
” Fani ambilkan kertas dan pulpen.” Panggil Letta pada Fani.
Fani dengan kikuk mengangguk segera mengambil pulpen.” Dan Jiya panggilkan Bima dan Xior. Bilang kita akan melakukan pertemuan mendadak.” Tegas Letta semangat. Letta lupa dirinya sedang merajuk pada Bima dan juga Zeyn, Jiya mengangguk segera pergi bersama Fani untuk melakukan perintah Letta. meskipun mereka sedikit bingung.
Dan karena itu Bima, Xior sedang berada di kamar Letta saat ini, memandang apa yang letta lakukan aneh, letta sedari tadi menulis dengan tenang di depannya, sesekali keningnya mengernyit seperti berfikir sesuatu yang berat. " Letta, kamu kenapa membuat pertemuan mendadak???" Tanya Bima Heran.
” Selesai....” Gumam Letta memberikan satu untuk Xior dan satu untuk Bima.
Mereka segera mengambil kertas dari letta dan mulai membacanya bingung,
“ Yang punya putra besok saja nyusul.” Gumam Letta menyenderkan tubuhnya di kursi,
Bima memandang tulisan letta yang berisikan surat pranikah. Poin pertama yang berisikan perjanjian pihak satu, dua, dan tiga. Berisikan perjanjian. Yang pertama berjanji tidak akan selingkuh, tidak akan kasar atau main tangan. Kedua harus memberikan nafkah dengan cukup, perorangan 1m satu bulan, mereka meneguk saliva melihat itu, dan yang ke3, jika mau punya anak harus konsul dulu dan tidak boleh lebih dari lima orang. yang berikutnya berisikan antek antek keinginan Letta hingga ke poin terakhir. Bila saja salah satu dari mereka selingkuh maka sah bagi letta untuk mengambil seluruh mereka,.,”
Bima dan Xior melirik Letta yang tersenyum lebar memandang mereka.” Hanya ini?” Tanya Xior dengan alis terangkat. Letta berdehem.
Xior mencoret poin yang berisikan nafkah 1m satu bulan.” Gue nggak setuju ini.” gumam Xior.
” Loh kenapa? kegedean?” Tanya Letta dengan heran.
Xior berdehem.” Gue bisa kasih lebih dari ini, ini kayak menghina kekayaan gue.” gumamnya malas.
Letta mendengar itu menghela nafas kesal. Lihat Xior mengubahnya menjadi minimal 1 M dan maksimal terserah nya.
“ dan ini.. bagaimana jika kamu yang pergi dan selingkuh?” Tanya Bima pada letta poin terakhir.
Letta melihat itu berdehem.,” suami sudah 3, Apa lagi yang harus gue selingkuhin.” Gumam Letta lempeng.
Bima menggeleng pelan. mencoret poin tersebut.” Harusnya jika kamu selingkuh kami akan memotong kakimu.” Tegas Bima dan menulis apa yang dirinya mau.
“ tapikan.” Gumam letta.
” apa? mau selingkuh?” Tanya Bima kesel.
Letta menggeleng pelan.” selagi kamu masih ada di sini, dan tidak selingkuh aman. Tidak ada yang di potong.” Tegas Bima dan segera menanda tangani kertas itu secara tenang memberikan pada Letta.
Letta memandang poin yang Bima hapus. Melirik bima yang santai dan tenang.” Saya mau satu anak saja cukup, itupun jika kamu tidak keberatan mengandung.” Jelas Bima tenang.
Letta meneguk Saliva kering mendengar itu. xior sendiri menatap letta dengan tenang.” Saya mau 2 tapi kembar.” Jelasnya tersenyum lebar. 1 cowok dan 1 cewek.” Gumamnya lagi dengan senang.
Letta mengangguk pelan,.” tanda tangan dulu.” Gumam letta pada Xior.
Xior melirik letta kesal dan segera menanda tangani kertas.” Kelihatan muka loe kesal mulu sama gue. “ gumam Letta malas segera mengambil kertas dari Xior.
