
Pulang dalam keadaan cemas yang meningkat Fajar sangat kalut dan juga ketakutan mendengar kabar Letta. hendak mencari dimana Letta berada tapi ia sama sekali tidak tahu bagaimana caranya, dimana rumah Letta pun dirinya sama sekali tidak tahu.
Tatapannya tertuju pada Sunja yang sedang menunggu jemputan di depan sekolah sembari mengusap air matanya. dengan cepat Fajar mendekati Sunja yang menangis. “ sunja.” Panggil Fajar pelan.
Sunja melirik Fajar menarik ingusnya menggunakan tisu. “ kenapa?” Tanya Sunja serak.,
Fajar menelan ludah.” Itu. Loe tau dimana Letta sekarang?” tanyanya gugup.
Sunja mengeleng pelan .” ngapain loe nanya Letta? “ Tanya Sunja sinis pada Fajar.
Fajar diam menatap kearah lain. “ gue.. gue Cuma nanya aja.. loe tau dimana dia di rawat atau rumah dia?” Tanya Fajar lagi,
Sunja mengusap air matanya kasar saat mobil jemputan nya datang.” Gue nggak tau, rumah dia nggak jauh dari Bank jalan supratman itu aja yang gue tau. Apalagi dimana dia dirawat, kalo gue tau gue udah kesana. Mending loe lihat deh dimana tempat wartawan disana mungkin ada.” Jelas Sunja segera pergi meninggalkan Fajar.
Fajar segera mengambil Hp di saku celana, membukanya pelan, ia mnatap lamban berita yang dirinya dapatkan, di Tadisya medikal.. tapi kan tadisya medical tidak hanya satu di kota ini. tapi ada enam, itupun jika di kota, bagaimana jika dipinggiran? Lagi pula biasanya diberita tidak di cantumkan untuk kenyamanan pasien kan???
Pulang dengan tubuh yang penuh rasa loyo. Fajar mengendarai motornya menuju rumah, menepikan motornya untuk memasuki rumah.,
Bugh.. Fajar shok saat pipinya mendapat pukulan oleh Zeyn. tatapan Zeyn sangat tajam menatap Fajar.” Loe ningalin Letta dijalanan ha??” Tanya Zeyn berteriak keras.
__ADS_1
Fajar menunduk memegang pipinya. Zeyn sangat marah hingga kembali memukul adiknya dua kali. Fajar hanya diam karena merasa bersalah.
Sekali lagi Zeyn hendak memukul sang adik tapi Genta menahan Zayn.” Dia harus dikasih pelajaran pa. Nggak ada ngajarin dia sekurang ajar itu sama perempuan.” Teriak Zeyn meminta dilepaskan.
“ dia adek kamu Zeyn, udah jangan pukul dia lagi.” ujar Genta menahan Zeyn.
Fajar diam measa rasa sakit di bagian wajah dan tubuhnya yang dipukul. Bita hanya diam duduk di sofa menatap Fajar kecewa dan Zeyn nanar. “ maaf bang. Letta bikin aku kesel.” Jelas Fajar lirih.
“ anjing loe..!!! kesel loe tinggalin di liku Sembilan,. Otak loe dangkal atau gimana ha?? Loe tau nggak liku sembilan hutan semua??? Bahkan sepuluh kilo meter hutan, mana curang jurang semua disana..!! otak loe dimana?? Tega loe sama cewe..!!!” sahur Zeyn kembali hendak menyerang Fajar tapi tubuhnya ditahan oleh sang ayah,.
Fajar menggeleng lirih, mengusap pipinya yang berdarah.” Loe nggak punya otak apa gimana??? “ Tanya Zeyn kepada Fajar lagi.
“ maaf maaf,. Maaf loe nggak guna, sama sekali nggak Fajar..!!! nggak nyangkah gue punya adek sejahat loe..!!! apa yang Letta lakuin sampek loe setega itu buat ninggalin dia dijalan? Kenapa nggak loe tinggalin di pemukiman warga? Kenapa mau di liku sembilan?” Tanya Zeyn kembali berteriak.
Liku Sembilan adalah salah satu jalan ekstrim di daerah mereka, yang berisi ada Sembilan tikungan tajam dan curam, di selanya ada banyak jurang dan juga hutan mangkanya tidak ada pemukiman warga kecuali pohon pohon besar, itupun sering terjadi longsor di sana.
