
Letta mengangguk pelan. Fahmi tidak gila, hanya saja rasa ketidak percayaan dirinya pembunuh mengguncang kewarasan sehingga tidak bisa mengontrol diri. Letta menduduki Fahmi di kasur dan berdehem.” Di situasi itu mungkin gue juga bakal ngelakuin hal yang sama sama Letta, sebab dia udah terlalu menganggu orang-orang, termasuk loe dan temen-temen loe.” jelas Letta pelan
Apalagi pekerjaan Letta asli membunuh' pengganggu itu adalah sesuatu yang biasa.
Fahmi diam memandangi Letta yang bicara.” Beneran, nggak usah ditangisin, justru kalo loe nangis begini loe ngebuat gue ngerasa bersalah buat nempatin tubuh ini. Letta udah tenang di sana dan digantikan sama gue, anggap aja itu berkah, sebab Letta juga jahat banget sama orang tuanya. Loe m,au denger cerita gue nggak?” Tanya letta kepada Fahmi.
Fahmi mulai diam memandang letta yang bicara. Letta melirik di pintu rupanya semua sudah tidur, hanya Diki yang diam dan memandang mereka dalam, saat sadar jika pembicaraannya dan Fahmi tidak akan ada yang mendengar baru letta bercerita.
” Letta asli itu pembohong, dia bukan anak kepsek dan bukan anak orang kaya, dia Cuma anak dari bapak tukang kuli dan ibu tukang gorengan, dia bahkan suka hina bapaknya banci dan ibunya ibu yang buruk karena nggak dapet duit. Dia bohong kalo dia orang kaya..” Jelas letta.
Fahmi diam memandang Letta kaget. Kok dirinya baru sadar yah? Letta menghela nafas pelan.” parahnya lagi letta gadai rumahnya buat beli mobil, suka meras bapak ibunya buat kebutuhan dia, maling duit kakaknya. Loe tau Nato kan? yang suka letta bully? Itu kakak kandungnya dia, parahkan dia malah ngarahin orang orang buat bully kakaknya sendiri karena malu punya kakak tukang parkir?” Tanya letta mengejek pada Fahmi.
Fahmi shok mendnegarnya, ini keterlaluan sekali. Letta mengangguk pelan.”nggak ada yang perlu loe tangisin, Leta memang pantas musnah drai muka bumi ini ... gara gara letta asli, rumah lama dia yang ada di dekat tong sampah harus di sita sama bank, sekarang itu yah rumah tabungan gue. “ jelas Letta kembali pada Fahmi.
Fahmi menarik ingusnya memandang letta sendu.”loe nggak bohong?” tanyanya pelan.
“ sumpah gue nggak boong. Gue beneran.” Jelas Letta serius.
Fahmi diam mengerjab pelan di sisi letta.” loe bayangin gimana serepot apa punya anak kayak Letta, emang bapak Letta mati matian hidupin letta tapi anaknya bersikap kayak dajjal. Loe bayangin gimana kalo loe punya anak kayak letta. seluruh harta loe jual, berusaha supaya anaknya hidup tapi anaknya malah begitu.” Jelas letta menghasut Fahmi m
Fahmi menggeleng pelan.” amid amid, gue nggak sudi punya anak nggak tahu diri.” Jawab Fahmi hampir berteriak di depan Letta.
Letta mengusap hidungnya.” Anjing loe udah berapa lama nggak gosok gigi? Sekali ngomong bauk bangk3.” Pekik letta kepada Fahmi kesal.
Fahmi mendengarnya memandang letta sengit dan tidak terima. “ gue lagi ngomong serius wey.” Gumam Fahmi.
Letta menjauh dari fahmi.” Sumpah fahmi, loe bauk banget, apalagi bauk mulut loe kayak bauk bangkai, bunga bangkai aja nggak sebauk ini huek.” Ujar Letta memuntahkan angin di hadapan fahmi.
Fahmi melihatnya terkekeh pelan, malu bersama dengan tertawa. “ mandi loe cepetan..! nanti kita ngomong lagi, kalo nggak, nggak mau gue ngomong sama loe..!” tekan Letta kepada Fahmi kesal.