__ADS_1
” Muka loe nyebelin banget. Pengen gue..”
plak. Bima menepuk pelan pundak Xior.” Udah udah.” gumam bima menghela nafas pelan
Letta mendengus. Bima seperti ayah mereka saja.” Yaudah jika begitu besok aku mau keluar, kalian segeralah ke kamar, selamat istirahat.” Jelas letta dengan senang.
” Mau kemana? Dan siapa yang mengizinkan?” Tanya Xior dengan alis terangkat dingin.
“ tadi Dikasih mobil sama Om bima.” Jelas letta pura pura polos melirik Bima.
Bima yang dilirik melirik Xior dengan heran” apa salahnya? Kan biar Letta bisa bermain, bisa happy happy, bisa belanja.” Jelas Bima dengan polos.
Xior memejamkan mata mendengar itu.” tidak boleh."tegas Xior.
Letta melebarkan matanya. melirik letta tajam Xior menyipitkan matanya.” mau kemana emang hmm? bukannya mau bersembunyi dari orang orang?” Tanya kembali Xior tenang.
Letta berdehem pelan mendengar itu.” sebenarnya hehe belum tau juga.. Cuma rencana.” Jelas Letta pelan.
” Biarkan saja Letta pergi, biar dia happy. Lagi pula nggak apa apa selagi itu baik untuk dia kan?” Tanya Bima kepada Xior.
Xior menggeleng pelan.” saya bilang enggak boleh yah enggak boleh.” Tegas Xior dingin.
“ is..” gumam letta malas. Xior membuang muka tak mau menjawab letta.
Letta menaruh tas mini di atas mejanya. Xior membuang muka, karena berdebat semalam ia kalah. Letta tetap kekeh ingin pergi dan akan di temanbi dengan Jiya dan Fani, diam diam Bima juga menaruh dua bodyguard yang akan menjaga letta dari jauh, begitu juga dengan Xior.” Cantik banget kamu. ,''Gumam Bima pelan.
Letta mengangguk pelan.” iya dong.” Jelas Letta dengan senang memakan nasi dan melirik Xior dan Bima yang menatap dirinya.”kalian udah mau berangkat kerja?” Tanya Letta pelan.
Bima mengangguk pelan melirik letta,.” iya kita akan berangkat kerja, kamu pulang jangan terlalu lama, jam 2 nanti akan ada figting baju dan Putra akan pulang,.” jelas Bima tegas.
Letta mengangguk pelan mendengarnya dengan tekun. “ jika ada apa apa hubungi saya atau Xior oke.” Tegas Bima kembali.
Letta mengangguk.” Jangan berantem mulu, ntar buntung kepala loe.” Tegas Xior malas.
Letta menyipitkan mata malas memandang xior tajam dan menggigit kuat sandwich isi telor miliknya. Xior melihat itu hanya malas saja, siapa lihat sudut bibirnya yang sedikit terangkat.
...----------------...
Tangan letta melambai senang ke udara, berdiri di kursi mobilnya dan menikmati udara di dalam mobil. “ wohoho.” Gumam letta senang.
Bagaimana tidak senang senang? Jika Bima membelikan dirinya mobil Pirche 781 Boxter Spyder??? Dengan modifikasi khusus berwarna kuning. Harga tak usah di ragukan lagi. sudah pasti milyaran rupiah.!!!!
Dan paling membahagiakan lagi Fani rupanya bisa mengemudi termasuk Jiya.. mereka pandia mengendarai smeua lihat bagaimana laju mobil yang stabil di jalanan yang turun.
__ADS_1
” Nona.. jangan begini. Tuan pasti akan marah jika nona begini. Ayo duduk.” Gumam Jiya agak takut melihat letta yang berdiri menikmati angin begini. Bagaimana jika jatuh?
Letta melirik jiya terkekeh.” Coba berdiri coba coba.” Tarik letta. Jiya meringis enggan, tetapi letta memaksa membuat Jiya ikut berdiri dan memegang bagian sudut mobil bagian depan. Letta tersenyum lebar melihat Jiya yang terdiam menatap kedepan kagum. Sialnya ini sangat cantik, jalan turunan melihat pemandangan kota yang padat.” Wohoho.” Gumam Jiya tertawa.
