
Saat menuju café hp letta berbunyi membuat ia segera berhenti menatap Hpnya. canva yang menelpon. Menghela pelan letta mengangkatnya.” Letta..” panggil Canva dari seberang.
Letta berdehem.” Yah pak ada apa?” Tanya letta.
Gina dan yang lain menatap letta.” kamu bisa segera ke sini tidak? Sebentar lagi akan ada oprasi jantung tetapi kita kurang anggota, jika kamu bisa kami berharap kami segera hadir.” Jelas canva tegas.
Letta rasa ini bukan minta tolong tapi lebih kepada perintah. letta rasanya ingin menolak tapi ingat profesinya letta jadi menghela pelan.” maaf pak saya kayaknya nggak bisa ke sana secara cepat, soalnya masih di luar, saya juga belum makan dan siap siap pulang ke rumah, itu akan cukup memakan waktu lama jika harus ke sana.” jelas Letta tegas.
Canva mendengar itu tidak senang.” Kamu tau kan tugas dokter itu apa? Mau kamu sibuk, mau kamu nggak, kamu itu harus siap letta. harus paham jika konsekuensi yang kamu lakukan,” tegas Canva pada Letta di seberang sana.
Letta muak dimaki oleh canva, tapi ia menggeleng pelan.” yang tugas dimana pak?” Tanya Letta kesal.
" kamu mau atau tidak itu saja, jangan banyak Tanya yang lain.” tegas Canva pada letta.
Letta mendengus mendengar itu.” baik saya segera ke sana. 30menit lagi sampai.” Tegas Letta.
Canva tersenyum.” Baik kami tunggu.”
Letta mematikan HP nya kesal menatap Gina dan yang lain.” sorry kayaknya gue nggak bisa ikut deh shoping. Gue harus ke rumah sakit sekarang soalnya ada oprasi mendadak.” Jelas letta tak enak hati.
” Yah..” gumam Gina lemah.
“ sorry yah., lain kali.” Gumam Letta segera hendak menjauh.
” Biar gue aja yang nganter.” Tegas Zeyn pada letta.
Letta menatap zeyn sulit.” Zeyn.” tegas Gina kesal pada Zeyn.
Fajar melihat akan ada peperangan kedua segera berdehem.” Minta kunci loe kak. Biar gue aja nganter nanti pulang kalian telepon gue aja.” Tegas fajar.,
Zeyn hendak menolak tapi itu akan memanjang perkara saja. Fajar segera merebut kunci mobil di celana kakaknya dan segera pergi. Letta segera di tarik pergi olehnya.
“ nggak uh.”
“ gue akan anter.” Tegas fajar.
” Tapi tolong bentar. Gue harus beli Makan bentar. Gue belum makan.” Jelas Letta Serius segera menuju ke makan cepat saji yang sudah di sediakan perbox dan hanya langsung bayar.
Fajar mengangguk melihat Letta yang membeli salad, salmon bakar dan juga beberapa makanan lainnya. Setelahnya letta segera mengajak fajar turun.” Kita pakek lift aja.” Jelas Fajar menarik tangan Letta mengambil alih makanan.,
Letta mengangguk setuju, segera menaiki lift yang isinya cukup banyak orang. sampai di mobil. Fajar dan letta segera berangkat., membuka boxs makanan salat, Letta memakannya, ada buah alpukat isinya lalu pisang juga, ada beberapa sayur lainnya tenang.
“ ini buat loe. Sorry gue nggak tau loe mau makan apa tadi.” Jelas Letta memberikan ayam bakar.
Fajar tersenyum tipis.” Thanks yah.” gumamnya letta mengangguk.” Gue boleh makan kan?” Tanya letta. Fajar mengangguk kembali.
" Loe kenapa nggak mau terima gue ? Abang gue atau cowok lain??" Tanya fajar pada Letta tenang.
Letta ditengah makannya mengunyah tenang. " Mungkin gosip di kampus udah tersebar, kalo sebenernya gue nggak bisa punya anak. Menurut loe cewe yang nggak bisa punya anak gimana??" Tanya Letta padanya pelan.
Fajar melirik Letta kaget " Gue pikir itu cuma gosip murahan!" Gumamnya pelan.
__ADS_1
Letta mengangguk " Itu bukan gosip, nyatanya bisa saja cowok terima cewek nggak bisa punya anak. Tapi keluarganya??? " Tanya Letta tersenyum tipis " Gue nggak terlalu berharap bisa punya anak sih, bahkan kalo di kasih yah syukur kalo nggak yah nggak apa apa." jelas Letta jujur.
" semisal anak nya lahir gue akan berusaha jadi ibu yang baik, tapi kalo nggak dikasih yah nggak apa apa, karena gue tau lahirnya anak pasti akan menjalankan hidup di dunia yang nggak baik. dia lebih baik nggak lahir... tapi pernikahan tanpa anak? tujuannya apa? s3x?" Tanya Letta terkekeh pelan.
