Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Jujur saja


__ADS_3

” Tangan om berdarah. Nanti make up letta rusak.” Ujar Letta buru buru.


Bima memandang Letta tajam dan tak suka. sama sekali tidak mendengarkan ucapan Letta.


Letta diam memandang wajah Bima yang mengeras di depannya,. Samar samar merasa aroma mint keluar dari mulut Bima, semakin membuat Letta gugup.” Om... jangan marah.” Ujar Letta memelas kepada Bima. Bima sangat seram, apalagi matanya yang tajam dan kening yang mengerut.


“ kenapa?” Tanya Bima pelan an serak pada Letta.


Letta menggeleng pelan.” kenapa kamu bersama dia??? Apa kurang saya Letta??? apa yang kamu butuh hingga kamu berkhianat?” tanyanya berbisik pada Letta. rasanya suara Bima penuh surat sakit mendalam.


Letta paham, rasanya Bima bicara menggunakan hati, bukan emosi. Letta memegang lengan Bima tapi Bima menahannya.


Toktok..


” kak ini obatnya.”


Letta segera mendorong Bima dan membuka pintu. Mengambil obat yang pelayan berikan.


Letta kembali menutup pintu tenang, memandang Bima yang masih menatapnya datar,.


Lukanya terus menetes pun dia tidak peduli.” Disini om” ujar Letta menarik tangan Bima untuk duduk di sofa. Bima diam dan menurut meski auranya tetap sama. gelap.


Letta menarik tangan Bima dan membersihkannya menggunakan alcohol, menaruh Betadine dan memandang seberapa dalam. Bima diam membiarkan Letta mengobatinya.


“ banyak sekali lukanya.” Gumam Letta, luka tak hanya satu tapi hampir lima jari luka semua. Mau tak mau ia memberikan obat dan plaster di hampir setiap jari.


Bima sama sekali tidak meringis atau kesakitan saat letta mengobatinya, letta hanya diam dan fokus pada kegiatannya.” Udah Om..” ujar letta pelan kepada Bima. Bima memandang lettak dalam dan sulit.


''Apa kurang saya???" Tanya Bima kembali.


Letta tersenyum tipis.” Maaf yah om, om nggak ada kurangnya kok.” jelas lettak paham akan pandangan Bima kepadanya. letta tidak bisa menghancurkan hati orang sebaik bima.


“ terus mengapa begini?” Tanya Bima serak pada Letta.


Letta menghela nafas pelan menduduki diri nyaman di dekat Bima dan menyenderkan dirinya si dadanya.” Soalnya Letta kan emang kerjanya begini? Sama dengan Zeyn, Letta juga kerja buat pura pura jadi pacar dan tunangan dia supaya dia nggak ada yang dekatkan atau di jodoh jodohkan sama orang atau keluarga om.” Jelas Letta jujur. Jujur tak jujur sebab letta juga tak ada opsi lain. kehilangan Bima itu RUGI..!!!!


Bima mendengarnya menyentuh tangan Letta dan mengusapnya sebelum menciumnya, tepat ditangan mana Zeyn cium sebelumnya menghirupnya tenang dan cukup panjang. Letta merinding,


” Kamu nggak bohong kan?” tanyanya Bima memelas pada Letta.


“ beneran, nggak bohong, “ jelas letta serius pada Bima.


Bima menatap letta tajam berubah lembut.” Saya nggak suka Letta, dia sampek cium tangan kamu, saya nggak suka.” ujarnya mengusap pipi Letta.


“tapi om juga cium tangan Letta.” ujar Letta menunjukan tangannya.

__ADS_1


Bima menatap letta kesal.” Itu kan saya. Hisss kamu mah.” Gumamnya gemas kepada Letta.


Letta tersenyum lebar.” Hehehe yah maaf jadi gimana dong?” Tanya Letta pelan.


“ gini aja, kamu batalin aja perjanjian sama Zeyn, “ jelas Bima tegas.


“ nggak bisa om, dia udah bayar sama saya, “ jelas letta tegas.


“ berapa dia bayar?” Tanya Bima dengan tanda Tanya.


“ 1M. Tapi kalo aku yang batalin harus nalik 10 M. aku mana ada uang sebanyak itu.” jelas Letta dengan kesal kepada Bima


“ yaudah kita bayar aja. Cuma 10M kan?” Tanya Bima santai.