Fani hanya bisa pasrah sebagai supir hanya bisa memelankan laju mobil agar mereka tidak terjengkang. “ sangat keren nona.” Gumam Jiya bertepuk tangan.
Letta mengangguk riang kepada Jiya,.” Tentu saja..” tegas Letta mengangguk memandang kedepan.
“ nona.. Jiya jika kalian lupa di bagian belakang kita ada bodyguard yang mengawas, bisa jadi ini hari terakhir nona bisa keluar jika nona terlalu kekeh berdiri di sana.” jelas Fani pelan.
Letta Dan jiya menghela nafas segera memasuki mobil lagi.” tidak bisa membuat orang senang.” Gumam Letta malas.
” Nona kaki anda masih belum sembuh total jika kau lupa.” Jelas Fani tegas.
Letta mendengar itu malas. Letta tau Fani dan Jiya adalah tamatan s1 loh.. tentu dengan jurusan yang luar biasa. Fani sebagai tata boga dan Jiya sebagai pendidikan, pilihan mereka bekerja dengan Xior karena gajinya besar dan kerjanya tak berat. Tentu saja juga ada libur setiap bulannya berisikan 4 hari seperti orang lain..!!!! bagaimana letta tau? Mereka cukup dekat karena mereka pelayan pribadi letta.
“ kita ke rumah sakit duluan yah, aku sudah membuat janji, aku ingin mengecek kaki ku dan juga luka lain.” jelas letta. mereka mengangguk segera melaju mobil lebih erat. Letta menikmati jalanan yang cukup padat, menutup atap karena terasa mulai panas. Jiya melirik nonanya tersenyum tipis. Letta itu type tuan yang manis, tak banyak bicara tapi baik. letta sangat baik baginya.
Sampai di rumah sakit milik pribadi letta dulu., letta segera keluar diikuti oleh Fani dan Jiya. Di lantai ke tiga Letta berjalan dengan tenang. Jiya dan fani berjalan dua langkah dibelakang letta tenang. Memasuki ruangan dokter Faris mereka terdiam sejenak.” Kalian bisa menunggu diluar?” Tanya Letta.
Jiya dan Fani menggeleng.” Maaf nona tapi kami harus selalu bersama nona.” Jelas mereka. Letta menggeleng tegas.” Saya tidak akan kabur. Ini lantai 20 kalo kalian lupa, lewat mana? Dan ini pembicaraan pribadi,.” Jelas Letta tegas.
“ tuan pasti meminta hasil pemeriksaan.” Jelas Jiya kembali.
Letta mengangguk.’ Aku akan mengambil kertas laporannya kelak.” Gumam letta menutup pintu.
Jiya dan fani ingin membantah tapi letta sudah menutup pintu. Jiya melirik Fani tapi Fani hanya mengangkat bahu tak tau. Ingin menolak kan letta nona nya di sini.
Memasuki ruangan,. Di sana ada dokter Faris menoleh memandang letta.” wahhh sudah lama tidak berjumpa lett.” Gumam nya berdiri mendekati letta. letta tersenyum tipis bersalaman dengan dokter Faris.
“ ada apa?” Tanya faris menaiki alisnya.
Letta berdehem pelan. “ tolong periksa jantungku.” Jelas letta dengan pelan.
Faris mendengar itu menghela nafas pelan.” ada apa??” tanyanya.
Letta menggeleng pelan.” yasudah silahkan ke ruangan sebelah.” Tegasnya menunjukan pintu putih di ruangan itu.
Letta segera masuk, tidur di kursi untuk pengecekan. Ruangan tertutup berisikan alat alat yang aktif dan juga lampu sorot letta diam saat faris memeriksa dirinya. Faris diam memandang pemeriksaan.”letta saya rasa kamu sudah tau keadaan kamu?” tanyanya pelan dan tenang.
Letta mendengarnya menghela nafas pelan.” gagal transplantasi jantung.” Jelas letta lemah.
Faris mengangguk menatap letta yang duduk di kursinya.” Apakah ada obatnya?” Tanya Letta dengan lemah.
__ADS_1
Faris mendengar itu sedikit bingung untuk menjawab.” Semua penyakit ada obatnya.. “ jelas Faris pelan.