
Melihat anaknya yang pulang dalam keadaan penuh dengan noda tanah, usang bahkan rambutnya berdebu Putra menatap anaknya dengan heran, khawatir segera mendekati Juya. Juya melihat ayahnya tersenyum lebar.
” papa..” teriaknya segera mendekati Putra riang.
Putra segera berjongkok menatap Juya heran.” Kamu di bully lagi yah?” Tanya Putra serak.
Dirinya tau anaknya sering di bully karena banyak yang tau jika Juya anak diluar pernikahan. Putra tidak tau siapa pelakunya yang menyebarkannya, katanya banyak dari gossip mulut ke mulut, sehingga semenjak anaknya sudah digemparkan tentang dia anak haram dan tidak memiliki ibu, dia di bully dan di jauhi oleh teman temannya di sekolah.
Juya menggeleng dengan senang.” Tebak tadi Juya main apa?” Tanya Juya berbinar menatap ayahnya.
Putra mendapatkan tatapan itu sedih.” Maafin papa yah.. gara gara papa kamu ngelewatin masa buruk.” Bukannya menjawab. Putra malah meminta maaf pada anaknya.
Juya mendengus kesal memukul lengan ayahnya.” Ih papa ngomong apa sih? kan juya sedang bertanya. Tebak Juya tadi main apa?” Tanya Juya merengek pada ayahnya,.
Juya tidak pernah menyalahkan ayahnya. Juya tau ayahnya sangat menyayangi dirinya, juya tidak tau apa yang terjadi di masa lalu, yang jelas ia berada di hati Putra dan Putra ada di hatinya.
Putra menaiki alisnya, tak biasanya anaknya begitu excited begini.” Main bola?” Tanya Putra ragu.
Juya melebarkan mata kaget.” Kok papa tau? Ih papa lihatin Juya main yah tadi?” Tanya Juya merengek menatap Putra yang tau jawabannya.
Putra menggeleng.” enggak, kan papa kerja sayang... memang benar kamu main bola??” Tanya Putra tenang mengusap kepala anaknya.
Juya mengangguk senang mengingat permainanya tadi. “ ternyata seru banget main sama temen temen, kami main bola, terus perosotan, terus makan es krim.. “ tegasnya berbinar senang.
Putra memegang bahu anaknya tegas. juya menatap ayahnya kaget.” Kamu nggak boleh bohong,. Kamu di bully lagi yah? siapa yang berani bully kamu lagi hmmm??? Biar papa tegasin ke orang tuanya.” Tegas Putra. Putra tidak suka anaknya berbohong.
Juya menggeleng tegas.” Juya tidak berbohong papa. Juya beneran ada teman sekarang, yang suka Bully Juya juga teman Juya sekarang.” jelas Juya senang pada Putra.
Putra menatap anaknya rumit. Putra tidak tau anaknya bersungguh sungguh atau berbohong, tetapi ia hanya memilih mengangguk dan berdehem.” Syukurlah jika begitu. “ tegas Putra.
Juya mengangguk riang.” Papa nggak sempat masak buat kita. kamu segeralah mandi, nanti malam kita cari makan di luar aja yah, papa bosen makan di rumah juga.” Jelas Putra mengusap puncak kepala anaknya sembari berdiri.
Juya mengangguk senang.” Ote deh...” tegasnya segera berlari ke kamar.
Putra mengernyitkan dahinya menatap anaknya sulit. Anaknya benar benar tidak di bully kan?
__ADS_1
Juya sendiri berlari menaiki tangga menuju kamarnya, sangat senang setelah sekolah 2 tahun baru mendapatkan teman, sekarang ia sudah kelas 2 SD dan ia sudah menjalankan hari hari buruk. Ingat tadi dimana kedatangan sosok yang membantu dirinya Juya menghela nafas pelan.” padahal belum sempat berterimakasih... “ gumamnya sedih.
" Tapi aku ingin jadi seperti dia, berani..” tegas Juya senang. Iya perempuan yang membantunya membuat Juya ingin seperti dia, bisa melawan smeua orang.
