Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Sudah tau


__ADS_3

“ omo omo ini bayi nya.” Gumam letta gemas melihat bayi macan tutulk yang masih belajar merangkak.


Penjaya terkekeh pelan.” benar nona, macan tutul sangat sulit untuk di buat jinak, jika tidak dipisahkan dengan indukannya bisa jadi ia akan jadi liar juga dan kita tidak bisa memeliharanya. Tuan harap dia bisa jinak.” Gumamnya pelan.


” terus yang nyusuhin siapa?” Tanya Letta mendekati anakan macan.


Ia menggeleng dan menunjukan kedepan. Letta mendongak dan argh, melebarkan mata kaget saat harimau mendekatinya dengan tatapan garang dan menjilati bayi yang ia sentuh tadi. Penjaga segera menahan letta dan berdehem.” Dia cukup jinak asal tidak di ganggu. Namanya Leo.” Jelasnya mengusap kepala leo.


Letta mengangguk gugup.” oh oh.” Gumamnya berdehem.” Tuan berniat menjadikan rumah ini taman Zoo berisokan binatang binatang begitu dan di jadikan bisnis. Kami cukup kaget nona di bawa kemari.” Jelasnya kembali.


Letta menghela nafas pelan.” jadi dia mau bikin taman ZOO.” Gumam letta pelan.


mereka mengangguk pelan.” iya Cuma ini perkarangan sementara, kabarnya dua hari lagi akan di pindahkan.” Jelas penjaga itu kembali dengan tenang.


Letya memandang lemah penjaga itu, cemberut kesal.” Baru di lihat eh sudah pergi saja.” Gumam letta,.


penjaga terkekeh pelan melihat wajah gemas Letta. letta menoleh merasakan ada yang mengendus endus tubuhnya, melihat siapa matanya melebar. Melihat Leo yang menaruh anaknya dipangkuan letta.” wohoho..” gumam Letta senang Mengusap kepala anak macan itu.


" itu dia suka sama kamu artinya. “ gumam penjaga kagum.


Letta berdehem senang dibuatnya,. Lihat harimau itu pergi dari sana dan tidur sembari menjilati bulunya.” Itu dia sedang mandi, dia menitiupkan anaknya kepada nona.” Jelas lagi penjaga.


“ bisa begitu?” gumam letta kagum.


Penjaga terkekeh pelan,” mereka dan kita sama saja, hanya kita saja yang tidak paham apa yang mereka katakan dan mereka juga kadang merasa kita ancaman,” jelas penjaga menghela nafas pelan.


Letta mendengarnya berdehem pelan mengusap kepala anak macan tutul di pangkuannya. “ syukurlah tuan Xior sudah mendapat izin.” Gumamnya pelan.


Letta mengangguk pelan mendengar hal itu,. melirik anak macan di pangkuannya.” Siapa namanya?” Tanya letta.


” nama saya Rinto nona.” Jelas penjaga serius.


” Oh nggak, maksud saya nama ini macan.” Jelas Letta menunjukan bayi.


Rinto menepuk pelan keningnya dan terkekeh.,” yaampun kirain nona nanya nama saya hehe. Dia belum punya nama.” Jelas Rinto malu malu.


" Haha!" letta tertawa melirik Rinto yang malu


Rinto hanya meringis, nona sialan.


Letta melebarkan matanya.,” wah wah.,...” gumamnya berdehem memindai seluruh bulu di tubuh macan yang beragam.Membuka sedikit kaki macan membuat rinto melebarkan mata saat Letta memastikan jenis kelaminnya. “ oh... Bujang... saya akan beri nama dia bujang.” Gumam letta semangat.” Karena dia laki kaki.” Gumamnya kembali.


Rinto terkekeh pelan mendengarnya.” Nona tidak mau memberi nama yang lebih keren?” tanyanya heran.

__ADS_1


" apa Bujang terdengar norak???" Gumam Kertas Rinto kaget mendengarnya, Letta berdehem pelan.” mocha??” Tanya letta mengerjab pelan.


Rinto meringis pelan menatap letta.” itu terlalu imut nona.” Gumamnya tak enak hati.


Letta menghela nafas paham mendengar hal itu. “ hmmm iya yah??? “ gumam Letta dengan pelan, menatap lagi anak macan yang masih tertidur di kakinya.” Milo?” Tanya Letta.


Argh.” Wohoho dia suka nama Milo.” Gumam letta senang.


