Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
keluarga cemara


__ADS_3

Usai acara yang terjadi beberapa Minggu yang lalu. Bima kembali ke rumahnya sendiri.


Tentu saja, ia tidak mungkin kembali tinggal di rumah Xior seperti sebelumnya kan? jika dulu ada Letta jika sekarang tidak lagi ada alasan.


Brayen dan Tama ikut dengan dia. Calisa juga sesekali ke rumah Bima, karena mendengar kabar Tama yang kian buruk. Bima sesekali menangis karena kehilangan Letta, tentu saja Bima mencintai Letta sungguh sungguh.


Letta sudah menemani dirinya bertahun-tahun dimasa sulit.


Tama dan Brayen sudah meminta maaf kepada Bima, dan Bima sudah memaafkan mereka. Bima ayah yang baik, dan mereka sudah jauh lebih baik kepada Bima, tak jarang Tama dan brayen memilih tidur dikamar ayahnya agar ayahnya tidak sedih,.


Tik.,.,tok..tok... “ masuk..” teriak Tama melndengar pintu diketok.


Calisa tesenyum tipis memasuki rumah milik Bima, disambut dengan Brayen dan Bima yang bermain game sedangkan Tama disana hanya menjadi tukang support.,” wahhh kalian pagi pagi masih main game. Apakah kalian tidka bekerja?” Tanya Calisa dengan heran. Pasalnya hari biasanya mereka tidak sesantai ini.


“ hari ini libur tante.” Gumam Brayen pelan. Calisa mengangguk pelan. Ia lupa jika ini wiken.


Brayen dan Tama sudah lebih terbuka kepada pilihan Bima, mereka tidak lagi egois, mereka juga ingin ayah mereka bahagia, menikah dengan wanita manapun. Mereka harap ayah mereka bisa mendapatkan pilihan teman hidup yang baik.


“ wahh tante lupa. Maklum tante kan pengangguran.” Gumam calisa meringis.


Tama tertawa keras mendengar itu.,” Iyakah... jika begitu carilah pekerjaan supaya tante tau hari ini hari apa...” jelas Tama melirik Calisa.


Calisa mengangkat bahu acuh.” Tante bawakan sarapan.. kalian harus makan makanan yang tante bawa. Ayo Bima bawa anak anak ke sini. Cukup bermainnya kalian harus makan.” Tegas Calisa mendekati bima dan anak anak. Mematikan PS yang masih dimainkan.

__ADS_1


Bima melirik Calisa kesal.” Oh ayolah. Bahkan game ku belum selesai di menangkan Cale.” Jelas Bima cemberut.


Calisa menatap bima cemberut.” Uututu bayi besal Ini. Ayo makan bayi besal.. “ gumam Calisa memberi suara bayi.


Bima yang diperlakukan seperti bayi mendengus malu segera berdiri. Tama dan Brayen terkekeh melihat itu, mereka baru tau jika ayah mereka itu sangat manja rupanya.


Bima dan anak anaknya segera duduk di meja makan. Tama yang susah untuk ke meja makan segera calisa bantu dorong kursi rodanya ke meja makan.” Aku punya dokter yang baik untuk membantumu agar bisa kembali berjalan. Besok aku akan membawakan dia ke sini untukmu. Kemarin hasil dari pemeriksaan kaki mu sudah jauh lebih baik kan?” Tanya Calisa dengan pelan pada Tama.


Tama mendengar itu mengangguk,. Calisa memang terus menemaninya untuk control, dia sangat baik mengetahui dan melihat bagaimana perkembangan tama.” Atau mau oprasi terlebih dahulu?” Tanya Calisa kembali. Sebab tulang rahang Tama itu patah, dan hidungnya pun juga patah karena itu harus kembali oprasi meluruskannya yang bengkok.


Tama mengangguk.” Dokter menyarankan agar oprasi terlebih dahulu karena jika semakin lama akan semakin sulut untuk diperbaiki.” Jelas tama pelan. Calisa mengangguk paham mendengar kejelasan Tama. Mereka sudah sampai di ruang makan.


