Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Pelik cinta


__ADS_3

.” Gue maunya letta meluk gue bukan loe..” bisik Diki nanar.


Letta ingin rasanya Letta berteriak jika dirinya adalah letta..!!!!


Keadaan menyedihkan Diki hanya disaksikan oleh letta, bukan apa apa letta sangat tidak ingin diketahui jika dirinya masih hidup, orang lagi mungkin berkata dirinya egois, tapi demi apapun yang Letta rasakan sakitnya menjadi dirinya itu luar biasa, bahkan sampai sekarang Letta tidak bisa mencintai orang lain, lebih ekspresif dan lebih menunjukan diri demi kebebasan mencari kebahagiaan sendiri.


Kalian tau rasanya? Kosong, Letta tidak memiliki tujuan apapun dam hidup keduanya selain hidup bebas dan nyaman, apa pernah Letta menyukai banyak orang? keluarga? Letta tidak begitu ingin keluarganya berbalik dan memandangnya. Letta hanya ingin menukar keburukan Letta lama menjadi hal baik di hari ini.


Lalu apakah letta mencintai banyak orang? tidak, Letta merasa hidup bebas, dan bisa menunjukan dirinya tak suka atau suka, itu sudah jauh lebih baik. kosequensinya ketika bersama keluarga lamanya adalah kebebasan.


Letta bertaruh jika mereka pasti akan menahan Letta untuk tinggal bersama mereka, letta tidak ingin lagi, sisa rasa sakit itu masih ada di sisi terdalam hatinya.


“ papa? Letta?" gumam Fahmi pada keduanya.


Diki mengusap air matanya pelan melirik Fahmi yang sudah bersih usai mandi. Diki menggeleng pelan memandang fahmi. fahmi memandang ayahnya dengan banyak tanda Tanya. Apa yang mereka lakjukan sampai ayahnya menangis??? “ papa duluan, kalian bisa mengonrol betdua, papa akan menyiapkan makan malam bersama ibumu.” Jelasnya tegas dan bergegas pergi.


Fahmi mendekatinya letta dan mengerjab pelan memandang letta hanya diam saja, “ loe ngomongin apa sama bokap gue?” tanyanya duduk di sebelah Letta. Letta melirik fahmi mengerjab pelan, aroma sabun menyuar di hidungnya.” Gue sama bokap loe dulu temenan.” Ujar letta pelan.


Fahmi melebarkan mata kaget.” Loe udah tua banget berarti kalo seumuran sama bokap gue.” jelasnya dengan julit.


Letta mengangguk.” Harusnya emang usia gue 34tahun.” jelas Letta tersenyum tipis.


Fahmi mengangguk pelan paham.” Jangan bilang loe Alleira yang sreing bokap gue ceritain itu?” Tanya Fahmi ingat dnegan cerita ayahnya tentang temannya dulu.


Letta mengangguk pelan di sisi Fahmi. Fahmi memandang letta shok.” Kenapa loe nggak jujur sama bokap gue? dia pasti seneng banget tau temen yang dia sayang masih hidup..” serunya kepada Letta.


Letta menggeleng pelan memandang Fahmi.” Loe pernah nggak ketusuk jarum?” Tanya Letta pelan.


“ pernah.” gumam Fahmi pelan.


letta mengangguk pelan.” mau nggak gue tusuk pakek jarum?” Tanya Letta pelan.


Fahmi mengeleng pelan mendengarnya. Letta mendongak menyanggah tubuhnya dengan tangan bersender kebelakang.” Sama gue juga. Gue ngak mungkin ngebuat posisi gue jadi sakit kayak dulu lagi.” jelas letta pelan.


Fahmi berdehem pelan mendengarnya. tidak tau apa yang Letta maksud.


“ jadi loe nggak gila?” Tanya letta mengalihkan ucapan Fahmi yang baru di tenggorokan.


Fahmi mendelik tak terima.” Gue nggak gila anjir. Gue Cuma ngerasa bersalah banget udah ngebunuh anak pak Agung. Gue bener bener ngerasa bersalah sudah denger cerita ayahnya Letta gimana dia ngebesarin anaknya. selama ini gue kasar dan terus aja mojokin letta.” gumamnya lemah.


Letta mengangguk paham.” Loe emang salah, tapi berhenti bikin orang tua loe khawatir, yang berlalu Udah berlalu, jadikan pelajaran aja kedepannya gimana cara loe harus memperlakukan cewek. Mau dia gimanapun loe nggak boleh main tangan.” Tegas Letta.


