Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Tidak percaya


__ADS_3

“ Nato..” teriak Bastian dan Udin yang datang ke ruangan, menghentikan Nato menghajar sang adik.


Ketiganya datang karena mendengar kabar buruk ini, mereka ingin menanyakan langsung ini kepada letta tetapi kaget melihat Letta yang dihajar oleh Nato. Mereka di dahului oleh Nato yang juga marah.


Letta diam merasakan infusnya yang terlepas paksa dari tangannya dan kepala yang udah kembali berdarah. Nato membuang muka di hadapan Letta, hatinya lebih sakit melihat keadaan adiknya yang kembali berdarah.


Letta diam mengerjab pelan, air mata sama sekali tidak ada keluar sebab letta tahan., “ gue harus gimana?” Tanya Letta pelan. suara Letta sangat lemah, entah Letta tidak bisa bicara apapun dari emosi yang dirinya miliki.


memakai Letta asli pun rasanya getir.


“ nggak, gini aja..” gumam Udin pada Letta, letta diambil menatap Udin yang bicara tegas padanya dan Bastian memeluk Letta sedih. Letta diam saja tak melakukan apapun.


” ini beneran loe bukan?” Tanya Udin tegas menunjukan foto yang ia juga beri kepada letta tegas.


Letta melihat hal itu terdiam sejenak.” Itu bukan gue seluruhnya.” Tegasnya jujur.


” Bukan seluruhnya tapi loe kan?” Tanya Nato berteriak.


“ loe dengerin gue dulu.” Tegas Letta pada Nato yang memotong ucapannya tegas.


Nato menggeleng pelan, menatap Letta tak percaya.”nggak ada yang harus gue denger lagi letta, nggak ada..” tegasnya dengan sesak.


Menghela nafas pelan Nato menggeleng marah, emosi, kecewa menjadi satu. Nato kehilangan kepercayaan pada Letta..” intinya itu elo, dan elo emang murahan, jual diri.” Tegasnya menampar sekali lagi wajah letta kuat.


Letta mendapatkan tamparan itu nanar, kebas di wajahnya sama sekali tidak ada rasanya lagi.. Tidak ada rasa sakit dalam fisik.


” loe dengerin gue dulu.” Tegas letta pada Nato.


Nato melambaikan tangan, mengabaikan ucapan letta. ia keluar dari sana dengan dada yang terasa sesak dan air mata yang terus berjatuhan.,


Letta menoleh menatap Udin dan Bastian yang diam saja sejak tadi memandang dirinya.” Jadi ini beneran loe?” Tanya Bastian pelan. Tatapan Bastian menunjukan ketidak percayaan.


Letta menggeleng pelan mendengar itu.” kalian harus dengerin gue dulu.” Jelas Letta dengan sesak dan nanar. Dirinya frustasi bagaimana harus ia sampaikan.


Bastian dan Udin menggeleng pelan.’ kita kecewa banget sama loe.” Bisik Bastian bergetar kepada letta.


Letta melihat tatapan kecewa itu terdiam memejamkan matanya lemah” gue nggak jual diri.” Jelas Letta dengan pelan.


” terus dimana loe dapat duit buat beli mobil sedangkan loe orang miskin, ?” Tanya Udin dengan pelan.


”gue udah curiga dari awal, nggak ada uang yang gratis di dunia ini Letta. nggak ada.” Bisik udin kembali nanar.” tapi.. tapi gue tepis, gue percaya sama loe, dan sekarang yang gue pikirin terungkap.” Tegas Udin menggeleng pelan. tatapannya sangat menunjukan kekecewaan.


“ mobil loe harga milyaran, tas loe, semua nunjukin semuanya. loe nggak usah jelasin apapun lagi.” jelas Bastian mengangguk.


Letta mendengar itu diam dan menghela nafas pelan.” gu-..”


“ yuk Din kita pergi.” Jelas Batian mengajak Udin pergi.

__ADS_1


“ kalian nggak percaya sama gue?” Tanya Letta sesak pada Bastian dan Udin.


Keduanya melirik letta yang menatap manik mata mereka sendu. “kita nggak percaya., kita kecewa sama loe Letta.” jelas mereka dengan serak. " Loe nyakitin kita sama kerjaan loe!!!" Bisik nya kembali sesak. Air mata Bastian berjatuhan segera ia palingkan dari tatapan Letta. mereka pergi dengan hati hancur.


Tatapan Letta bergetar menatap mereka yang menjauh, meremas poster poster itu sesak. Letta menghela nafas pelan, hatinya seperti di sayat dan di tusuk tapi tetap dirinya tidak bisa berekspresi lebih,. Letta membuang remukan poster di tangannya.


