
Letta melebarkan mata mendengar pengakuan putra yang tidak.menikahi Jasmine saat hamil.” kau tidak menikahi Jasmine saat dia sedang hamil anakmu???” Tanya Letta hampir berteriak.
Putra menatap letta memelas.” Apa kau akan mengatakan aku br3ngksek seperti yang lain??? letta percaya padaku, aku bertanggung jawab... aku hanya tidak menikahi dia saja.” Tegas Putra serius.
“ tapi..” gumam Letta menatap Putra tidak setuju.” Bagaimana pendapat orang lain tentang Jasmine dan anak Kalian? kita ini hidup di Negara konoha, kamu memiliki anak tampa suami itu akan sangat di hujat oleh orang lain, dan anakmu, anakmu butuh nama seorang ayah di KKnya, apa kamu tidak berfikir mengenai masa depan anakmu kelak?” Tanya letta tak setuju.
Putra mendengar semua itu rumit.” Semuanya bisa di atur, semua bisa dilakukan jika punya uang.” tegas Putra.
“ ini bukan soal uang, apa kamu bisa membeli sebuah arti keluarga kepada anakmu kelak hanya dengan menanggung semua kebutuhan. Tanggung jawab bukan hanya soal materi saja Purra.” Tanya Letta serius.” Uang memang segala galanya tapis segala galanya tidak bisa di sama ratakan dengan uang.” tegas Letta,.
“ kau sama saja dnegan orang lain..” tegas Putra kesal segera berdiri.” Sama sama terus menyalahkan aku, tidak ada yang memikirkan perasaanku saat ini.” tegas Putra lirih, ia ingin pergi saja dari sini. Ia tidak suka di situasi yang dipojokkan.
Letta menahan tangan Putra dan menggeleng.” aku tidak tau posisi kamu, tapi orang terdekat, orang yang menyayangi kamu pasti ingin yang terbaik untuk kamu.” Jelas letta tegas.” aku tidak mungki membenarkan yang salah dan yang salah aku benarkan, “ tegas Letta serius. sebagai perempuan Letta tau pasti Jasmine dalam keadaan buruk bersama putra.
Letta tidak tau jika Putra seegois ini.
“ tapi apa kamu paham jika aku menikai jasmine juga adalah sebuah kesalahan?” Tanya Putra berbalik dan menepis tangan Letta.
Letta mendengar itu diam menatap manik mata putra serius. Putra menggeleng pelan.” enggak, aku tau itu ngak benar., keluarga cemara itu dibentuk oleh dua hati yang saling jatuh hati, aku tidak jatuh hati sama Jasmine, bukankah salah jika aku memberikan suatu contoh yang buruk pada anak kami kelak??? “ Tanya Putra tegas.
“ bagaimana jika ada laki laki yang lebih pantas untuk jasmine, sedangkan Jasmine sudah terikat dengan aku? Jasmine berhak mendapatkan cinta yang sama besarnya dengan dia miliki.” Tegas Putra.
” Aku tidak bisa menjanjikan keluarga bahagia, tidak bisa menjanjikan cinta aku akan sama besarnya dengan cintanya Jasmine. Bukankah itu akan menjadi hal paling brengsek lagi dari sekarang?” Tanya Putra lebih tegas.
Letta terunyah,. Kata-kata Putra menampar dirinya, benar. Putra katakan adalah benar. Tapi juga salah.
Putra kembali menggeleng tegas.” aku paham, saat ini aku menjadi laki laki br3ngsek, menghamili anak gadis orang, dan tidak menikahi dia. Tapi aku lebih paham untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. bisa jadi di antara kepala orang orang isinya sama. tanggung jawab saja dulu, yang pentingkan sudah bertanggung ajwab dan menikah. Tapi bukankah saat aku menikahi dia aku memberikan sesuatu hal yang tidak pasti??? Bagaimana jika pernikahan hanya bertahan sampai waktu yang tidak lama? bagaimana dengan perasaan Juy? bagaimana jika ada pertengkaran di antara kami? bagaimana dengan Juy?“ Tanya Putra lebih tegas tepat di hadapan letta.
Letta bahkan bisa menatap semua gerak bibir Putra secara dekat, emosinya yang menyeruak membajar dirinya
__ADS_1
Letta merasakan semuanya di dekat Putra. Putra menepuk dadanya.” Salah jika aku bertahan tidak ingin menyakiti dia???? Letta, lebih sakit saat dia bersama saya tapi hati saya dengan kamu dari pada saat kami memang memiliki hati yang berbeda. Dia tahu saya milik kamu dan kami tidak ada ikatan. Saya tidak mau menjadi pria brengsek kedua kalinya.” tegas Putra lirih.
Letta diam, meneguk ludahnya terasa berat,. Ucapan putra sangat menusuk dirinya dengan sebila pedang, “ maaf.” Bisik letta lirih.
” Aku hanya memberi saran dari sudut pandang yang sempit. Mungkin kamu lebih paham dengan perasaan kamu. aku yakin kamu bisa membuat keputusan yang terbagus.” Jelas letta tidak lagi ingin memenangkan perdebatan.