Fahmi melemaskan bahunya dan menggeleng pelan. mata Fahmi kembali memerah dan hendak menjatuhkan air mata, Letta melihatnya mengusap pelan bahunya Fahmi.” Loe cowok, harapan keluarga. Jangan gini.” Jelasnya.


“ gue boleh Hug?” Tanya Fahmi.

__ADS_1


Letta mengangguk pelan dan menerima pelukan dari Fahmi. Fahmi menangis cukup keras kembali di pelukan Letta. letta memejamkan mata, rasa senang dihatinya mengingat jika Diki hidup sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Fahmi tertidur di pelukannya saat usai menangis, Letta menijnggalkan Fahmi dan mulai menuruni tangga, di bawah ia bertemu dengan Melani dan diki yang slaing bicara.” Loh Bastian mana?”bertanya Letta kepada orang tua Fahmi.


“ dia pulang dulu, katanya laper nungguin kamu.” Ujar Melani membuat letta mengangguk paham.


” Gimana Fahmi dia udah baikan apa gimana?” Tanya Melani kembali kepada letta penuh harap. " Dan tolong kami sangat ingin tau apa yang dia lakukan Sampek dia jadi stres gini!!" Lanjut Melani setengah frustasi mencari jawaban.


Letta melirik Melani dengan pandangan santai.” Sudah biasa saja, dia nggak gila tante Cuma ada hal fatal saja yang dia lakukan ke letta, “ jelas Letta jujur.


“ dia kenapa?” Tanya Diki kepada Letta pelan.


” dia nidurin kamu? Hamilin kamu? Katakan saja sama tante biar Fahmi bisa tanggung jawab sama kamu.” Ujar melani meremas tangan letta nanar dan juga takut,


yletta mendelik menatap Melani dengan pandangan menajam.” Bukan tante.” Gumam Letta pelan kepada Melani, bisa bisanya ia dikira hamil duluan,.


“ terus apa yang dilakukan putra saya sama kamu sampai dia bener bener kelihatan trauma begitu letta? apa hal fatal yang dia laukan sama kamu?” tanyanya mengguncang bahu Letta.


Letta menepis tangan Melani yang terlihat kasar dan memandang Melani tak suka.”Melani terdiam memandangi Letta yang menatapnya tak suka, rasa tak enak hati menyergap melani.” Maaf. " Gumamnya lirih.


“ Fahmi anak pertama saya satu satunya, saya menyayangi diam, melihat dia stress dan menangis berkepanjangan membuat saya khawatir terhadap dia. Saya sebagai ibu Fahmi tidak bisa tenang Letta, tolong mahklumi saya.” Jelasnya tegas kepada Letta kembali.


Letta mendengarnya mengangguk pelan.” tante bisa tanya sama Fahmi aja sendiri apa yang dia lakuin ke saya, “ jelas letta mengambil tasnya di atas sofa.” Btw rumah tante sama om kemarau yah. gersang ga ada air, nggak ada makanan. Kayak di gurun sahara.” Ujar Letta mengejek menyentuh lehernya.


Melani dan Diki melebarkan matanya mendengar ucapan Letta yang blak-blakan.” astaga saya lupa, kamu mau minum? Makan dulu?” Tanya Melani buru buru beserta malu kepada Letta.


Melani memandang Letta masam dan Diki pun memandang letta dengan tahan tawa. Letta terlalu blakblakan terhadap perasaannya.


“ udah yah tante. Aletta pulang.” Ujar letta tak salaman pada Diki atau Melani, memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya.


Diki tertegun melihatnya. " Hati-hati yah!!" Seru Melani kepada Letta.


” Woy letta udah pulang loe?” teriak bastian kepada Letta yang berjalan kearah rumah Fahmi.


Letta menyalahkan klakson dan menurunkan kacanya.” Iya nih udah malem.” Jelas letta.


Bastian mengangguk pelan.” mampir skuy.” Ujar Bastian menaik turun alisnya.”mumpung bonyok lagi dinas.” Ujarnya mengedipkan satu matanya.


Letta melempar minuman lama di mobilnya kearah bastian tanpa aba aba. Bastian meringis saat botol menempeleng kepalanya.” Anak Dajjal.” Ujar Letta sinis.


Bastian terbahak mendengar jawaban Letta yang paham joksnya. Letta menutup kaca mobilnya dan melajukan mobil meninggalkan Bastian yang kesakitan sembari tertawa.


Bastian membuka botol minum orange just Letta dan meminumnya dengan wajah masam.” Kok kecut banget yah?” gumamnya.