Rinto mengangguk pelan. “ sepertinya.” Gumanmnya memandang macan yang bergeram pelan.


Tak jauh dari sana ada Xior yang melihat semuanya, memutar bola mata malas.” Dia pikir Apa macanku Dikasih nama begitu murahan. ,moci?Milo? Hm,,,. Emang kucing..” gumamnya membuang muka malas, segera menjauh.


...----------------...


Bima senyum senyum sendiri sedari tadi saat kerja, menatao berkas yang datang begitu senang., Jo melihat tuannya yang senyum senyum sendiri bingung.” Tuan? Apa hari ini perasaanmu begitu baik?” Tanya Jo pelan,


Bima mengangguk pelan.” sangat baik.” tegasnya senang dan bersiul.”


“ tuan apakah tuan sangat menyukai nona Letta hingga ingin di jadikan yang kedua?” Tanya nya pelan dan linglung. Menjadi pilihan nomor dua bukan bagus.


Apalagi bima laki laki, harusnya laki laki yang mendua, ini perempuan. Aneh saja melihatnya.


Bima menghentikan tangannya dan memandang Jo dengan lamban. Berdehem, pelan mengingat fakta itu.” sebenarnya itu pilihan buruk, tapi ketika aku tau Letta masih tetap milikku itu bukanlah masalah. Kau tau???? Putra itu tentara dan dia akan suka keluar mendapatkan tugas.” Jelas Bima dengan pelan.


“ dan kalo Xior??? Dia terlihat tidak menyukai letta, dia juga cukup kuat.. aku tak keberatan asalkan letta juga dalam keadaan baik baik saja. Aku rasa memang aku belum bisa menjaga letta selama ini.” jelas Bima dengan tenang,


Jo menghela nafas pelan mendengar hal itu. Bima memang setulus itu, kan sudah dibilang jika Bima itu tulus, sangat tulus, bahkan membuat Jo ingin geleng kepala..


Jika ada penghargaannya orang paling setia dan paling baik, maka pasti akan di menangkan oleh Bima. Jo percaya itu.


...----------------...


Brayen menghela nafas pelan, sudah hampir sebulan ia tinggal di rumah Letta tak enak hati, lihat bagaimana orang tua Letta dalam posisi berkabung anaknya pergi tidak pulang. brayen sudah mengatakan ingin pergi tapi orang tua Letta menolak dengan alasan rumah ini akan sangat sepi jika tidak ada letta.


Brayen mengayunkan tongkatnya, berjalan menuju kampusnya dengan kepala yang berat, keluarga Letta sangat baik tetapi dirinya sangat jahat kepada anak mereka. Apalagi mendnegar kabar jika letta itu ternyata berbeda dengan letta selama ini. pantas saja akhir akhir ini letta sangat kuat dalam bertarung. Bahkan ia sampai patah di buatnya.


“ kenapa loe masih pagi suram banget?” gumam Fahmi heran melihat Brayen yang sampai dalam keadaan murung.


Brayen menghela nafas pelan melirik Fahmi, melirik ada fajar dan Renja di sana ia segera duduk di dekat mereka.” Gue ada berita penting buat kalian.” Gumamnya pelan.


Mereka slaing lirik dan berdehem pelan menatapnya serius. “ ada apa? Keliatan serius banget?” gumam Fahmi mendekati Brayen.


Brayen mengangguk.” Kalian tau ngggak sebenernya kalo selama ini Letta yang berantem sama kita itu bukan Letta lama. Letta lama udah meninggal.” Jelas Brayen masam,.

__ADS_1


Mereka melebarkan mata kecuali fahmi.” Maksudnya gimana gimana?” Tanya Fajar mendekati brayen lebih dekat pada Brayen.


Brayen mengangguk.” Gue nggak tau sih lebih jelasnya. Tapi yang pastinya Letta lama yang selalu gelandutan sama loe dan cari masalah sama gue tu, beda sama Letta beberapa bulan belakangan ini. Letta yang suka sama loe itu udah nggak ada. Udah meninggal.” Jelas Brayen serius.


Mata Fajar melebar mendengar itu, pantas saja tidak lagi ada cinta dimata letta untuknya. Selama ini tatapan letta akan memberikan dirinya penuh cinta, tapi beberapa bulan akhir ini tidak, dia menatap Fajar benci, dingin, datar, intimidasi. Mereka seperti dua orang berbeda, mereka memang beda artinya???


