ gue nggak suka dia deketin loe.” Jelas Zeyn dingin.


Letta memandang zeyn dingin dan menggeleng tak percaya.” Gue sama dia juga kontrak kerja, dia kemaren pamit buat pergi ke luar negri buat kuliah, dan gara gara loe dia nggak jadi berangkat. Dia udah baik buat mutusin kontrak kami.” Jelas Letta menghela nafas pelan. Sebelumnya Letta menyelidiki kasus Mars kenapa dia kecelakaan dan siapa yang ingin menyabotase mobilnya.


ditambah dokter yang tiba-tiba tidak bisa datang dan kecelakaan, itu semakin membuat Letta sadar jika semua itu adalah ulah dari seseorang. Ia segera menyelidiki CCTV terdekat. mendapatkan mobil Zeyn yang terparkir tak jauh dari cafe, memang tak ada adegan berarti karena sudah di sabotase tapi Letta tau jika itu ulah Zeyn.


Di saat begitu ia mendapatkan jika yang mencelakainya adalah tangan kanan Zeyn, ia sudah menebak utama kasus mengapa Zeyn mencelakai Mars, tetapi baru kali ini ada kesempatan bicara, Letta bukan tidak ingin memberikan Zeyn pelajaran atau menghukumnya, tapi bagi Letta Mars belum mendapatkan tempat yang berarti di hatinya.


Dan karena itu, Letta tak ingin bertindak gegabah. sekarang saja saat dirinya tak punya apapun tetap hampir mati karena orang yang berkuasa kan?


Zeyn diam mendengar penjelasan Letta yang tenang dan santai. “ jadi gue harap kalo loe mau celakain orang, celakain gue aja, soalnya gue yang ngelakuin kesalahan bukan mereka.” Jelas Letta tegas kepada Zeyn di hadapannya.


Zeyn diam menyiratkan tatapan intimidasi.”siapa loe sebenernya??” tanyanya tenang.


Letta terkekeh pelan mendengar pertanyaan Zeyn.”Loe nanya gue siapa? Kenapa?” Tanya Letta pelan dan tenang.


Zeyn mengeleng.”letta dulu itu sombong, angkuh, dan bodoh,. Nggak gini,” gumam Zeyn jujur. Dulu ia mengetahui jika Letta itu orang yang sombong dan angkuh, dia juga bodoh sangat mudah di budak oleh sesuatu hal.


Sedangkan didepannya ini, Letta terlihat sangat kuat, dia dingin sekaligus ceria. Dia juga bisa menjaga dirinya. Bahkan mampu menjadi dokter bedah. Itu semua sudah membuat Letta aneh dengan seharusnya terjadi.


“ gue Letta Yonarsa." jelas Letta pelan.


Zeyn tersenyum miring.” Gue tau loe bukan letta asli.” Jelasnya tegas.,

__ADS_1


Letta semakin terkekeh plan,” kalo gitu cari tau siapa gue, dan kalo loe udah tau siapa gue, gue akan nikah sama loe.” Tegas letta dengan menantang.


” Diel?” Tanya Zeyn mengarahkan tangannya depan letta.


Letta menatap lengannya yang tak bisa dikenakan. Ezio terkekeh memegang tangan letta.” gue tunggu malam pertama kita.” jelasnya tersenyum miring.


“ siang tuan.. nona.... makanan siang silahkan dinikmati.” Jelas perawat mendekati Letta dan Zeyn, membawa makanan untuk Letta. Letta diam menatap makanan yang datang dengan senang.


Zeyn segera mengambil alih makananya dan memaruh buah di atas meja.” Sini gue bantu suapin.” Jelas Zeyn tegas.


Letta mengangguk tak menolak, segera menerika suapan dari Zeyn yang sangat penuh ketelatenan, mengambil tysu mengusap pipi Letta yang tak sengaja terkena saus, ini makanan kalo di rumah sakit elit sangat enak, makan ikan nika di asam pedas dan jagung, ada juga sayur bakso bersama kacang buncis dibikin capcai. Sangat lezat.


