Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
dia orang baik


__ADS_3

” Letta sepertinya dia mau kamu gendong, kamu mau coba?” Tanya Jasmine pada Letta menatap anaknya dan Letta secara bergantian. tatapan anaknya sangat berbinar menatap Letta.


padahal Juya type anak yang tidak mudah akrab sama orang, bahkan suka nangis.


Letta segera menggeleng dan melambaikan tangannya.” Sory tapi aku nggak bisa.” gumam letta jujur. seumur hidupnya Letta tidak pernah gendong bayi, bahkan melihat bayi hanya ini pertama kalinya secara dekat begini.


”nggak apa apa, aku ajarin sini.” Jelas Jasmine pada Letta.


Letta kembali mundur dan menggeleng.” aku bener bener nggak bisa bukan nggak mau. Sorry.,” jelas Letta segera menggeleng.


Jasmine melihat wajah ketakutannya Letta terkekeh pelan, sama hal dengan Putra.” Yaampun kamu nggak boleh gitu, manti kalo kamu punya anak gimana??? Masa nggak mau kamu gendong Letta?” gumam Putra mengambil alih putranya dari Jasmine.


Letta mendengar itu diam saja., tapi wajahnya sedikit berbeda.” Aku...” gumam Letta linglung, Putra melihat wajah letta yang begitu beda menjadi mengernyitkan dahinya.


” Aku ke sana yah...” gumam Letta menunjukan arah Bima dan istrinya. mengalihkan perhatian mereka.


“ bareng yah.” gumam Jasmine. Putra mengangguk, Letta menghela nafas pelan, mengangguk segera melangkah bersama kedua orang ini. karena awalnya Letta ditengah antara putra dan Jasmine. Letta segera mundur dan bergeser di dekat Jasmine. membuah posisinya Jasmin di dekat Letta dan Letta di dekat Jasmine


Jasmine melihat itu menatap Letta dengan terharu, sedangkan Putra menjadi tidak nyaman. Dirinya tau Letta menghindar dari dirinya.


Sampai di depan Bima dan Calisa, Letta tersenyum lebar. Bima dan Calisa melihat kedatangan Letta, Jasmin dan Putra melambaikan tangan.” Yaampun kan aku udah kirim gaun ke rumah kamu, kenapa ngak dipakek?” Tanya Calisa pada Letta heran. sebab ini bukan baju yang dirinya kirim, Letta seperti mengenakan baju biasa formal dan almamater organisasi kampus.


Letta mendengar pertanyaan Calisa menggeleng.” nggak ada.. nggak ada gaun yang Sampek.” Gumamnya Letta rumit.


” Loh tadi siang nggak sampek?” Tanya Calisa lagi heran.


Letta menepouk keningnya pelan.” kalo tadi siang mah, aku nggak tau, soalnya kan nggak pulang. Ini dari kampus., soalnya tadi lama banget pulangnya,. Dari pada capek pulang dulu sekalian langsung ke sini bareng temen.” Jelas Letta terkekeh,


“ kamu nggak kecapean?”: Tanya Bima meringis.


Letta menggeleng pelan.” kamu nginep aja nanti gimana yah??” Tanya Bima lagi.

__ADS_1


Calisa mengangguk pelan.” iya boleh, ayo menginap saja dari pada pulang.” Tegas Calisa menyetujui suaminya.


Letta menggeleng tak enak.” Sorry tapi Letta nginep di aparrtemen milik temen nya Letta, kebetulan nggak jauh dari sini sih.” jelas letta jujur.


" Bener yah??" Letta mengangguk.


Bima dan Calisa mengangguk pelan.. paham ucapan letta. melirik siapa teman Letta mereka sadar ada Putra dan Jasmine.


“ haloo bro.” gumam Bima tersenyum lebar pada Putra.


Putra mengangguk tersenyum tipis.melirik anak yang Putra gendong Bima mencibir puytra.” Lihat nih ada yang udah move on kayaknya. Anaknya udah lebih gede ketimbamg waktu.” Jelas Bima mencibir.


Putra tertawa tak paham. Sama dengan jasmine yang disebelahnya.” Wah ini itu yang dulu jadi saingan aku buat dapetin Letta. eh dia nya nggak dapet akupun nggak dapet. Nggak ada yang dapet dari kami. Kasihan kan?” Tanya Bima pada Calisa terkekeh akan nasib mereka.


Calisa mendengar itu mengerjab pelan.” serius?” tanyanya polos.