Putra menggeleng pelan memegang pundak Letta, Letta tak mengalihkan pandangan dari manta Putra yang pokus pada maniknya.” Malam itu aku diberi obat perangsang oleh Reno dan Gina, aku mengurung diri, tetapi jasmine masuk, aku menolak,mendorongnya tapi dia memaksa, aku berteriak tapi dia menciumku. Sekarang apa aku bersalah tidak mau tanggung jawab? Sebab posisi saat itu bukan dia yang aku perkosa tapi aku, aku yang diperkosa, aku yang jadi korbannya.” Tegas Putra serius.
Letta mendengar itu mengulum senyumnya membuat Putra jadi mendengus.” Jangan tertawa letta, aku bicara serius. Memang Salah jika laki laki mengkliem dirinya korban pemerk0saan? Memangnya hanya perempuan saja??? Kami laki laki juga punya harga diri.” Tegas Putra geregetan.
Letta menunjukan cengirnya tak bisa tertahan. Putra berdecap kesal melihat wajah letta yang malah tertawa.” Tidak aku tidak menertawakan kamu.” Jelas letta menggeleng pelan.” coba teruskan. Aku mendengarnya.” Lanjiut Letta kembali mencoba serius.
Putra mengangguk..” dia menciumku dan dia yang akh sudah, intinya dia yang salah, dia hamil dan aku dipaksa untuk tanggung jawab, harusnya aku meminta tanggung kawab kepada dia.” Tegas Putra lagi.
” memangnya pertanggung jawaban seperti apa yang kamu inginkan?” Tanya letta memecahkan tawanya.
Putra melihat itu menatap Letta lelah, matanya bergetar kesana kemari. “ ais sudahlah.. aku sedang tidak bercandaan tapi kau malah tertawa.” Tegas Putra menahan bahu Letta yang bergetar katerena tertawa.
“ baik, aku paham.. kamu mengatakan jika kamu bukanlah pelaku, kamu juga korban di sini kan?” Tanya letta.
Putra mengangguk serius.” Benar.” Tegasnya.
“ oke... karena itu kamu tidak tanggung ja.”
“ aku tanggung jawab, aku membesarkan anak itu, memberikan jasmine rumah dan juga pekerjaan baru, aku bertanggung jawab. Hanya tidak menikahi dia saja.” Tegas putra memotong ucapan letta.
” oke.” Guimam Letta meringis. Putra tidak mau disalahkan. Itu intinya.
Susah jika bicara dengan orang keras kepala seperti ini.
__ADS_1
“ yaudah ayo kedalam lagi, aku ingin bertemu Jasmine dan anakmu. Apa anakmu lucu Putra?” Tanya Letta dengan semangat. Lebih baik melihat yang pasti saja, dari pada mendengar curhatan putra yang benar benar menyaksikan dirinya paling benar.
Putra mengangguk.” Tentu, dia menggemaskan seperti aku masih kecil.” Tegas Putra membanggakan anaknya
Letta menaik turunkan alisnya, dan segera memilih masuk kembali, tapi Letta kaget saat Putra merangkul pundaknya. Letta melirik Putra dna Putra tersenyum tipis. “ nggak apa apa kan?” Tanya Putra pelan. tatapannya terlihat sangat berharap.
Letta mendengar itu menatap sepatu yang ia kenakan, "Sebentar.” Gumamnya segera merunduk dan memperbaiki tali sepatu yang longgar, Putra terdiam melihat itu melepaskan tangan nya dipundak Letta,
Letta segera membenarkan dan berdiri usai memperbaiki sepatunya, pelan ia bergesernya dan merangkul ke putra.” Yuklll.” Gumamnya tersenyum
Putra mengangguk senang saat Letta merangkul dirinya, melirik letta di sebelahnya ia sangat senang, tapi ada yang beda, rasa senangnya tidak seperti yang dirinya bayangkan, senang saja karena tau Letta baik baik saja, dan senang karena Letta sudah ada di siini lagi.
Saat masuk letta dan Putra segera dipertemukan dengan Bima, Jasmine. Letta buru buru melepaskan rangkulan pada Bima, ini alasannya jika beginikan bisa Letta yang melepasnya bukan Putra, Putra tidak sakit hati dan dirinya juga bisa melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
Putra melirik Letta diam, tapi Letta tersenyum lebar mengajaknya ke suatu arah.
Putra menatap kedepan, kaget melihat ada Jasmine menatap dirinya begitu dalam, Putra rasa itu tatapan terluka membuatnya membuang muka, Letta pun sadar yapi ia nemilih mendekat Jasmin dan melirik anak Putra yang idi gendong. “ hai Jasmine?” sapa letta.
Jasmine melirik Letta dan tersenyum ramah.” Hai Letta, “ gumam Jasmine pelan.
letta mengangguk pelan melirik anak putra.” Wah siapa namanya?” Tanya Letta pelan.
Jasmine tersenyum tipis.” Juuya Putrantara.’' Gumam jasmine sembari menatap anaknya yang tengah menatap letta girang.
Letta mendengar itu tersenyum lebar. Juya menadakan tangannya pada Aletta. Tapi letta menatap itu gemas.” Letta Sepertinya dia mau kamu gendong, kamu mau coba?” Tanya Jasmine pada letta menatap anaknya dan letta secara bergantian.
Letta segera menggeleng dan melambaikan tangannya.” Sory tapi aku nggak bisa.” gumam letta jujur.
”nggak apa apa, aku ajarin sini.” Jelas jasmine pada Letta.
__ADS_1
Letta kembali mundur dan menggeleng.” aku bener bener nggak bisa bukan nggak mau. Sorry.,” jelas Letta segera menggeleng.