Letta melebarkan matanya memandangku Bima.” Boleh sih, tapikan aku udah dikenalin sama banyak orang, masa bisa batal gitu aja?” gumam Letta pelan pada Bima.


Bima memandang letta tidak terima,” uang sepuluh miliyar mampu saya bayar cahs sekarang. saya mau kamu tinggalkan dia..!” tegas Bima menangkap pipi Letta lamban.


Letta diperlakukan begitu tak suka, melepaskan tangan Bima di pipinya ia membuang muka.


“ ngak bisa om, udah terlanjur, lagian saya juga nggak mau hutang sama om lebih banyak lagi, hutang saya udah banyak.” Tegas letta kepada Bima.


Bima mengepalkan tangan memandangi letta rumit. Letta menghela nafas pelan.” Lagi pula letta juga mau lepas dari om dan Zeyn, saya ud--..”


Prak.. Letta shok memandang Bima yang memukul kuat meja didepannya hingga pecah. Bima menatap Letta datar dan mendekati Letta. Letta mundur hingga terpojok di sofa belakangnya.


“ tapi saya bener bener udah nggak ma.. up.” Letta kaget saat Bima mencium bibirnya paksa, menarik pinggangnya dengan kasar mendekat dan menempel padanya.


Letta mengeleng dan menolak tapi Bima tak membiarkan itu terjadi, menghis4pnya bibir bawahnya lamban dan juga penuh penghayatan. Letta memukul kuat perut Bima hingga Bima mundur.


Bima memandang letta dingin sembari memegang perutnya. Letta memandang Bima tidak suka dan tidak terima. Bima memejamkan mata lamban.” Letta saya tidak suka kamu berkata ingin pergi dari hidup saya sedangkan kamu sumber kehidupan saya. Jika kamu ingin pergi saya lebih baik mati.” Ujar Bima lamban dan serak.


“ mati saja kalo begitu.” Ujar letta dengan ketus pada Bima.


Bima melebarkan mata tak menyangka pada jawaban letta. Bima mengangguk.


” Oke.” Gumamnya segera menuju bakkon hotel, letta diam memandang Bima membuka balkon hotel dan berjalan tegas menuju pagar balkon. Letta melebarkan mata saat tanpa aba aba Bima hendak melompat kebawah.


Letta sontak berteriak.” OM..!!” Teriaknya segera mendekati Bima.


Bima hendak melompat terhenti memanjang Letta mendekatinya.” Kok om gitu sih? om kan udah tua, nggak boleh main bunuh diri bunuh diri. kayak ABG aja tau nggak..!!” bentak Letta kesal memukul punggung Bima kuat.


Bima meringis mendapat pukulan Letta. memandang letta yang melihatnya marah.” Saya tidak pernah main main dengan ucapan saya. Saya tidak mau kehilangan kamu, saya ingin mati saja jika kamu mau pergi.” Tegas Bima kepada letta dingin.


Letta menggeleng pelan.” Yaampun om..” teriak letta kesal memandang Bima.

__ADS_1


Bima melihatnya segera menaiki trail dan Letta buru buru menarik jasnya dan menghela nafas.” Fine.. jangan gitu om..!! saya nggak pergi..!!! tapi tolong jangan mati saat ada saya..!” tegas letta.


“ terus kalo nggak ada kamu saya boleh bunuh diri?” Tanya Bima kesal pada letta.


“ iya nggak apa apa om, soalnya kalo ada saya saya bisa masuk penjara, di tuduh bunuh om.” Tegas Letta jujur kepada Bima di hadapannya.


Wajah Bima masam mendengarnya, memandang letta tak terima. Letta tersenyum tipis memeluk Bima lembut, Bima yang dipeluk luluh seketika, menepuk pundak Bima pelan.” om udah tua, Nggak boleh begitu.” Ujar Letta lamban,


Letta sudah menyayangi Bima, bima baik, lembut penuh perhatian. Bima mengangguk menaruh kepalanya di ujung kepala letta dan memejamkan mata. Letta adalah hidupnya.


" BTW uang 10M nya kirim ke Aletta aja gimana om? " Tanya Letta mendongak mengerjab menatap Bima membuat Bima memandang Letta gemas....


pelan tapi pasti wajahnya mendekati wajah Letta dan kembali mencium Letta. kali ini Letta tidak menolak, sebab ia menyukai ciuman Bima. sangat lembut dan menggebu-gebu. Mungkin karena dia duda jadi sudah pro kali yah batin Letta.