“ kamu kelihatan sudah berdamai dengan diri sendiri dan saat sakit tidak pernah mengeluh, kamu dulu suka sakit atau bagaimana?”Tanya Zeyn, sejak pertama bangun Letta sama sekali tidak mengeluh kesakitan atau apapun itu, ia hanya diam dan terlihat biasa saja., bahkan saat melihat kaki letta yang retak.


Letta tak menjawab pertanyaan Zeyn, lebih tepatnya, dirinya sudah bersahabat dengan rasa sakit, rasa sakit mana yang belum dirinya temani? Orang tua di bunuh di depan mata, dibenci oleh keluarga, sampai dijadikan robot.


Zeyn melhat Letta yang diam dengan tatapan dingin segera menepuk pelan pipi letta.” are you oke?” Tanya Zeyn pelan.


Letta melirik Zeyn dan menghela nafas pelan, mengangguk.” Sorry.” Bisik Zeyn pelan.


letta mendongak menatap suara Zeyn yang begitu lirih. Zeyn terlihat sedih menatap dirinya.” Oke..” bisik Letta. Zeyn menghela nafas pelan. Ia pikir sudah menyakiti hati letta di depannya.


“Letta.” panggil Agung datang tersenyum lebar, membawa buah semangka besar.


Letta melirik Agung yang datang bersama ibu dan Nato tersenyum lebar.”lihat bapak bawa apa??? Tara.. semangka..” jelasnya terkekeh senang. Agung mendekati Letta lebih dekat.


Agung mendengar hal itu melirik Zeyn kaget, lalu menatap letta polos.” Bisa kok pak, letta suka banget semangka. Terimakasih bapak Agung.”jelas Letta senang dan tersenyum lebar. Agung mendengar hal itu merekahkan senyum lebarnya.


“ kami juga bawa buah apel kok.. nih.. “ jelas Nadia terkekeh.


” Bawa makanan juga, Nato masakin buat kamu., tapi kamu sudah makan, buat makan nanti aja yah.,” jelasnya Nadia pelan mengusap kepala letta pelan. letta mengangguk senang kepada Nadia yang membujuk dirinya.


Zeyn menghela nafas pelan, melihat Letta yang kekeh memakan buah semangkah yang diberi oleh Agung padahal udah jelas ia belum boleh makan semangka. Tapi sejenak melihat letta begitu diperhatikan oleh keluarganya. Zeyn menjadi terharu.


“ nak Zeyn juga makan nak, kami bawakan makanan dan gorengan.” Jelas Nadia kepada Zeyn memberikan satu piring gorengan.


” Loh ibuk jualan?” Tanya Letta heran.


Nadia terkekeh pelan.” kan kita udah ada karyawan, jadi mereka semua yang hendel.” Jelas Nadia tegas.


Letta mengangguk pelan mendengar hal itu.” yasudah ayoo bapak kupas apelnya sini sini. Di suapin sama bapak yah.” jelas Agung senang.


Letta mengangguk menatap Agung berbinar. Agung terkekeh pelan melihat wajah letta yang terlihat sangat senang.


” nemo dimana pak?” Tanya Letta menatap Agung, sudah dua hari ini Nemo tidak ada datang.

__ADS_1


“ nemo di titip di Playground sekolahnya, dia juga seneng banyak temen, kalo dibawah ke sini dia trauma sama rumah sakit.” Jelas agung pelan. Letta mendengarnya mengangguk paham.


Sudah waktunya pulang., kasus letta mulai menipis sebab polisi mendapatkan sindikat pembunuhan, hanya saja mereka tidak memiliki banyak akses, salah satunya cctv di area sana eror, lalu banyak jejak yang sudah dibersihkan, hanya beberapa darah lain yang mereka bisa akses, itupun sudah di campur bahan kimia sehingga banyak yang tidak mereka ketahui.