Fajar terunyah pada perkataan Letta. " Masih minat sama gue???" Tanya Letta pada Fajar terkekeh.
fajar sulit juga mendengar itu, melirik Letta sedih membuat Letta terkekeh pelan. " Gue nggak semenyedihkan itu sumpah. Gue nggak masalah sama hidup gue!!! gue bahagia, gue fine." jelas Letta jujur.
fajar menghela pelan. " IM sorry!" Bisiknya.
Letta mengangguk dan segera makan dengan nyaman kembali .” Gimana kalo kita temenan aja?” Tanya Fajar pada Letta.
Letta melirik fajar menaiki alisnya.” Gue tau gue banyak salah, tapi gue harap loe bisa terima gue sebagai temen loe.” Jelas fajar dengan jelas.” Gue harap loe mau.” Lanjutnya lagi.
Letta tersenyum tipis, bahkan dia langsung menyerah kan?
....
Pulang kembali malam, letta menghela nafas pelan, lelah segera menjatuhkan dirinya di sofa yang ada Pluto dan Nato. Tentu saja keduanya sekarang sudah jadi teman akrab, bukan lagi kesalahpahaman. Melihat letta yang pulang nato meliriknya dengan lirikan bertanya.” Dari mana? Udah makan belum?” tanyanya lagi.
Letta menggeleng pelan memijit pelipisnya, sudah jam 11 malam dirinya belum pulang, tadi ia smepat chat nato jika ia akan pulang cukup lama karena kain dengan Gina dan Zeyn, mungkin Nato masih mengira dirinya main.” Tadi pas sore ada telepon dari dokter Canva buat nyuruh gue oprasi dulu, dan gue belum makan. Belum sempet tapi tadi udah makan salad dikit.” Jujur Letta.
Nato mendengar itu menatap letta datar.” Bentar gue masak. Loe mau makan apa?” Tanya nya pada Letta menaruh semua file ditangannya.
Pluto menatap nato kaget.” Cuy yang kita belum selesai ini.” jelasnya kesal pada Nato.
“ gue nggak bisa. setengah jam aja.. Letta harus makan.” Jelas nato pada Pluto.
Nato menghela nafas pelan. dan setuju. “ kalo makananya udah sampek bilang yah. gue mau ganti baju dan bersih bersih dulu.
Gerah.” Gumam Letta pada Nato dan Pluto.
“ iya.. besok kan pelantikan loe... loe udah siapkan semuanya kan?” Tanya Nato pada Letta. Letta mengangguk tersenyum.
Nato melirik Pluto yang menatapnya dengan heran sebab nato terlihat emosi.” Gue nggak bakal gini semisal kalo adik gue baik baik aja Pluto, semisal dia bisa aja makan diluar tapi kalo diluar gue nggak tau apa aja bahan yang mereka pakek, dia nggak baik baik aja.” Jelas Nato dingin dan tegas..
Pluto baru tau jika Nato marah karena ia bilang untuk Nato fokus pada pekerjaannya menolak Nato untuk masak makanan Letta.
Brak. Nato membuang berkas yang ditangannya menatap Pluto marah.
” Sorry..” bisik Pluto merasa bersalah.,
Nato hanya bisa menghela nafas pelan menunggu pesanan Letta sampai, melirik Pluto yang menatapnya memelas Nato kesal. Kesal sekali.
ini persoalan dirinya tau Letta tidak baik baik saja. Letta benar benar harus menjaga dirinya agar tetap sehat.
Letta mendengar semuanya dibalik kamarnya, ia hanya bisa menghela nafas pelan. Letta tersenyum tipis, sangat senang saat Nato selalu membela dirinya.
Letta tidak tau dirinya egois atau tidak tapi dengan begini ia merasa selalu di pedulikan dan di prioritaskan, itu sangat menyenangkan.
...----------------...
__ADS_1
Pagi kembali cerah.. letta tersneyum cerah, sebab dirinya sudah dilantik menjadi dokter. Menatap Agung dan Nadia yang tersenyum bangga membuat Letta mengusap air matanya bahagia, letta tak bisa tidak menangis saat hari berharga ini datang, dimana ia bisa membahagiakan orang orang terdekatnya.
” Selamat yah Letta. bapak bangga sama kamu.” Bisik Agung mengecup kepala letta.
Letta mengangguk dengan tenang menatap agung.” Ibuk juga bangga banget sama Letta nak. Letta hebat.” Bisik Nadia memeluk letta.
Letta terkekeh.” Lebih hebat lagi kalian, terimakasih yah pak bu.. kalian terbaik.” lirih Letta dengan tangisan bahagia.