Jika sore dijadikan tempat yang bagus untuk duduk ngopi, nah tepat di warung yang Letta samperi itu salah satu warung, disana bisa melihat sunset dan pemandangan yang bagus karena itu, jalananya yang curam. Tapi kalo malam sangat rawan, setiap jam lima biasanya yang jualan sudah tutup semua.
Fajar diam tidak menjawab sama sekali. Zeyn menunjuk kepala Fajar.” Nih anak papa mama.. ajarin dia gimana jadi manusia..!” ujar Zeyn melepaskan Genta dan menendang adiknya sekali lagi.
__ADS_1
“ Zeyn udah..!” ujar Genta menahan anaknya.
Zeyn memperbaiki jasnya dan segera duduk di dekat Bita, Genta menatap Fajar yang kesakitan dibagian kaki ditendnag kakaknya mengeleng kecewa.” Papa kecewa sama kamu Fajar. Kamu tau papa mama nyuruh kamu buat anterin Letta karena apa? Karena kami harap Letta pulang dengan selamat, bisa saja kami memesan taksi tapi taksi tidak lewat di sana, sedangkan supir sedang mengantar kakak kamu kekantor, sedangkan yang satu kurang sehat, kami takut dia kenapa napa.” Jelas Genta tegas,.
Fajar hanya diam di lantai masih dalam balutan baju SMA dan tas di pundaknya. Genta kembali mengeleng.” Kami percayakan kepada kamu tapi kamu sangat mengecewakan kami. Letta kamu tinggalkan di jalanan yang sangat berbahaya karena ego kamu. Apa yang kamu pikirkan Fajar setelah melakukan hal yang buruk? “ tegas Genta ingin sekali memukul anaknya, tapi ia juga kasihan melihat Fajar yang kesakitan.,
“ Nggak tau lagi, dari mana dia belajar jadi laki laki bejat kayak gitu.. nggak usah loe jadi cowo kalo sikap loe segitu buruknya Fajar..!” tegas Zeyn menyahut di tempat duduknya.
Genta pun diam menatap Fajar yang sama sekali tidak berkutik. “ kamu sangat membuat kami kecewa Fajar. Mulai hari ini kamu papa masukkan ke dalam les tatakrama, biar kamu sadar bagaimana cara menjadi manusia yang berbudiman dan berakhlak.” Jelas genta mundur.
Fajar melebarkan mata menatap Genta menjauh. Segera ke ruang kerjanya. Hanya Bita yang menghela nafas pelan, Fajar bisa merasakan rasa kecewa ibunya bahkan lebih besar ketimbang kakak dan ayahnya.
“ ma maaf.” Gumam Fajar lirih.
Bita menggeleng pelan menatap Fajar.” Salah itu kami, seharusnya kami nggak harus paksa kamu buat anter letta pulang.' gumam Bita menjauh dari sana.
“ harusnya kami saja yang mengantarkannya. Mama bener bener kecewa Fajar sama kamu. Mama nggak percaya kamu setega itu sama perempuan.” Bisik Bita melewati Fajar. Fajar terus diam hendak menangis mendengar suara ibunya yang sangat lirih sebab menangis.,
Zeyn di sana menghela nafas pelan, jika Fajar bukan adiknya, sudah ia bunuh atau patahkan lehernya, tapi Fajar adiknya. Mengecek beberapa postingan tentang Letta ia menatap Fajar yang mansih duduk di posisinya. “ kalo semisal Letta mati pas itu, gue rasa loe bakal hidup dalam penyesalan seumur hidup Fajar. Udah pasti hidup loe Udah beda. ” bisik Zeyn kepada Fajar dingin.,
__ADS_1
Fajar tau, fajar bahkan sudah merasakan penyesalan detik ini, menyesal sudah membuat Letta menjadi begini, posisi Fajar tidak juga enak, kemaren saat dirinya meningalkan Letta ia terlanjut emosi, saat sampai rumah ia baru sadar akan kesalahannya, dirinya kembali ke tempat dimana ia meninggalkan Letta tapi ia sudah tidak menemukan Letta. Fajar fikir Letta sudah mendapatkan tumpangan.