Dengan telaten memberikan sarapan untuk mereka. Bima diam menatap nasi goreng buatan Calisa, ada sayur sosis goreng, ada nugert dan ayam rempah. Ingatan Bima melayang saat dimana letta belajar masak untuk mereka. Dan hasil akhir asin sekali.


“ kalian tau nggak sih kasus artis yang marak itu?? yang perselingkuhan, banyak banget.” Jelas Calisa dengan kesal sembari makan..


” yang mana? Soalnya banyak banget.” Jelas Brayen pada Calisa.


Calisa mengangguk.” Iya kan itu loh yang XX katanya sayang banget sama istrinya, sampek orang orang pada ngiri eh nggak taunya selingkuh. Padahal muka nya kayak opet,.” Jelas Calisa cemberut..


Tama menyemburkan nasi goreng miliknya mendengar kata opet. Hahaha tawa bimna keras.” Memang muka opet gimana?” Tanya Bima lagi heran


” Loh nggak tau?? Yang sipapase sipapasepada... “ gumam Calisa memerankan suara opet yang ada diFilm upin ipin.

__ADS_1


Tawa Tama dan yang lain menuyuar di ruangan. Akh rasanya sangat senang. Bima memandang anak anaknya yang masih membahas tentang gossip kepada Calisa. Bima merasa senang dan berterimakasih kepada Letta. Letta wanita baik, karena Letta ia bisa mendapatkan keluarga yang bahagia.


Sama dengan Brayen dan Tama. Keluarga yang dulu suram sekarang sangat berwarna. Calisa wanita yang memiliki humor yang receh, gaul dan juga tukang gibah, cocok dengan Brayen dan Tama yang memang memiliki sikap julid yang luar biasa besarnya. Mereka kerap kali membahas mengenai OOTd, tentang gossip artis, sampai pada menggosip tetangga mereka yang suka pulang malam.


Apalagi ia bisa masak, masakan Calisa sangat enak.. meskipun wanita karir tapi hidupnya santai. Jika kerja yah kerja jika santai yah santai, setiap hari datang ke rumah Bima hanya untuk mengantarkan makanan, mengantarkan Tama ke rumah sakit. Tama dan Brayen sempat curiga jika Calisa hanya mau harta ayahnya saja. Tapi ternyata ayahnya sudah membuat surat kuasa unrtuk harta yang sudah dibagi rata untuk anak anaknya dan Calisa sudah tau.


Mereka juga sudah diberi tau oleh ayahnya tentang percintaan mereka saat masih muda dulu. Berpacaran selama 7 tahun berakhir kandas. Karena ayah mereka menikahi orang yang sudah di jodohkan dengannya. Mereka cukup sakit dengan perasaan Calisa yang sama sekali tidak berubah.


“ tante..,” gumam Tama yang menghentikan tawa mereka.


Calisa menaikkan alisnya memandangnya calisa.” Tante kenapa mau sih dengan papa? Padahal papa sudah tua dan jelek. Tante masih cantik begini.” Gumam tama.


Bima mendelik kepada anaknya.” papa masih ganteng loh.,” tegas Bima.


“ Tapi kalo di sanding sama tante Calisa, papa kayak omom suka sama anak kecil alias pedofil.” Ketusnya Tama.,


Brayen dan Calisa tertawa keras mendengarnya itu. bima menatap anak anaknya datar.” Papa mu dulu pas SMA dia paling ganteng di sekolahnya. Bahkan di kenal sebagai pangeran sekolah loh.” Jelas Calisa kepada Tama dan brayen.


Bima menatap anak anaknya tengil karena dipuji.” Tapi sayangnya satu. Papa kalian itu dingin dan pendiem. “ jelas calisa. “ dan sekarang yah gitu udah tua.” Jelas calisa.,


Tama dan Brayen mengangguk.” Kalo tante mau sama aku aku mau kok sama tante.” Jelas Tama.


Bima tersedak mendengar ucapan tama yang nyeletus tak panas.” Ha??? Gimana gimana?” Tanya calisa kaget.

__ADS_1


“ tante mau nggak sama Tama?” Tanya Tama polos. Calisa melebarkan mata kaget mendengar pertanyaan Tama yang polos.


__ADS_2