Letta tak tau jika usianya sudah sejauh ini, ditengah orang orang yang terus membawanya kedalam kebahagiaan, orang tua yang terus mensuport dirinya. Letta sangat bersyukur
Kepala letta di usap oleh Nato. Tersenyum lebar menatap Letta dan gandengannya, “ selamat yah.” jelas Nato memberikan bunga pada letta.
Letta menerima buket dari Nato dan mengangguk.’' Makasih.” Jelas letta..
keduanya segera bverpelukan senang, lirikan pacar nato menatap letta tak suka, namanya fani, dia tidak menyukai letta karena selalu di nomor satukan oleh nato, sampai dirinya dilupakan.
padahal Letta lebih suka Nato sama Beta, sebab dulu mereka sempat pacaran tapi putus karena Nato sibuk dan Beta terlalu posesif.
“ kita pulang yuk. Bapak sama ibuk udah bawa tumpeng ke apartemen kamu pagi tadi.” Jelas nya Nadia pada Letta.
Letta tersenyum terharu, setiap ia mendapatkan sesuatu yng berharga Nadia terus membuat tumpeng besar. Jujur ini sangat mengharukan.
Letta melirik kebawa dimana nemo yang memberikan letta bunga, letta menatap bunga yang terbuat dari kain planel.” Untuk kakak. nemo yang bikin.” Jelas Nemo dengan polos.
Letta tersenyum menatap bunga planel tiga tangkai yang di buat buket, tidak terlalu rapi ini cantik, makna yang dalam nya lebih berharga, ia berjongkok memeluk nemo.” Makasih nemo sayang.” Bisiknya mencium kepala adiknya Nemo tersenyum lebar disana memeluk ibunya.
” Kaka suka.” bisiknya pada Nadia. Nadia terkekeh pelan. Nemo memang sangat menyukai Letta sejak dulu.
Canva dari kejauhan melihat Letta bersama keluarganya berdehem sejenak lalu bicara pada rekannya mendekati Letta, Letta yang di dekati olehnya sedikit professional. “ selamat yah letta... atas gelar kamu yang baru, kamu masih ingatkan undangan dari saya? Saya harap kamu terima.” Jelas Canva berjabat tangan padanya.
Letta tersenyum tipis, undangan yang dimaksud adalah menjadi dokter secara nyata di rumah sakitnya, dan itu letta sudah mendapatkan banyak tawaran.
“ terimakasih pak. Berkat bimbingan bapak saya bisa di sini sekarang” Jawab letta membalas jabatan tangan canvas. "Saya sudah menimang surat dari bapak, tapi saya minta maaf pak, saya sudah menerima ajuan surat dari rumah sakit plosok, disana kekurangan dokter.” Jelas Letta jujur.
Canva mendengar itu kaget.’” Bayaran disana pasti kecil, kamu bisa rugi letta.” jelasnya membujuk.
Letta tau hal itu.” saya tau, tapi ini bukan hanya soal gaji pak, tapi soal pengabdian saya sebagai dokter, dengan bantuan orang tua saya, saya bisa menjadi orang berguna di masa depan. “ jelas Letta Tersenyum. Agung dan Nadia tersenyum lebar mendengarnya, menangis terharu sebab Letta memiliki hati yang sangat tulus bagi mereka.
Canva sedikit sedih mendengar itu. ‘” padahal saya sangat senang dengan adanya kamu letta, saya pernah berharap jika kamu akan menggantikan saya di rumah sakit kami, karena kamu murid kami paling baik. “ bisik Canva jujur terhadap perasaannya.
Letta tersenyum.” Kalian pasti menemukan dokter paling baik.. “ jelas Letta.
Canva mengangguk.” Saya menghargainya, sekali lagi selamat yah Letta.. jika kamu berubah pikiran kamu bisa hubungi saya kapan saja, “ jelas Canva. Letta mengangguk tegas menatap Canva menjauh dari sana.
“ kamu yakin ngambil job di daerah itu letta?” Tanya Agung kepada Letta lagi. Letta melirik Agung dan mengangguk pelan, mengingat dirinya akan mengambil job di daerah rumah sakit milik Faris, disana rumah sakit Umum dan dokternya sangat sedikit, di sebabkan gajinya yang sedikit dan pasien yang banyak dari kalangan bawah.
“ Letta harap pilihan letta yang terbaik bu. Letta ingin rumah sakit ini lebih berkembang, letta yakin disana pasti banyak tikus mangkanya uangnya nggak terealisasi dengan baik.” Jelas letta dingin.
Agung dan Nadia memegang lengan anaknya.” bapak ibuk selalu dukung kamu, tapi kami Cuma minta kamu jaga diri baik baik.” jelasnya.
Letta mengangguk tegas. mengingat rumah sakit umum itu, letta mencari data data disana, dimana dokter hanya digaji semau dari rumah sakitnya saja, pasien kadang juga di ambil pungli Padahal itu untuk rumah sakit menengah kebawah.
__ADS_1
Letta sudah mendapatkan datanya dan akan menuntaskannya kelak.