Bisa bisanya ada laki laki sejorok ini. demi apapun Letta tidak berbohong, kalian tau bau mulut yang memang memabukkan? Bisa jadi fahmi sudah satu bulan tidak gosok gini mangkanya bauknya seperti bauk taik begini. Yatuhan.
Fahmi menghela nafas pelan.”nggak gila loe kan? kalo iya gue panggilkan pembantu dulu.” Gumam Letta bertanya pada fahmi.
Fahmi melirik letta nanar, “ nggak tau.” Gumamnya.” Cepetan mandi ..” teriak letta. Fahmi segera berdiri dan menuju ruang toilet.
__ADS_1
Diki melihat itu menatap Letta dengan tatapan bertanya, melirik Melani dan bastian, ia berdiri mendekati letta yang duduk di kasur dan mengipasi wajahnya.
” Buka ini jendela, yatuhan bauk banget loe tau nggak gue rasa hampir pingsan..” gumam letta lepada Diki sembar berjalan menuju gorden dan membukanya lebar sehinga warna terang matahari sore terlihat, ia juga membuka jendelanya dan udara masuk. Letta menghirupnya rakus.
“ apa yang diperbuat anak saya sampai dia gila begitu ?” Tanya diki kepada letta dingin.
Letta melirik diki sinis.” Anak kandung loe? Kok udah gede banget?” Tanya letta pelan.
Diki melebarkan matanya bingung.” Maksudnya?” tanyanya.
Letta berdehem sejenak dan mengeleng pelan.” itu bukan urusan orang tua, urusan gue sama anak loe fahmi.” Jelas letta kepada Diki.
Diki diam mencerna ucapan letta. “ kamu tidak sopan.” Gumamnya mendengar ucapan letta menyebutkan kata loe gue dengan dirinya.
Letta melirik diki kesal juga.” Sini dulu deh.. gue mau ngomong sama loe.” Ujar letta pelan pada Diki.
Diki menatap letta sangat tidak suka.” gimana kabar keluarga gue?? terakhir gue lihat kakak kakak gue kurus kering begitu,. Mereka nggak makan apa gimana?” Tanya Letta kepada Diki mengernyitkan dahinya.” Gue udah cari di situs atau artikel, Cuma memang keluarga gue tertutup banget kan.” gumamnya pelan.
“ keluarga yang mana? Keluarga kamu saja saya tidak tahu.” Ujar diki kesal pada letta.
Diki menegang memandang letta,
tatapannya dingin menjadi suram dan menajam, letta mendapatkan tatapan itu menggeleng pelan.” gue nggak tau sih ngomongnya gimana, gue itu.”
Letta bingung harus jujur atau bagaimana, tapi ia memandang diki dengan tatapan lemah.” Gue itu bisa lihat arwah yah hehe. Iya gue bisa lihat arwa temen loe namanya letta. sama kayak gue alleta.” Ujar Letta dengan pelan.
Diki semakin memandang letta tidak suka.” bicara apa kamu ini?” tanyanya.
" Beneran saya lihat!!!!"" tegas Letta. Diki mendengarnya mendengus hendak pergi tapi tertahan oleh ungkapan Letta.
Letta menggeleng pelan.” tapi beneran, kamu suka kan makanan seafood tapi tidak suka kerang bamboo, paling suka dengan kucing sejak kecil tapi nggak dibolehin pelihara oleh orang tua kamu sampai kamu nitip kucing kamu ke Letta dan Letta kasih makan ikan asin, akhirnya kucing kam..”
“ stop.!!” Letta terdiam memandang diki dengan tatapan sendu. Diki diam memandang letta nanar.” jika begitu dimana letta sekarang? katakana dimana dia..!” tegasnya kepada letta kuat. Letta disana tersentak memandang diki.
Samar letta menunjuk kearah kiri Diki dengan telunjuknya. Diki melirik arak kirinya dan memukulnya kuat.” bajingan., kenapa kamu pergi sialan..” teriaknya menggelegar sampai Melani dan Bastian terbangun melihat Diki meninju angin dan menangis. Letta shok melihatnya.
__ADS_1
Diki memukul kembali angin.” Katakan dimana dia sekarang.. biar ku hajar dia,..,!!” tegas Diki mengguncang bahu Letta yang ada di depannya.