Itu minuman lama Letta..!!! Sudah basi!!

__ADS_1


“ Bastian..” bastian melirik Diki dan melani yang mendekati dirinya.


Bastian segera memandang mereka sopan.” Eh iya tante om?” tanyanya gugup.


“ kamu tau apa masalah Fahmi dan Letta?” tanyanya pada Bastian pelan dan penuh penasaran.” Secara kan kalian satu sekolah, kamu juga satu kelas sama Letta, kalian terlihat akrab.,” kanjut Melani kembali.


Fahmi menggaruk tengkuknya tak gatal.” Sebenernya saya juga kurang tau tante apa pelik dari mereka, “ gumam Bastian jujur.” Soalnya sebelum sebelumnya saya sama Letta nggak deket, Cuma beberapa bulan ini aja kami deket sama main bareng, dulu Letta mainnya sama Cinta, Belle sama Sunja,” jelas bastian kepada keduanya jujur.


“ kamu beneran nggak tau hubungan keduanya??semacam apa mereka mantan? Fahmi yang bucin banget mangkanya dia sampek gila pas Letta putusin?” Tanya Diki dengan paradigma nya menyahut.


Bastian menggeleng pelan.” Letta nggak suka fahmi, dia sukanya Fajar temen anak tante.” Jelas Bastian kepada Melani menolak.” Dan mereka kayaknya nggak ada masalah percitaan satu sama lain kok. Cuma anak tante suka berlaku kasar sama Letta., dulu pernah da mukul atau nampar Letta karena Letta suka bully orang atau bully pacar temen anak tante., Fahmi kasar sama Letta tante.” Jelas nya kembali menekan di akhir kata tentang Fahmi.


“ kok bisa? setahu saya fahmi tidak pernah kasar kepada perempuan, dengan saya saja dia tika berani membentak atau memukul?” Tanya Melani shok mendengar tingkah anaknya kepada Letta.


“ itu kan sama tante..! terakhir dulu pernah Fahmi dorong letta di kelas kami sampek kepala Letta kejedot meja, dia juga sama temen temen dia nendang Letta dan nampar dia sampek letta jatuh dan masuk rumah sakit gitu. Katanya Letta koma dan hilang separuh ingatan gara-gara Fahmi dan kawan-kawannya.” Jelas Bastian kembali dengan saksama.


“ astaga.” Gumam Melani kaget mendengarnya.,


Bastian mengangguk.” Yah gitu tante, “ gumam Bastian Jujur.


Melani terdiam di tempat. Shhok mendengar kelakuan anaknya di sekolah, di rumah Fahmi anak baik, humoris dan tidak pernah main tangan kepada siapapun, dan bisa bisanya dia begitu kasar dengan Letta.


apa karena itu dia gila. Tapi tidak yakin Melani.


...----------------...


Pulang karena kelelahan, bobot letta memasuki mobil ke bagasinya, sudah cukup malam.


“ kakak..” letta melihat Nemo yang duduk di depan rumah tersenyum lebar memandangnya. Letta lupa punya adik sebab sangat jarang bertemu.


Nemo di sana segera mendekati Letta dan bertepuk tangan.


“ kenapa belum tidur? Sudah jam 10 loh.” Ujar Letta mendekati Nemo dan mengusap kepala Nemo, tapi tangannya terhenti merasakan rambut Nemo gugur dan rusak.


Letta memandang Nemo dengan penuh Tanya.” Nemo kamu sakit?” Tanya Letta serius.


Nemo menggeleng pelan.” tidak, Nemo sehat. Nemo main main yao yao.” Ujar nemo melompat lompat menggerakkan tangan asal. Yaoyao yang dimaksud adalah keras yang berbentuk ikan yaoyao


Letta melihatnya diam sejenak, menikmati wajah Nemo, wajah Nemo memang selalu pucat dan suka ngeces, “ yaudah main di dalam aja yuk udah malam.” Ujar Letta kepada Nemo yang sibuk bermain di depannya.


“ tapi Nemo mau ngengngeng sama kakak, Nemo mau coklat banyak banyak, isratana coklat.” Nemo memandang letta memelas dibuatnya.


“ besok aja mau? Udah malam, Nemo tidur dulu malam ini.” Jelas Letta pelan kepada nemo.


“ kakak tidak bohong?” Tanya Nemo kepada Letta penuh penindasan dan tuntutan membuat Letta gemas.

__ADS_1


Boleh tidak sih Nemo di makan?


__ADS_2