Selebihnya hanya Letta dan om Bima yang tau, enggak deng hehe. Letta tidak sebrutal itu tolong.


...----------------...


Sudah satu minggu ini Letta fikus pada ujian nasional, dan ini hari terakhir. Jangan ditanya apakah letta bertemu dengan rombongan mars, Fajar atau siapapun itu, sebab sesi mereka berbeda, setiap hari dibagi menjadi tiga sesi.


Satu sesi pagi, dua sesi siang dan tiga sesi sore. Letta pun tidak menentu sebab itu di rujuk perkelas yang dicampur baur sehingga memang saat sampai mencari bangku ujian terus sesudah ujian dirinya langsung pulang.


Dan selama satu minggu selama ujian juga Nato pergi dan pulang bersama letta, sebab mereka satu sesi, dan satu ruangan malah. Nato menerima tawaran letta sebab takut terlambat, jika terlambat bisa bisa ia tidak lulus nanti.


“ hari ini ujian terakhir kita. katanya sammpek hari ini Fahhmi nggak ujian, loe tau Let?” Tanya Bastian pada letta sembari mengunyah kacang Subro yang ada di tangannya., baru saja pulang sebab letta memang satu sesi dengan Bastian,


sedangkan Ufdin dan Utami sesi sore nanti mungkin karena nama mereka sama dengan awalan . Jadi akhir jadwal


“ loh kenapa bisa?” Tanya letta sembari menjilat es krim yang ia beli bersama Bastian di swalayan di depan sekolah.


Bastian mengangkat bahunya tak tau.” Katanya Fahmi berobat,. Dia terus nangis, dan stress. Dia bipolar.” Ujarnya.


Letta kaget menghentikan acara menjilat es krimnya, memandang Bastian di depannya shok. Bastian melihatnya menepuk pundak letta,.” loe mau lihat nggak? Kalo mau sekalian aja loe anter gue pulang, rumah dia tetanggaan sama gue hehe. Gue nggak bawa kendaraan.” Ujarnya dengan malu malu kepada letta yang di depannya.


Letta mencebikkan bibirnya.” Alasan loe mau minta anter, ogah gue.,” ujarnya kembali menjilat es yang sudah meleleh ke tangannya


. “ sumph lett, gue kan tetangga dia jadi banyak tau gue, katanya dia bener bener stress sampek hancurin kamarnya sendiri mangkanya kemaren selama dua minggu sebelum ujian dia nggak masuk masuk, sampek hari ini, dia stress nggak bisa sekolah.” Jelas Bastian serius.


Letta mendengarnya prihatin, tapi apa itu karena mengetahui jika dia pembunuh letta asli?? Sebab terakhir Letta bertemu dengan Fahmi saat dimana dirinya mendengar percakapan Agung dan Fajar mengenai bagaimana dia menghidupi Letta asli kan? semacam mereka orang miskin, mereka menjual keseluruhan harga untuk jantung letta ? letta yang alergi susu.


Tunggu letta sadar jika alergi letta asli tidak berlaku padanya, contohnya seperti makan es krim ini, letta tidak alergi, hanya saja kadang ia merasa tenggorokannya agak gatal jika banyak makan nya, tapi tidak ada efek berlebihan, bisa jadi juga dulu Letta asli itu alergi susu dipengaruhi juga karena penyakit jantungnya, dan usai diobati dia tidak alergi kan? atau ada hal lain? letta tak terlalu paham sebenarnya.


“ malah ngelamun, loe mau ngak sih letta nganter gue?” Tanya Bastian menggoyang lengan Letta membuat Letta tersadar memandang bastian yang sudah terlihat kesal.” Supir gue nganter mak gue arisan, bokap gue lagi ditokoh, jadi nggak ada yang bisa jemput gue, “ jelasnya kesal.


Letta mengangguk pelan;” tapi loe temenin gue buat jenguk Fahmi yah, gue kepo sama keadaan dia.” Ujar letta.

__ADS_1


Bastian berbinar mengangguk pelan.” apa sih yang enggak buat loe letta?” gumamnya terkekeh.,


letta menggeleng pelan melirik bastian.” Loe yang nyetir, gue mager.” Gumam letta memberikan kunci mobil pada bastian.


__ADS_2