” Yang gue takutin terjadi.” Gumamnya terkekeh pelan, memejamkan matanya, kembali air mata jatuh dan terasasesak. Sekarang dirinya harus apa????


Letta melepaskan selimut dan beberapa alat di dadanya dan segera turun dari kasurnya, tidak, dirinya tidak bisa diam saja begini. Letta harus menjelaskan kepada Agung dan Nadia. Ia tidak mau keduanya membenci Letta lebih jauh dari ini.


Dengan kaki yang di seret Letta melewati jalan yang menatap dirinya dengan heran, bertemu dengan berbagai perawat bertanya tapi Letta tak mengapiknya. Ia menghentikan taksi yang berlalu lalang di depannya, mengabaikan luka dipipinya kembali berdarah. Letta menuju rumahnya dengan tenang, menatap rumahnya yang sudah berisikan orang orang.


Di sana terlihat agung dan Nadia yang menangis bersama Nato. Ketiganya slaing berpelukan. Tatapan Letta memanas penuh luka dan juga kesakitan,. Sekarang ia harus bagaimana? Pulang dengan wajah tanpa dosa?? Sedangkan mereka tau dosa dosa apa yang Letta perbuat???


Tidak seluruh tetapi Letta tetap berdosa. Letta sulit menjelaskan semuanya kepada mereka yang terlanjur memandang dirinya rendah.


Letta tidak sanggup, untuk melihat wajah mereka lebih terluka lebih lanjutpun dirinya tidak sanggup, sesak menggebu melihat bagaimana Agung yang kesakitan.


Letta menghela nafas pelan. ia tidak tau juga bagaimana harus menjelaskan lebih jauh kepada mereka.,” jalan pak.” Gumam Letta serak . supir taksi mengangguk kaku menjauhi rumah.


Letta membuang muka meneteskan air mata sesak. sesakit ini memiliki perasaan, andai Letta tidak terlalu dalam menerima semua kebahagiaan ini. Mungkin tidak akan sesakit ini


...----------------...


Tok..tok....


” siapa?” Tanya Nemo dari dalam segera keluar, tetapi ia diam menatap foto foto yang bertebaran di depan rumahnya. Memandang polos foster itu dan menatap binar Letta.


Agung mengernyitkan dahi menerimanya dan memandang dengan lamban, sejenak tertegun menatap gambar itu.” dimana kamu dapat ini?” Tanya Agung hampir membentak kepada nemo tegas.


Nemo terkaget mendengar suara Agung yang menggema, ia menunjukan arah depan rumah dengan takut.


“ ada apa pak?” Tanya Nadia yang datang membawa sebakul kue. Agung meremas poster dan segera keluar dari rumah, meninggalkan Nadia yang bertanya.


” Ada apa?” Tanya Nadia pada nemo, Nemo menunjukan poster yang agung buang tadi.


Nadia segera menaruh kue di sana dan membukanya tenang. Ia kaget melihat bagaimana anaknya di atas ranjang bersama laki laki, bahkan tubuh polos yang terlihat jelas. saat itu juga tatapan Nadia menjadi hancur.


Nadia segera mengikuti Agung kedepan, melihat apa yang Agung dapatkan, lihat bagaimana Agung terduduk lemas memandang banyaknya foto tak pantas sang putri di sana bersama para pria yang berbeda di setiap fotonya, dan berbagai pose yang tidak pantas.


” Bapak..” gumam Nadia bergetar. Air mata Nadia menetes tak bisa tertahan. Ibu mana yang tidak sakit melihat hal ini?


“ nggak. Ini bukan anak kita buk. Letta enggak mungkin begini.” Jelas Agung sesak merobek semua kertas dan foto foto sesak, hati agung hancur dan terluka, berdarah tak kasat mata.


Tangannya bergetar tidak bisa dikendalikan karena hal ini.” letta nggak mungkin begini buk. Anak kita anak baik, dia nggak mungkin seperti ini kepada kita. Bapak percaya pada Letta jika dia bisa jaga diri baik baik.” jelas Agung kembali menangis, bibirnya bergetar. Tatapannya kosong dan wajah yang memucat. Semua menunjukkan kebalikan dari apa yang dirinya ucapkan.


Nadia mengambil Foto yang belum terlihat.” Jangan dilihat. Ini pasti bukan anak kita..” teriak Agung tegas pada Nadia.

__ADS_1


Nadia menatap suaminya nanar, Agung menangis memukul kuat lantai.” Nggak buk enggak..” gumamnya nanar. ucapan yang keluar berbanding terbalik dengan ekspresi wajahnya.