Letta sendiri turun dari mobilnya, di bantu oleh agung untuk di duduki di kursi roda. Letta diam saja sebenarnya ini sedikit lebay baginya, dulu saat ia tertembak saja ia masih berjalan biasa saja dan masih bisa menyelamatkan diri sendiri, tapi lihat sekarang, ia seperti orang yang tidak berdaya saja dibuat oleh orang tuanya, ditambah Zeyn dan orang tuanya yang sudah menyambut di rumah, ada teman temannya juga di sana.


rumah Letta sangat ramai sekali.


Hu hu. Letta lebay, rasanya hidup penuh cinta dan kasih sayang sesenang ini yah. Ini membuat hati Letta menghangat.


dulu Letta tak punya siapa siapa, sekarang ia punya siapapun dan segalanya.


” yaampun letta..” Gumam Bitta mendekati Letta yang memasuki rumah, mengusap pelan pipi Letta ia menatap Letta marah.


” Kamu ini harus hati hati lain kali, jika ada apa apa haruslah menelpon Zeyn, dia sangat mencemaskan kamu asal kau tau.” Jelas Bitta dengan tegas.


Letta mengangguk pelan.” syukurlah kau selamat letta.. ayo ma ajak Letta masuk dulu saja biar bisa istirahat.” Jelas Genta kepada istrinya.


Bitta dan Genta menatap orang tua Letta tak enak. Nadia hanya tersenyum membwa Letta untuk ke kamar saja. Kamar milik Nato, sebab lantai atas kamar Letta cukup sulit dijangkau untuk letta yang sedang sakit. Nato ACC saja jika kamarnya digunakan oleh Letta.


Kamar dipenuhi oleh orang tua di sana, Letta segera diberi arahan untuk tidak banyak menggerakkan leher dan kakinya." yaudah kita didepan aja yah. kamu sama temen temen kamu dulu.” Jelas Nadia.


Letta mengangguk pelan.” makasih Buk." jelas Letta.


Nadia tersenyum menatap Bitta dan Genta.” Mari pak bu didepan saja. Di sini cukup sempit.” Jelkasya meringis.


Bitta dan Genta mengangguk memilih ke depan saja seusai melihat Letta yang sudah istirahat.


Bugh bugh. Letta melihat Bastian dan udin yang menaiki kasur dan duduk di sebelah Letta, Betta melihat keduanya mendelik, duduk di sebelah kasur letta yang kosong bagian kaki.


” Letta loe gimana ceritanya bisa sama kakaknya Fajar??? Loe tau gue tiga hari tiga malem nyariin loe di sungai. Belang kulit gue sama Bastian.” Jelas Udin kepada Letta kesal.


“ mana bolos lagi.” jelas Betta dengan kesal.


Letta di sana mendengarnya Tersenyum tipis.” Gue kemaren katanya sempet koma dua hari, jadi gue nggak tau apa apa, tiba tiba udah ada di rumah sakit aja sama Nato.” Jelas Letta jujur.


Bastian meringis menatap kaki Letta yang di gif.” Ini patah?” tanyanya pelan.


Letta menggeleng pelan.” itu Cuma geser katanya tulangnya.” Gumam letta.


bastian berdecap kesal.” sama aja..” gumamnya terlihat sangat suram. Letta terkekeh melihat wajah Bastian dan udin belang.” Kalian beneran nyari gue tiga hari?” Tanya Letta tak percaya.


“ sumpah lett. Kita nyariin loe tiga hari tiga malem, dan loe tau??? Brayen dan fajar ada di sana ngikut nyariin loe, emang si Brayen kakinya pakek tongkat tapi dia kelihatan khawatir juga sama loe, berantem dia sama Udin dan bastian.” Jelas Betta di sana semangat,.


Letta mendnegar hal itu kaget, udin mengangguk mengingat dua hari yang lalu dimana mereka di pagi hari kaget sudah ada fajar dan temannya yang ada di lokasi,

__ADS_1


“ kalian ngapain ke sini???” Tanya Bastian kesal sembari Sudah mnenggunakan baju pelampung lengkap.


__ADS_2