Di mall besar. Letta mengerjab menatap sekeliling mall, sudah berapa lama ia tak memasuki mall sekarang ? sudah sangat banyak perubahan, dulu di bagian depan mall ini sangat ramai dengan jajanan yang seperti bakso bakar dan lain lain. Letta ingat dimana ia bersama Mars pergi di sini.
Tapi sekarang tidak lagi ada, adanya mobil mobil yang menawarkan mobil untuk di jual, lalu untuk sisi dimana tempat seperti ada acara sekarang sudah tidak lagi ada, adanya di tengah adalah mainan mobil yang di naiki oleh anak anak. Letta jadi berfikir, berarti dirinya sudah sangat lama.
“ kita main di fan city di sana yuk.” Tarik Gina pada tangan letta pada arah kirinya.
Letta mengernyitkan dahinya.” Loh bukannya lurus?” Tanya Letta heran.
Gina mengeleng pelan.” itu lurus memang ada, tapi yang lama, kalo yang baru yah di sana, ada banyak permainannya.” Jelasnya senang.
Letta menjadi tau, Zeyn dan Fajar mengikuti dari belakang, tentu saja sebab Fajar kan adiknya Zeyn dan mereka memang pergi bersama tadi.
Memasuki arah kiri. Letta melihat ada banyak brand yang dulu tidak ada, mulai dari sushi, donut dan juga penjualan berlian baru. Oh ini dia.. berarti bagian depan diganti ke sini show nya.. lihat anak anak yang melakukan talk show di sini.
“menaiki ekskalator mereka menuju kearah lantai dua.. tatapan kagum kepada rombongannya sangat banyak dan tak bisa di tutupi, letta yang cantik, putih pucat dan tinggi. Zeyn yang tinggi, putih bersih menggunakan baju santai putih, celana pendek cream dan kaca mata hitam, sepatu putih, dia sangat tampan, begitu juga fajar yang menggunakan baju santai hitam, celana hitam dan sandal biasa berwarna hitam.
Wajahnya nyaris mirip dengan Zeyn, bedanya Zeyn lebih tampan dan meskulin.
“ wahhh..” gumam Letta kagum melihat fan city yang sekarang.” haha loe udah lama nggak ke mall apa gimana??” Tanya Gina heran.
Bisa bisanya Letta terlihat kagum dan bingung melihat banyaknya permainan. Bahkan jalannya saja ia tidak tau.
“ gue udah lama ngak ke bim.” Jelas letta jujur melirik Gina.” Kayaknya udah empat atau tiga tahun gitu isih, terakhir pas gue bikin skripsi dama nyari buku buat persyaratannya wisudah gitu, tapi nggak di sini, itu Cuma tokoh depan terus Cuma ngecafe bentar. Udah itu udah nggak ada.” Jelas letta jujur masih berjalan mengikuti Gina.
Gina mendengar itu kaget.” Berarti loe nggak shoping shoping dong selama empat tahun ini?” tanyanya. Bisa bisanya letta tidak ke mall atau ke Bim selama empat tahun.” sumpah yah let.. gue kalo sebulan aja nggak ke mall kayaknya badan gue gatel gatel gitu, berasa ada yang kurang.” jelasnya.
Letta tertawa garing mendengarnya, Zeyn dan Fajar terpanah melihat tawa letta, letta merapikan rambutnya yang mengganjal dileher.” Gue mau sih ke sini, Cuma ngak sempet, kalopun ada libur gue ngerasa enakkan di rumah nggak sih tidur. Kadang juga jarang tidur jadi bener bener nggak sempet.” Jelas Letta lagi jujur.
“ loh kok bisa?” Tanya Gina.
“ bisa dong, kan udah dua tahun lebih kembaren gue koas di rumah sakit lumayan gede, dan itu tuntutannya udah pasti lebih gede, pulang nggak nentu, tugas akhir lagi., hafalan lagi, kadang harus ada oprasi mendadak, kemaren gue jadi asisten prof kami. Nggak seperti ngapa ngapain gue selain koas. Pergi koas pulang terus pergi ke koas lagi.” jelas letta terbahak mengingat masa dirinya selama dua tahun ini
__ADS_1
“ busett.” Gumam Gina kaget.
Fajar dna Zeyn hanya menyimak jadi melirik letta sulit.” Emang loe nggak apa apa sama penyakit loe?? “ Tanya fajar rumit.