“ tapi ini Letta pak.” Gumam Nadia pelan.


agung menatap istrinya dengan dingin.” Kamu percaya Letta begini? Bapak tau anak bapak, dia sudah berjanji tidak akan menjual dirinya. Bapak percaya sama letta.” tegas Agung, hati Agung bergejolak percaya tetapi tidak, Agung menepis segalanya.


Sampai Nato sampai ke rumah dalam keadaan kacau menatap Agung dan Nadia yang sudah memegang poster dari yang sejak tadi menggangunya. Nato semakin terdiam melihat hal itu.


"Nato...” panggil Nadia pelan dan sedih.


Nato membuang muka mendekati ibunya. Agung melihat hal itu diam menangis sesak. “ bapak nggak akan percaya kecuali Letta sendiri mengaku jika di foto ini adalah dia, bapak tidak akan percaya sebelum bapak mendengar kejujuran dari dia sendiri.” Tegas Agung. Nato diam tak lagi bersuara, sakit dalam hatinya menyergak menyelimuti relung hati terdalam.


" Dan jika pun semua ini benar bukan salah Letta. salah bapak yang nggak bisa kasih kehidupan baik buat dia. Maafkan bapak Letta!!!" Bisik agung sendu, menyalahkan dirinya. Nadia hanya diam di sana tak bisa berkata apapun.


...----------------...


Tawa Tama menggelegar bersama teman temannya. Melirik Galen yang merencanakan semua ini tersenyum miring.” Loe emang poaling hebat. Gue nggak nyangkah rencana loe sebagus ini.” jelasnya tersenyum miring.


Deno di sana tak ambil suara, diam memandang mereka cukup senang. Yah ini ulah dari Tama dan teman temannya untuk menjatuhkan Letta, membuat beberapa foto editan milik letta dan beberapa ia ambil dari beberapa paparazi, dan pastimya dari apartemen sang ayah. yahhh itu editan.


” Pergi gih, katanya mau jadi pahlawan kesiangan dia. Dia pasti sekarang terpuruk banget dan nggak tau kemana.” Jelas deno kepada Galen.


Galen melirik deno tersenyum miring, deno paling tau tentang dirinya, paling tau jika tujuan utamanya adalah Letta jatuh padanya bukan membantu Tama.


“ Gue pergi buat jemput mainan gue. se You.” Gumamnya melambaikan tangan. Tama melihat hal itu mendengus tak suka dan tak terima,


...----------------...


Brak... Zeyn mengepalkan tangan memandang semua poster yang dikirim orang tak dikenal di paket untuknya, berisikan foto Letta bersama banyak pria.” Sialan.. Berita sialan,, Berita murahan.” Gumam Zeyn dingin dan marah


“ tapi ini terlihat editan tuan.” Jelas Xior tenang menatap banyak foto.


Zeyn melirik Xior dan menatap kembali foto foto.” Lagi pula melihat sikap penolakan dia kepada Tuan, dia tidak akan semudah itu memberikan tubuhnya pada laki laki, jika benar dia begitu, sudah pasti tuan akan ia beri juga, sebab bukankah Tuan memberi dia uang yang cukup besar?.” Jelasnya tegas dan tenang.


Benar, Zeyn melirik Xior yang tersenyum miring.” Dia itu perempuan licik, tidak seperti perempuan bodoh diluar sana, dia bisa melakukan banyak cara mendapatkan apa yang dia mau tapi tidak akan bisa ditaklukkan dengan banyak cara. “ jelas Xior kembali.


“ kau yakin Xior?” Tanya Zeyn pelan.


” boleh bertaruh. Saya sudah menemui banyak wanita di dunia ini, dan dia salah satu yang saya tidak ketahui watak aslinya, dia berbeda dan dia membingungkan.” Jelas Xior memainkan pisau di tangannya.


" Tuan terlalu terlambat untuk datang dan membantu dia!!" Jelas Xior mencibir Zeyn. Zeyn mengetahui semua yang Letta lalui beberapa hari ini. tetapi ia diam saja.


" Aku hanya ingin lihat, dia seberapa kuat dalam menyikapi masalahnya, sampai mengetahui dia sebenarnya siapa!" Gumam Zeyn kesal.


Xior mencibir Zeyn. "Alasanmu terdengar norak!!"


Zeyn menghela nafas pelan mendengar hal itu.” bagaimana dengan Sunja?” Tanya nya kembali. Yah kabar sunja hingga detik ini tidak tau dimana kan???

__ADS_1


Xior menaiki alisnya.” Dia terlihat manis, aku menjadikan dia peliharaan.” Jelas Xior tersenyum miring.


Zeyn bergidik ngeri, yah Xior mengerikan, bahkan manusia saja ia jadikan peliharaan.


__ADS_2