Letta memejamkan mata merasakan perih dibahunya, memandang Diki sedih dan menggeleng pelan.” dia kan sudah meninggal, mau diapakan juga tidak akan terasa?” ujar Letta kepada Diki yang frustasi di depannya.
Dikji mendengarnya mengendurkan tangannya dan tersenyum nanar.
Mengangguk pelan kepada letta, ia meneteskan air matanya pelan. Melani dan Bastian memandang Diki dengan pandangan penuh Tanya, apakah mereka saling kenal, apakah mereka saling memiliki masalah sampai begitu??
“ bisa tinggalkan kami sejenak?” Tanya diki kepada Melani dan Bastian. Keduanya mengangguk paham segera keluar dari sana. membiarkan Diki dan Letta berbicara. Diki duduk di kasur dan menghela nafas nanar.
Letta meliriknya dengan penuh pertanyaan.” Apakah letta masih ada disini?” Tanya Diki kembali pada Letta lemah.
Letta mengangguk pelan memandang diki.” jika kamu tidak berbohong katakan apa makanan kesukaan letta..!” tegas Diki kepadanya.
Letta menggeleng pelan melirik lain arah.” Dia menyukai keseluruhan makanan yang kamu bikin, “ jelas Letta bergetar. Karena memang Diki koki dari mereka.
Diki menangis di depan Letta begitu lirih, menutup wajahnya menggunakan tangannya, Letta memilih duduk di depan Diki dan menatapnya dengan kasihan, apa dirinya jujur saja di hadapan diki? “ jika aku bilang letta ada disini kamu percaya?” Tanya letta menunjukan dirinya sendiri.
Diri menatap Letta dan menggeleng pelan.” tapi gue beneran ada disini Diki, gue hidup disini, .” ujar Letta bergetar membuat Diki memandang Letta nanar.
” gue nggak percaya. Letta nggak kayak loe polos, bangsat, nggak sopan., Letta yang gue kenal cuek dan dingin..!!!” tegasnya
Letta mendengarnya diam, memang sulitnya disini, sisi dirinya yang berbeda, ia menghela nafas pelan memandang diki. “letta bertanya loe gimana keadaan kakaknya selama hidup? Apa mereka baik? dan loe? Gimana sampek bisa punya anak segede Fahmi?” Tanya letta kembali loe gue kepada Diki.
Diki menggeleng lemah.” Keseluruhan jadi sakit letta, kakak pertama lo zaxi terjerat kasus narkoba setelah loe meninggal, dan hampir mati karena kebanyakan minum obat obatan, dia berkali kali mau bunuh diri.” Ujar diki bergetar.
Letta terdiam mendengar ucapan Diki. diki menggeleng plan memandang letta.” kakak kedua loe juga setiap hari nangis dan kembali gila, tapi untungnya ada Rizal yang terus nenanngin dia, akhirnya dia nikah. Kalo kak Zaxi, dia beneran hancur,, badan dia kurus sampek sekarang karena kasus narkoba itu,” jelasnya pelan.
Letta mengangguk pelan mendengarnya. “ loe?” Tanya Letta pelan.
Diki menggeleng.” gue nggak tau gimana keadaan gue usai loe mati, tapi yang pasti penyesalan gue adalah ngejauhin loe dan ngebiarin loe hidup sendiri buat nikmatin luka,, maafin gue, gue nggak tau kalo loe ngelakuin semuanya buat jagain kami., maaf.” Gumam Diki lirih.
Letta berdehem kembali. “ Gue setelah pemakaman loe memilih buat tinggal diluar negri, sendiri ngebuat gue bener bener sepi dan sunyi, sampai akhirnya gue ketemu sama Melani dan Fahmi. Afgan, dia janda anak dua dan kami menikah delapan tahun yang lalu, gue udah punya anak satu lucu banget mukanya, namanya Talita.. Letta gue rindu sama loe.” Ujar diki bergetar di hadapan letta.
letta memeluk diki dengan lemah tapi diki menolaknya.” Gue maunya Letta meluk gue bukan loe..” bisik Diki nanar.
__ADS_1
Letta ingin berteriak jika dirinya letta..!!!!