Letta menghela nafas. modnya jadi rusak.” Gue nggak penyakitan gitu juga sih.” gumam letta.” tapi yah gitu, paling demam, sakit minum obat haha,. Sekarang gue rasa udah kebal, kalo sakit yah minum obat.” Jelas Letta santai.
“ sorry.” Gumam Fajar serak.
Letta hanya berdehem.”gue isi koin dulu yah.” gumam Gina segera menuju loket yang engisi koin di kartu fancity. Letta menatap permainan yang ada dengan tenang memasuki tangannya ke jaket. Sampai tangan Zeyn terulur kepada Letta. Letta menaiki alisnya menatap tangan Zeyn heran.
Zeyn hanya diam menarik tangan letta dan memberikan sesuatu ditangan letta, letta mengerjab pelan menatap kartu fancity. Membuang muka zeyn hanya diam. Letta menaiki alisnya.” Buat gue main?” Tanya letta dengan pelan. Zeyn berdehem membuat Letta mengulum senyumnya.” Ada koinnya nggak nih?” Tanya letta remeh
Zeyn melirik letta malas. Letta terkekeh melihat itu.” yuk lett.,. gu. Eh?? Loe ada kartunya?” Tanya Gita menatap tangan letta yang ada kartu untuk main.,
Letta mengangkat bahu acuh segera berjalan menuju tempat capit boneka. Gina melirik Zeyn yang menatap arah jalan letta segera ikut dari belakang diam melirik fajar yang di sana juga panas.” Yuk.” Gumam guna. Fajar mengangguk segera ikut bermain.
Letta menggosok kartunya dan mulai bermain capitan, dengan tenang bermain tapi harus terjatuh. Kesal. Bahkan yang lain juga kesal, Letta segera kembali main hingga boneka luma luma ungu ia dapat.
Letta tersenyum mengambil boneka yang terjatuh dan melompat girang menatap Gina dan yang lain.” wahhh keren. Gue juga mau.” Gumam Gina segera menekan kartunya.
Letta terkekeh segera mundur menatap Gina bermain. Zeyn dan Fajar hanya tersenyum tipis melihat itu. Letta terlihat sangat asik bermain pada Gina. Main yang mereka tidak tau, dimulai dari tenis, basket hingga kepada zombie air,, mobil bombompam.. letta dan Gina benar benar menguras dompet Mereka. Zeyn tebak mereka habis uang jutaan hanya untuk mainan yang bahkan bisa mereka beli di luar.
Sampai sore. Mereka baru menyelesaikan acara mainnya. Letta mengusap keringatnya dan menghela nafas pelan. Fajar dan Zeyn berwajah masam membawa banyak boneka yang letta dan Gina dapatkan.” Kapan kapan kita main lagi yah.” gumam Gina senang merangkul letta.
Letta mengangguk pelan.” hehe iya..” jelasnya.
” Btw kita ke restoran dulu yuk makan terus kita shoping.” Gumam Gina berbinar menatap tokoh tokoh yang berjejeran.” Udah lama nggak shoping deh,... kamu pasti udah lama nggak shoping kan? dulu aku koas juga gitu, kalo kata dosen tu kalo bisa tidur paling jam 2 malem.. “ jelas Gina. Gina juga dokter jadi paham betul.
Letta menggeleng.” Gue nggak bisa tidur jam segitu, bisa bisa di sembelih sama Nato.” Gumam Letta mengingat Nato yang jika ia pulang lewat jam 9 saja udah di susul di rumah sakit. bahkan ia juga bertemu dengan dokter Canva untuk membawa letta pulang.
“ nato siapa? Pacar baru kamu yah? cie..” goda Gina menatap letta riang.
Letta mendelik.” Gue nggak ada pacaran, dia kakak gue gitu, tapi emang orangnya posesif, dikit dikit nggak boleh ini, nggak boleh itu gitu.” Jelas letta.
” jadi loe nggak ada pacar?” Tanya Zeyn pada letta tegas.
__ADS_1
Gina menatap zeyn geram,.” Kenapa emang?” tanyanya.
Zeyn mengeleng pelan, takut terhadap tatapan Gina.