Bima mengangguk serius.” Iya haha. Gimana dapet? Calonnya aja kabur di hari pernikahan. “ gumam Putra terkekeh pelan melirik Letta yang terlihat masam.


Tawa Calisa dan Jasmine pecah. Bima dan Putra mendengus mendengar nya.” Tapi masih jumbo. Cuakkkss.” Gumam Bima mengejek Letta.


Letta menyipitkan mata menatap Bima.” Kata siapa Letta jomblo?” Tanya Letta serius pada keduanya.


Tiba tiba senyum Putra dan Bima pudar menjadi aura yang tak enak. Jasmine dan calisa menjadi tertegun menatap aura kecembruuan dari laki laki didekat mereka. Letta mengibas kan rambutnya.” Letta ada pacar yah... tapi, rahasia..” gumam letta terkekeh. Tentu saja berbohong.


“ idih. Nggak percaya kalo belum di bawa ke sini.” Ketusnya Bima.


” Pacar letta itu anak om.” Gumam Letta bercanda.


Bima shok mendengar itu, melirik Brayen dan Tama yang main dengan temannya Bima menggeleng.”nggak mungkin kan? kalo gitu judulnya mantan calon ibuku menjadi calon istriku dong?” gumam Bima cengo.


Tawa yang lain terdnegar hebat. Letta pun ikut tertawa” haha kayaknya sih.” gumam Letta mengangguk .

__ADS_1


"Letta beneran kamu pacaran sama anaknya Bima?” tanyanya Calisa memelas.


Letta mengangguk.”iya dong, secara kan kalian udah ada pasangan masing masing. Letta juga harus punya.. emang kalian aja yang mau nikah?” Tanya Letta mengejek.


“ tapi?” gumam Putra ragu. Putra meliik jasmine yang terlihat terluka. Itu menganggu hati Putra. Dan Putra rasa rasa nya sudah beda.. apa ia sudah menyukai Jasmine yah?


atau karena ia hanya merasa untuk menjaga perasaan nya saja?


" Tapi apa???? " Tanya Bima pada Putra. tapi Putra hanya berdehem tidak lagi bersuara. Ia memilih diam ditengah orang yang menatapnya.


sama hal dengan Jasmine, terlihat dimatanya jika di mata Putra masih ada cinta pada Letta, itu menyakitkan dirinya, tapi sebagai manusia biasa, Jasmin tidak bisa menyalahkan siapapun.


" ayo makan dulu kita!!" jelas Calisa mengajak Letta dan Jasmine. mereka mengangguk segera mengikuti Calisa dari belakang.


Calisa sangat Taba sebagai wanita, meskipun Bima masih ada rasa pada Letta, ia tak marah. ia malah yakin jika itu hanya sesaat, nanti akan bilang sendiri tanpa ada paksaan. sesuatu yang dipaksa hasilnya akan kurang baik bagi Calisa. jadi ikuti saja alurnya.


Bima menepuk pelan pundak putra yang diam saja. putra melirik Bima dengan kalem. Bima terkekeh " masih belum move on yah???" Tanya Bima dengan masam. Putra tak menjawab, ia hanya menggendong anaknya dengan baik.


Bima menghela pelan " Aku juga!!!! " Jelasnya, Putra melirik Bima kaget. Bima mengangguk, " Saat Letta pulang, rasanya aku menyesal sudah menikahi Calisa dan menghamilinya, jahat sekali aku ini!!!" Gumam Bima sedih.


Putra hanya diam mendengar saja. " Tapi jika dipikir-pikir lagi, mau sampai kapan menunggu? bukankah kita sudah tau jika sudah di tolak? mau sampai kapan mengemis? " Tanya Bima tegas


"Lagi pula sepertinya Letta memiliki banyak yang dia pikirkan. kata Xior dia tidak bisa memiliki anak di masa depan karena itu dia menghindari kita. dia takut mengecewakan kita!!!" Lanjutnya.


Putra terhenti menatap Bima kaget. Bima mengangguk dengan sedih " Karena itu dia mencoba pergi. " Jelas Bima " Cobalah untuk menghargai pendapat dia. dan terima orang lain.. ayo kita harus sama sama berjuang untuk melupakan dia. dia orang baik!!!"


.


.


.

__ADS_1


halo semua... sebenarnya kmren udah mau tamat, tapi aku panjang kan Sampek Letta dapat jodoh yang baik. insyallah akhir bulan tamat dan aku akan buat judul baru untuk di disini hehe. nantikan yah!!!!


__ADS_2