“ dia emang beda.” Sahut Fahmi. Itu mengalihkan pandangan mereka menjadi kearah Fahmi. Fahmi diam menatap temannya merasa bersalah.” gue udah tau dari awal, karena itu, gue kemarin hampir gila.” Gumam Fahmi menghela nafas.


“ loe? Tau?” gumam Renja kaget.


Fahmi berdehem pelan.”letta cerita langsung sama gue.,” gumamnya mengangguk melirik teman temannya.” Kalo Letta asli udah meninggal pas tengah semester kelas 3, tragedi dimana kita dorong letta sampek kepala dia terbentut meja dan lantai sampek berdarah terus dibawa ke rumah sakit rupanya dia meninggal, dan pelakunya kita... “ jelas Fahmi pelan dan takut.


Mereka kehilngan suara mendengar itu.” Loe jangan bercanda fahmi.” Gumam Fajar hampir berteriak.


Fahmi mengangguk.” Gue nggak boong. Yang pasti letta yang dulu kita kenal meninggal, dan yah itu gue nggak tau pasti gimana ceritanya. Tapi letta Yonarsa mati karena kita dan sekarang itu Alleta Ragiel, dia yang selama ini jadi Letta dan karena itu dia 'berbeda'.." gumam fahmi.


Renja terlemas di tempatnya, menggeleng pelan, benar mereka memang sangat beda, bahkan dari otak saja beda. Sialnya mereka tidak mempercayai ini sejak awal, mereka pikir jika Letta hanya berubah karena lelah kepada mereka.


“ dan loe baru ngasih tau kita sekarang?” Tanya Brayen memandang Fahmi tidak percaya.


” Gue hampir gila cuy pas tau, dan loe pikir gue mau kalian gila juga kayak gue? enggak..” tegas Fahmi pada Brayen jelas dan nanar.” letta juga dateng sama gue beri keyakinan kalo Letta pantes mati,. Kalo dia udah keterlaluan, durhaka sama orang tuanya, suka bully orang, baru gue bisa berfikir positif.” Jelasnya tegas.


“ tunggu dulu, artinya kita pembunuh?” Tanya fajar nanar.


” nggak usah mikir jadi pembunuhnya, tapi pikirin gimana sikap kalian sama letta selama ini. bener apa nggak nampar perempuan ditempat umum? Jambak anak orang?” Tanya dari arah samping.


Keempatnya menoleh melihat Udin yang bicara bengis.” Loe??? Loe sendiri kenapa diem aja pas tau letta di begitukan?” Tanya fahmi dengan aneh.


Udin diam saja tak menjawab.” Artinya kita semua jahat karena itu ngelahirin sikap jahat Letta Yonarsa. Lagian dia udah meninggal, yang harus kalian pikirin sekarang letta yang sekarang hilang, nah kalian bantu cari dia dimana.” Tegas Udin kembali.


Brayen memijit pelippisnya pelan karena hal itu,” dia nggak usah di cari udin, dia Cuma mau butuh waktu sendiri, dan ada kalah di mana dia bakal pulang, dia nggak akan mudah di temuin.” Jelas Brayen dengan pelan.


” kalopun ketemu dia nggak mungkin mau pulang jadi untuk apa? Kita Cuma menyulitkan pilihan dia nanti.” Tegasnya jelas.


‘' tapi seneggaknya kita usaha dan nunjukin kita peduli sama dia.” Jelas udin mendekati brayemn kesal.


” Peduli itu bukan berarti memaksakan kehendak, ada saat kalo peduli yah kita harus intropeksi diri dan memperbaiki diri. Nggak semua kata peduli itu harus maksain keinginan kita.” jelas Renja pelan pada mereka yang ribut terus menerus,


“ tapi mencari juga bukan yang buruk, buat mastiin dia baik baik aja. Di cari sama di biarkan itu punya efek berbeda meskipun kita udah di suruh nggak usah di cari.” Jelas Udin tegas.


Mereka hanya bisa saling ribut dengan apa yang harus dilakukan, beda dengan apa yang mereka ributkan, sosok itu sedang makan pisang bersama monyet dengan riang.


“ ampun deh ucul banget.” Gumam Letta menatap binar monyet di rantai di dekatnya sembari memakan pisang. Lihat bagaimana monyet makan.

__ADS_1


"Mirip banget sama Brayen, jadi kangen Bastian Jambak dia dehhh.” Gumam Letta terkekeh pelan.


__ADS_2